Menjaga Diri, Menjaga Masa Depan Bangsa..


Haaiiii Halooo.. Apakabar semua? Pernah dengar MDGs? Rasanya udah gak asing lagi deh yak. MDGs adalah singktan dari Millennium Development Goals. Aku pertama kali denger pada tahun 2008 saat di TV sering mengiklankan ini. Pada awalnya aku gak terlalu ngeh dan perduli tentang kesepakatan bersama antar dunia ini. Tapi, semenjak masuk dan kecemplung kedunia kesehatan, akupun mulai perduli.

MDGs sendiri mempunyai 8 Goals yaitu:

  1. Memberantas kemiskinan dan kelaparan ekstrem
  2. Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua
  3. Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan
  4. Menurunkan angka kematian anak
  5. Meningkatkan kesehatan ibu
  6. Memerangi HIV dan AIDS, Malaria dan penyakit lainnya
  7. Memastikan kelestarian lingkungan
  8. Promoted Global Partnership for Development
kalyanamitra.or.id

Bidang kesehatan sendiri mengurusi 5 Goals yaitu Goals kesatu, keempat, kelima, keenam, dan ketujuh. Dua yang menjadi perhatian khusus pada saat ini adalah poin ke empat dan kelima. Mengapa? Karena setelah hampir 5 tahun dan tinggal 3 tahun tersisa untuk mencapai target (Target MDGs tahun 2015 untuk tercapai semua goals) kedua goals tersebut belum dan masih sangat jauh dari target yang diinginkan.

Sebagai perempuan, merasa miris segaligus ngeri setiap kali menerima laporan tentang kematian ibu dan kematian bayi yang kok setiap bulan selalu saja ada. Kebanyakan penyebab kematian ibu yang aku tahu adalah hypertensi sedangkan kematian bayi kebanyakan disebabkan oleh berat badan bayi yang lahir dibawah standar. Belum lagi tanpa kita sadari ternyata banyak loh ibu-ibu yang keguguran (coba cek tetangga, teman dan saudara, hampir semua dari orang yang kita kenal ada yang pernah keguguran! >.< ).

Akar keberhasilan bidang kesehatan adalah gizi yang baik.

Pernah sekali aku mendengar ada seorang saudara teman sekantor mengalami beberapa lagi keguguran. Setelah dicek di dokter spesialis kandungan ternyata dia terkena virus yang disebabkan oleh seringnya mengkonsumsi mie instan! (Daaann semenjak itu aku hampir gak pernah makan mie instan lagi dong.. ). Maka akupun berfikir, kalau banyak kematian bayi pasti disebabkan dari ibunya. Ibunya sendiri pasti disebabkan oleh kondisi tubuhnya sebelum dan selama kehamilan dong yak! Sssooo,, jika ingin bayi lahir sehat, ibu hamil juga harus sehat, jika ingin ibu hamil sehat, maka calon-calon ibu harus sehat, jika ingin calon ibu sehat, berarti perempuan-perempuan harus sehat. So, bagi para perempuan, yuks menjaga kesehatan. Kalau kita sehat, maka masa depan bangsa Indonesia juga akan sehat kan yak :mrgreen:

Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk bisa menjadi calon ibu yang sehat? Kalau aku seh melakukan beberapa hal kecil, yang menjadi kebiasaan, tapi kadang dilupakan oleh kebanyakan orang:

1. Diet Makan Mie Instan

Iyaaa,, mie instan emang enak bener yak. Tapi kalau ternyata makanan itu menyebabkan adanya virus yang membenci janin di dalam perut kita dan selalu ingin menggugurkannya gak mau dong. Lagian mie instan itukan dicernanya susah banget. Sampai 3 hari didalam perut mie instan itu bentuknya tetep sama loh. Sssooo,, mari kita diet makan mie instan! (yak, walaupun sebulan sekali aku masih makan juga seh 😛 )

2. Kebersihan Mencebok

Ini sering dilupakan, apalagi dengan era modernisasi toilet yang bentuknya aneh-aneh seperti sekarang ini. Aneh disini menurut aku adalah toilet yang tidak menyediakan air dan toilet yang airnya berada di belakang dudukan. Karena, menurut kesehatan, membersihkan organ intim itu harus bener loh, karena berpengaruh dengan organ reproduksi kita. Gak boleh asal hanya dengan tissue. Atau kesahalan cebok yang airnya dari belakang. Kalau cebok dari belakang itu pastinya ailiran air dari belakang tubuh sehingga kotoran yang dari belakang akan secara tak segaja masuk kedalam organ itim, ini yang salah! Aku juga heran kenapa toilet ada yang dibuat demikian, apa susahnya menyediakan selang air disamping kan yak? Jadi kalau aku di mall lebih memilih toilet jongkok deh daripada toilet duduk yang airnya dari belakang.

3. Mandi

“Anak gadis gak boleh jarang mandi, ntar gak laku,” kata nenek aku dulu. Ya ampun, apa hubungannya juga gak laku dengan jarang mandi :P. Tapi ternyata perempuan memang harus dan wajib mandi loh. Terutama mengganti secara berkala pakaian dalam (apalagi jika sedang datang bulan). Karena pakaian dalam yang lembab menyebabkan tumbuhnya bakteri yang nantinya akan berhubungan dengan organ reproduksi juga. Makaaa,, yukss kita mandi 😉

***

Nah, persiapan pra menikah sudah. Tinggal persiapan jika sudah menjadi calon ibu a.k.a ibu hamil sekarang. Ternyata, menurut data (dari kantor aku tentu saja 😛 ) masih banyak loh ibu-ibu hamil yang tidak memeriksakan kehamilannya. Miris banget yak 😦 Alasan mereka seh biasanya sudah diperiksa masa tukang urut (dukun beranak), dan alasan lainnya adalah karena gak punya biaya >.<

Kalau masalah pertama yaitu dukun beranak emang susah seh. Kebanyakan masyarakat kita lebih suka dan lebih percaya dukun yang sudah tua daripada bidan-bidan yang umurnya saja gak setara dengan cucunya si dukun. Kalau masalah kedua, pemerintah dari tahun 2011 sudah memberikan solusinya yaitu program Jampersal (Jaminan Persalinan).

Jampersal adalah program pemerintah yang mengratiskan biaya pemeriksaan ibu hami (4 kali – 1 kali pertrimesternya) dan gratis biaya persalinan normal hingga sampai tahap operasi! Kalau pemeriksaan tinggal ke puskesmas terdekat aja atau bidan praktek swasta yang sudah bekerja sama dengan pemerintah. Kalau operasi yang pasti di seluruh rumah sakit pemerintah gratis juga beberapa rumah sakit swasta yang bekerja sama.

Sudah gratis, mau dong periksa kehamilan di tempat kesehatan? 😉 (sekalian promosi program kantor booo 😛 ). Beberapa tips dari aku untuk para ibu hamil untuk menjaga kandungannya antara lain:

1. Periksa Kehamilan

Ini MUSTI.KUDU.WAJIB. Ya, ampun jaman sekarang masih juga ada yang gak periksa kehamilan? CUPU banget dah. Sudah mudah, gratis pula!

Pemeriksaan kehamilan sendiri paling sedikit dilakukan 4 kali dalam masa kehamilan yaitu 1 kali pada 3 bulan pertama, 1 kali 3 bulan kedua dan 2 kali pada 3 bulan ketiga. Kalau mau lebih seh lebih baik selama mampu dan mau :mrgreen:

2. Menjaga asupan makanan

Iyaaa,, udah hamil gak boleh makan seenaknya lagi dong. Tahan sampai 9 bulan aja kok. Demi anak, demi masa depan indonesia #tsaa.. Selain gak boleh makan seenaknya, ibu hamil juga memerlukan nutrisi yang lebih banyak dari yang lainnya. Memperbanyak makan buah-buahan dan sayuran untuk mendapatkan vitamin alami sudah barang wajib yang harus dipenuhi. Apalagi pada dasarnya ibu hamil seharusnya mengkonsumsi 40 table Fe selama masa kehamilan kan.

Mengkonsumsi susu khusus ibu hamil juga penting untuk menambah nutrisi di dalam tubuh ibu dan anak. Selain itu, dengan menjaga asupan gizi dan makanan saat melahirkan juga akan berpengaruh kepada banyaknya ASI yang dihasilkan tubuh 😀

3. Olahraga

Olahraga ini selain untuk kesehatan ibu dan bayi di dalam perutnya, juga berfungsi untuk memperlancar pada proses persalinan nantinya 🙂

4. Jangan Kelelahan

Banyak ibu hamil yang masih aktif walaupun sedang hamil, tapi banyak juga loh ibu-ibu yang kandungannya tidak terlalu kuat. Makanya, 3 bulan pertama kehamilan harus dijaga bener. Jangan pernah sekali-kali merasa kuat sehingga melakukan sesuatu yang membuat kelelahan. Karena dari yang aku denger keguguran banyak terjadi ditrimester pertama kehamilan ini. Toh, mencegah lebih baik daripada mengobati kan yak 😀

***

Tahap akhir adalah saat melahirkan. Dari usaha keras kita menjaga kesehatan prahamil dan semasa hamil, pada akhirnya insyaAllah kita akan melahirkan dengan selamat kan yak. Setelah melahirkan jangan lupa melakukan IMD (Inisiasi menyusui dini) dan ASIX selama 6 bulan dong. Kalau semua sudah dilaksanakan akan ada satu anak indonesia yang terlahir sehat, bugar, pintar yang menjadi masa depan bangga 30 tahun yang akan datang.

Sooooo,,, yang perempuan yuks mari jaga kesehatan kita. Yang laki-laki ayoo dukung adik, kakak, pacar dan istrinya. Jangan ada lagi perempuan dibawah umur yang melahirkan, jangan ada lagi ibu hamil yang kekurangan gizi, jangan ada lagi ibu hamil yang tidak pernah memeriksa kehamilannya. Mejaga diri, menjaga kesehatan, menjaga masa depan Indonesia kan yak 😀

Artikel ini diikutsertakan pada Blog Writing Competitions NUTRISI UNTUK BANGSA.

Advertisements

47 thoughts on “Menjaga Diri, Menjaga Masa Depan Bangsa..”

  1. Kesadaran akan KB juga perlu aku pikir, kebanyakan mereka yg kondisi ekonominya lemah tidak mendapatkan pelayanan KB gratis jadi trus saja produksi anak, bagaimana mau anaknya berkualitas, ibunya saja saat hamil makanannya seadanya, belum lagi setelah silahirkan bayinya tidak mendapat konsumsi gizi secukupnya, makanya masih ada saja kan berita anak gizi buruk.

  2. iya lhooo, Indonesia nih makanan pokoknya bukan nasi sekrang, tapi mie instan. di tempatku masih banyak lho nie, balitabalita yang makannya hanya dengan mie instan dan nasi, uuurghhh itu dimana gizinya 😦

  3. kalau ganti pakaian doang bagaimana? gpp kan 😀 soalnya malas mandi :mrgreen:

    nah soal cebok ini, terus terang toilet umum indonesia itu jorok 😦 jadi aku suka tahan-tahan deh sampai aku jumpai lokasi toilet yg bersih (misalnya mall)

    1. sama aja seh.. klo cuma ganti gak dicuci ya ttp aja kotor kan..

      gak cuma indonesia yo.. di malaysia juga gak bersih toilet umumnya.. apalagi di cina..

  4. eh.. modemku lagi suka hidup mati.. jadi aku sekarang agak kesulitan bw dan update rutin…. mohon maaf yah, kalau misalnya komennya di blogku blm diaprove atau aku blm berkunjung balik….

  5. niatnya sore ini nggak mo mandi niee, tapi gara2 baca postingan ini langsung pengen mandi habis komen ini.. hahahaha, mantep bener dah.. tapi masalah kloset itu, dhe juga setuju.. lagian juga gk enak gk nyaman kalo misalnya airnya itu dari belakang.. pokoknya setuju semua dah.. yuk jaga kesehatan jaga kebersihan demi masa depan yang lebih baik.. eh, kok jadi kayak kampanye yaa.. 😀

    1. hahahaha.. berarti misi aku buat nulis ini behasil dong 😀

      iyaaa.. emang aku juga heran kenapa bisa diciptakan toilet yg airnya keluar dr belakang gt ~_~

  6. kakak kandungku pernah keguguran. alhamdulillah istriku tidak pernah. sepertinya memang hal keguguran ini sebegitu biasa dan seringnya di negeri ini. dengan jurang lebar perbedaan pendidikan dan tingkat ekonomi seantero negeri, jaminan kesehatan ibu-anak yang merata masih menjadi mimpi dan perjuangan panjang untuk mewujudkannya.

    btw, beneran itu mie masih dalam bentuk yg sama dalam 3 hari? bukannya dalam 8 jam seluruh proses pencernaan telah selesai? mungkin yg dimaksud zat-zat kimiawi yg terkandung di dalam mie instan masih ada di tubuh kita dalam 3 hari kali ya?

      1. wah, seru nih niee. bisa nggak kita minta dia print dan share gambar hasil USG-nya? penting banget ini. pembelajaran publik atas proses pencernaan mie instan. buat posting khusus mie instan ya.

        diriku masih berduka kehilangan bibiku, karena kanker. beliau mengkonsumsi mie instan, every single day in her whole life. sampe terdeteksi kanker. setiap melihat istriku mborong mie instan, batinku menjerit protes, tapi gak gampang meyakinkan anak-istriku bahwa itu bukan makanan sehat.

  7. aku sudah lamaaaaa sekali nggak makan mie instan, ngeri saja Nieee membayangkan makan itu setiap hari padahal masak mie sendiri lebih gampang dan bergizi kalau ditambahi macam2 sayuran

  8. setuju banget dengan cebok, toilet jaman sekarang aneh2. aq sendiri lebih memilih toilet jongkok yang ada airnya daripada toilet duduk. gak nyaman aja, thax sharing nya 🙂

  9. iya mbak.. aku juga prefer wc jongkok daripada yang duduk.. sayangnya sekarang di tempat2 umum udah jarang ditemukan tuh yang jongkok berkualitas,

    1. bener banget.. apalagi yang di terminal atau tempat terbuka lainnya.. aaahh rasanya mau ditahan aja deh gak ke wc,, tapi gak baik juga buat kesehatan >.<

  10. Hahahaha, postingnya senada dengan posting di blognya Deva 😛

    Ya, memang kesehatan kehamilan itu harus sangat diperhatikan ya… .

    Dan masalah mi instan, aku memang nggak suka makan mi instan nih semenjak pindah ke Belanda, entah kenapa, hehehe 😀

    1. iya,, segala sesuatu jajanan sebenarnya gak baik yak.. Tapi aku juga masih sering banget makan di luar seh.. soalnya mau makan siang dimana lagi kan >.<

Balas Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s