Sebuah Perjalanan Petualangan


Ok, ini postingan pertama aku setelah kalut dengan blog aku yang kacau beberapa hari yang lalu. Dan ternyata postingan yang selama 7 hari itu tetap gak bisa selamat *nangisdipojokan*. Tapi ya papa deh, pelajaran juga buat aku sendiri agar jangan sampai sok teu lagi ngapus-ngapus data yang ada di cPanel 😳

Kali ini aku mau ceritain lagi film yang barusan aja kemaren malam aku tonton *lagilagifilmyak* hehehe, aku emang suka banget nonton film :mrgreen:

Beberapa minggu yang lalu aku iseng ke tempat beli DVD. Gak sengaja lihat film seperti perjalanan. Difikir-fikir rasanya pernah ada yang recomendasikan film ini ke aku yang katanya bagus (tapi sampai sekarang juga aku gak inget siapa yang recomendasikan 😆 ).

Seperti biasa, aku gak langsung nonton filmnya, udah 2 minggu diperem tuh film baru akhirnya kemaren aku berminat untuk nontonnya, eh ternyata bagus juga *yaelah film pilhan aku gitu 😳 *.

Film ini ternyata adalah sebuah film yang base true story yang disutradarai oleh Danny Boyle (yang kemaren sutradarai Slumdog). Kalau kalian pernah menonton film sejenis Into The Wild dan kalian menyukai film tersebut maka film ini wajib bagi kalian untuk menontonnya. Yak! Judul film ini adalah 127 HOURS.

Jadi ceritanya ini berfokus pada satu orang yang senang melakukan perjalanan ke tempat-tempat petualangan bernama Aron Ralston (James Franco). Kali ini Aron melakukan perjalanan ke Grand Canyon. Diawal cerita tampak perjalanan ini sangat menyenangkan (sampai-sampai aku pingin melakukan perjalanan ini juga :mrgreen: ). Apalagi saat adegan dia bertemu dengan 2 orang petualang cewek yang sedang tersesat. Diapun membantu kedua perempuan itu sampai ketujuannya dan memberikan cara-cara yang menyenangkan untuk menikmati tempat itu (sampai di sana kita akan berfikir bahwa dia memang seorang pendaki profesional).

Pemandangan yang disajikan oleh film ini sangat luar biasa. Bagaimana mereka menunjukkan tempat-tempat di celah dan retakan bumi yang sangat indah. Hingga akhirnya satu masalah terjadi. Saat dia ingin menuruni satu retakan dia terjatuh dan tanpa sengaja sebuah batu kapur menjepit tangan kanannya yang membuat dia terjebak dalam retakan itu sendirian.

Filmpun mulai focus kearah inti ceritanya di mana dia yang berusaha melepaskan tangannya dari jepitan batu tersebut. Dan yups, 127 jam itu waktu yang dibutuhkan dia. Apakah Aron selamat atau tidak tentu gak asyik dong kalau aku sebutkan di sini, tonton aja dan kalian akan sangat penasaran dan tegang sepanjang 127jam tersebut *untung deh filmnya gak 127 juga :P*

***

Beralih topik kepada perjalanan petualangan. Sebenarnya aku pingin melakukan hal-hal seperti ini. Rasanya menghindar beberapa hari sendiri mengunjungi tempat-tempat baru sangatlah menyenangkan. Tapi tentunya dengan kondisi aku yang lemah rentan seperti ini *uhuk* tentunya itu sangat tidak bisa dilaksanakan.

OK, petualangan memang tidak bisa, tapi sebuah perjalanan ke kota-kota antar Negara sepertinya sangat menyenangkan. Acara-acara sejenis Oprah pernah melakukan hal itu di mana mereka berjalan dari Amerika Timur (New York) hingga Amerika Barat (California), atau dari Amerika Utara (Alaska) hingga ke Meksico. Ini membuat aku benar-benar mupeng 😦

Di Indonesia bagian mana yang bisa melakukan perjalanan seperti itu? Di Jawa? Jalan dari Jakarta sampai Surabaya? *hmmm„ sepertinya biasa aja deh* Aku sendiri pernah melakukan perjalanan dari Surabaya ke Bandung (naek kereta api 😆 ).

Setelah bertahun-tahun aku berfikir *halah* dan tempat yang paling baik di Indonesia untuk melakukan perjalan ini adalah di sini. Yah, dari kotaku ini PONTIANAK! Kenapa Pontianak?

Karena Pontianak ada di Kalimantan, dimana ada 3 negara di Pulau ini. Dan kalian gak akan pernah membayangkan pengalaman seru yang bisa dilakukan jika melakukan perjalanan dari Pontianak – Kuching – Brunei – Kinabalu – dan akhirnya sampai tembus ke Samarida dan Balikpapan.

Nah, lihat deh garis biru di atas. Sepertinya mengasyikkan yak? *mupeng*

Tentu ini perjalanan yang bukan mustahil karena semua aksesnya ada (maksudnya ada jalannya). Yak, emang akses dari Pontianak ke Malaysia dan Brunei lebih mudah daripada kalau kami mau ke Kalimantan lainnya. Dan dari Kinabalu sendiri ada akses ke Kalimantan Timur.

Aku sendiri sudah pernah melakukan perjalanan dari Pontianak – Sambas (perbatasan) – Kuching – Tebedu – Entikong (perbatasan) saat ada acara sumpah pemuda tahun 2009 lalu.

Pingin deh suatu saat bisa melakukan perjalanan seperti peta di atas *amien*. Ada yang mau ikut? Atau ada yang tertarik buat ikutan? *lah sama deh* Hehehe…

Yang pasti mimpi itu harus dicapaikan? I hope my dream come true 🙂

Bukan Film Drama


Salah satu kebiasaan aneh aku adalah membeli film-film yang aku dengar dari orang-orang bagus tanpa membaca review terlebih dahulu. Kalau sudah dibeli, belum tentu juga aku langsung menontonnya, bisa besok *yaelah biasa lah besok* hmm, kalau gitu biasa satu minggu lagi *masihbiasairniiii*. OK!! aku ngaku biasanya udah setahun atau dua tahun baru aku nonton tuh film yang aku beli *puasss!!!* 😆

Ada satu film yang barusan aku tonton, filmnya sendiri aku udah beli sekitar ya BARU satu tahun yang lalu :mrgreen:. Ini beneran barusan, tadi setelah sholat magrib. Sambil nungguin tukang bakso langganan akupun mencari-cari film untuk ditonton. Soalnya biasanya mamang baksonya lama banget kalau diperluin. Kadang yang biasanya jam setengah 7 udah tang ting tung aja gitu, eh pas akunya pingin malah jam 8 baru nongol, malah kadang gak nongol sama sekali. Hmm,, kok jadinya ngomongin tukang bakso seh? *ok mulai fokus* #serius!!

Dan film yang aku pilih adalah, JRENGGG!!! JERENGG!!!

Jangan nilai film dari covernya, nilailah dari gambarnya!! *nahlho*

Biasanya aku kalau ngereview film di blog ini lumayan pilih-pilih. Hanya film yang fresh from the oven atau yang baru nongol beberapa hari di bioskop aja. Tapi beneran film ini ruaarrr biasa. Aku sendiri sampai paling pas nontonnya (catetan: aku sama sekali gak ada baca review tentang film ini). Jadi aku kira ini film drama. Ternyata eh ternyata ini film tentang keluarga (terus apa bedanya irni?) hehehe, tenang kok, ini drama beda. Beda banget, pokoknya beda deh. Kalau gak percaya nonton aja 😛

Jika ingin mengangkat anak, carilah dari keluarga yang baik. Kenali anak tersebut bibit, bebet dan bobotnya. Karena itu sangat penting.

Hmm, rasanya perlu penegasan dengan quote di atas sebelum aku mulai menceritakan tentang film ini. Kalau kalian suka dengan jenis film Thriller sejenis film Hide and Seek maka film ini wajib buat ditonton.

Awal ceritanya sendiri udah ‘gelap’. Seorang ibu hamil bernama Kate kehilangan bayinya pada saat dia melahirkan. Diapun terlihat frustasi setelah kejadian itu. Beberapa tahun kemudian, dia dan suaminya John memutuskan untuk mengadopsi seorang anak bernama Esther.

Lihat takeline di atas posternya? Yups, Estherlah yang menjadi biang masalah di rumah ini.

Awalnya Esther terlihat seperti anak biasa yang pandai namun mempunyai beberapa rahasia yang masih wajar buat dimaklumi. Namun lama kelamaan keanehannyapun muncul dan dia mulai merecoki rumah tangga Kate dan John. Anak kandung mereka berdua Max dan Daniel sebenarnya telah mengetahui kejahatan Esther, namun mereka takut untuk bilang kepada kedua orang tuanya karena telah diancam.

***

Bagi aku yang tidak tahu menahu jalan cerita film ini memang sangat terkejut dengan adegan demi adegan dalam film ini. Bagaimana kita disuruh menebak siapa sebenarnya Esthel dan berapa parah yang akan diperbuatnya kepada keluarga ini.

Walau ditengah cerita Esther telah mengejutkan kita dengan tindakan menyeramkannya namun kita terus dibawa kesuasana yang makin mencekam dan puncaknya adalah ketika Kate mengetahui siapa Esther sebenarnya.

Dibagian akhir cerita kita makin dibuat tegang dengan adegan film ‘yang sesungguhnya’ yang membuat kita bergidik, menahan nafas bahkan sampai menahan haru *ok ini bercanda* 😳

Pokoknya aku rekomendasikan sekali deh film ini. Dan kalau kalian emang tertarik dengan film jenis begian aku sarankan jangan terlalu banyak baca resensinya. Apalagi yang banyak mengandung spoiler. Sayang banget ntar gak dapatkan ‘kesenangan’ dari film ini secara utuh.

Sekian review dari aku. Sebenarnya bukan review-review amat seh. Cuma syok aja tadi gitu ternyata filmnya bagus. Untung DVDnya belum jamuran 😆

Maka selamat menonton 🙂

Kebodohan Saya..


Tadi pagi iseng buka cPanel hostingan. Lihat2 File Managernya. Awalnya lihat file di domain utama. Pas dilihat kok isi foldernya sama yak dengan sub domain yang aku pakai? Maka dengan sok tahunyapun aku mulai menghapus folder blog yang ada di domain utama, dan hasilnya:

Blog saya hilang saudara saudara!!

*nangisdipojokan* *panjatdinding* *bunuhdiri* *ehgakjadiah*

Jadilah sepagian ini aku sibuk ngutak-atik blognya lagi. Dan yang paling parah adalah aku gak punya backup data blog aku yang baru ini (karenakan mikirnya blognya juga baru, baru juga 7 hari, ngapain juga dibackup 😥 ).

Maka backuplah blog kalian saudaraku sebangsa dan setanah air.

Sekarang juga blognya masih belum selesai ditangangi *etapimasihsempatpostingyak* (abaikan). Gak bisa upload themes baru. Katanya gak bisa membuat folder public_html. Padahalkan udah ada foldernya? Gimana ini gimana? *kalut*

Ada yang ngerti gak? Pliss dong bantuin 😦

Bukan hanya sedih karena tulisannya ilang, tapi sedih juga dengan komen-komennya. Hmmm, aku bukan blogger yang ngejar komen seh sebenarnya, tapi yang aku sesalkan itu aku gak bisa berkunjung balik ke mereka. Nyapa sana-sini. Kan linknya udah ilang..

Semua widgetsnya juga ilang *supersedih*.

So, kalau ada blogger yang bisa memecahkan masalah ini aku berterimakasih banget *memelas*. Cukup dulu deh postingan mewek ini. Do’akan blog aku cepat pulih guys *peluk*

bye bye

The Gayus Identity


Alkisah disebuah negeri antah brantah hiduplah seorang bernama Gayus. Dia tidaklah kaya, apalagi ganteng. Namun karena kepintarannya dia bisa menjadi kaya raya bahkan wajahnya mengalahkan kepupolaritasan bintang film di negara tersebut.

Ahak, apa kabar semua? Sudah dengar berita keputusan Gayus kan pastinya. Banyak diantara kalangan yang menyayangkan hukuman 7 tahun kurungan penjara atas putusan Gayus. Katanya kuranglah untuk kasus besar seperti dia. Tapi aku sendiri seh gak terlalu terkeujut, dan jangan terkejut juga ntar kalau sebelum 7 tahun dia udah keluar 🙄

Menilik kasus Gayus ini aku membayangkan seru juga yak kalau dia dijadikan film. Secara juga film-film di Indonesia belum pernah yang mengangkat tentang mafia raksasa. Apalagi kasus gayus ini udah masuk ke ranah internasional yang melibatkan anggota CIA 😳

Nah yang film yang paling cocok dengan situasi Gayus menurut aku ya The Buorne ini. Mari kita berandai bersama-sama ❗

Jalan ceritanya:

Jadi ada seorang pengusaha besar di Indonesia yang terbelit kasus pajak untuk perusahaannya. Karena gak mau bayar pajaknya, jadilah dia bertemu dengan Gayus sang pegawai pajak. Gayus yang sebenarnya orang biasa-biasa ini kemudian digembleng dan diajarkan cara-cara jitu oleh mafia tersebut. Dia diajarkan cara melarikan diri, cara menyamar dan cara berbicara kepada khalayak ramai.

Bukan cuma diajarkan, namun Gayus juga dijadikan senjata agar orang teralihkan, bukannya melihat sang mafia, namun orang-orang hanya terus melihat Gayus. Agar Gayus ‘kuat’ diapun diberikan harta yang melimpah. Namun lama-kelamaan akhirnya Gayus sadar bahwa dia hanya boneka.

Semenjak itu Gayuspun mulai berkoar-koar kepada banyak orang. Namun karena kecerdikan sang mafia, Gayuslah yang terus menjadi sorotan. Ucapan-ucapannya tak terlalu diperdulikan. Bahkan sang mafia terus melebarkan sayap kepetugas-petugas terkait.

Karena sikap Gayus tersebut sang mafiapun merasa Gayus tidaklah diperlukan lagi. Akhirnya Gayus dibuang untuk dibunuh kelaut lepas. Namun ternyata ada sekelompok orang yang membantu Gayus sehingga dia tidak mati agar suatu hari dapat mengungkapkan kembali kasusnya. Diapun terdampar disebuah pulau terpencil dengan kondisi lupa ingatan. Di sana dia diberi identitas baru bernama Sony Laksono dan mempunyai berbagai passport dari berbagai negara.

Gayus yang tidak mengingat apa-apa mulai menjalani hidupnya dengan sisa-sisa apa yang diberikan kepadanya. Namun lama kelamaan gerak-geriknya terbaca oleh sang mafia dan Gayuspun kembali diincar.

——————————————————————————————————————————————–

Nah, bagaimana dengan ceritanya? Seru kan? Bahkan aku bisa membayangkan para seneas Indonesia bisa membuat yang jauh lebih keren daripada The Buorne yang asli :mrgreen:

Diluar semua itu, bukannya tidak perduli, tapi aku tidak ingin repot-repot memikirkan masalah Gayus ini. Toh negara ini emang udah ribet dari sananya kok. Kasus Gayus ini hanyalah kasus kecil yang dibesar-besarkan untuk menutupi kasus yang lebih besar.

Bukannya gak bisa dituntaskan seh, menurut pendapat aku pemerintah sendiri yang gak mau kasus ini dituntaskan. Kalau mereka udah gak semangat, untuk apa kita pusing-pusing mikirinnya. Yang penting masyarakat Indonesia masih bisa makan 2 kali sehari menurut aku. Toh kalau uang 100M milik Gayus itu dikembalikan ke negara belum tentu juga rakyat kita bisa merasakannya. Ujung-ujungnya sama-sama aja. Gini-gini juga.

Yak, nikmati sajalah hidup di Indonesia ini 😆

Pasir Panjang Singkawang


Kemaren baru jalan-jalan lagi ke Singkawang. Gak ke kotanya seh, tapi cuma ke pantainya. Karena pilihan pantai di Singkawang ini banyak banget, akhirnya milih Pasir Panjang untuk jadi tujuannya. Alasennya seh sebenarnya simple, karena Pasir Panjang ini pantainya luas banget dan gak akan buat bosan biar udah diulang-ulang perginya. Lagian kemaren juga ngajakin salah seorang teman yang gak pernah sama sekali ke Singkawang. So, gak pernah ke pasir panjang saat ke Singkawang? Wah, dipertanyakan lagi deh 😆

Udah milih pasir panjang sebenarnya kita disuruh untuk memilih lagi. Mau pasir panjang 1, pasir panjang 2, atau pasir panjang 3, nah lho! 🙄 Ketiganya sebenarnya sama aja menjadi satu kesatuan. Tapi masuknya itu yang beda. Pasir panjang satu lebih ke pantainya yang luas dan lebih banyak pengunjungnya. Pasir panjang dua ada batu-batu yang asyik buat foto-foto sedangkan pasir panjang 3 lebih sepi.

Tapi sebenarnya sama aja seh. Kami memutuskan masuk dari pasir panjang 1, tapi akhirnya maen di pasir panjang 2 karena dari dalam emang udah gak ada bedanya. Kalau mau jalan sejauh-jauhnya juga gak masalah (baca= gak bayar lagi 😆 ).

Liburannya seru, disaat beberapa hari yang lalu cuaca Pontianak kurang bersahabat karena selalu hujan, pas Minggu kemaren cuacanya malah enak. Teduh, gak panas tapi gak hujan juga yang membuat kami bersembilan bersemangat jalan-jalan di tepi pantai dan bermain pasir.

Selain buat liburan sebenarnya ini juga acara jalan-jalan buat perpisahan buat teman-teman kuliahku. Gak kerasa banget ternyata kami udah 4 tahun lebih sama-sama. Udah banyak yang lulus dan banyak yang akhirnya bekerja dan meniti karir di luar Pontianak.

Gak tahu juga kapan bisa sama-sama kayak gini lagi. Moga-moga aja ada lagi waktu-waktu buat kami kumpul-kumpul lagi, seneng-seneng lagi sama-sama.

I Love u all guys..

The Magic Thief


Wah udah lama neh gak nulis tentang buku. Berhubung udah masuk ke tahun 2011 dan aku punya resolusi untuk satu bulan punya satu buku (kalau bisa lebih) maka dimulailah aku membeli buku bertemakan fantasi untuk buku pertama aku ditahun 2011 ini.

Kenapa milih buku ini?

Sebenarnya aku sama sekali gak ada baca referensi untuk membeli buku ini. Pas di gramed dan berniat beli satu buku ya random aja gitu gambilnya. Alasan pertama seh karena ceritanya yang emang fantasi. Karena aku sangat suka sama gendre fantasi. Dan setelah aku baca ternyata ceritanya bagus juga.

The Magic Thief adalah novel yang bercerita tentang dunia sihir, namun penggambarannya sangat berbeda dengan sihir-sihir sebelumnya yang membuat kita mempunyai pandangan lain dari dunia ini. Dari segi pemilihan kata novel ini terasa ringan dan enak untuk dibaca baik itu bagi anak-anak dan juga remaja maupun dewasa.

Di dalam novelnya kita juga akan diberikan peta kota di mana setting cerita ini berlangsung yang bisa makin membuat kita membayangkan dengan baik arah ceritanya karena praktis kota yang dibuat murni fantasi (bukan kota nyata seperti London atau NewYork).

Untuk menguatkan karakter-karakter yang ada di dalamnya, Sarah Phineas sang penulis juga menambahkan profil dari karakter masing-masing yang masuk kedalam bukunya.

Yang lebih menarik adalah selain menulis dari sudut pandang dua karakter utamanya, Sarah Phineas juga memasukkan simbol-simbol unik yang bisa kita baca dengan bantuan kamus yang ada dibelakangnya. Ide yang briliant menurut aku 🙂

Ceritanya sendiri menggambarkan seorang anak bernama Connwaer, seorang gelandangan, pencuri dan pembuka kunci yang tinggal di Kota Wellmet, sebuah kota yang dibagi menjadi 3 wilayah utama dan sangat kental dengan sihirnya. Namun belakangan tingkat sihir di Wellmet terasa sangat berkurang membuat beberapa orang khawatir dengan hal ini.

Suatu malam Conn yang kelaparan secara tak sengaja bertemu dengan Nevery dan mencuri batu sihir milik Nevery. Yang aneh adalah dia tidak mati atau sakit ketika memegangnya yang membuat Nevery tertarik untuk mengambilnya dan menjadikannya murid sihir. Namun ada syaratnya, Conn harus mencari batu sihirnya sendiri dalam waktu 30 hari.

Selama masa pencariannya Conn yang tinggal di rumah Nevery belajar banyak tentang dunia sihir dan mulai membuka fikiran-fikirannya tentang sihir yang banyak diantaranya tidak diterima baik oleh bahkan Nevery sendiri. Namun Conn tetap yakin dengan pemikirannya dan berusaha untuk membuktikan itu.

Karena penggambarannya yang memakai sudut pandang orang pertama, maka ketika membacanya kita akan dibawa kepada fikiran-fikiran Conn yang unik dengan plot detail yang tertata dengan rapi.

Aku sendiri seh sangat menyukai novel ini sebagai alternatif pilihan novel-novel fantasi. Lagian novel ini juga membuka pemahaman baru kita bahwa sihir bukan hanya sekedar lafalan mantra ruet yang dilakukan dengan melambaikan tongkat, namun lebih jauh. Sihir adalah bagian dari alam ini di mana kita yang menjadi subjek apakah ‘mereka’ memilih kita atau tidak.

So, bagi yang suka dengan novel bergendre fantasi dan sihir-sihiran, novel ini layak menjadi alternatif bacaan disaat lenggang.

Dan selamat membaca 😀

Perubahan zodiak..


Apa yang pertama kali ada difikiran kalian jika mendengar kata zodiak? Kalau aku pribadi seh langsung berfikir tentang tanggal lahir dan segala macam ramalan-ramalan yang banyak berseliweran di media-media.

Zodiak juga kadang menjadi jati diri kita, tak sedikit orang membanggakan zodiaknya ketika seseorang menuturkan tentang karakternya. Misal seperti aku yang berzodiak Leo kadang aku dengan bangganya bilang aku ini pemberani dan bertindak tegas karena karakter singaku 😳

Namun beberapa waktu yang lalu seorang profesor di bidang astronomi bernama Profesor Parke Kunkle meliris zodiak up date zodiak baru yang banyak diantaranya membuat zodiak-zodiak kita berubah. Perubahannya lumayan drastis juga karena dia ada menambahkan zodiak baru bernama Ophiuchus yang diletakkannya diantara scorpio dan Sagitarius. Daftar lengkapnya bisa dilihat di bawah ini:

  • Aquarius  : 17 Februari-11 Maret
  • Pisces    : 12 Maret-18 April
  • Aries     : 19 April-13 Mei
  • Taurus    : 14 Mei-21 Juni
  • Gemini    : 22 Juni-20 Juli
  • Cancer    : 21 Juli-10 Agustus
  • Leo       : 11 Agustus-16 September
  • Virgo     : 17 September-30 Oktober
  • Libra     : 31 Oktober-23 November
  • Scorpio   : 24 November-29 November
  • Ophiuchus : 30 November-17 Desember
  • Sagitarius: 18 Desember-20 Januari
  • Capricorn : 21 Januari-16 Februari

Aku sendiri lahir pada tanggal 21 Agustus (klo yang mau kasih kado silahkan :mrgreen: ) jadi zodiak aku tetap, hehe. Tapi bagaimana dengan orang-orang yang pasti banyak berubah. Seperti temanku yang selalu bangga dengan zodiaknya yang Libra dengan segala kebijaksanaannya memutuskan sesuatu atau teman aku yang lainnya bernama Sagitasrisman karena lahir diakhir  bulan November (BTW sekarang akhir november itu Scorpio). Jadikan kalau berubah aneh sendiri lihatnya.

Tapi yang aku fikirkan adalah bahwa perubahan zodiak itu hanyalah berlaku untuk anak-anak yang lahir sekarang. Kalau yang lahirnya dulu ya tetap aja dengan zodiaknya yang dulu, gak usah dirubah-ubah. Namun jika difikirkan lebih jauh ntar kalau kita bilang kita berbintang Libra tapi lahirnya 18 Oktober aneh juga yak! :rool:

Ya pada akhirnya kita emang gak akan bisa mundur dengan segala perubahan yang ada dizaman sekarang, tapi dilain pihak dari dalam kita sendiri juga gak bisa menerima perubahan secara drastis. Ujung-ujungnya ya hati tetap yang lama tapi fikiran harus maju kedepan. Nikmatin saja lah 😀

sumber : detik.com

UPDATE 18 Januari 2011

Ternyata setelah banyak orang yang membicarakannya, zodiak itu sebenarnya gak berubah. Ini dikarenakan perbedaan antara Astrologi dan Astronomi. Zodiak sendiri mengacu pada ilmu astrologi yang lebih kepada melihat musim di dunia barat (panas,semi,dingin,gugur) dan kemudian dipecah lagi menjadi 12 zodiak.

Sedangkan astronomi lebih kepada rasi bintang yang ternyata rasi bintang di dunia ini berjumlah 88 buah. Kalau Ophiuchus dimasukkan kedalam zodiak, maka harusnya 88 rasi itu harus dimasukkan juga.

So, bagi yang gak rela zodiaknya berubah bisa berlega hati deh :mrgreen: