Karakter Para Pemain Start UP


Haaiiii, Hallloooo, apakabar semuanya?

Akhir tahun lagi pada ngapain neh? Ada rencana liburan atau masih tetap di rumah aja? Aku sendiri sampai sekarang gak ada rencana yang pasti seh. Cuma pengen adalah kegiatan dikit tapi sampai sekarang belum menutuskan itu apa, hahahaha.

Daripada bete sendiri dengan tahun 2020 ini yang buat rencana aja susahnya setengah mati, maka lebih baik kita arahkan saja energinya ke Drama Korea yang sedang sangat populer sekarang ini. Apalagi kalau bukan Start Up! Tadi malam bener, drama ini baru banget tamat. Aku sendiri udah menamatkan drama ini tadi pagi sebelum memulai aktivitas, huahahaha. Dan sebagai #TimDosan aku anggap ini drama happy ending lah yak *puk-puk #Timjipyeong*

Karena gak mau seperti tulisan review aku biasanya, maka kali ini aku mau membahas tentang empat karakter utama dari drama ini. Tentu dengan pandangan aku sendiri yak, bukan pandangan penulis apalagi netijen yang sekarang sangat terpecah belah ini. Makanya aku gak tulis judulnya review juga karena sepertinya semua orang udah nonton ini drama deh. Udah tahu lah yak secara garis besar jalan ceritanya.

Maka, yuks langsung aja kita mulai yuks!

Seo Dal Mi (Suzy)

Si ambis yang penuh dendam ~

Seo Dal Mi adalah seorang perempuan berumur 27 tahun yang hidup bersama dengan Neneknya. Sewaktu kecil dia memiliki keluarga yang lengkap bersama ayah, ibu dan kakak perempuannya bernama In Jae. Tapi karena ayahnya yang keluar dari perusahaan dan ibunya yang menganggap dia tidak bertanggungjawab dan lalu bercerai, maka terpisahlah dia dengan keluarganya. Dia bersama ayahnya dan kakaknya bersama ibunya. Ibunya kemudian menikah lagi dengan seorang pria kaya dan pindah ke Amerika. Sedangkan ayah Dal Mi berusaha merintis perusahaan akan tetapi kemudian meninggal karena kecelakaan.

Karena kasihan dengan Dal Mi yang tidak memiliki teman, Neneknya kemudian meminta Ji Pyeong, anak yang diasuhnya untuk bersurat dengannya agar dia memiliki teman dan tidak bersedih. Lima belas tahun kemudian, Dal Mi menjadi karyawan kontrak di satu perusahaan dan masih sangat ingin bertemu dengan Do San yang mengiriminya surat.

Walaupun aku #TimDosan, tapi dalam lubuk hatiku yang terdalam *halah* aku sebenarnya beneran terbuka loh sama karakter dalam drama ini. Gak pernah sedikitpun pas nonton aku mengelu-elukan salah satu karakter, baik itu karakter first lead maupun secondlead. Karena itulah mungkin aku berani nulis bedah karakter gini karena aku gak mihak ke karakter apapun di drama ini. Membuat aku nonton lebih lepas dan menertawakan jika salah satu karakter salah memilih.

Seo Dal Mi sendiri adalah pemeran utama wanita di drama ini. Biasanya, kalau aku suka nonton drama, aku akan membela mati-matian karakter utamanya. Karakter utama selalu benar, karakter pendamping selalu salah dan hanya dibuat untuk menghambat kehidupan si karakter utama. Nyatanya, bisa juga loh karakter utama itu gak selalu benar, ya contohnya si Seo Dal Mi ini.

Awal-awal dramanya di mulai, banyak yang pro Dal Mi, mengasihinya dan membenci kakaknya yang telah meninggalkan dia sendirian bersama ayahnya yang ujung-ujungnya meninggal dan membuat dia hidup miskin bersama neneknya. Apalagi, pas awal episode 1 ada adegan yang membandingkan kehidupan Dal Mi dan In Jae yang sangat jauh berbeda. Dal Mi yang bangun di rumah yang sederhana sedangkan In Jae di Amerika dan di apartemen mewah. Dal Mi yang tidak punya baju yang pantas dan In Jae punya satu ruangan khusus untuk tempat pakaiannya. Dan Dal Mi yang terburu-buru naik bus sedangkan In Jae mengendarai mobil mewah.

Lalu pertanyaan aku adalah, apa salahnya In Jae? Hidup seperti itu adalah pilihan Dal Mi secara sadar maka seharusnya sebagai manusia dewasa yang berumur 27 tahun, dia sudah bisa menyadari hal itu dan tidak hanya melihat dari sudut pandang kesuksesan orang lain tanpa menilik usaha apa yang telah dilakukan In Jae selama ini. Dari sini aja kelihatan banget Dal Mi dendam sama In Jae karena iri dengan kehidupan kakaknya yang lebih mapan dan terlihat bahagia.

Sikap Dal Mi yang pendendam, berpengaruh juga terdapat keputusan-keputusan yang dibuatnya di dalam hidupnya. Misalnya saja, dia langsung berhenti dari pekerjaannya karena dia tidak dinaikkan statusnya dari pegawai kontrak ke pegawai tetap. Dia juga ikut mendaftar Sand Box tanpa tahu bisnis proses apa yang ingin dikembangkannya. Untungnya (karena cerita) dia bertemu dengan SamSan yang adalah para jenius dan Sa Ha yang memang punya ilmu design.

Dal Mi yang tidak punya pengalaman di industri start up selalu membuat keputusan hanya dari kepercayaan dan ingin menang dari In Jae. Ini bisa dilihat dari dia langsung percaya-percaya saja dengan Do San (sehingga memberikan saham perusahaannya dengan presentase paling besar) hanya karena Do San adalah teman dia berkirim surat. Padahal ya walaupun beneran Do San adalah beneran “Do San” kalau masalah uang, untuk aku perlu diselidiki dulu deh latar belakang orang ini, siapa keluarganya, bagaimana dia hidup selama ini dan lain sebagainya. Toh dia udah pernah dibohongi Do San yang sok jadi orang kaya, tapi masih ada percaya juga.

Keputusan SamSan Tect mau diakuisisi oleh 2STO juga karena Dal Mi tidak mau kelihatan kalah oleh In Jae yang akhirnya ya karena kesombongannya dan tidak mau mendengar pendapat orang lain, perusahaan mereka malah jadi bubar.

Untuk aku, sisi baik Dal Mi hanyalah dia yang sangat sayang dengan neneknya walaupun yang aku lihat neneknya yang lebih mengayomi Dal Mi daripada sebaliknya. Jadi aku juga bingung kenapa Do San bisa suka dengan Dal Mi padahal mah orangnya biasa aja 😛 pendapat aku hanya karena Dal Mi cantik aja seh, kalau gak pasti udah bay! Huahahahaha

Nam Do San (Nam Joo Hyuk)

Manusia yang beruntung ~ hahahaha.

Do San adalah seorang jenius yang memiliki perusahaan bernama SamSan Tech yang didirikan bersama kedua temannya, Yong San dan Chul San. Awalnya, dia tidak ada hubungan sama sekali dengan Dal Mi. Akan tetapi suatu saat, Ji Pyeong menghampirinya untuk berpura-pura menjadi “Do San” sang pengirim surat untuk bertemu Dal Mi. Awalnya Do San tidak mau membantu Ji Pyeong, tapi setelah membaca surat-surat yang dikirimkan Dal Mi, dia jadi sangat ingin bertemu dengan Dal Mi. Diapun akhirnya menyukai Dal Mi saat pertemuan pertamanya 🙂

Satu-satunya pemeran, yang masa kecilnya tidak diceritakan pada episode pertama adalah Nam Do San. Aku berfikir, mungkin karena terlalu kuatnya cerita Ji Pyeong diepisode 1 inilah orang-orang udah kepincut sama dia. Apalagi karakter dia waktu kecil udah kelihatan ganteng nan tampan kan yak dibanding Do San yang hanya sekelebat figuran di TV dan koran aja. Terus mukanya juga masih anak kecil banget.

Do San di sini diceritakan anak yang pintar luar biasa. Dia sewaktu kecil menang olimpiade matematika dan menjadi pemenang termuda saat itu. Walaupun pada akhirnya ketahuan bahwa dia “menyontek” akan tetapi toh emang pinter kan dia, bahkan sewaktu SD aja bisa masuk kuliah tapi berenti karena gak enakan sama yang lebih tua.

Dia juga adalah tipe manusia yang hidupnya lurus-lurus aja. Diluar dia tidak kaya raya seperti Ji Pyeong, dia adalah manusia yang kehidupannya dipengenin banyak orang. Lahir dari keluarga yang bahagia, orang tuanya baik, keluarga besarnya selalu mendukung, bahkan punya hubungan baik sama sepupunya kan sampe dikasih saham 1% aja gitu. Udah dari keluarga bahagia, eh jadi anak pintar pula. Jadi kebanggaan orang tua walaupun ujung-ujungnya merasa itu adalah beban. Tapi orang tua Do San yang membanggakan anaknya adalah sebanyak-banyaknya orang tua yang ada di dunia inikan yak? Jadi ya gak ada masalah juga menurut aku.

Hidupnya lurus bahkan waktu kuliah banyak cewek yang suka sama dia, tapi dianya aja yang gak ngeh jadinya gak respon. Terus ketemu sama teman rasa sodara, Yong San dan Chul San yang selalu mendukung apapun keputusan Do San. Gak pernah menyalahkan satu sama lain, kalaupun gak suka ya udah langsung marah seketika gak pake malu-malu.

Pas ketemu Dal Mi pun dia langsung disukai aja gitu tanpa ba bi bu, walaupun dikasih “kulit” orang kaya tapi ya kalaupun Do San apa adanya ya gak ada yang memalukan juga toh?

Walaupun banyak yang bilang Do San ini gak punya kepribadian karena gak tahu apa yang dia inginkan, tapi menurut aku Do San ini tegas kok. Sekali dia suka sama Dal Mi, dia ngakuin bahwa dia suka. Dia memberikan perhatian yang lebih kepada Dal Mi. Dia juga menjadikan Dal Mi “orang pertama” dalam hidupnya yang selalu keperluannya didahulukan.

Do San juga orang yang sangat jujur karena ya dia orang pertama yang bohong dan gak tahan dengan kebohongan yang dia buat. Bayangkan Ji Pyeong dan Neneknya aja bisa bertahan berbohong selama 15 tahun lebih loh. Tapi dia gak. Terus pas nenek Dal Mi menyuruhnya diam saat tahu matanya akan buta, Dol San memilih menceritakan itu walaupun bisa berakibat dia dibenci oleh nenek Dal Mi. Tapi yang namanya jujur itu lebih baik seh yak.

Mungkin karena hidupnya yang mulus-mulus aja dan selalu beruntung dan jujur, jadi orang banyak yang gak respect sama Dol San dan jadi #timjipyeong ya. Tapi ya menurut aku, apa salahnya menjadi orang yang beruntung? Paling gak dia juga berusaha kok gak cuma diam dan tidak melakukan apapun dihidupnya.

Han Ji Pyeong (Kim Sun Ho)

Orang yang selalu berhati-hati dan curigaan

Han Ji Pyeong adalah seorang anak yatim piatu yang sangat memiliki bakat dengan keuangan dan investasi. Ini dibuktikan dengan dia yang memang lomba simulasi investasi saham. Saat dia berusia 17 tahun, dia yang sudah keluar dari panti asuhan tidak memiliki tempat tinggal untuk melanjutkan hidupnya. Saat dia tidak tahu harus kemana, diapun bertemu dengan Neneknya Dal Mi yang memberikannya tempat tinggal ditoko miliknya.

Saat Ji Pyeong tinggal di tokonya itulah Nenek Dal Mi memintanya untuk menjadikan dia teman Dal Mi dengan memberikannya surat yang akhirnya dilakukan mereka selama setahun sebelum Ji Pyeong pergi ke Seoul untuk melanjutkan kuliah.

Gak salah juga karakter Han Ji Pyeong dibuat seperti itu. Ya mau berharap bagaimana dengan anak yatim piatu yang gak pernah mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua? Bahkan aku bisa relate sama perasaan Ji Pyeong sama nenek Dal Mi yang selalu merasa berhutang karena pada saat dia gak tahu mau ke mana dan gak ada orang yang bisa diandalkan cuma Nenek Dal Mi yang ada dihidupnya. Apalagi dia memanfaatkan uang nenek Dal Mi untuk diinvestasikan agar dia bisa dapat uang untuk kuliah.

Cerewetnya Ji Pyeong dan diamnya Ji Pyeong adalah salah satu bentuk pertahanan dirinya kepada dunia yang kejam agar dia tidak dijahati oleh orang lain. Kalau Dal Mi dijahatin bisa misuh-misuh sama Neneknya, kalau Do San sedih bisa minta pendapat orang tuanya, lah kalau Ji Pyeong? Hanya Young Sil saja yang bisa tahu perasaannya 😛

Ji Pyeong bukanlah Jung Hwan yang banyak alasan dan tidak pernah berani menyatakan cintanya kepada Dal Mi. Dia sudah mengaku di depan nenek, dia pernah mengaku di depan orang antah brantah yang ditemuinya saat minum, dan dia dengan gentle juga sudah mengakui perasaannya di depan Dal Mi. Masalah tiga tahun dia bersama Dal Mi tapi gak ada kemajuan ya bukan masalahnya dari dia dong. Emang Dal Mi nya aja yang sudah menutup diri untuk menyukai orang lain selain Do San.

Dengan Ji Pyeong tidak terlalu menunjukkan perasaannya kepada Dal Mi sekuat mungkin, ini juga berdampak pada rasa sakit yang diterimanya juga tidak akan terlalu besar. Bayangkan aja kalau selama ini dia mepet Dal Mi terus-terusan lalu si Dal Mi tetap milih Do San, bagaimana itu hatinya terpotek-potek?

Tapi walaupun begitu, Ji Pyeong adalah manusia realistis yang baik hatinya. Walaupun dia tidak menjadi pilihan bagi orang yang dia sukai, tapi tetap saja dia memberikan masukan yang baik demi kemajuan saingannya. Bener-bener manusia berdada lapang.

Won In Jae (Kang Han Na)

In Jae adalah impian hidupku, huahahahahaha.

Won In Jae adalah kakak kandung Seo Dal Mi. Sewaktu kedua orang tuanya bercerai, dia kemudian memilih mengikuti ibunya yang akhirnya menikah lagi dengan seorang konglomerat. Dia akhirnya memiliki pendidikan tinggi yang bagus dan berkesempatan memimpin anak perusahaan milik ayah angkatnya.

Sedih banget sebenarnya karakter In Jae ini tidak diberikan banyak tempat di Start Up. Terutama tentang kehidupan pribadinya. Bagaimana kehidupannya bersama ibunya setelah memiliki ayah tiri. Bagaimana perjuangannya dengan belajar sampai bisa memimpin anak perusahaan ayahnya. Terus gak dikasih tentang kehidupan percintaan gitu? Sungguh ya writternim kejam sama In Jae melebihi kejamnya dengan Ji Pyeong!

Menurut aku ya, In Jae adalah orang yang selalu tepat mengambil keputusan dalam hidupnya. Dia memilih ibunya daripada ayahnya karena terlihat ibunya lebih tahu  mau menjalani hidup yang seperti apa. Walaupun tidak diceritakan tentang masa kecilnya bersama ayah tirinya, tapi jika dilihat dari hasil kerjanya yang akhirnya memimpin anak perusahaan ayahnya, sudah pasti dia adalah anak yang berprestasi dan memiliki jiwa pemimpin.

Pun keputusannya ketika akhirnya keluar dari perusahaan ayah tirinya dan hidup mandiri, dia memiliki visi yang jelas dalam mendirikan perusahaannya. Kejelasan visinya ini terlihat dengan karyawannya yang ikut dia keluar padahal nasibnya belum jelas. Ini menunjukkan bahwa dia adalah pemimpin yang disenangi dan disegani oleh para stafnya.

Dal Mi yang selalu aja ngomongin kalau In Jae mimilih jalan yang salah, toh akhirnya paham juga bahwa In Jae memang punya kapasitas yang besar dalam memimpin sebuah perusahaan.

Selain pintar dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, In Jae juga baik hatinya. Bayangin aja ya kalau disundul dan dikatain jahat terus sama adeknya sendiri, dia tetap selalu memberikan saran dan masukan yang baik untuk Dal Mi. Pun dia sebenarnya masih sayang sama neneknya tapi karena malu aja sudah pindah nama keluarga jadi tidak berani untuk bertemu.

Kalau disuruh milih manusia sempurna di Start Up (selain nenek pastinya) udah pasti aku pilih In Jae seh. Coba aja diujung cerita ada adegan dia bertemu dengan pria tampan anak dari orang kaya yang kagum dengan penampilannya yak, pasti sempurnalah hidupnya, hahahahaha.

***

Jadi, kalian udah pada nonton Start Up belum? Tim anak baik atau tim Do San ini? Tapi aku yakin pada bukan tim Dal Mi lah yak 😛

ps: aku pengen bahas jalan ceritanya juga deh, ditunggu yak, siapa tahu aku gak males, huahahahaha.

Balas Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s