Tips Merawat Koleksi Boneka Lucu


Punya anak cewek, pasti mau gak mau punya banyak boneka kan yak. Sebenarnya, aku tuh jarang banget beliin si K boneka yang terbuat dari kain-kain gitu, karena aku fikir perawatannya perlu ekstra kan yak. Tapi, walaupun jarang beli, tetep ada aja yang ngasih boneka ke anak gadis. Mulai dari dia lahir udah dapat boneka bantal banyak buanget, sampai aku bagi-bagikan ke orang-orang lagi, hahahaha. Kalau dia ulang tahun entah kenapa orang juga hobi banget ngasih boneka, padahal jarang banget si K mainkannya loh. Terakhir, pas dia lomba Matematika Sakamoto dan juara 1, eh dikasih lagi boneka bantal yang sukses kita jadikan boneka bantal untuk dia tidur-tiduran di mobil.

Baca : Lomba Sakamoto

Kalau udah punya banyak gini, tentu harus dirawat dengan baik dong yak. Gak maukan mainan kayak gini ujung-ujungnya jadi sarang debu aja di rumah? Lagian tahu gak seh ternyata Merawat koleksi adalah salah satu cara menenangkan pikiran dari segala aktivitas keseharian. Ya walaupun gak beli sendiri, kalau udah banyak termasuk koleksi dong yak, hahahahaha. Kalau udahkayak gitu, berarti salah satu koleksinya si K sekarang adalah koleksi boneka lucu, imut-imut dan menggemaskan πŸ˜›

Pengennya seh punya boneka kayak gini di rumah. Apa daya rumahnya gak muat nampunya πŸ˜›

Tips Memilih Mainan

Untuk kita emak-emak yang punya anak ini, emang beli mainan itu udah kayak kewajiban membeli makeup dan skincare yak *eh πŸ˜› Tapi, perlu kita perhatikan juga cara membeli mainan yang sesuai dengan anak kita. Karena selain perhatian dan kasih sayang, anak-anak membutuhkan kebutuhan untuk perkembangan fisik dan rohaninya. Pakaian dan mainan adalah hal yang paling membutuhkan banyak biaya ketika anak-anak masih dalam masa pertumbuhan. Anak-anak cepat sekali berubah ukuran tubuhnya sehingga membutuhkan pakaian baru. Seiring bertambahnya usia biasanya diikuti pula dengan perubahan kegemarannya pada mainan.

Agar anak-anak senang merawat koleksi mainan dan mainan tersebut membawa kebaikan bagi tumbuh kembangnya maka langkah-langkah berikut ini perlu dipertimbangkan ketika memilih mainan:

1. Sesuaikan dengan gender

Biasakan memilihkan mainan sesuai gender anak-anak. Anak lelaki kenalkan pada mainan yang menumbuhkan sifat jantan seperti mainan berupa mobil-mobilan, alat pertukangan. Anak perempuan lebih baik diarahkan untuk menyukai koleksi yang menumbuhkan sifat feminin seperti boneka lucu dan alat-alat masak memasak.

2. Pilih bahan yang tidak berbahaya

Anak-anak usia satu tahun dan balita cenderung mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Mereka tertarik pada hal-hal khusus. Oleh karena itu untuk anak usia satu hingga lima tahun pilihlah mainan yang tidak mudah terlepas menjadi bagian kecil-kecil. Khawatir jika bagian kecil mainan yang terkoyak atau terurai dimasukkan dalam lobang hidung, telinga atau mulut.

3. Periksa kelayakan mainan

Anak-anak balita sering menumpahkan rasa ingin tahunya dengan membongkar pasang mainan. Agar tidak membahayakan si kecil sering-seringlah memeriksa kelayakan mainan. Misalnya jika mata boneka lucu terlepas dari jahitan, segera lem atau jahit kembali.

4. Periksa bahan-bahan pembuatnya

Pastikan bahan mainan bukan dari zat kimia yang berbahaya. Pastikan mainan tidak terbuat dari zat pewarna yang mudah luntur dan terbuat dari bahan sintetis, bahan boneka lucu yang mungkin menimbulkan alergi dan iritasi.

5. Pilih mainan yang memotivasi untuk kreatif

Arahkan anak-anak untuk berpikir kreatif dengan mainannya. Boneka lucu yang bisa dibongkar pasang bajunya bisa memacu kreatifitas gadis-gadis kecil untuk mengenal warna.

 

Tips Merawat Koleksi Mainan

Ajarkan anak-anak mencintai barang pribadinya. Ajak mereka untuk peduli dan mau merawat koleksi mainan. Berikut ini adalah beberapa tips untuk merawat koleksi mainan:

  1. Rapikan segera setelah bermain

Jangan biarkan mainan kececeran di lantai. Segera rapikan mainan di lemari atau tempat khusus untuk menyimpannya.

  1. Perlakukan dengan baik

Letakkan koleksi boneka lucu dalam posisi duduk atau berdiri. Atur dengan rapi di rak dan meja tempat menyimpan koleksi mainan.

  1. Jaga kebersihannya.

Mainan berupa mobil-mobilan harus sering dilap dan dibersihkan dari debu. Koleksi mainan berupa boneka lucu lebih butuh perawatan khusus. Setidaknya setiap satu bulan sekali boneka-boneka itu harus dicuci dan diberikan parfum agar tetap bersih dan wangi.

Ingin membeli koleksi boneka lucu sebagai hadiah atau hobi bagi diri sendiri? Jangan lupa beli di Bukalapak. Berbagai pilihan boneka tersedia. Lebih hemat biaya,waktu dan tenaga. Tak perlu keluar rumah, tinggal gulirkan keypad dengan jemari untuk menemukan boneka yang diimpikan. Tunggu terima barang dengan hati riang.

 

bye.

Jakarta ~ Aku Kangen!


Tahun 2019 seperti yang udah aku sering sebutin di blog ini bahwa aku gak merencanakan liburan besar. Ada seh liburan ‘kecil’ buat ke Penang awal tahun depan, tapi karena kebiasaan liburan rada jauhan dikit, aku selalu bilang liburan besarnya gak ada ke pak suami, hahahahaha *dipentung* Karena hal inilah aku selalu bilang ke suami bagaimana kalau kita ke Jakarta aja buat nambah-nambah liburannya. Karena akukan kangen sama Jakarta kakak!

Aku sendiri sebenarnya gak terlalu banyak mengunjungi kota-kota di Indonesia deh yak. Kota yang pernah aku kunjungi itu hanya Jakarta, Bandung, Jogja, Surabaya, dan bali. Tuh kan sedikit banget! Kayaknya masih banyakan kota-kota di Malaysia yang aku kunjungi deh πŸ˜› Dari kota yang sedikit itu, Jakarta adalah kota favorit aku untuk kembali balik dan balik lagi. Akutuh suka banget dengan wisata kota dan gak begitu tertarik dengan wisata alam btw, makanya jakarta adalah kota yang paling cocok dengan keinginan aku karena semuanya ada! Mau wisata kuliner banyak, mau wisata sejarah ada, mau wisata alam juga hayok apalagi wisata petualangan, ya banyak banget!

Kemaren, aku sempat sebutin aku pengen banget kalau ke Jakarta liburan ke Pulau Seribu. Tapi gak asyik dong yak kalau ke Jakarta cuma ke pulau seribu doang. Apalagi terakhir kita liburan ke Jakarta tuh waktu si K belum genap 1 tahun cobak! Kalau tahun 2016 pas aku perjalanan dinas ke bekasi dan mampir ke Jakarta bentar gak usah dihitung deh yak. Ituseh bikin stress aja >.<

si K masih bayi saat diajak liburan ke Taman Safari

Baca : First Trip K ~ Jakarta!

Kalau ke Jakarta lagi, akutuh pengen banget modelan wisata petualangan gitu. Ya gak petualangan aku seh, lebih ke petualangan buat si K yang sekarang kan udah gede tuh. Umurnya juga udah hampir 5 tahun, jadi udah bisa banget ngerti dan paham tempat-tempat main seseruan di Jakarta. So, ini beberapa tempat yang pengen aku datangi kalau ke Jakarta barengan sama K :

1. ANCOL

ancol.com

Dulu, sebagai anak kalimantan yang gak pernah pergi kemanapun menginjakkan kaki ke luar kalimantan (barat), setiap kali aku melihat acara yang menayangkan kegiatan mereka di Ancol dan Dunia Fantasinya itu aku tuh suka banget gitu. Iya, ngelihatnya aja udah suka, apalagi kalau sampai bisa ke sana. Dunia Fantasi Ancol ini kayak Theme Park pertama aku yang diimpi-impikan gitu. Makanya, pas pertama kali ke Jakarta tahun 2009 akutuh langsung ajakin temen aku untuk main-main ke Dufan. Inget bener kami cuma bertiga masuk ke sana Aku, Emi dan Sita dan kami bertiga mencoba semua permainan yang menantang di sana sampai-sampai aku mabok parah, hahahaha. Terus habis itu gak pernah mau lagi ke Dufan.

Tapikan ancol bukan sekedar Dufan dengan wahananya yang menyeramkan kan? Banyak wahana di Dufan yang bisa dimainkan untuk anak kecil seperti si K pastinya. Aku lihat di websitenya sekarang ada banyak sekali wahana yang bisa dimainkan anak-anak misalnya Hello Kitty Adventure, Istana Boneka, Rumah Miring (ini mungkin si K suka banget!), Poci-Poci, Gajah Beledung dan lain sebagainya.

Selain itu, Ancol bukan hanya Dufan kan yak. Masih banyak tempat-tempat permainan yang asyik di sana misalnya Sea World yang merupakan salah satu tempat favorit si K juga untuk lihat ikan unyu-unyu πŸ˜› Atlantis dan tentu saja main main pasir di Pantai πŸ˜€

2. TMII

tamanmini.com

Sebenarnya aku tuh gak begitu tertarik ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sedari dulu loh. Ngapain juga lihat ‘cuma’ bangunan-bangunan yang ada di Indonesia kan yak? Etapi ternyata tempat kayak gini lumayan juga loh isinya. Aku tuh pernah main ke taman seperti ini juga waktu jalan-jalan di Bangkok dan sepertinya si K suka. Dan aku asumsikan bahwa si K pasti sukalah ya kalau dibawa ke TMII ini.

Lagian, beberapa kali aku baca tulisan temen blogger, katanya TMII sekarang udah makin ok juga loh. Banyak wahana yang dapat dimainkan sama anak-anak juga sehingga gak bikin bosan.

Jadi, kalau di luar negeri aja direla-relain pergi ketempat beginian kenapa gak di negeri sendiri kan yak πŸ˜› Lagian TMII ini juga mudah dicapai kan, jadi bisalah masuk list untuk dikunjungi πŸ˜€ Sekalian juga memperkenalkan si K Indonesia pada umumnya deh yak. Gak pernah keliling Indonesia, ya paling gak pernah keliling TMII πŸ˜†

3. Kidzania

Sebenarnya si K udah pernah ke Kidzania ini waktu dia umur 2 tahun. Tapi ternyata masuk ke sana disaat umur yang masih sangat kecil itu merugikan banget yak πŸ˜› Pertama anaknya masih kecil dan belum mengerti apa-apa permainan itu. Yang kedua karena dia masih kecil jadi gak banyak permainan yang bisa dia ikuti.

Kemaren kita ke Kidzania klo gak salah si K cuma main naik taxi gitu dan main masak-masakan seperti yang terlihat di foto itu. Dengan harga semahal itu rasanya gak sebanding yak. Main gitu juga bisa di rumah kan yak πŸ˜›

Nah, makanya akutuh pengen banget si K balik lagi ke Kidzania Jakarta. Dengan umurnya 5 tahun ditahun depan, pasti udah banyak banget permainan yang bisa diikutinya. Sekarang juga si K suka bermain peran gitu, misal dia jadi dokter, atau dia jadi koki dan semacamnya. Pas banget kan mainnya ke Kidzania. Makanya ayo dong pak suami kita ke Jakarta πŸ˜›

4. Museum Macan

IDNtimes.com

Ini sebenarnya aku gak ada bayangan bakal ada apa di museum macan. Tapi lihat IGS orang-orang kok ya seru. Kok ya cantik. Jadilah aku penasaran, hahahaha. Ada yang udah pergi ke sini gak? Ada apa seh selain pepotoan di lampu warna-warni ini?

5. Bianglala J-Sky Aeon Mall

kompas.com

Waktu kami ke Aussie kemaren, si K seneng banget naik bianglala di Darling Harbour. Bahkan waktu kita main-main gak sengaja ke Luna Park, si K juga mewek mau main bianglala. Padahal si K ini udah pernah kita bawa naik bianglala di Bangkok dan di Singapore loh. Mungkin dia lupa >.<

Jadi, kalau emang kesempatan ke Jakarta, aku pengen banget nyobain naik bianglala di AEON Mall. Ini satu dayung dua tiga pulau terlampaui banget dah. Satu tempat, bisa membuat senang anak dan tentu saja emaknya yang pengen belanja-belanja skincare Jepang, hahahaha.

***

Udah milih tempat main dan berpetualangannya, sekarang yang paling penting tentu milih hotel di Jakarta dong yak. Kalau ke Jakarta, si abang suami itu suka banget milih di daerah jakarta pusat. Seringnya malah di daerah sabang gitu. Alasannya seh biar mudah kemana-mananya. Biasanya kan daerah situ hotelnya mahal-mahal yak. Tapi sebagai traveler yang hematnya kebangetan, entu kami mencari hotel yang bagus, dengan banyak fasilitas, tapi harganya tetep terjangkau, hahaha.

Kemaren sempat cek-cek di pegipegi.com. Ternyata nyaman banget yak nyari hotel di sini, aku baru tahu, hahahahaha.

Jadi di pegi-pegi itu ada fitur saya mau nginap dekat apa. Pilihannya cuma ada empat seh, Grand Indonesia, Kota Tua, Plaza Indonesia, dan Thamrin City. Aku pilihnya di dekat Plaza Indonesia karena si Irni kan anak mall banget πŸ˜› Sayangnya kok ya gak ada pilihan untuk mengganti yak? Apa aku yang gak tahu? Misalnya aku pengen nginepnya di daerah ancol gitu bisa gak yak? Ada yang udah pernah nyoba?

Terus ada juga pilihan bintang hotel yang aku pilih hotel bintang 3. Selain itu bisa juga kita milih hotelnya mau gimana. Misalnya apakah mau ada kolam berenangnya (yang ini si K banget dah hotel ada kolam renangnya) atau ada bath Tubnya (ini juga anaknya senang banget) dan lain-lain sesuai keinginan kita.

Untuk hotelnya kita juga bisa urutkan berdasarkan harga tertinggi terendah, rekomendasi dari pengguna dan rekomendasi dari pegipegi sendiri.

Aplikasi sekarang makin kece-kece aja yak kakak! Makin membuat nyaman banget kita sebagai pengguna, dan makin membuat kita rajin-rajin buat beli tiket dan hotel! Hahahahahaha *maunya*

Jadi-jadi doain dong si irni bisa segera ke Jakarta lagi :mrgreen:

 

bye.

Liburan di Sydney : Milsons Point dan Sydney Fish Market


Marilah kita menamatkan tulisan seri liburan aku dan keluarga ke Aussie bulan Agustus dan September lalu ini sekarang. Soalnya kok ya rasanya gak habis-habis gitu ceritanya, hahahaha.

Tapi sebelumnya, baca juga cerita ini di postingan sebelumnya yak πŸ˜€

  1. Itinerary Winter in Aussie (Perth dan Sydney)
  2. Winter in Aussie: Perth (1)
  3. Winter in Aussie: Fremantle, Perth (2)
  4. Winter in Aussie: Unproductive Day, Perth (3)
  5. Liburan di Sydney : Harbour Bridge dan Sydney Opera House
  6. Liburan di Sydney : Taronga Zoo, Queen Victoria Building dan Hyde Park
  7. Liburan di Sydney : Blue Mountain dan Darling Harbour
  8. Liburan di Sydney : Paddy’s Market dan Museum Australia
  9. Liburan di Sydney : Royal Botanic Garden, The Rock dan Bondi Beach
  10. Liburan di Sydney : Milsons Point dan Sydney Fish Market

Kalau kalian ke Sydney dan pengen punya foto dengan berlatar belakang Sydney Opera House dan Sydney Harbour Bridge, maka kalian bisa melakukan itu dibanyak tempat. Pemerintah Kota Sydney udah bener banget menata gedung ini untuk bisa dilihat dari berbagai arah. Jadi, salah satu keinginan aku yang alhamdulillah berhasil terkabul adalah berfoto dengan mereka berdua diseluruh titik yang direkomendasikan orang-orang di blog, hahahahaha.

Pertama aku udah berfoto dengan Sydney Opera House di Circular Quay, terus aku juga udah berfoto dari lokasi Sydney Opera House itu sendiri. Lalu aku juga ada mengambil foto dari Royal Botanic Garden, aku juga udah naik ferry untuk bisa memotret Sydney Opera House secara utuh dari atas sungai, plus aku dapat foto kece juga dari Taronga Zoo, dari titik The Rock dan yang terakhir dan aku lakukan pada hari terakhir aku di Sydney adalah aku berfoto di Milsons Point. Lengkaplah sudah yak πŸ˜›

Untuk menuju ke Milson Point ini ada dua cara, pertama dengan kereta dan kedua dengan ferry. Aku tentu aja memilih dengan menggunakan ferry karena walaupun dapat menyebabkan mabuk laut untuk aku πŸ˜› Tapi naik ferry di Sydney ini terasa menyenangkan banget deh. Kalau kalian ke Sydney harus banget merasakan transportasi airnya Sydney ini.

Ke Milson Point dengan menggunakan ferry ini gampang banget kok. Kita tinggal naik kereta menuju ke Circular Quay, dan nanti dari Circular Quay kita tinggal naik ferry ke Milsons Point Station.

Hari itu dingin banget, pagi-pagi hujan dan sebenarnya buat males banget untuk keluar dari kamar hotel. Tapi karena ini hari terakhir kami, dan kami juga harus cekout dari hotel daripada bermasalah lagi dengan resepsionisnya, akhirnya kami memutuskan untuk keluar dari jam 10 pagi.

Niat awal yang cuma pengen pepotoan aja di Milsons Point, eh jadinya kita main di Luna Park karena si K rada merengek minta masuk ke sana. Padahal di Sydney ini gak ada rencana sama sekali main di tempat bermain seperti ini loh, karena di sana kan mihil buat masuk-masuk taman bermain πŸ˜›

Karena kita masih punya banyak waktu juga, tapi gak mau juga mainnya kelamaan, akhirnya kita putuskan untuk membeli tiket untuk dua wahana saja. Permainan di Luna Park ini dibagi berdasarkan tinggi badan, karena si K masih 4 tahun dan tingginya gak terlalu tinggi dibandingkan dengan anak-anak bule itu, akhirnya dia masuk ke kategori zona merah untuk anak yang paling kecil, hahaha. Dari dua pass masuk yang kita punya, si K akhirnya memutuskan untuk main komedi putar dan mobil-mobilan terbang.

Luna Park ini kalau aku lihat adalah taman bermain yang khas banget di Sydney kali ya. Sepenglihatan aku seh ini tempat udah tua banget, tapi mainannya masih amat sangat terawat. Bisa dibayangkan beberapa tahun yang lalu mungkin ini adalah taman bermain kebanggaannya Kota Sydney. Yang bermain di sini rata-rata yang aku lihat adalah orang Sydneynya sendiri atau paling gak orang Aussienya. Jarang banget aku lihat turis yang main disini. Jadi emang bukan lokasi favorit turis di Sydney yak.

Untuk mainannya sendiri seh lumayan lengkap. Ada beberapa permainan jenis roller coster untuk anak remaja gitu. Ada juga semacam pontang panting, ada bianglalanya juga (yang sukses buat si K pengen naik tapi kita gak kasih karena aku dan papanya gak beli tiket πŸ˜› ). Selama kami di sana juga ada beberapa karakter khas Luna Park yang mondar-mandir sambil menyalakan musik dan menari-nari gitu. Jangan disamakan dengan parade di Disneyland lah ya, tapi lumayan asyik lah.

Walaupun gak ada direncanakan sama sekali untuk ke sini, tapi aku lumayan senang karena bisa menghampiri tempat seperti ini. Liburan itu emang harus lama ya disuatu tempat, biar bisa leluasa jalan-jalan seperti aku di Sydney ini. Besok-besok kalau liburan lagi, aku maunya lama-lama lagi ah πŸ˜›

Habis puas main-main dan beli Cotton Candy di Luna Park, kita keluar lagi dan pepotoan lagi di Milson Point dengan latar belakang Sydney Harbour Bridge. Ini jembatan emang kece banget yak. Kalau ke Sydney lagi, aku pengen banget jalan kaki di atas jembatan ini dari ujung ke ujungnya. Seru kali ya. Tapi nanti, tunggu si K gak minta gedong kalau kecapean atau bosen di stroller πŸ˜›

Setelah foto-foto, kami naik ferry lagi dari Milsons Point Station menuju ke Pyrmont Bay untuk melanjutan perjalanan menggunakan Lighttrail menuju Fish Market Station untuk apalagi kalau bukan menuju ke Sydney Fish Market.

Sebenarnya, tujuan orang-orang ke Sydney Fish Market ini biasanya adalah untuk makan Fish and Chip. Makanan khas Aussie atau Inggris raya gitu lah. Tapi, karena ini adalah hari terakhir kami di Sydney dan malam ini adalah malam yang panjang di mana kami akan langsung ke bandara tanpa ada istirahat lagi dan akan menempuh perjalanan udara dari Sydney ke Kuala Lumpur yang menempuh 8,5 jam perjalanan, maka aku memutuskan untuk makan siang kali ini haruslah nasi. Agar perut kami aman paling gak sampai besok pagi saat sampai di Kuala Lumpur πŸ˜€

Walaupun gak makan di sana, tapi jalan-jalan di Fish Market ini tetep mengasyikkan kok. Lihat suasananya dan orang-orangnya sungguhlah aku sukak! Walaupun tempatnya gak secantik dan sekece waktu kami makan di freemantle, tapi untuk kalian yang gak singgah ke Perth kalau liburan ke sini wajib banget lah makan di tempat ini.

Aku sendiri pas kesini ada beli jus buah gitu satu jus apel (etapi bukan jus ya, ini kayak hasil perahan buah apel) dan cherry. Dan keduanya aku suka banget rasanya, terutama yang apel. Sayang banget ini hari terakhir kita, kalau gak aku bakalan beli banyak untuk dibawa ke hotel dan diminum dihari-hari berikutnya saking aku sukanya, hahaha.

So, segini dulu cerita perjalanan aku selama liburan di Aussie kali ini. Liburan kali ini sangat mengasyikkan banget buat aku. Bagi aku yang liburan biasanya cuma disekitaran Malaysia lagi Singapore lagi, datang ke Aussie dengan segala sesuatunya yang beda baik itu cuacanya, lingkungannya, orangnya, gedungnya dan rasanya, membuat aku senangnya kayak berlebihan gitu, hahaha. Padahal sepanjang di Sydney aku flu parah, tapi kadang kalau udah jalan flupun bisa dilupakan, hahahaha.

Karena pas mau buat itinerary ke Aussie ini aku masih susah dan jarang banget menemukan blog berbahasa Indonesia yang menceritakan perjalanan mereka ke Aussie, aku jadi pengen membuat beberapa postingan informasi gitu mengenai Aussie ini, misal review tentang hotel, atau transportasinya dll. Semoga gak keburu males duluan yak πŸ˜›

 

Ok, bye.

Liburan di Sydney : Royal Botanic Garden, The Rock dan Bondi Beach


Karena kemaren di Perth gak sempat main-main di Gardennya yang terkenal, dan sebenarnya kami menyesal banget kenapa sampai gak bisa main karena salah satu tempat yang harus dikunjungi di Aussie dan setiap kotanya itu adalah garden, maka kamipun mewajibkan untuk bisa ke garden di Sydney ini.

Tapi, ternyata menjadwalkan untuk “cuma” main-main ke Garden ini susah juga ya. Karena pertama kami lebih memilih tempat yang iconic dan yang kedua, main di garden ini sangat ditentukan sama cuaca. Kalau cuacanya jelek ya gak mungkin dipaksain main ke sana. Alasan kemaren di Perth gak ke garden juga karena hari terakhir yang kita siapkan seharian mendung dan hujan, jadi gagal deh.

Untungnya waktu kita di Sydney ini lumayan lama dan kalaupun ada hari hujan kita masih punya pilahan beberapa hari untuk mengunjungi gardennya. Dan saat yang tepat itupun hadir sehari sebelum kita pulang ke Pontianak.

Sebelumnya, baca juga cerita perjalanan kita di Aussie yang lainnya ya:

  1. Itinerary Winter in Aussie (Perth dan Sydney)
  2. Winter in Aussie: Perth (1)
  3. Winter in Aussie: Fremantle, Perth (2)
  4. Winter in Aussie: Unproductive Day, Perth (3)
  5. Liburan di Sydney : Harbour Bridge dan Sydney Opera House
  6. Liburan di Sydney : Taronga Zoo, Queen Victoria Building dan Hyde Park
  7. Liburan di Sydney : Blue Mountain dan Darling Harbour
  8. Liburan di Sydney : Paddy’s Market dan Museum Australia
  9. Liburan di Sydney : Royal Botanic Garden, The Rock dan Bondi Beach
  10. Liburan di Sydney : Milsons Point dan Sydney Fish Market

***

Pilihan kita kemaren jatuh ke Royal Botanic Garden. Alasannya karena ini garden (sepertinya?) paling gede di Sydney, dan yang kedua karena kita rasanya belum puas buat lihat-lihat Sydney Opera House kemaren, jadi harus diulang dengan latar yang berbeda, hahahaha.

Ternyata ke garden itu menyenangkan yak, hahahaha. Kami kemaren emang udah puas banget di Sydney, jadi pas main di Royal Botanic Garden ini kami mainnya santai-santai aja gitu dari pagi sampe siang. Karena punya waktu banyak kita bisa jalan-jalan sepuasnya di taman yang ternyata emang luas banget ini. Bisa foto-foto seseruan, bisa duduk-duduk santai, bisa ngajakin si K guling-guling di rumput (dan rumput di sini luas banget, jadi berasa banget bisa main-mainnya) dan sampai aku juga bisa buat live di Facebook dan ngerekan untuk vlog juga di sini. Pokoknya puas banget dah, hahaha.

Rute kami kemaren itu dari Circular Quay Station, masuk ke Royal Botanic Garden lewat tangga terdekat, terus jalan dari dalam gardennya menuju ke Macquarie’s Chair terus pulangnya menyelusuri waterfront menuju balik lagi ke Sydney Opara House. Dan ku senang sekali di sini πŸ˜€

Kalau kalian punya waktu banyak di Sydney wajib banget emang main-main ke Royal Botanic Garden ini deh karena suasananya menyenangkan banget. Kalau udah ketempat seperti ini aku suka iri deh dengan negara seperti ini dan selalu suka membanding, bandingkan dengan kota dan negara sendiri. Kapan yak, Pontianak bisa punya taman gede yang bisa untuk guling-gulingan, main bola atau hanya sekedar santai-santai gini? Hahahaha.

Setelah puas di Royal Botanic Garden kita lanjut lagi jalan kaki menuju ke The Rock disebelah kiri dari Circular Quay. The Rock ini, dari yang aku baca, adalah satu tempat old Town gitu. Berisi bangunan bangunan tua yang dijadikan tempat wisata. Tapi karena aku datengnya pas hari sabtu, jadi isi dari The Rock itu seperti disulap menjadi pasar dadakan, hahahaha.

Di The Rock ini banyak jualan-jualan kayak makanan, eksrim, pernak pernik sampe jual sabun dan lukisan juga ada. Untuk bangunan permanennya sendiri aku lihat ini diisi sama galeri-galeri gitu dan banyak cafe-cafe untuk duduk-duduk dan santai-santai cantik. Tapi tentu aja kami gak masuk dong >.< Kalau masuk bukannya duduk-duduk cantik, yang ada malah mengganggu ketenangan orang lain dengan kehebohan kita dan si K. Jadi kita sadar diri kalau jalan gini gak masuk ketempat begituan >.< Kemaren kami cuma muterin The Rock, beli-beli eskrim sampe jalan menuju ke bawah Harbor Bridge. Di sana kita numpang ke wc umum yang ada di sekitaran sini. WCnya itu di dalam ruangan yang kayak tua gitu, dan ini satu-satunya WC di Aussie yang rasanya aku rada jorok deh. Jadi yang jalan ke sini mending cari WC lain aja daripada masuk ke sini.

Dari The Rock, kami makan siang di salah satu restoran Malaysia dan setelah itu langsung menuju ke Bondi Beach, pantai paling fenomenal di Sydney yak πŸ˜› Ke Bondi Beach ini gampang kok, kalau aku dari Circular Quay, tinggal naik kereta hingga sampai ke Bondi Station, terus pindah naik bus nomor 380 ke Bondi Beach.

Kalau pendapat aku tentang Bondi Beach ini sebenarnya biasa aja seh, hahahaha. Padahal kata temen aku pantai ini fenomenal banget yak. Sering masuk acara TV apa gitu. Tapi menurut aku pantai ini kurang interaktif. Mungkin karena aku perginya pas musim dingin kali ya, jadi pantainya gak rame dan gak ada acara atau permainan apapun di sana. Walaupun tetep dong masih banyak orang berenang dan main surfing ditengah suhu yang hanya satu digit itu. Aku yang udah pake baju 3 lapis aja rasanya merinding loh kena angin pantai ini. Lah gimana yang bisa berenang cantik sambil main air gitu yak? Hebat bener kamu mas/mbaknya.

Besok hari terakhir aku di Sydney. Sedih ya kalau udah mau pulang gini. Lebih sedih lagi karena tahun 2019 aku gak ada liburan gede gitu. Selain mau ngerjain niat yang tertunda bertahun-tahun untuk besarin rumah (ya doain aja tahun depan bener-bener bisa terealisasikan) tahun depan juga tahun di mana kami harus menyiapkan uang untuk pendaftaran sekolahnya si K. Baru tahun 2020 kami bakalan ada rencana liburan lagi ke Jepang. Tapi tiketnya aja belum beli ya, jadi belum dipastikan juga πŸ˜›

Besok bakalan jalan-jalan ketempat yang belum kita kunjungi sedikit-sedikit lagi di Sydney, habis itu bye-bye liburan panjang kita >.<

 

Weekend Story : Lomba Sakamoto


Tahun 2017 lalu, si K diajakin sama guru di sekolahnya untuk lomba sakamoto. Aku gak bilang iya gaknya seh, sebenarnya pasti gak karena lombanya bentrok sama jadwal jalan-jalan kami ke Korea kemaren. Jadilah lombanya berlalu begitu saja oleh aku. Eh terus lihat-lihat sosial medianya sekolah si K ada anak yang menang lomba sakamoto dan dapat kesempatan untuk berlomba lagi tingkat Nasional ke Jogja. Lah, aku jadi penasaran, ini lomba apaan seh? Kan aku semangat kalau ngajakin si K jalan-jalan dengan alasan lomba *eh πŸ˜›

Baca: Autumn Trip – Perjalanan ke Korea Selatan

Sebenarnya si K ini emang beberapa kali melewatkan momen di sekolahnya karena kebanyakan dibawa liburan sama kita πŸ˜› Etapikan mumpung dianya masih TK yak. Kalau udah SD kan waktunya makin terbatas untuk bawa liburan dengan waktu yang lama itu, jadilah kita emang memanfaatkan waktu sekarang dengan sebaik-baiknya untuk bisa liburan sepuas-puasnyanya.

Tapi sebenarnya aku tuh tipe orang tua yang juga pengen si K mengembangkan bakatnya, bakat apapunlah itu. Mau dibidang akademik kek, atau dibidang pelajarannya kek, dan itu aku yakini didapat salah satunya dengan mengikuti berbagai lomba. Maka, diawal tahun 2018 ini, akupun mencari berbagai lomba yang bisa diikuti oleh si K.

Menurut gurunya, si K ini baik dimewarnai, dan awal tahun ini si K juga juara 1 lomba Montessori di sekolahnya, makanya aku fikir bakalan nyari lomba yang berhubungan dengan mewarnai dan matematika dasar gitu yang ala-ala montessori. Etapi ternyata untuk mengajak anak ikut lomba itu susah ya, susah dari segi orang tuanya, hahahaha. Aku tuh suka males duluan untuk mengurus tetek bengek pendaftaran lomba yang akhirnya gak ada satupun lomba mewarnai yang diikuti oleh si K. Untung si K dipilih oleh gurunya kemaren mewakili sekolah untuk lomba mewarnai antar sekolah tingkat Kecamatan, jadi dia pernah juga deh merasakan ikut lomba mewarnai. Kalau gak diurusin sekolahnya, pasti aku udah males duluan lagi deh πŸ˜›

Baca : Mewakili Sekolah untuk Lomba Mewarnai

Aku juga nemu satu lomba yang kelihatannya ok untuk si K ikutan. Yang menyenggarakan lomba itu Rumah Matematika dan Sains Kalimantan Barat. Lombanya itu ya tentang matematika sama bahasa Inggris gitu yang aku dengan sangat yakin si K bisalah bersaing didua kategori itu. Etapi lagi-lagi lombanya bentrok sama jadwal kita liburan ke Aussie, gak jadi ikutan lagi deh πŸ˜› Padahal gurunya si K udah ngajakin lagi buat ikutan lombanya. Ya maap ya miss >.<

Baca : Itinerary Winter Trip ke Aussie

Gak putus asa untuk mencarikan si K lomba Matematika yang ok dan cocok dengan jadwal kita (yakate lo artis kali ya Niee πŸ˜› ) akhirnya aku dapet kabar bahwa sakamoto ngadain lomba lagi. Kali ini lombanya bakalan diadakan pada tanggal 4 Nopember yang artinya kita bisa ikutan karena gak ada jadwal liburan ditanggal itu πŸ˜› Ya bismillah aja deh, belum juga gurunya nyuruh si K daftar, aku udah daftar duluan saking semangatnya, hahahaha.

Sebelum mengikuti lomba ini, aku gak tahu juga cara sekolahnya si K untuk mempersiapkan anak-anak dalam rangka mengikuti sebuah lomba. Jadi aku berusaha sendiri mempersiapkan si K untuk mengikuti lomba ini. Mulailah aku cari-cari di google dengan keyword soal lomba sakamoto tingkat TK yang akhirnya NIHIL dong! Aku jadi blank banget mau ngajarin si K apaan untuk lomba ini. Karena walaupun gak mengejar untuk juara atau gimana, tapi aku mau si K tampil dengan usaha yang maksimal. Gak asal ikut-ikutan aja gitu. Kalau asal ikut ya mending gak usah sama sekalikan yak.

Etapi ternyata sekolahnya si K ini juara banget kalau mempersiapkan anak-anak didiknya yang mau ikutan lomba. Jadi setelah si K daftar untuk mengikuti lomba ini, dia dan teman-temannya yang udah konfirmasi langsung dibimbing sama guru khusus di sekolahnya mempelajari soal-soal yang akan dilombakan di Sakamoto itu. Dalam seminggu, si K dan teman-temannya akan belajar matematika Sakamoto tiga kali dan hasilnya setiap hari dikembalikan ke orang tua agar kita para orang tua ada bayangan seperti apa seh soal-soal yang diperlombakan itu dan bisa mengajari anak-anak kembali di rumah.

Aku dikasih soal-soal kayak gitu langsung semangat dong! Karena gak bisa nyari soal di internet akunya langsung buat soal-soal itu sendiri loh! Dengan cara mencontoh soal-soal di sekolahnya si K dan memodifikasinya sedikit dan kemudian memberikan soal-soal itu ke si K untuk dia kerjakan sambil aku ajarkan di rumah. Hasilnya? Anaknya awut-awutan ngerjainnya, hahahahahaha. Hari-hari sesudahnya aku akhirnya tetep ngajarin si K untuk ngerjain soal-soal lombanya, tapi udah gak terlalu berharap banget seh si K bakalan bisa juara, karena lihat model anaknya gitu. Aku sampe bilang sama si abang suami mudah-mudahan si K masih bisa masuk 6 besar deh (juara harapan III gitu) biar tetep namanya tercantum di daftar pemenang walaupun gak juara, hahahaha.

Hari H pun tiba. Lombanya diadakan disalah satu hotel di Kota Pontianak dan dimulai pada pukul 8 pagi. Sekolahnya si K sendiri menjadwalkan anak-anak untuk datang sebelum jam 7.30 dan si Knya datangΒ  kurang dari itu, horeee gak telat πŸ˜› Anak-anak kemudian masuk ke ruangan lombanya sendiri tanpa didampingi oleh guru dan orang tua. Banyak aku lihat beberapa orang tua dan guru masih ada yang ikutan masuk untuk mengurus anaknya, tapi anak-anak Kinderfield masuk sendiri dong! Good job kids!

Lombanya sendiri dijadwalkan hanya dilaksanakan selama 45 menit. Sesuai dengan daya konsentrasi anak-anak tingkat TK lah ya. Setelah tepat 45 menit anak-anakpun keluar dari aula dengan membawa tentenang seperangkat KFC dan snack yang banyak banget! Si K kegirangan banget dapat snack. Tapi kita gak kasih dia makan seh, soalnya anaknya lagi batuk *puk-puk K*

Pas aku tanya si K bisa jawab gak? Dia bilang bisa. Terus aku tanya lagi, ngapain di dalam tadi? Dia jawab dia main-main sama si N (temen sekelasnya di sekolah yang satu meja dengannya pas lomba) dan cerita-cerita. Dia bilang dia juga bisa nulis-nulis dengan pensil (yang dibawa untuk lomba) dan dia suka banget. Nah, loh, jadi ni anak ngapain yak di dalam sono? Ikut lomba atau cerita-cerita? >.<

Pengumuman pemenang dijadwalkan pada pukul 2 siang ditempat yang sama. Cuma karena jam segitu jadwal bobonya si K dan kita juga gak terlalu berharap si K menang lombanya jadi aku memutuskan untuk gak datang pada saat pengumuman dan lebih memilih bobo-bobo manja di rumah πŸ˜›

Keesokan paginya, di sekolahnya si K ngadain fieldtrip ke Bandara. Karena anak-anak bakalan naik bus ke bandara, jadi sekalian aja aku tungguin si K sampai anaknya naik bus. Sambil nungguin, ngobrollah aku sama mommynya temen sekelas si K tentang lomba sakamoto kemaren yang dia cerita bahwa si K dapet juara 1. Eh yang bener neh bu?

Gak percaya sama emaknya temen si K πŸ˜› akupun langsung bertanya sama gurunya si K dan ternyata bener dong si K juara 1 tingkat TKA lomba Sakamoto! Yeaaay, emaknya senang :mrgreen:

Setelah menang dan menjadi juara 1 di Sakamoto, si K jadi agak menjadi perhatian di sekolahnya. Di sekolahnya si K ini emang banyak banget ya menang btw, gak cuma si K doang, tapi yang dapet juara 1 cuma si K dan itu ternyata bukan cuma membuat bangga emak bapaknya, tapi juga seluruh guru-guru di sekolahnya K dong aku terharu πŸ˜€

Terus guru-guru di Sekolahnya si K nanyain, gimana reaksi si K tahu bahwa dia menang lomba Sakamoto dan dapet juara 1? Sebenarnya, reaksi pertama yang dia perlihatkan adalah sedih, sedih karena kok dia dapetnya cuma piala dan boneka bantal. Dia fikirnya boneka bantalnya itu bisa dibuka dan isinya snack gitu btw, dan sewaktu dia sadar bahwa itu cumanlah boneka dia langsung bete, hahahaha.

Dia tahu seh dia juara 1, tapi yang aku perhatikan dia belum ngeh maksud juara 1 itu apa dan apa dampaknya bagi dia. Ya dia seneng aja tapi gak gimana-gimana gitu deh. Jadi yang senang si K juara 1 itu emak bapaknya dan guru-gurunya aja, dianya biasa aja πŸ˜› Pas ditanya dia mau gak ikutan lomba Sakamoto lagi? Jawaban langsung K adalah gak mau! Terus aku bilang, kan kalau ikut lomba dapat snack dan KFC, terus dia bilang mau dengan syarat snacknya untuk dia makan, gak boleh disimpan lagi, hahahaha, anaknya dendam πŸ˜›

Dengan si K menang lomba matematika yang soalnya lumayan sulit ini aku jadi mikir neh anak ada baat juga gitu dibidang akademik seperti matematika gitu ya. Apa perlu aku leskan biar bakat terpendamnya lebih gemilang gitu *halah* Tapi disisi lain aku gak pengen juga seh dia kebanyakan les pelajaran, karena di sekolahnya si K ini pelajarannya udah cukup padet menurut aku. Ya mungkin akan difikirkan lebih mendalam lagi besok besok, hahahaha.

Semoga si K bisa terus berprestasi aja deh, dan semoga suatu saat ada kesempatan untuk bisa ikutan olimpiade matematika dan bisa dapet mendali emas ya K *aamiiin* πŸ˜€

Jadi, segitu dulu cerita weekend kita dua minggu yang lalu. Karena si K memang lomba sakamoto, si abang suami ngasih dia hadiah berupa jalan-jalan ke Kuching minggu depannya, jadi si K diajak absen lagi dari sekolah πŸ˜›

Selamat hari rabu semuanya, bye bye.

 

Liburan di Sydney : Paddy Market dan Museum Australia


Hari ini sebenarnya diisi dengan males-malesan di Sydney. Kita udah tahu bahwa akan ada hujan jam 1 siang diseluruh wilayah Sydney, dan rencana kita adalah untuk pergi ke taman yang notabene gak mungkin kalau cuaca hujan ke sana. Tapi tetep aja kaki males banget diajak jalan dan merasa leyeh-leyeh di apartemen adalah pilihan yang tepat πŸ˜›

Tapi, akhirnya kita turun juga dari apartemen jam 10 pagi. Nungguin bis di stasiun yang tak kunjung dateng (yang ternyata butuh waktu 20 menit) eh tiba-tiba hujan gerimis turun. Berdiskusi deh kami berdua apa bisa dipaksain untuk maen di taman? Ya jawabannya tentu aja gak bisa dan gak mungkin, sehingga kita puter jalur dan akhirnya mengunjungi Paddy’s Markets untuk beli oleh-oleh.

Sebelumnya, baca juga cerita perjalanan kita di Aussie yang lainnya ya:

  1. Itinerary Winter in Aussie (Perth dan Sydney)
  2. Winter in Aussie: Perth (1)
  3. Winter in Aussie: Fremantle, Perth (2)
  4. Winter in Aussie: Unproductive Day, Perth (3)
  5. Liburan di Sydney : Harbour Bridge dan Sydney Opera House
  6. Liburan di Sydney : Taronga Zoo, Queen Victoria Building dan Hyde Park
  7. Liburan di Sydney : Blue Mountain dan Darling Harbour
  8. Liburan di Sydney : Paddy’s Market dan Museum Australia
  9. Liburan di Sydney : Royal Botanic Garden, The Rock dan Bondi Beach
  10. Liburan di Sydney : Milsons Point dan Sydney Fish Market

***

Paddy ‘s Markets ini sebenarnya sejalur dengan Darling Harbour yang kami kunjungi kemaren. Cuma karena kita ke Darling Harbour udah sore dan si Paddy’s ini bukanya hanya dari pukul 10 am sampe 6 pm jadilah kita gak singgah. Paddy’s Market ini juga gak buka 7 hari. Hari operasionalnya adalah dari hari Rabu sampe Minggu, jadi hari senin dan selasa tutup. Sebenarnya aku gak tahu dengan jadwal tutup ini, untung kami datang pas hari jum’at jadi pasarnya masih buka πŸ˜€

Untuk bisa sampai ke sini mudah aja kok. Darimanapun tinggal naik train menuju ke Stasiun Central. Dari Stasiun Central keluar dan pindah untuk naik Light Rail menuju ke Capital Square Station.

Paddy’s Market ini gimana ya menggambarkannya. Dia itu kayak pasar tradisional dengan gedung yang gede dan tinggi seperti pasar ikan dengan lapak-lapaknya, tapi ini isinya bukan barang untuk masak. Ya gitu deh kira-kira πŸ˜› Ya soalnya kalau disamain dengan Tanah Abang beda seh menurut aku. Kalau tanah abangkan kios-kios gitu bentuknya dan dia ada lantai-lantai layaknya toko. Nah Paddy ini gak gitu, ya betuknya seperti aku aku sebutin barusan deh, hahahaha.

Kalau kalian mau beli oleh-oleh di Sydney harusnya seh belinya ya di Paddy’s Market ini, karena emang yang aku lihat harganya paling murah dibanding ditempat manapun yang turis banget. Dan satu hal yang paling menyenangkan buat belanja di sini adalah para penjaganya rata-rata adalah orang Indonesia. Jadi bisa langsung capciscus tanpa perlu mikir dulu kalau mau beli sesuatu πŸ˜› Kekurangannya (plus bisa juga kelebihan seh kalau untuk aku) tempat ini itu harga pas. Jadi gak bisa nawar yak di sini.

Kami kemaren lumayan borong belanja di sini, bahkan hari terakhir di Sydney balik lagi ke sini karena rasanya oleh-oleh untuk temen dan keluarga masih kurang πŸ˜› Kemaren ada beli kaos gambar Sydney, gantungan kunci, tas lipat gitu yang semuanya gak ada untuk beli diri sendiri dong karena aku paling males pake baju model gituan karena berasa norak, hahahaha. Untuk diri sendiri palingan aku beli piring pajangan gitu terus beberapa magnet kulkas untuk koleksi. Plus juga ada beli pajangan mobil yang tata surya itu gambar koala karena si K pengen mobilnya ada itu πŸ˜› dan ada beli LOL surprice juga yang ternyata adalah LOL palsu πŸ˜›

Habis dari Paddy’s Market kita kemudian makan (ditempat yang sama dengan dibagian IV πŸ˜› ) sholat terus bingung lagi mau jalan kemana karena hari itu cuaca jelek banget. Tempat yang mau kita kunjungi di Sydney itu rata-rata adalah di outdoor, jadi bingung banget dah mau ke mana hingga akhirnya Papa si K ngajakin ke museum aja. Ya daripada balik dan masih sore gini, aku mah hayok aja.

Si K beberapa waktu belakangan kemaren lagi seneng-senengnya dengan Dinasourus. Dia udah hapal banget gitu nama-nama Dinasourus yang banyak itu. Karena si abang lihat akan ada dinosaurus di Museum ini maka kitapun ke sana. Etapi ternyata pas kita masuk tempat dinasourusnya lagi direnovasi dong, jadi gak bisa dilihat lihat >.< Untung masih ada 2-3 dinasourus yang dipajang di depannya seh jadi si K masih gak terlalu kecewa.

Isinya sendiri gimana? Ya sebagai orang yang gak terlalu ngeh dan gak terlalu suka dengan Museum aku bingung juga seh menggambarkannya, hahahaha. Yang pasti museumnya ini kayak menceritakan Australia dari segala sisi. Oh ya nama Museumnya sendiri adalah Australia Museum. Jadi di sini ada menampilkan bermacam-macam binatang yang ada di Australia dalam bentuk aslinya. Ada juga menceritakan sejarah Australia dari sisi suku aboriginnya (yang mana aku cuma lihat orang aboringin di Aussie ini cuma dua kali di museum dan di Circular Quay jadi pengemis >.< ) batu dan mineral yang terkandung di dalam buminya, dan lain sebagainya.

Si K walaupun gak terlalu antusias tapi dia lumayan bisa menikmati seh di Museum ini. Jadi ya lumayan melepas waktu sambil menunggu malam dan kitapun langsung pulang ke apartemen lagi.

Besok isi jalan-jalan kita lebih berfaedah seh, dan ternyata kita bisa menyelesaikan itinerary yang aku buat di hari ini loh. Aku seneng banget. Tumben itin kita bisa lulus lengkap bahkan ada nambah beberapa tempat baru yang gak masuk itin dan kita kunjungi! :mrgreen:

 

Bye.