Insidious, Chapter 2


Haaaaiii… Halloooo.. Apakabr semuanyaaa?

Ih, udah lama yak aku gak cerita-cerita tentang film yang barusan aku tonton. Bukannya si bumil ini semenjak hamil jadi malas nonton seh. Malahan makin kesini makin sering nontonnya 😀

Walopun waktu trimester pertama emang kesulitan bener nonton yang dulunya setiap malam minggu gitu karena badan gak bisa diajak kompromi kalau malam jadi dipindahin ke siang. Nah, masuk ke trimester kedua badan udah ok banget diajak “dugem” lagi jadilah jadwal nonton kembali seperti semula 🙂

Sumber : 21cineplex.com

Seperti yang tertulis dijudul, kali ini aku mau bercerita tentang film yang baru tadi malam aku nonton di bioskop. Sebenarnya seh film ini udah beberapa minggu nangkring dibioskop, tapi karena sampe 2 teater gitu filmnya, maka aku berpendapat bahwa film ini akan lama bertahan dilayar dan bisa ditunda beberapa hari.

Kenapa milih film ini niee?

Alasannya simple seh, karena yang chapter pertamanya aku juga udah nonton. Kalau gak salah tahun lalu yang walopun terlambat banget, hehehe. Nah, pas nonton yang pertama aku termasuk suka dengan filmnya. Bercerita tentang supranatural yang walaupun tetep mengada-ngada tetapi gak ngada-ngadain banget (ini apaan seh maksud kalimatnya? 😛 ) Ya, intinya aku suka sama filmnya. Aku kasih nilai 7,5 deh.

Terus ceritanya gimana niee?

Ini cerita hantu. Bisa dibilang 100% hantu (karena biasanya film horror amerika jatohnya kan gak hantu yak) karena bercerita tentang arwah orang yang sudah meninggal gitu.

Jadi, waktu film pertama, diceritakan bahwa ada sebuah keluarga kecil dimana anaknya bernama Dalton mengalami sakit yang aneh sehingga gak dapet bangun selama berhari-hari. Ketika melihat hal itu, sang nenekpun memanggil seorang paranormal untuk menyelamatkan sang cucu. Setelah diteli ternyata Dalton bukan sakit, tapi arwahnya tersesat dan gak bisa kembali. satu-satunya cara untuk bisa kembali adalah dengan dipandu. Nah, satu-satunya orang yang bisa memandu Dalton untuk keluar dan masuk kembali ke raganya adalah sang ayah Josh yang ternyata semasa kecil juga pernah mengalami hal yang sama.

Akhir cerita film pertama selamatlah Dalton dan bisa masuk dalam raganya seperti semula.

Masuk ke cerita kedua, keluarga merekapun berusaha hidup dengan damai kembali. Agar tenang, mereka memilih untuk tinggal dirumah orangtua Josh. TAPI lagi-lagi sesuatu terjadi.

Istri Josh beberapa kali mendengar alunan piano dimainkan namun tidak pernah ada orang disana. Istrinya pun takut akan tragedi sebelumnya, namun Josh bersikukuh bahwa gak ada terjadi apa-apa dan istrinya harus move on serta melupakan masa lalunya.

Namun, makin lama suasana dirumah makin aneh, yang pada akhirnya istri Josh secara terang-terangan digangu oleh roh perempuan jahat, ditambah lagi Josh yang makin hari sikapnya makin aneh.

Ibu Joshpun mencari kebenaran penyebab semua ini hingga akhirnya mendapatkan fakta bahwa tubuh Josh telah dirasuki oleh arwah jahat.

Nah, siapa sebenarnya arwah itu? Kenapa istri Josh selalu didengarkan oleh dentungan piano? Dan dapatkah Josh kembali ke raganya? Kalau itu tonton aja sendiri! *sok misterius* 😛

Terus pendapat Niee tentang filmnya?

Pada dasarnya seh aku tetep suka dengan jalan ceritanya. Paling gak ini bukan tipe film yang untuk ditebak akhirnya gimana. Tapi lebih ke penyelesaian demi penyelesaian misteri yang belum terungkap. Jadi ceritanya sendiri kuat menurut aku.

Tapi, soal tingkat kehorroran, film kedua ini kalah dibandingkan dengan film yang pertama. Gak banyak adegan yang membuat terkejut dan hantunyapun gak ada yang terlalu serem buat ditakuti. Jadi yang penakut masih bisa lah yak nonton film ini 😛 (tapi gak garansi loh, soalnya tingkat penakut orang kan beda-beda :mrgree: )

Jadi kalau aku disuruh menilai, aku akan beri nilai 7/10 deh buat filmnya 🙂

Maka, selamat menonton. Mari ke bioskop!

Advertisements

28 thoughts on “Insidious, Chapter 2”

      1. Lho, aku ini bernyali kecil. Beneran. 😦 Makanya aku jarang nonton pilem horor. Bukannya ga mau, tapi ga berani. Habis nonton Insidious 1 aja aku sampe kebayang2 tuh, terutama karena pengaruh sontrek-nya. 😦

    1. Kalau film seperti ini malah lambat ya cha? etapi kalau urusan film yg terkenal emang indonesia lumayan cepet yak.. Perusahaan filmnya untung kayaknya banyak yang penonton loyal..

  1. Saya lagi mikir-mikir nih mau nonton film ini atau nggak…. Terakhir nonton film horor, saya nggak berani tidur dalam keadaan gelap, hahaha…. Padahal biasanya mah selalu matiin lampu kamar sebelum tidur.

    Oh iya, film horor yang terakhir aku tonton itu adalah The Conjuring.

    1. Hahahhaa.. Kalau aku seh serem pasti ada. Tapi gak terlalu pengaruh setelah menontonnya seh..

      Dan kalau udah nonton counjurinh rasanya nonton ini pasti bs deh.. Gak terlalu serem seh hantu hantunya menurut aku

  2. Kayaknya aku bakal suka nonton inj. Krn aku kurang suka horor yg pelakunya manusia dan sadisme gitu deh. Banyak darah berceceran…ijhh..gak suka. Tapi kalo ttg hantu masih okeh deh.

Balas Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s