Pemeriksaan Kehamilan


Haaaaiii… Haaloooo.. Apakabar semuanyaaa?? Lagi ngapain neh? :mrgreen:

Kalau aku sebenarnya pengen bobok-bobok cantik di rumah aja habis senam hamil tadi. TAPI rasanya di trimester ketiga ini kenikmatan buat baring dan tidur itu sudah berkurang deh, bukannya enak malah badan serba salah. Menurut aplikasi infobunda yang aku download di HP seh, memang dianjurkan pada saat trimester ketiga ini para bumil harus lebih aktif. Bahkan kalau bisa hanya meletakkan badan ketempat tidur pada saat sudah benar-benar lelah sehingga pas sampe bantal langsung plek tidur. Gak sempat deh galau lagi miring kiri kanan telentang buat nyari posisi pas.

Lagian cuaca di Pontianak sekarang sedang panas banget buat gak betah baring. Rasanya punggung gerah banget deh, udah kembenan dikamarpun masih gak mempan juga. Daripada bingung mending update Blog aja kan yak πŸ˜€

Puskesmas Perumnas I Kota Pontianak (Foto milik Dinkes Kota Pontianak)
Puskesmas Perumnas I Kota Pontianak (Foto milik Dinkes Kota Pontianak)

Beberapa hari yang lalu (atau beberapa minggu yak? aku juga lupa πŸ˜› ) aku sempat membaca postingan mbak bebe yang menceritakan tentang pemeriksaan kehamilan di Sweedia berbanding dengan di Indonesia. Pada dasarnya yang aku petik adalah di sana pemeriksaan kehamilan hanya dilakukan oleh bidan, kalau gak ada komplikasi kehamilan gak ada deh ketemu yang namanya dokter kandungan. Dan yang paling penting semua dari kehamilan sampe kelahiran semuanya GRATIS! Beda sama di Indonesia yang dari pertama hamil aja udah langsung ke dokter prakter swasta (ya kayak aku ini πŸ˜› )

Tapi sebenarnya pemeriksaan kehamilan di Indonesia berdasarkan dengan anjuran pemerintah itu sama loh dengan yang ada di Sweedia atau negara negara lainnya. Perbedaannya mungkin terasa pada pelayanannya yang di sini kurang maksimal, tapi pada dasarnya pemerintah sudah berupaya penuh untuk mendukung kesepakatan dunia lewat MDGsnya yang salah satunya adalah mengurangi angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Jadi pemeriksaan kehamilan sesuai anjuran pemerintah itu seperti apa niee?

Pertama, aku kenalin dulu. Nama pelayanan kehamilan untuk ibu hamil di Puskesmas dikenal dengan istilah Antenatal (temen-temen yang bidan boleh komen loh kalau aku salah, ini cuma seingat aku aja loh πŸ™‚ ). Pelayanan ini memiliki Standar Pelayanan Kebidanan (SPK) yang meliputi:Β anamnesis, pemeriksaan fisik (umum dan kebidanan), pemeriksaan laboratorium rutin dan khusus, serta intervensi umum dan khusus.

Jadi, kalau bumil kayak aku gini pertama kali ke Puskesmas mau memastikan apakah aku ini hamil atau gak ya satu-satunya cara di tes urinenya. Bisa pake tesk pack, bisa juga dengan pemeriksaan laboratorium. Biasanya seh biar lebih afdol pemeriksaannya dilakukan di laboratoium Puskesmas.

Setelah ketahuan bahwa ibu itu bener bener hamil baru deh dilakukan pemeriksaan lengkap yang meliputi:

  1. Timbang berat badan dan ukur tinggi badan (untuk melihat apakah bumil ini kegendutan atau malah kekurusan yang menjadi dasar konseling gizinya nanti).
  2. Ukur tekanan darah (apakah bumil ini mempunyai riwayat hipertensi atau malah kurang darah)
  3. Nilai Status Gizi (ini dapet dilihat dari ukuran lingkar lengan atas bumil 23-28 cm)
  4. Ukur tinggi fundus uteri.
  5. Menentukan presentasi janin dan denyut jantung janin (DJJ)
  6. Skrining status imunisasi Tetanus dan berikan imunisasi TetanusΒ Toksoid (TT) bila diperlukan (kematian ibu di Indonesia yang disebabkan karena tidak sterilnya peralatan saat melahirkan atau Tetanus ini masih menempati peringkat pertama loh, makanya kalau aku seh masih berinisiatif buat suntik TT sebanyak dua kali selama kehamilan)
  7. Pemberian Tablet zat besi minimal 90 tablet selama kehamilan
  8. Test laboratorium (rutin dan khusus) :Β golongan darah, hemoglobin, protein urine dan gula darah puasa. Pemeriksaan khusus dilakukan di daerah prevalensi tinggi dan atau kelompok ber- risiko, pemeriksaan yang dilakukan adalah hepatitis B, HIV, Sifilis, malaria, tuberkulosis, kecacingan dan thalasemia.
  9. Tatalaksana kasus
  10. Temu wicara (konseling), termasuk Perencanaan Persalinan danΒ Pencegahan Komplikasi (P4K) serta KB pasca persalinan.

Udah lengkap bener kan yak pemeriksaan bumil di Puskesmas ini? Pemeriksaannya sendiri dilakukan minimal sebanyak 4 kali selama masa kehamilan yaitu satu kali pada trimester pertama, satu kali pada trimester kedua, dan dua kali pada trimester ketiga. Kalau ada Bumil di wilayah binaan Puskesmas yang gak melaksanakan 4 kali pemeriksaan ini (lebih di kenal dengan istilah K1-K4 kalau dari tenaga kesehatan seh) maka cakupan pemeriksaan kehamilan Puskesmas tersebut akan rendah dan ujung-ujungnya program pemerintah untuk memastikan mengurangi angka kematian ibu GAGAL. Posisi sekarang seh masih sangat rendah cakupannya, waktu target dari dunia tinggal 2 tahun lagi. Aku seh jujur pesimis Indonesia bisa mencapai target.

Soal harga gimana Niee?

GRATIS DONG! Mulai dari pemeriksaan pertama (K1) sampe pemeriksaan terakhir (K4) bahkan hingga melahirkan pemerintah sekarang udah mengratiskan pelayanan bumil loh. Program pemeriksaan bumil gratis ini namanya JAMPERSAL (Jaminal Persalinan).

Gak cuma kalau periksa di Puskesmas. Di bidan prakter swasta (BPS) pun yang udah bekerja sama dengan pemerintah pelayanan pemeriksaan kehamilan itu gratis. Bahkan kalaupun terjadi persalinan dengan komplikasi bumil bisa dirujuk ke rumah sakit pemerintah maupun swasta yang udah bekerja sama bisa gratis loh, tanpa dipungut biaya sedikitpun.

***

Kalau dilihat dari programnya, pemeriksaan bumil oleh pemerintah ini udah baik banget yak. Tinggal mutu pelayanannya aja yang ditingkatkan. Mudah-mudahan semakin hari semakin baik. Kita juga sedang berusaha keras kok menuju kesana. Siapa tahu Indonesia bisa menjadi salah satu negara yang pelayanan kesehatannya sebaik Sweedia kan yak πŸ˜‰

sumber: Buku Pedoman PWS KIA

Advertisements

73 thoughts on “Pemeriksaan Kehamilan”

  1. gratis. sangat membantu banget ya daripada periksa ke spesialis sekali periksa 70-80ribu…itu jaman terakhir aku hml dulu 2010. sekarang mgk sdh100rb plus obat nyampe 300an sekali periksa…ckckck

    1. Aku juga sekarang pake spesialis mbak.. Ya harganya emang sekitar segitu sekarang. Tapi mau gimana yak. Soalnya pengen di USG terus rasanya.. Hehehe..

      Lagian aku sebenarnya gak pernah terpapar sama puskesmas seh dr kecil. Jadi kalau sekarang disuruh ke puskesmas jatohnya gak biasa..

    1. Termasuk mas yak..

      Padahal ini program udah lama loh. Bahkan tahun depan udah mau digantikan dengan BPJS. Jadi sistemnya beda lagi. Ntah bagaimana prosesnya belum tahu.

  2. Kalau di beberapa negara Eropa pemerintah mengratiskan ibu2 hamil untuk perawatan hingga persalinan. Anak2pun dpt tunjangan tiap bulan, maksudnya kan spy pada bikin banyak anak tuh, tp tetap aja masyarakatnya kebanyakan ga mau punya anak. Nah klo di Indonesia di gratiskan, bisa2 meledak penduduknya kali ya hehe.

      1. Iya Mess, kaum manula banyak sekali disini, pantai jompo pun penuh πŸ˜€ . Walaupun anak dapat tunjungan dari pemerintah setiap bulan, tapi itu tidak cukup untuk membiayai kebutuhan si anak, belum bayar asuransi juga, alhasil orang-orang disini lebih suka peliharan hewan spt anjing atau kucing daripada punya anak.

        1. Kalau gitu ntar ada program antar pemerintah kali yak yang memasukkan warga negara asing ke Jerman dengan sistem pilih gt.. Kan banyak tuh negara yang jumlah penduduknya masih membludak misalnya Indonesia. Ntar aku suruh anakku ikut tes seleksinya.. Hehehehe..

        1. hahahahha πŸ™‚ harusnya ada kontrolnya si ya kan mba kayak zaman pak harto dulu, program KB kayaknya jalan lumayan bagus. cuman kalo keluarga tsb mampu punya anak banyak, susah juga ngomognya huhuhu.
          kalo membahas anak2 indonesia ini dengan beberapa temen si matt yang mutusin gak mau punya anak buat gak nambah2in jumlah manusia di dunia, bisa bikin berantem deh

          1. Waahh.. Tapi ntar jadi masalah juga kan yak kalau perbandingan lansia lebih banyak daripada usia produktif. Ntar yang menjalankan negara atau ‘menghidupkan’ bumi siapa.. Emang paling bener itu anak di kontrol. Jangan kebanyakan, jangan pula gak mau punya anak sama sekali.. Hmm..

  3. waduh.. klo hratis yang mengerikan adalah penduduk indo makin banyak, yang bikin anak makin banyak tanpa memikirkan biayanya πŸ™‚

    1. Hahahaha.. Maksudnya seh untuk mengurangi angka kematian ibu pit.. Dan ini cuma berlaku buat anak pertama dan kedua kok.. Anak ketiga gak digratiskan lagi..

  4. Wah…di Bali aku belum dengar sesuatu yang berbau gratis Nie…yang pasti sih semua harus bayar, ke pukesmas gratis? Gak tahu sih ya kalau sekarang udah berubah, karena aku pernah liat ni saat itu aku pusing-pusing jadi ke pukesmas karena semua dokter kan praktek sore gak ada pilihan ini yang terdekat. Untuk layanan gratis ini mereka pelayanannya tanpa senyum dan sifatnya keburu-buru sehingga aku memutuskan bersabar sampai dokter langganan nanti praktek di kliniknya, he he he

    Pengetahuanku tak sebanyak itu, Ya Nie…

    Saat itu aku lakukan test sendiri, lalu langsung ke dokter kandungan. Nah, kalau yang dari awal ditangani dokter kandungan sih biasanya sampai melahirkan beliau ini yang menangani. Jujur sih, saat mau kuret itu saja aku sempat takut namun saat si dokter bilang dia yang nanganin ada rasa legah, dia kan yang nangani dari awal.

    Mungkin nanti saat hamil lagi aku ingin mencoba melakukan serangkaian pemeriksaan itu.

    1. Itu berlaku diseluruh Indonesia loh han πŸ™‚ Jadi dipastikan kalau di Bali juga gratis buat pemeriksaan kehamilan dan persalinan ini.

      Maksud aku nulis ini seh sebenarnya sebagai pengetahuan aja, apa-apa seh yang perlu kita periksa sebelum dan sewaktu hamil, karena kebanyakan dokter praktek tidak melakukan hal tersebut, misalnya pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan status gizi bumil. Aku aja deh yang merasa gak pernah tuh disuruh periksa ini itu, aku yang mau sendiri suntik TT dan pemeriksaan lab. Dokter gak pernah nyaranin.

      JADI, kita ambil tengahnya, biar pengetahuan kita jadi lengkap kan πŸ™‚

  5. semacam udah kayak jadi rahasia umum sih nie, yang berbau pemerintah apalagi gratis pasti pelayanannya kurang maksimal. itulah kenapa masyarakat Indonesia lebih suka menggunakan jasa swasta. hmm, tapi apapun itu semoga kamu terus sehat sampe nanti persalinan. makan yang banyak, perbanyak sujud juga biar posisi bayinya pas (ini saran dari bidan ibunya dhe dulu). πŸ™‚

    1. Hahahaha,, ini bukan nekanin pelayanannya dhe. Kalau dari seluruh Puskesmas di daerah aku, ada loh Puskesmas yang ok juga. Semuanya butuh proses kan yak. Kalau pandangan aku sebagai MASYARAKAT kadang pelayanannya memang buruk. TAPI kadang masyarakatnya juga berpengaruh loh.

      Contohnya aja kita akan rela mengantri di dokter swasta selama 2 jam. coba kalau di Puskesmas, mana ada yang mau ngantri selama itu, ujung-ujungnya marah ke petugasnya dan sebagai petugas langsung panas juga dimarahin. Intinya sebab akibat deh πŸ˜‰

      Aamiin.. Makasih ya doanya.. Semoga bisa lahir normal deh πŸ™‚

  6. Wah info nya sangat berguna nih ya , saya pun baru tau mengenai pemeriksaan kehamilan gratis di Indo.
    Sama kek di Swedia, di Belgia (negara saya tinggal sekarang ini) sama juga, setelah melahirkan pun malah dikasih hadiah dari pemerintah berupa tunjangan, jumlahnya lupa, yg pasti lebih dr €1000, ditambah tunjangan anak per bulannya πŸ™‚

    1. Sebenarnya udah lama seh mbak ini gratisnya. Aku juga baru ngeh komen dari temen-temen ternyata banyak yang belum tahu yak >.<

      Aku sering iri loh dinegara seperti itu, anak bisa dapet tunjangan. Jadi kan kita orang tua gak perlu mikirin ntar anak mau sekolah dimana yak, bisa masukin kemanapun kita mau tanpa harus bingung dengan biayanya. SALUT deh pokoknya

  7. Iya gw yakin sbnrnya sama aja kalo program pemerintah. Tp karena dokter swasta di indo harganya terjangkau, jd banyak org yg pergi ke dokter swasta. πŸ™‚

  8. Baru tau aku Mbak… di sini bisa juga periksa kehamilan gratis gitu toh… Cuma sosialisasinya kurang saja pelayanan kurang maksimal kali ya. Mbak aku kalau sakit gigi suka ke puskesmas, dan katanya yang antre banyaaak bangettt!

    1. kadang yang aku anehkan ya itu na, masyarakat ngomel kalau pelayanan Puskesmas itu gak bagus, tapi ngantrinya tetep aja rame. Padahal kalau dilihat gak semua kurang mampu loh. Mungkin kebiasaan yak..

  9. Mudah2an mesipun gratis tapi pelayanan juga maksimal, mksdnya jgn mentang2 gratis trus seenaknya sendiri…
    Trus perkembangan debay gimana Nie… semoga sehat terus mama ama debay-nya yaaa …

  10. Niiiie…
    eh emang gratisan yah Niee ?
    Asyik dooong…
    aku belum tau sih tentang program ini…

    Dulu waktu hamil Kayla, aku periksa ke dokter…cuman colek colek dikit aja…bayarnya lumayaaaan…hihihi…

    Waktu hamil Fathir akhirnya nyoba ke bidan, bayarnya lebih murah, dan aku merasa lebih nyaman untuk banyak nanya juga lho…

    Lumayan atuh kalo gratis mah, jadi uangnya bisa ditabungin buat beli perlengkapan bayi nantinya yaaaa πŸ™‚

    1. karena kalau meriksa dengan bidan gak buru buru dan pengunjungnya juga gak terlalu rame ya teh..

      Iya ini programnya dari tahun 2011, berarti waktu Fatir belum ada deh. Dan kalau teteh mau hamil lagi udah gak gratis soalnya yang gratis cuma anak pertama dan kedua πŸ˜€

  11. Gratis ya periksanya. Kirain cuma yang di Jakarta aja, ternyata semua juga bisa dapet jampersal ya? Halah, aku kok ndeso banget sih, info kayak gini aja nggak tahu, padahal emak2 juga…

  12. Ini lengkap sekali. Bisa dijadikan acuan untuk BuMil.
    Saya koq baru tahu tentang pemeriksaan ini itu. Hihihihi. Itu tentan Status Gizi koq ada pada lengan, ya. Kalau yang gemuk piye, Mba. :mrgreen:

  13. amin… tingkat kesadaran masyarakat untuk melahirkan di tempat pelayanan kesehatan juga perlu ditingkatkan untuk mengurangi angka kematian bayi & ibu melahirkan… karena masih banyak masyarakat yg melahirkan di tempat dukun beranak.. πŸ™‚

  14. blogwalking..hallo irni salam kenal πŸ™‚

    waktu hamil dulu sebenrnya udah pengen coba yg program gratis pemerintah which is di posyandu deket rumah ada. tapi pas di cek lah bukanya cuma di tanggal2 khusus aja.dan denger2 tetep ada iuran aka bayarn -_- jadinya bingung

    yah mau gak mau back to obgyn langganan yg di rs dengan biaya ..hiks ..ya gitu deh .

    anyway, sehat selalu ya mommy and baby inside πŸ™‚

    1. Hmm.. Kalau posyandu seh emang ada jadwal.tersendiri setahu aku. Soalnya kan gak setiap hari juga bidannya keluar puskesmas.. Tapi yang ada iuran itu sebenarnya gak boleh ada lah.. Gak tahu deh kesepakatan disananya gimana..

  15. Wah udah masuk trimester tiga, senam hamil ga boleh lupa pasti mbak.

    Iya nih mbak, kalau pengen punya anak hebat, ya dari masih pas di rahim ngurusnya harus oke juga.

    1. Lupa seh gak, tapi kadang males juga masih perginya, jadi mau dipaksain bener bener deh >.<

      Iya dong, namanya juga perkembangan otak itu sebenarnya dari janinnya kan yak, jadi harus bener bener diperhatikan deh πŸ˜€

  16. Ass wr wb. Huaaaaaaaaaaaaaaa Mohon mangap eh maaf sudah sekian lamanya saya nda mampir ke blognya Niee. Saya sudah dengar kabar Meritnya, namun kayaknya nda dapat undangan deh heiheihiee. Resepsine nang di mba e? Wah selamat ya sudah isi. Hmmm Tri semester pertama ya Wah kudu hati hati tuh. Soalnya mudah “lepas”. Asal jangan lompat lompat ya heihiehiee. Saya sekeluarga sangat senang mendengarnya. Selamat atas kehamillannya. Selamat ya yang mau jadi calon mama. πŸ™‚ We are very happy to hear about your pregnancy. Dari :AsepHaryono sekeluarga

Balas Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s