Joko Anwar : Modus Anomali


Kamis kemaren secara random ingin nonton film di bioskop. Sebenarnya pengen nonton sebuah film luar negeri. Eh, tapi pas lihat jejeran film di 21cineplex.com kok jadi tertarik sama salah satu film Indonesia yang lagi tayang. Yak, judulnya apalagi kalau bukan Modus Anomali.

Karena aku memfollow akun twitternya Joko Anwar jadi sebenarnya aku gak terlalu asing dengan film ini. Posternya udah beberapa lama merajai timeline. Tapi, udah lama juga sampai detik aku mau nonton aku gak tahu sebenarnya ini film tentang apa. Satu-satunya yang membuat aku yakin untuk menontonnya ya apalagi kalau bukan sang Sutradara si Joko Anwar. Dari tiga filmnya yang sudah tayang dan diputar, aku menonton 2 diantaranya yaitu Janji Joni dan Pintu terlarang. Satu yang belum aku tonton adalah Kala (karena 3 filmnya yang aku anggap bagus jadi tertarik buat beli DVD Kala).

Nah, siapa yang gak pernah nonton Janji Joni gitu? Ini film termasuk film yang enak bener buat ditonton, dan yang paling penting, jalan ceritanya gak biasa untuk ukuran film indonesia saat itu. Kalau Pintu terlarang? Aku mulai salut dengan Joko Anwar mulai film ini, karena jalan ceritanya sangat kompleks dan membuat aku yakin kalau indonesia juga bisa membuat film Triller yang keren banget. Sebenarnya ada juga film horor yang keren juga berjudul Rumah Dara yang aku kira si Joko ini sutradaranya. Eh tapi ternyata bukan, dia cuma numpang lewatin muka aja ternyata 😛

Jadwal filmnya pukul 19.00. Pergi dari rumah pukul 18.25, tapi tetep telat dong. Gak macet seh jalanan, tapi rame aja gitu. Belum lagi pas nyari parkiran mobil juga perlu waktu yang panjang. Hmmm… Akhirnya, pukul 19.05 masuk dengan kebingungan melihat ceritanya.

Jalan ceritanya..

Ada seorang laki-laki yang terbangun dari tidurnya mendapati dirinya sedang di dalam sebuah hutan sendirian dan lupa ingatan yang berada didekat dengan sebuah rumah. Saat memasuki rumah itu dia melihat seorang perempuan yang sedang hamil meninggal dan mayatnya tergeletak begitu aja. Disampingnya ada sebuah rekaman video yang memperlihatkan dia dan keluarganya yang tengah liburan hingga kemudian ada seorang berseragam hijau yang datang dan membunuh istrinya.

Dari video tersebut dia mengetahui bahwa kedua anaknya masih selamat dan dia harus menolong mereka. Maka dimulailah pencarian kedua anaknya tersebut. Dalam masa pencariannya, dia selalu aja ketakutan oleh seseorang yang berseragam ijo yang ingin membunuhnya. Berulang kali dia bersembunyi namun selalu saja ditemukan dan hendak dibunuh.

Satu-satunya kunci yang bisa menuntunnya untuk mengingat semuanya adalah weker yang selalu saja menuntunnya ke tempat demi tempat yang sayangnya secara tak sengaja malah membuat anak-anak tersebut tersakiti.

***

Awal menonton filmnya aku bingung banget. Kok tiba-tiba neh orang langsung seperti orang gila berlari di hutan gak jelas juntrungannya. Belum lagi dia selalu saja melihat video saat istrinya dibunuh yang menurut aku aneh karena kok muka dia ini gak ada yak? Kalimat yang dia ucapkan juga selalu aja pake bahasa inggris. Lah ini mereka syutingnya maksudnya dimana? Aku yakin dia syutingnya di Indonesia deh, tapi kok pake bahasa inggris segala gitu.

Jalan ceritanya menurut aku juga terkesan rumit. Ya, namanya juga Joko Anwar yak, gak rumit ya gak Joko 😛 Beberapa kali aku menebak jalan ceritanya selalu aja berakhir salah dan salah. Tapi pas ditengah film aku yakin bahwa sang pembunuh adalah mereka yang masih hidup itu. Tapi bagaimana menjelaskannya? Lalu siapa yang pake seragam ijo yang ada di video yang sedang membunuh istrinya itu?

Pada saat aku gak tahu jawabannya dan berfikir film akan habis ternyata aku salah! Ternyata jalan ceritanya baru dimulai. Iyaaa,,, setengah terakhir dari filmnya menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Tebakan mengapa bodohnya dia terjawab sudah yang membuat semua penonton bersorak : oowww begitu..

Karena jalan cerita film ini tentang pembunuhan gitu, kadang film ini berusaha untuk menampilkan kesadisan dari pembunuhan yang dia buat. Tapi kalau untuk penontonnya seperti aku gak masuk hitungan seh sadisnya, sedangkan film The Raid yang kata orang sadis banget aja aku gak merasa sadis kok, apalagi film beginian 😛

Ya, walaupun filmnya berakhir dengan penjelasan yang teramat gamblang yang ujung-ujungnya agak mengurangi daya tariknya, tapi over all aku suka deh film ini.. 7/10 deh. Lagian kita emang harus mendukung perfilman indonesia kan yak. Ya, udah ada kemajuan deh, tahun ini aku udah nonton 3 film indonesia yaitu 5 menara, the raid dan modus anomali ini (tapi sayang the raid terlalu kebaratan dan modus anomali yang pake bahasa inggris)

So, yuk mari menonton film indonesia :mrgreen: