Jika Aku Menjadi


PEMIMPIN DI KOTA INI..

Haaaiiiii… Haalloooo.. Apakabar semuanyaaa? Sehat kan yak? :mrgreen:

Aku lagi berhayal-hayal neh, apa yak yang akan aku kerjakan jika aku menjadi pemimpin di kota yang sekarang aku sedang tinggali ini? Soalnya kadang merasa banyak hal-hal yang tidak sesuai dengan pemikiran aku (bahkan hati nurani aku, tsaa 😛 ) yang dilakukan oleh orang-orang yang berpengaruh di atas sana. Karena suara aku gak akan didengar juga, jadi mendingan berkhayal aja yak di blog ini 😀

Untuk pedomannya, yang aku ambil adalah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan untuk para calon walikota pada saat pilkada beberapa bulan yang lalu. Pemilihannya sendiri udah lewat, dan udah ada pemenangnya juga seh. Jadi mari kita langsung apa yuks!

PERTANYAAN PERTAMA: Masalah Pariwisata. Kota Pontianak yang memiliki potensi pariwisata belum memanfaatkan potensi itu secara maksimal. Jika Anda terpilih menjadi walikota Pontianak, apa yang Anda lakukan untuk membangun pariwisata di Kota Pontianak?

Jawaban dari calon pertama: Kota Pontianak memiliki tempat pariwisata yang berpotensi sangat besar misalnya Tuga Khatulistiwa, Makam Sultan dan Kraton Kadriah. Tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal. Maka jika saya terpilih menjadi walikota Pontianak. Tiga potensi ini akan saya makimalkan secara tepat.

Tanggapan aku? Hmmm.. Emang seh yak tempat yang disebutkan di atas itu penting karena merupakan bagian dari secara dan icon dunia. TAPI sebagai masyarakat awam yang aku harapkan bukan itu seh.

Jika aku menjadi seorang walikota, yang aku bangun di Pontianak adalah wisata lokal yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kegiatan sehari-hari. Misalnya taman-taman untuk piknik di hari libur, hutan-hutan kota yang tertata rapi dan ada outbound, waterfront yang tertata dengan rapi (sekarang ada seh, tapi ya gitu deh kondisinya) dan lain sebagainya yang membuat fikiran aku kalau mau jalan gak mall lagi mall lagi.

Mungkin juga bisa dibangun waduk-waduk buatan di mana di dalamnya ada terdapat joggingtrack, arena bersepeda, pohon-pohon besar yang teduh. Ya kalau mau membayangkan seperti ini deh:

Gambar dari blog reisha.wordpress.com

Kan seru yak sore-sore bawa debay jalan-jalan pake stoller ke taman beginian. Daripada ke Mall yang harus mengeluarkan duit banyak. Sayangnya gak ada satu tanggapan dari semua calonpun yang memikirkan tentang taman kota ini 😦

PERTANYAAN KEDUA: Masalah Air Bersih. Kota Pontianak yang dialiri sungai kapuas masih tidak bisa memenuhi permintaan air bersih untuk seluruh warganya. Banyaknya limbah dari sampah baik perusahaan dan masyarakat membuat air sungai tercemar. Apalagi ditambah dengan tidak maksimalnya PDAM menyuplai air ke rumah-rumah penduduk.

Jawaban dari calon kedua: Bahwa permasalahan air bersih adalah dari air baku yang dimiliki oleh PDAM terutama pada kebocoran pipa-pipanya. Maka hal yang harus dilakukan adalah memastikan tidak ada lagi kebocoran pipa di kota ini.

Tanggapan aku? Ya, sebagai kota sungai yang terbiasa menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari seh titik poinnya bukan di PDAM, TAPI pembersihan air sungai dari limbah-limbah tersebut.

Jika aku menjadi walikota, yang akan aku lakukan adalah  pemaksaan perusahaan yang beroperasi di sepanjang sungai kapuas untuk merelokasi pabriknya jauh dari sungai agar limbah yang dihasilkannya tidak langsung masuk ke dalam sungai. Pelarangan keras juga harus dilakukan untuk masyarakat atau industri rumah tangga membuang sampah ke sungai. Jika air sungai telah bersih, maka PDAMpun akan mampu kok menyukupi kebutuhan air bersih masyarakatnya.

PERTANYAAN KETIGA: Masalah Tata Kota (Drainase). Pontianak yang sering banjir jika terjadi hujan.

Jawaban dari calon ketiga adalah: solusi mengatasi banjir adalah peninggian jalan, penjagaan parit primer yang dimulai dari parit tokaya dan pembenahan drainase.

Masalahnya adalah jika jalan ditinggikan terus menerus seperti apa yang telah dilakukan pada 5 tahun terakhir ini, jalan di Kota Pontianak akan terbebas dari banjir, NAMUN air dari tumpahan jalan raya akan masuk ke dalam rumah-rumah penduduk.

Pembangunan tarup kadang tidak melihat aliran air dari sisi jalan sehingga bukannya malah mengurangi banjir, tapi membuat lokasi banjir baru dan pelebaran jalan kebanyakan memperkecil drainase yang akhirnya tidak dapat menampung curahan air hujan di kota ini.

Jika aku menjadi walikota yang aku lakukan adalah memperlebar drainase-drainase disepanjang jalan utama (yang sekarang malahan beberapa titik ditutup aja gitu salurannya :devil: ) Mengembalikan posisi parit primer ke kondisi semulanya. Yang dulu bisa dilewati oleh sepit dan menjadi jalur transpotasi seperti jalan dahulu kala.

Lah wong Amerika saja membangun kawasan baru dengan parit-paritnya yang menyerupai Venice kok kenapa Pontianak gak bisa? Potensi itu ada tapi gak dimanfaatkan sayang banget kan.

Foto dari dreamindonesia.wordpress.com  dan kesultanankadriah.blogspot.com
Parit Besar dahulu dan sekarang. Foto dari dreamindonesia.wordpress.com dan kesultanankadriah.blogspot.com

PERTANYAAN KEEMPAT: Masalah kemacetan. Pontianak telah menjadi kota yang berkembang dengan adanya kemacetan di jam-jam sibuk seperti pagi pada jam pergi sekolah dan sore hari pada saat jam pulang kantor.

Jawaban dari calon nomor 4: bahwa titik kemacetan di Kota Pontianak adalah di Jalan Tanjungpura dan Tol Kapuas 1. Maka, harus ada pemecahan konsentrasi kendaraan di sana dengan adanya pembangunan tol kapuas 3.

Sayangnya, pembangunan tol Kapuas 3 yang direncanakan terletak di ferry penyebrangan yang menurut pendapat aku jika dibangun di sana bukannya mengurai kemacetan malah akan menambah titik kemacetan baru. Aku setuju dengan pendapat pasangan nomor tiga bahwa gak cocoklah pembangunan itu disana, yang benar lokasinya adalah di arah menuju luar kota seperti daerah Batulayang menuju daerah jeruju.

Balik lagi ke permasalahan drainase di atas. Jika Kota Pontianak berhasil membangun transportasi airnya rasanya akan bisa kok mengurangi kemacetan. DAN transportasi umum jangan dilupakan. Orang menggunakan kendaraan pribadi karena merasa bahwa transportasi umum gak menyenangkan. Jika transportasi kita bisa seperti Putra Jaya di Malaysia saja, pasti pada mau dong naek bus.

PERTANYAAN KE LIMA: Kemiskinan. Di Kota Pontianak ada 5,77 % dari jumlah penduduk atau berjumlah 32.530 jiwa.

Jawaban dari calon nomor lima adalah pembangunan yang berkeadilan, bukan sama rata.

Errrggghhh.. Sebenarnya ini aku gak ada pandangan blas deh *gagal jadi walikota* 😛 TAPI yang aku tahu bahwa kemiskinan itu timbul dari gaya hidup keluarganya dalam hal pendidikan.

Sebagai contoh tetangga aku yang ayahnya dahulu kala adalah orang sukses (pegawai pergawai pertamina) sewaktu kecil selalu mendapat apa yang diinginkannya bahkan saat malas bersekolah. Akhirnya pada saat dia dewasa dan orangtuanya telah meninggal dia tidak bisa lagi menikmati kesuksesan orangtuanya. Yang ada hanya selembar ijazah SD yang jaman sekarang sudah gak laku lagi kan yak. Ujung-ujungnya sekarang bekerja sebagai buruh harian lepas.

MAKA orangtuaku sangat berpesan bahwa pendidikan adalah modal kita menjadi apapun yang kita mau. Gak ada ceritanya lo lulusan SD bisa jadi orang kaya. Karena menurut aku pendidikan itu juga membentuk pemikiran kita untuk menjadi seorang karyawan maupun fikiran untuk berwirausaha.

Solusinya untuk kota ini ya jangan sampai ada anak yang putus sekolah karena GAK MAU atau MALAS! Pemaksaan sangat perlu dilakukan deh. Apalagi sekolah udah gratis kan, jadi gak ada alasan lagi.

Memang seh ini gak akan terasa ditahun sekarang. Tapi akan terasa 10 atau 20 tahun lagi bahwa kota ini telah memiliki usia kerja yang produktif dan mempunyai daya saing serta mandiri dan tidak lagi berharap pada bantuan pemerintah.

PERTANYAAN TERAKHIR: Masalah Listrik.

Jawaban pasangan nomor enam: ini kok videonya kepotong yak? 😛

Ya, kalau menurut aku seh masalah listrik ini masalah negara. Toh yang mengolah adalah perusahaan milik negara kan yak. Sebagai walikota cuma bisa bekerja sama dengan pihak PLN dan menanyakan apa-apa yang menjadi penyebab pemadaman bergilir di Kota ini.

***

Ya, begitulah jika aku menjadi walikota versi Niee. Aku sendiri gak pernah kepikiran untuk menjadi pemimpin baik walikota, gubernur, apalagi Presiden di negeri ini seh. Repot! Terlalu politisasi.

Harapan aku semoga saja kota ini bertambah maju dari tahun ke tahun. Bukan dilihat dari pembangunannya, tapi dilihat dari kenyamanan masyarakatnya tinggal di Kota ini. Menyenangkan sekali bukan jika kita terbangun dan mebayangkan betapa nyamannya mandi dengan air yang segar, membaca atau menonton berita dipagi hari dengan segelas air hangat, pergi ke kantor dengan suasana hati yang nyaman dan sampai di kantor tanpa terlambat, bermain hujan tanpa takut rumah kebanjiran dan melihat anak-anak tumbuh dengan sehat dengan fasilitas taman yang menyenangkan. Sederhana aja kan? 😉

Catatan:
  • Video debat calon walikota Pontianak bisa dilihat di sini
  • Kalimat pertanyaan dan jawaban dirangkum sendiri oleh penulis dengan dengan pencarian pemaknaan yang sama.
Advertisements

Mau Belanja Apa?


Haaaiii… Haaloooo.. Apakabar semuaaa? :mrgreen:

Eh pada tahu gak seh? Tepat pada tanggal 16 Nopember yang lalu usia kehamilan aku tepat 7 bulan loh (berdasarkan HPHT aku terakhir pada tanggal 16 April 2013) *joged-joged-pisang*

Perkembangan di bulan ke tujuh apa aja niee?

Berat badan sekarang sudah memasuki angka 59 Kg yang berarti aku udah naek 10 Kg kakak! Menurut aplikasi seh kenaikan berat badan aku harusnya 8 Kg. Jadi udah kelebihan 2 Kg gitu deh. Tapi udah lebih gitu tetep aja banyak yang bilang aku kurus terus. Udah gak diperdulikan seh, soalnya target kenaikan berat badan aku cuma sekitaran 12-15 Kg. GAK BOLEH LEBIH!

Badan makin mudah capek dan lemah (bukan lemes seh). Tapi masih eksis nonton  bioskop kok :mrgreen: Kalau kemaren sering gak enak tidur, sekarang sudah dapet posisi yang enak buat tidur dong, jadi udah jarang banget bangun tengah malam. Untungnya Pontianak sekarang juga sedang musim hujan sehingga beberapa hari ini aku gak kepanasan lagi (mudah-mudahan selalu hujan sampe aku lahiran deh yak 😛 ).

Soal debaynya emang gak tahu perkembangannya gimana seh, karena terakhir ke dokter itu 3 minggu lalu yang berat janinnya masih 976gr. Seharusnya seh sekarang sudah sampe 1,5 Kg. Mudah-mudahan aja sesuai grafik pertumbuhan ya nak! Sehat-sehat terus di dalam perut yak *kecup*

Karena gak ada foto tebaru jadi nampilin foto pas dikantor aja :D
Karena gak ada foto tebaru jadi nampilin foto pas dikantor aja 😀

Selain perkembangan debay dan emaknya, diusia kehamilan 7 bulan ini sangat aku tunggu-tunggu banget. Karena mengikuti keinginan sang ibu, maka sebelum 7 bulan aku sama sekali gak belanja keperluan bayi! Untuk mengalihkan perhatiannya seh emang aku alihkan dengan belanja keperluan sendiri untuk perlengkapan kehamilan gitu. Tapi melihat iklan bersliweran tentang produk bayi dan ngintip-ngintip website kayak mothercare.co.id dan bilna.com itu buat gregetan juga kakak! Pengen dibeli semua rasanya! 😆

Belanja Apa aja?

Maka, untuk merayakan hari minggu kemaren aku langsung belanja dong! 😀 Belanjanya gak banyak seh, cuma satu jenis yaitu lemari pakaian khusus untuk baby ntar. Belinya di Ace Hardware, tapi sampe hari ini lemarinya masih ditoko soalnya mobil abang gak muat buat langsung ngangkutnya, hehe.

Terus habis itu belanja apa lagi niee?

Jujur bingung banget kakak! Bener-bener perlu pencerahan deh akunya. Udah googling sana googling sini tetap aja belum menentukan apa-apa aja yang perlu dibeli duluan.

Udah buat daftar seh untuk persiapan untuk ke Rumah sakit (2-3 hari) dan persiapan bayi baru lahir selama 30 hari, TAPI tetep aja galau *hiks*

Temen-temen ada saran apa aja hal yang penting untuk pembelian pertama? Atau udah ada yang mau ngasih hadiah buat dikirim ke Pontianak? 😉

Pemeriksaan Kehamilan


Haaaaiii… Haaloooo.. Apakabar semuanyaaa?? Lagi ngapain neh? :mrgreen:

Kalau aku sebenarnya pengen bobok-bobok cantik di rumah aja habis senam hamil tadi. TAPI rasanya di trimester ketiga ini kenikmatan buat baring dan tidur itu sudah berkurang deh, bukannya enak malah badan serba salah. Menurut aplikasi infobunda yang aku download di HP seh, memang dianjurkan pada saat trimester ketiga ini para bumil harus lebih aktif. Bahkan kalau bisa hanya meletakkan badan ketempat tidur pada saat sudah benar-benar lelah sehingga pas sampe bantal langsung plek tidur. Gak sempat deh galau lagi miring kiri kanan telentang buat nyari posisi pas.

Lagian cuaca di Pontianak sekarang sedang panas banget buat gak betah baring. Rasanya punggung gerah banget deh, udah kembenan dikamarpun masih gak mempan juga. Daripada bingung mending update Blog aja kan yak 😀

Puskesmas Perumnas I Kota Pontianak (Foto milik Dinkes Kota Pontianak)
Puskesmas Perumnas I Kota Pontianak (Foto milik Dinkes Kota Pontianak)

Beberapa hari yang lalu (atau beberapa minggu yak? aku juga lupa 😛 ) aku sempat membaca postingan mbak bebe yang menceritakan tentang pemeriksaan kehamilan di Sweedia berbanding dengan di Indonesia. Pada dasarnya yang aku petik adalah di sana pemeriksaan kehamilan hanya dilakukan oleh bidan, kalau gak ada komplikasi kehamilan gak ada deh ketemu yang namanya dokter kandungan. Dan yang paling penting semua dari kehamilan sampe kelahiran semuanya GRATIS! Beda sama di Indonesia yang dari pertama hamil aja udah langsung ke dokter prakter swasta (ya kayak aku ini 😛 )

Tapi sebenarnya pemeriksaan kehamilan di Indonesia berdasarkan dengan anjuran pemerintah itu sama loh dengan yang ada di Sweedia atau negara negara lainnya. Perbedaannya mungkin terasa pada pelayanannya yang di sini kurang maksimal, tapi pada dasarnya pemerintah sudah berupaya penuh untuk mendukung kesepakatan dunia lewat MDGsnya yang salah satunya adalah mengurangi angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Jadi pemeriksaan kehamilan sesuai anjuran pemerintah itu seperti apa niee?

Pertama, aku kenalin dulu. Nama pelayanan kehamilan untuk ibu hamil di Puskesmas dikenal dengan istilah Antenatal (temen-temen yang bidan boleh komen loh kalau aku salah, ini cuma seingat aku aja loh 🙂 ). Pelayanan ini memiliki Standar Pelayanan Kebidanan (SPK) yang meliputi: anamnesis, pemeriksaan fisik (umum dan kebidanan), pemeriksaan laboratorium rutin dan khusus, serta intervensi umum dan khusus.

Jadi, kalau bumil kayak aku gini pertama kali ke Puskesmas mau memastikan apakah aku ini hamil atau gak ya satu-satunya cara di tes urinenya. Bisa pake tesk pack, bisa juga dengan pemeriksaan laboratorium. Biasanya seh biar lebih afdol pemeriksaannya dilakukan di laboratoium Puskesmas.

Setelah ketahuan bahwa ibu itu bener bener hamil baru deh dilakukan pemeriksaan lengkap yang meliputi:

  1. Timbang berat badan dan ukur tinggi badan (untuk melihat apakah bumil ini kegendutan atau malah kekurusan yang menjadi dasar konseling gizinya nanti).
  2. Ukur tekanan darah (apakah bumil ini mempunyai riwayat hipertensi atau malah kurang darah)
  3. Nilai Status Gizi (ini dapet dilihat dari ukuran lingkar lengan atas bumil 23-28 cm)
  4. Ukur tinggi fundus uteri.
  5. Menentukan presentasi janin dan denyut jantung janin (DJJ)
  6. Skrining status imunisasi Tetanus dan berikan imunisasi Tetanus Toksoid (TT) bila diperlukan (kematian ibu di Indonesia yang disebabkan karena tidak sterilnya peralatan saat melahirkan atau Tetanus ini masih menempati peringkat pertama loh, makanya kalau aku seh masih berinisiatif buat suntik TT sebanyak dua kali selama kehamilan)
  7. Pemberian Tablet zat besi minimal 90 tablet selama kehamilan
  8. Test laboratorium (rutin dan khusus) : golongan darah, hemoglobin, protein urine dan gula darah puasa. Pemeriksaan khusus dilakukan di daerah prevalensi tinggi dan atau kelompok ber- risiko, pemeriksaan yang dilakukan adalah hepatitis B, HIV, Sifilis, malaria, tuberkulosis, kecacingan dan thalasemia.
  9. Tatalaksana kasus
  10. Temu wicara (konseling), termasuk Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) serta KB pasca persalinan.

Udah lengkap bener kan yak pemeriksaan bumil di Puskesmas ini? Pemeriksaannya sendiri dilakukan minimal sebanyak 4 kali selama masa kehamilan yaitu satu kali pada trimester pertama, satu kali pada trimester kedua, dan dua kali pada trimester ketiga. Kalau ada Bumil di wilayah binaan Puskesmas yang gak melaksanakan 4 kali pemeriksaan ini (lebih di kenal dengan istilah K1-K4 kalau dari tenaga kesehatan seh) maka cakupan pemeriksaan kehamilan Puskesmas tersebut akan rendah dan ujung-ujungnya program pemerintah untuk memastikan mengurangi angka kematian ibu GAGAL. Posisi sekarang seh masih sangat rendah cakupannya, waktu target dari dunia tinggal 2 tahun lagi. Aku seh jujur pesimis Indonesia bisa mencapai target.

Soal harga gimana Niee?

GRATIS DONG! Mulai dari pemeriksaan pertama (K1) sampe pemeriksaan terakhir (K4) bahkan hingga melahirkan pemerintah sekarang udah mengratiskan pelayanan bumil loh. Program pemeriksaan bumil gratis ini namanya JAMPERSAL (Jaminal Persalinan).

Gak cuma kalau periksa di Puskesmas. Di bidan prakter swasta (BPS) pun yang udah bekerja sama dengan pemerintah pelayanan pemeriksaan kehamilan itu gratis. Bahkan kalaupun terjadi persalinan dengan komplikasi bumil bisa dirujuk ke rumah sakit pemerintah maupun swasta yang udah bekerja sama bisa gratis loh, tanpa dipungut biaya sedikitpun.

***

Kalau dilihat dari programnya, pemeriksaan bumil oleh pemerintah ini udah baik banget yak. Tinggal mutu pelayanannya aja yang ditingkatkan. Mudah-mudahan semakin hari semakin baik. Kita juga sedang berusaha keras kok menuju kesana. Siapa tahu Indonesia bisa menjadi salah satu negara yang pelayanan kesehatannya sebaik Sweedia kan yak 😉

sumber: Buku Pedoman PWS KIA

Trimester Ketiga


Haaaaiiiiii… Haalloooo.. Apakabar semuaa? Happy weekend yak 😀

Sesuai dengan judulnya, dipostingan ini aku akan bercerita tentang lagi-lagi kehamilan aku 😆

Kalau difikir-fikir, aku yang semenjak hamil jadi malas nulis ini aja keseringan yak nulis tentang kehamilan sampe pengunjungnya bosan kadang kayak kehabisan cerita gitu. Apakabar kalau aku buat tulisan perkembangan kehamilan aku setiap hari yak seperti niatnya dulu (waktu gak pemalas). Hahaha, tapi emang pada dasarnya malas ya malas aja seh, kalau setiap hari juga pastinya temen-temen blogger juga bakalan senangkan baca tentang kehamilan aku ini. Hayo ngaku! *pede*

USG 4 Dimensi

USG 4D 27w6d
USG 4D 27w6d

Senen kemaren untuk pertama kalinya aku minta sama dokternya buat USG 4D. Ternyata kalau mau USG 4D itu pake yang biasa dulu, kalau posisi bayinya bagus buat di USG 4D baru deh dilakukan. Syukurnya kemaren debaynya pas bisa dilihat, posisinya bagus walopun ya gak bagus-bagus amat karena kaki sama tangannya nutupi muka >.< Debaynya juga sedang asyik-asyiknya tidur nyenyak sampe dibangunin supaya gerak (disuruh dokter pura-pura batuk gitu) debaynya gak mau gerak loh, padahal kalau di rumah gerakannya seradakseruduk banget *hadeh*

Akhirnya dengan segala kepasrahan dapat hasil USG seperti di atas. Hayoooo,, pada bisa ngelihat wajahnya gak? Kebanyakan temen aku yang rata-rata emang belum menikah, apalagi hamil pada bilang cuma lihat awan-awan geje aja. Padahal menurut aku seh hasilnya udah jelas banget lihat wajahnya. Pas pertama kali dilihatin aja aku sampe terharu loh manteman. Ya, walopun gak sampe menitikkan airmata juga seh, hehehe.

Lihat tubuhnya yang sempurna, wajahnya yang gak ada cacat *amin* dan idungnya mirip papanya banget 😀 jadi pengen cepetcepet melahirkan dan lihat wujud aslinya! Semoga selalu sehat ya nak sampe lahir nanti 🙂

29 Oktober 2013

Tanggal segitu tuh, tepat usia kehamilan aku 28 minggu. Awalnya cuek aja seh seperti minggu-minggu sebelumnya. Ya paling kentara ngecek berat badan sama ngaca-ngaca cantik melihat perkembangan kebuncitan perut.

Etapi pas dilihat diaplikasi kehamilan aku ternyata usia kehamilan 28 minggu itu udah masuk trimester ketiga kakak! Huwaaaaa,,, seneng banget! Berasa udah melewati dua tahap dalam hidup dengan lancar, Alhamdulillah.

Seneng sekaligus lagi-lagi deg-degan seh, karena berarti insyaAllah kurang dari 12 minggu lagi si debay akan lahir (gak sabar lihat wajahnya deh 😀 ) dan yang sama dengan aku harus sudah siap dengan proses persalinannya >.<

Kalau dibilang takut seh gak juga yak, secara gak pernah memikirkan rasa sakitnya juga yang buat semakin parno. Tapi tapi kaaaaan… ya gitu deh perasaannya, gak bisa didefinisikan #tsaaahh

Trimester Ketiga ini..

Bye bye masa-masa keemasan!

Yang katanya trimester kedua harus dinikmati itu bener banget. Yang trimester pertama aku masih rada mual dan lemes gitu masuk trimester kedua semua keluhan lenyap. Mual udah jauh berkurang (walaupun masih sesekali mual kalau salah makan, tapi gak sampe yang muntah parah seh) dan badan udah fit banget.

Yang dulu udah gak bisa kemana-mana lagi habis magrib karena badan udah tepar, pas trimester kedua diajak nonton dan jalan malam mah hayok aja.

Nah, ditrimester ketiga ini mulailah gangguan kecil kembali datang. Yang paling terasa seh pinggang yang udah gak bisa diajak kompromi lagi. Gak bisa duduk lama, sejam duajam udah sakit tuh pinggang. Nonton bioskop jadi masalah karena posisi yang gak bisa bergerak kesana kemari.

Belum lagi malah udah gak nyenyak tidur. Bawaannya gelisah banget. Tidur miring kiri salah, miring kanan salah, apalagi telentang lebih salah lagi, alhasil waktu tidur rasanya berkurang dan akhirnya jam kantor ngantuk berat 😆 Belum lagi keinginan untuk pipis dan minum ditengah malam meningkat secara drastis.

Tapi diantara semua itu pasti yang paling dirasakan adalah seneng seh. Gak sabar pengen cepet-cepet bulan Januari. Pengen cepet cepet cuti dan ngurus anak 😛 Pengen anaknya cepet cepet besar biar bisa dibawa jalanjalan :mrgreen:

***

Yak, temen-temen pada ngapain neh weekend ini? 🙂