Dear My 17 Years Old


Haaaiii dek.. Kamu mungkin gak kenal sama aku, tapi aku kenal banget dengan kamu.. Kalau boleh aku perkenalkan, aku adalah kamu 6 tahun yang akan datang. Gak percaya? Kamu boleh tanya apapun tentang masa depan kamu, pasti aku tahu πŸ˜‰

Kamu sekarang sedang apa dek?

Kalau aku gak salah inget, sekarang mungkin kamu sedang sibuk mengikuti les STAN kan? Saran aku seh sebaiknya kamu gak perlu terlalu fokus dengan les itu. Buang-buang waktumu saja. Kamu sebenarnya gak mau masuk STAN kan? Coba aja tanya hati kamu yang paling dalam. Kamu cuma ingin mengikuti obsesimu untuk kuliah di Jawa. Mungkin kamu terlalu menggebu karena gak pernah merasakan bagaimana Kota Jakarta itu. Tapi kau tidak akan menyangka, kalau 2 tahun nanti, pada tahun 2008 kamu akan pergi dari Jogja, Surabaya hingga Bandung. Kamu akan merayakan ulangtahun tak terlupakan di atas kereta yang membawamu ke permulaan petualangan πŸ™‚

Sebenarnya, kesalahanmu saat itu adalah tidak ada keyakinan kamu ingin menjadi apa. Kepandaian kamu tertutupi oleh obsesi kamu berpetualangan, bukan ilmunya. Itu yang salah. Aku berpesan kepada semua anak SMA yang baru lulus bahwa carilah keyakinan, carilah kecintaan akan apa yang ingin kalian lakukan. Bukan hanya karena obsesi semata atau mengikuti teman-temanmu. Kalau kau memang cinta, pasti ada jalan dan keyakinan untuk mendapatkan itu semua. Orangtuapun akan melihat keyakinan kita dan akhirnya luluh juga hati mereka.

Tapi sudahlah, kau sudah masuk ke kampus yang dekat dengan orangtuamu. Ambillah sisi baiknya bahwa kau selalu terjaga dan tidak pernah kekurangan baik materi atau rasa kasih sayang. Itu juga penting kan? πŸ™‚

Kampus yang kau masuki juga akan memberikan pelajaran hidup yang banyak tanpa kau minta sekalipun. Kamu yang kurang pandai bersosialisasi di waktu SMA, kamu yang kurang dipandang oleh orang lain akan menjadi beda di sini. Prestasi kamu membaik seperti jaman jayanya kamu sewaktu SD dan SMP. Walaupun kamu gak terlalu senang jurusan yang kamu ambil tapi analisamu akurat. Tidak lama kamu di kampus, kamu akan menjadi salah satu orang yang bisa menjadi penggerak teman-temanmu. Ya, kamu tetap gak akan menjadikan sesuatu itu keren memang, tapi teman-temanmu sangat berharap dan bergantung padamu. Jangan sia-siakan itu. Karena itu menjadikanmu berjiwa pemimpin. Bukan saja bergantung, mereka juga akan sangat sering bertanya tentang apa saja padamu, jangan mengeluh dek, karena dengan mengajarkan ilmu, maka ilmumu akan bertambah yang mempermudahmu untuk lulus. Percaya deh sama aku πŸ˜‰

Soal pasangan. Aaaahhh, ini yang paling sering kamu keluhkan. Berapa kali kamu sakit hati dek? Seingat aku sering deh πŸ˜› Tapi yang palingΒ  kamu ingat mungkin tentang 2 kejadian.

Senior yang kamu taksir, hanya memanfaatkanmu untuk mendekati temanmu. Janganlah kau menangisi kebodohanmu. Jangan dek! Sesungguhnya dia bukanlah laki-laki yang pantas buat ditangisi. Kalau kamu juga marah dengan sahabatmu? Aahh, masih banyak orang yang ingin menjadi sahabatmu kelak. Tidak dekat dengan satu orang karena penghianatan rasanya cukup sebanding.

Dan yang satu lagi? Aku kasih bocoran ya. Kalau kamu berfikir dia suka sama kamu karena seringnya dia bergantung dengan kamu soal apapun di kampus itu salah besar. Dia gak bergantung dengan kamu! Dia hanya murni teman yang kamu sia-siakan untuk sebuah harapan palsu yang dengan bodohnya kamu buat sendiri. Aahhh,, kamu pasti akan menyesal sampe sekarang atas kebodohan kamu itu. Atas menghilangnya salah satu teman yang menyenangkan.. Hanya karena perasaan semu.

Kamu gak akan sadar akan ada seorang cowok baik yang akan menghiasi hari-harimu kelak. Gak perlu menjadi orang lain didepannya. Gak perlu menjadi kehilangan sahabat, bahkan akan banyak sahabat-sahabat baru yang dibawanya didalam hidupmu.

Bersenang-senanglah dek. Diumurmu yang 3 bulan lagi menjadi 18 janganlah mengisinya dengan hal yang sia-sia. Untung kamu remaja di jaman belum terkenalnya FB, belum adanya twitter apalagi BBM. Kalau gak mungkin kamu masuk ke kaum alay yang suka menulis dengan kata yang tidak jelas πŸ˜†

Nikmatilah hidupmu dek, Nikmatilah setiap detik harimu dengan hal-hal yang menyenangkan. JANGAN PEMALAS. Aku menyalahkan kamu yang berumur 18 karena mengenal apa itu terlambat dan apa itu mencontek πŸ˜›

Have a nice day!

ps : jangan terlalu banyak belajar, tanpa belajarpun kau akan lulus SPMB karena soalnya tidaklah susah πŸ˜›

_________________________________________________________________

terinspirasi dari tulisan si empunya Drama Land.
Marsita Ariani
Advertisements

Peran Orangtua, Menjaga Masa Depan Bangsa


Dulu, pertama kali lihat berita tentang Balita yang merokok, jujur aku lumayan syok. Ini anak benar-benar langka, fikir aku waktu itu.

Sandi Adi Susanto, balita perokok dari Malang Jawa Timur

Untungnya, berita tentang Balita yang merokok ini menyebar ke media masa hingga menjadi perhatian banyak pihak. Mulai dari masyarakat sekitar, psikolog, pemerintah hingga KOMNAS Perlindungan Anak. Sandi diperhatikan oleh seluruh penjuru mata di Indonesia hingga dia dimasukkkan kedalam tempat rehabilitasi sampai akhirnya diapun dinyatakan ‘sembuh’ dari ketergantungan merokoknya.

Syok-nya aku ternyata tidak sampai disitu saja. Dari hari ke hari, semenjak berita tentang Sandi aku dengar pada tahun 2010 berita tentang Balita perokok selalu saja ada, semacam bola saju yang jika dilihat masih jauh akan terlihat kecil, namun jika mendekat akan tampak ukuran aslinya. Yang paling anyar dari yang aku dengar adalah Muhammad Dihan Awalidan, balita berusia 4,5 tahun asal Kampung Cicapar Pasir Desa Sukahurip Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut. Dia ini sudah merokok semenjak berumur 2 tahun!

Berjelajahlah aku di dunia maya mencari berita-berita tentang anak Balita perokok ini hingga aku menemukan artikel di VOA pada tanggal 28 Mei kemaren yang mengatakan bahwaPerokok Anak di Bawah 10 Tahun di Indonesia capai 239.000 orang yang menjadikan IndonesiaΒ  negara dengan baby smoker terbanyak di dunia! Bahkan satu-satunya di Dunia loh! wow, sesuatu (udah gak jaman kali niee ) *eh

Bayangin aja neh, perokok Indonesia dibawah umur 10 tahun itu berjumlah 239.000 orang sedangkan perokok diantara umur 10-14 tahun itu berjumlah 1,2 JUTA ORANG.

Kandungan Rokok

Isenglah aku yang kurang kerjaan ini menghitung berapa seh pengeluaran masyarakat untuk membiayai anak-anaknya merokok? Ya, aku menyebutnya membiayai karena mereka kan anak-anak dibawah umur yang kebanyakan pasti belum bekerja (dan yang lebih menyedihkan lagi kebanyakan berita yang aku dapatkan bahwa mereka, anak-anak balita tersebut bukanlah dari keluarga yang berada).

Jika rata-rata mereka menghabiskan 1 bungkus rokok setiap harinya, dan rata-rata satu bungkus rokok adalah sebesar Rp. 10.000,- maka setiap kepala keluarga harus mengeluarkan uang sebesar 365 x Rp. 10.000,- = 3.650.000,- untuk setahun. Lumayan juga ya. Apalagi kalau dari jumlah itu dikalikan oleh seluruh anak dibawah umur yang merokok. 5,25 T aja bo untuk setahun!! Kalau seluruh perokok di Indonesia? (sudah lah niee ntar stress lihat angkanya πŸ˜› )

Aku sebenarnya kesel dengan para perokok ini, udah tahu berbahaya kenapa seh masih dihisap? Udah beberapa kali juga aku membahas tentang rokok di blog ini seperti disini. Apalagi bagi seorang anak, tentu bahayanya makin banyak saja. Satu hal yang pasti akan berpengaruh kepada tumbuh kembang baik fisik, mental maupun masa depan si anak tersebut.

Namun untuk menghilangkan perilaku merokok bukanlah sesuatu yang mudah. Ada dua cara yang terfikirkan olehku untuk menjaga seorang anak tidak menjadi perokok.

Salah satu cara menjadikan anak tidak merokok adalah tidak mengenalkan kepada anak apa itu rokok selama dan sedini mungkin yang kita dapat. Jadi teringat bahwa rumah tangga ber-PHBS sudah mengakomodir hal itu dengan salah satu dengan tidak memperbolehkan merokok di dalam rumah. Jika orang tua yang perokok tidak merokok di dalam rumah, tentu anak-anaknya tidak akan mengenal rokok dong.

Cara kedua adalah memasukkan anak ke PAUD atau Playgroup. Ini berfungsi agar anak bermain dan belajar sesuai dengan usianya. Karena menurut penelitian kebanyakan anak perokok adalah mereka yang bergaul dengan orang dewasa yang perokok atau yang berada dilingkungan rokok seperti industri rokok dan sebagainya. Jika dia bergaul dengan orang yang tepat, yaitu teman sebayanya, maka potensi anak tersebut untuk merokok pasti akan semakin kecil.

Lagi-lagi, peran orangtua sangat penting disini. Siapa lagi yang memikirkan nasib dan masa depan seorang anak jikabukan orangtuanya yang menjadi tameng pertama. Walaupun peran pemerintah dan pemerhati anak juga sangat besar disini. Pemerintah diharapkan tegas untuk membuat peraturan KTR serta penegakan hukumnya. Anak-anak ini adalah masa depan bangsa. Di pundak merekalah kita menitipkan Indonesia 30 tahun mendatang. Kalau sejak kecil sudah dirusak oleh rokok, lalu apa yang bisa kita rahapkan lagi?

AYO, STOP MEROKOK. STOP MEMPERKENALKAN ROKOK KE ANAK-ANAK KITA πŸ™‚

sumber:

Kemudahan Transaksi Perbankan


Haaaaiiii… Haaloooo.. Apakabar semuanyaa?
Yak, udah pada tahu dong, akhir-akhir ini aku gencar banget memilih bank untuk membuka tabungan. Maklum lah teman, pegawai baru macam aku ini pasti harus langsung tancap gas untuk membangun rencana masa depan yang baik dan benar *halah :mrgreen: Mumpung masih single yang belum ada kewajiban yang berarti deh. Lagian siapa tahu kan suatu saat aku bisa nggak jadi pegawai lagi tapi udah jadi pengusaha dan menikmati kebebasan finansial sebelum usia 30 tahun gitu deh kayak Merry Riana πŸ˜‰ kan masih ada waktu 7 tahun gitu lah ya boow.. (amiiiinnn ya Allah 😳 )
Selain untuk menabung tentu aku bakalan memilih bank yang menyediakan layanan perbankan lengkap yang membuat kegiatanku mudah dan simple. Layanan yang lengkap itu menurut aku adalah yang semua-semua Produk Perbankan ada, terutama untuk aku yang aktif belanja belanji dan membayar tagihan kredit gadget yang menumpuk (iihh ketahuan deh pernah kredit HP dan masih eksis kredit laptop πŸ˜› ). Aku perlu sebuah bank yang memberikan kemudahan transaksi baik dalam bentuk offline maupun online. Males banget kan harus bayar tagihan dengan uang tunai, nggak berasa keren aja gitu (maluuu lebih tepatnyaaa,, hahahaha)
Kemudahan transaksi itu ibaratnya jika ingin mengetahui saldo rekening, aku bisa pada saat itu juga aku mengeceknya, ingin transfer uang ke rekening baik sesama bank maupun antar bank tinggal klik dari komputer atau pencet tombol HP. Perlu uang tunai? Tinggal datang ke Automated Teller Machine atau yang lebih dikenal dengan ATM yang letaknya deket dengan rumah alias dimana aja ada, sampe ke pelosok Indonesia kalau aku lagi traveling gitu πŸ˜‰ . Mau nabung tinggal dateng ke ATM-nya aja yang nggak perlu ngantri, bisa nabung kapan aja yang nggak terpatok waktu (coz aku kan susah buat izin keluar kantor cuma buat nabung ke bank!), mau pesen tiket pesawat dan booking hotel juga bisa. Simple as that!
1. Transaksi Perbankan melalui ATM
Penataannya bagus banget yak ATMnya :mrgreen: (sumber : the-marketeers.com)
Walaupun sekarang sudah banyak transaksi perbankan melalui metode lainnya yang lebih praktis, tapi ATM tidak pernah lekang dimakan jaman. Soalnya dialahΒ  yang bisa menyediakan uang tunai kan yak? :mrgreen: , Di Indonesia (bahkan di dunia) rasanya uang tunai belum tergantikan deh. Bayangin aja kalau seperti aku yang segala sesuatunya masih kemana-mana pake transportasi motor. Kalau tiba-tiba ada kejadian motor aku bannya kempes, ya tukang tambal ban nggak terima kartu kredit atau debet donk? πŸ˜›
Lagian ATM sekarang fungsinya udah berubah dari yang hanya mesin tarik tunai menjadi mesin serba guna seperti setor uang tunai, transfer, pembayaran seperti pembayaran tagihan telepon, kartu kredit, PLN dan lain sebagainya. Selain itu ATM juga bisa menjadi pengganti Customer Service yang cepat kerjanya, dan yang pasti 24 jam dong!
Karena itu penting banget ATM ada dimanapun dan dekat dengan tempat beraktifitas kita. Deket dengan rumah, deket dengan kantor, deket dengan tempat belanja dan pelayanan publik lainnya. Males banget kan pas genting-gentingnya perlu uang tunai tapi untuk sampe ke ATM-nya jauuhh benerrr…

2. Transaksi Perbankan melaui Ponsel dan Komputer

Dibanding dengan internet banking, aku lebih memilih SMS banking. Kenapa? Soalnya nggak selamanya aku berada pada tempat yang memberikan layanan akses internet. Kalaupun ada smartphone, tapi untuk urusan duit dan uang (laahh apa bedanya coba :P) kok aku masih takut yak menggunakan handphone yang jaringannya kembang kempis. Siapa tahu pas aku udah masukin sejumlah uang, eehh internetnya malah ngadat, yang aku kira uangnya belum sampe terus aku transfer lagi dong, malah ternyata melakukan transaksi double. TIDAAAKKKK!! πŸ˜₯
Makanya bank yang aku pilih haruslah yang mempunyai fasilitas SMS banking, namun tetap harus punya fasilitas internet banking juga dong. Soalnya mikir aja gitu kalau misalnya aku mau booking tiket pesawat atau pesan hotel saat ingin travelling pastinya lebih cepat lewat internet banking kan yak.
Ya, intinya seh dua paket ini saling melengkapi, SMS jika nggak ada signal atau signalnya lagi jelek. Internet dipilih kalau ada jaringan internet yang bagus πŸ˜€

3. Transaksi Belanja

Nah, ini yang nggak kalah penting. Karena pas masuk kerja dulu, aku memilih memasukkan gaji otomatis ke rekening bank, bukannya mendapat uang tunai di bagian keuangan (yang alasannya kerena nggak mau ribet aja ngantri gajian kayak ngatri sembako :lol ). Maka, kadang kalau lupa mengambil uang tunai gaji di awal bulan tapi udah terlanjur menenteng keranjang belanjaan di mall nggak lucu juga kan yak keluar dulu ke ATM baru bayar belanjaannya ke kasir? πŸ˜› Saat seperti inilah kartu debit, kartu kredit, atau tarik tunai berperan sangat penting.
Selain nggak perlu banyak bawa uang tunai yang pastinya khawatir juga soal masalah keamanan, menggunakan kartu untuk keperluan berbelanja juga untuk mengantisipasi banyaknya pecahan kecil yang biasanya kita dapat saat kembalian. Ya, bukan rahasia umum dong kalau uang receh itu buat cepet uang kita habis nggak tahu kemana πŸ˜† (atau aku aja kali yak >.< hihihi).
Jika menggunakan kartu tarik tunai, selain bisa membayar belanjaan, kita juga sekalian bisa tarik uang tunai dari kasir kan yak. Lumayan untuk bayar parkir dan uang jaga-jaga tadi kalau ada masalah tak terduga di jalan πŸ˜€

***

Selain kemudahan dalam transaksi, aku juga ingin mempunyai tabungan di bank yang bisa membantu masa depan aku tentunya, seperti investasi dan kredit kepemilikan rumah yang mana sulit bener nyari sebuah bank yang sudah lengkap plek-plek pelayanan perbankannya.
Tapi setelah aku berkeliling dari bank ke bank dan bertanya kepada temen-temen kantor serta membaca artikel tentang perbankan, akhirnya aku tahu bahwa ada bank yang bisa mewujudkan semua keinginan aku di atas. Apalagi kalau bukan BCA. Terlebih lagi karena abang aku sudah lebih dari 5 tahun menggunakan tabungan BCA dan lebih dari setahun ini menggunakan kartu kreditnya dan belum ada masalah, jadi makin yakin deh aku untuk membuka tabungan disini.

Selain karena hal di atas, sebenernya seh ada satu hal penguat yang akhirnya yakin memilih BCA untuk membuka tabungan disana. Apalagi kalau bukan pemilihan saat transaksi belanja online. Udah bukan rahasia kalau ada orang yang jualan di media online pasti pemilihannya hanya 2, ya salah satunya adalah BCA yang merupakan solusi perbankan yang tepat bagi bisnis online.
Berfikir siapa tahu suatu saat aku akan mulai berbisnis online, jadi aku nggak akan ribet lagi untuk membuka tabungan untuk pembayarannya kan :D. Lagian BCA juga sekarang udah mempunyai produk yang pas banget buat anak muda yang update dengan teknologi dalam Tahapan Xpresi. Syaratnya mudah loh, hanya bagi kalian yang berumur dibawah 25 tahun seperti aku gini deh (horeeeee,,, berasa muda karena masih masuk, hehehe). Untuk pembukaan rekeningnya juga murah kok, cukup dengan 75 ribu rupiah kita sudah bisa dapet tabungan di BCA.
So, udah yakin bener deh aku untuk membuka tabungan di BCA ini. Ada yang mau ikut aku? Atau udah pada punya yak rekening BCA-nya? πŸ™‚

Penyakit Cantik..


Haaaaiiiiii Halooooo… Apakabar semuanyaaa?? Aku masih gak terlalu baik dong πŸ˜₯

Ceritanya dari hari sabtu kemaren aku udah gak enak banget bener. Mual-mual gitu deh. Setiap habis makan pasti ada muntahnya dikit. Badan rasanya gak enak banget dan yang pastinya kepala pusing banget. Karena aku orangnya gak suka dateng ke dokter πŸ˜› jadinya aku biarin aja deh, palingan 1-2 hari sembuh.

Hari selasanya, karena udah merasa nyaman dengan badan, akupun langsung begerilya dong. Pulang kantor pergi kesalon dulu potong rambut sekalian creambathan. Malemnya, aku kedinginan banget sampe menggigil gitu deh. Tapi paginya hari rabu aku masih paksain masuk kantor. Siangnya TEPAR!!

Udah berasa sangat-sangat gak enak banget, sorenya aku putusnya untuk kedokter aja. Yang aku bilang ke dokternya bahwa kepala aku sakit gitu (bukan pusing karena aku gak merasa melayang gitu), menggigil kedinginan tapi badan aku panas banget, dan mual!

Dokter bilang takutnya aku gejala tipes (tapi masih gak yakin gitu deh >.< ) Besoknya (hari kamis) aku paksain lagi masuk kerja. Eh.. udah masuk siang gitu, jam 10 pas aku lagi lihat kaca TENG TERENGTENG TENG TENG…. MUKA AKU BERBINTIK MERAH GITU DONG!

Syok!

Gak seperti cacar yang bintiknya berbentol-bentol gitu. Kalau ini lebih sepertiΒ  jerawat, tapi adanya diseluruh tubuh. Dari awal yang dimuka gitu, terus menjalar ke bagian dada, lalu punggung dan pagi ini (hari jumat dan resmi aku gak masuk kantor) seluruh badan aku udah cantik berbintik-bintik merah >.<

Kalau orang dikampung aku seh nyebut penyakitnya keremut. Tapi gak tahu juga deh daerah lain apa ada sebutan yang beda atau nama penyakit sebenarnya itu apa.

Sama seperti cacar yang harus dikeluarkan bintiknya agar lebih cepat sembuh, keremut inipun harus dikeluarkan juga biar gak mendekap didalam tubuhnya. Cara tradisional untuk mengeluarkannya seh dengan minum air kelapa muda. Dan yang paling gak mengenakan adalah selama bintiknya gak lekuar penuh dan belum menghilang dengan sendirinya gak boleh mandi dan terkena angin dong *nyium bau badan yang udah gak senonoh bentuknya*

Kalau temen-temen ada yang udah pernah kena penyakit kayak gini gak? Kalau pernah berapa lama yak bintiknya ini menghilang? Soalnya hari rabu aku ada pertemuan dikantor ini, jadi gak mungkin klo gak masuk kantor.. Tapi masak aku datang ke kantor dengan muka merah lebam gini 😦

nb:  udah beberapa hari ini aku mencoba untuk komen di blog blogspot dan detik tapi gak bisa terus karena verifikasi datanya gak kebaya di komputer aku. Makanya maaf bener  blog2 diatas yang aku gak bisa komenin 😦 ada yang bernasib sama dengan aku gak? *caritemen*

I Want #MyGalaxyS3


Haaaaiiiiiii… Hallooooooo.. Apakabar semuanya?? Pada sehat kan? πŸ˜€ Aku gak terlalu fit seh, lagi masuk angin aja dari sabtu kemaren >.<

Sudah, lupakanlah penyakit gak penting itu πŸ˜› Sekarang aku mau cerita tentang keinginanku yang terpendam dari relungjiwa dan raga #halah πŸ˜† Udah pada tahu dong kalau Samsung Galaxy udah mengeluarkan seri smartphone terbarunya. Yak, apalagi kalau bukan SAMSUNG GALAXY S3. Karena aku udah lulus S2 (baca: udah punya yang Galaxy S2 gitu, kalau kuliah S2 diaminin aja dulu πŸ˜‰ ) maka aku tentu aja mau dong melanjutkannya untuk membedah si S3 ini. Sayang seribu sayang bahwa harga S3 ini bener-bener GILA buat pegawai yang lagi merencanakan pernikahan iniΒ  seperti aku.

Proses untuk mendapatkan Samsung Galaxy S2 sendiri bukan hal yang mudah bagi aku. Setelah berfikir keras untuk melepas HP yang pake BBM dan diisi pertamax itu akhirnya akupun jatuh hati sama Samsung karena apalagi kalau bukan K-DRAMA. Iyaaa,, kalau kalian nonton drama playfull kiss yang youtube seri nya tentu tau dong dengan HP ini πŸ˜‰ Tapi pas ngelihat harganya mahal aja boooo πŸ˜₯

Melihat keinginan aku yang kuat (lebih tepatnya males denger ocehan aku terus πŸ˜› ) akhirnya ibu akupun berbaik hati meminjamkan hutang dengan 0% bunga! :mrgreen: dan bisa aku lunasi dalam waktu 4 bulan! Hehehehe..

Belajar dari pengalaman yang selama 4 bulan itu rasanya sengsara dunia akherat gara-gara gak bisa makan enak di cafe, kesalon dan belanja-belanji akhirnya aku memutuskan untuk gak mau lagi melakukan hal yang sama. Apalagi harga S3 ini satu setengah kali lipatnya BOW!!

Makanya, pas aku tahu ada kuis di twitter untuk mendapatkan Samsung Galaxy S3 ini secara gratis akupun langsung ikutan dong.

Caranya sebenarnya mudah, hanya menjawab beberapa pertanyaan yang diberikan oleh @Samsung_ID di twitter. Apalagi kalau kita kenal sama om gugel pasti bisa dong menjawab dengan mudah kan yak.. Masalahnya adalah pas hari terakhir bukannya pertanyaan yang dilontarkan, tapi kita disuruh untuk foto dengan teman I WANT #MyGalaxyS3. Biasanya aku males banget mengikuti kontes yang harus berfoto kreatif gitu. Karena alasan aku ya AKU GAK KREATIF!!! *nangis dipojokan*

Namun, karena keinginan aku yang kuat untuk mendapatkan HP tersebut akhirnya akupun mengalahkan egoku #Tsaaa.. Akhirnya, akupun membuat 2 seri foto yang menggambar keinginanku untuk mendapatkan HP ini πŸ˜€

Sooo… doakan yak teman-teman aku bisa menang hadiah ini. Kalau aku bisa menang pastinya aku harus mengambil hadiahnya ke Jakarta langsung pada tanggal (kalau gak salah) 2 JUNI ini. πŸ™‚

Komunitas..


depoklik.com

Membaca postingan una tentang kebersihan, dan membaca komentar bunda monda tentang slogan “kantongi sampahmu” aku jadi teringat dengan keinginan keinginan aku tentang beberapa hal.

Udah pada tahu dong aku sangat gak suka melihat orang buang sampah sembarangan udah pernah aku posting juga disini dan disono. Bahkan, karena ketidaksukaan aku dengan buang membuang sembarangan, aku jadi berfikir kalau terpilihnya aku mendapatkan Pay Per Post oleh Mizone karena hal itu juga.

Beberapa kali aku juga ngetwit tentang sampah dan kantong plastik yang menghantui aku banget, benci tapi gak bisa dibasmi gitu. Bahkan aku beberapa kali (lebih tepatnya sering ya) harus tetap menggunakan kantong plastik.

Tapi, aku malah tersentak kalau kegiatan aku ini murni cuma aku sendiri yang ngejalanin. Emang paling tepat memulai sesuatu ya dari diri sendiri dulu kan yak, tapi setelah itu apa? Bukannya lebih bagus untuk memompa orang lain juga mengikuti kegiatan yang aku jalani?

Mualilah temen-temen aku menyuruh aku membuat sesuah komunitas tentang gerakan ini

Tapi permasalahannya adalaaaaahh,, aku gak bisa banget gabung dengan komunitas, apalagi membangun komunitas itu.. Males aja gitu berhubungan dengan orang rame secara intens yang memerlukan perhatian.

Contohnya di Pontianak ada 3 komunitas yang dekat dengan aku dan sebenarnya bisa aku ikutin Hijabi Pontianak (yang aku udah ikut 2 kali habis itu bosen πŸ˜› ); Beleter Pontianak, yang merupakan komunitas blogger di Pontianak (tapi aku gak pernah kenal satupun blogger dari komunitas itu (lebih kenal sama blogger di WeBe deh :lol:)) dan Pontianak berkebun yang adalah komunitas untuk menghijaukan kota. Sayangnya menghijaukan kota disini adalah berkebun menanam sayur-sayuran gitu deh, yang mana aku males aja ikut berlumpur-lumpur ria πŸ˜› (jadi mau lo apaaan niiieee)

Itulah masalahanya, aku gak pernah cocok gitu dengan yang namanya komunitas, selalu aja ada masalahnya. Permasalahan utama seh karena aku gak mudah bergaul dengan temen baru (apalagi kalau orang didalamnya rame) kan merasa dikucilkan gitu jadinya. Kalau udah merasa dikucilkan aku gak mau deh dateng lagi ke komunitasnya >.<

Jadi berfikir apa aku membangun komunitasnya dari dunia maya aja yak? Tapi tetep implementasinya harus di dunia nyata dong kan? Tapi males berhubungan dengan banyak orang. Aaaahhhh.. gak selesai-selesai deh kalau masalahnya emang dari diri aku sendiri.

Ya, udah deh balik lagi ke kamar sambil ngetweet dan tetep berusaha mengurangi kantong plastik dan tidak membuang sampah sembarangan πŸ˜›