My 2018 Resolution: The Big Year


Tahun 2018 sebenarnya mempunyai momok tersendiri buat aku. Yak, selama ini, aku selalu merasa diri aku masih muda karena masih berumur 20an. Sebagai anak kelahiran 88, dengan dikelilingi oleh teman teman kantor yang usianya terpaut jauh lebih tua dari aku, aku selalu merasa sangat berenergik dan bersemangat dalam hal usia. Tapi, mau tidak mau, suka tidak suka, tahun 2018 akan datang juga. Bahkan sekarang tinggal menunggu hari. Tahun di mana usia si Irni akan berubah dari “anak” umur 20an menjadi ibu (muda) umur 30an. Hiks! πŸ˜ͺ

Tidak mau bersedih hati, terlena dan muram meratapi umur yang gak bisa direset lagi, aku harus mengisi tahun 2018 dengan langkah besar. Aku harus melakukan sesuatu yang bisa aku kenang sampai bisa aku ceritakan setidaknya selama 9 tahun ke depan hingga usia aku menginjak 40 nanti. Seperti yang aku lakukan pada saat aku menginjak umur 20, di mana aku membuat terobosan besar dalam hidupku untuk pertama kalinya jauh meninggalkan rumah dan naik pesawat (iya loh, si Irni baru pertama kali naek pesawat umur 20 tahun >.< ). Aku juga perlu melakukan hal besar lainnya di tahun 2018 mendatang. Diumurku yang akan menginjak 30 tahun.

Akan ada tiga resolusi besar yang aku rencanakan di tahun 2018. Tiga resolusi besar yang harus aku rencanakan dengan sangat matang dan penuh kesiapan yang sangat ekstra.

Rehab Rumah

Aku tuh beli rumah yang aku tinggalin sekarang dari tangan kedua, yaitu seorang teman satu kantor aku di Dinas Kesehatan dulu. Rumahnya kecil banget, cuma bertipe 45 tanpa pagar. Sebelum menempatinya, aku sudah menambah sedikit dibeberapa bagian plus bangun pagar. Sampai sekarang seh rasanya masih ok ok aja dengan rumah kecil itu. Apalagi kami cuma tinggal bertiga. Rumah kecil itu sama dengan beresin rumah juga simpel, dan aku sangat suka itu.

Tapi, setiap hari ada aja kita beli barang baru yang membuat kita udah perlu space lebih besar lagi. Belum lagi rencana ketiga (di bawah) yang rasanya sebelum melaksanakannya, aku sudah harus membereskan masalah rehab merehab rumah ini.

Awalnya, niat untuk membesarkan rumah sudah aku rencanain sepulang dari liburan ke Korea kemaren. Tapi namanya si abang itu kalau akhir tahun sibuknya udah gak ketulungan banget. Pergi pagi, pulang udah jam 9-10 malam, kadang malah hampir tengah malam yang membuat kita membatalkan rencananya. Kita niatin lagi untuk rehab rumah di tahun depan. Bismillah aja deh, semoga bisa terlaksana. Soalnya kalau gak, rasanya gak ada waktu lagi kalau rencana ketiga kita diaminkan Allah.

Traveling ke Benua Baru

Yak, tahun 2018 adalah tahun yang pas bagi aku untuk memulai langkah baru dalam dunia traveling aku. Jika selama ini aku berkutat hanya berpergian disekitaran Negara Asean dan Asia Timur, untuk kali ini aku mau berbeda. Kalau selama ini aku selalu bilang, pada umur 20 tahun untuk pertama kalinya aku naik pesawat terbang, aku ingin tahun tahun mendatang bilang: pada umur 30 tahun, untuk pertama kalinya aku menginjakkan kaki di Benua yang berbeda. Dan benua yang aku pilih untuk melaksanakan resolusi aku adalah AUSTRALIA. Iyak! Tahun depan In Shaa Allah irni mau ke Aussie πŸ˜† Perginya juga bertepatan dengan bulan di mana aku akan merelakan umur 20an ku menjadi 30, di bulan Agustus. Yeay!

Awalnya suami hanya merelakan si irni merayakan ulangtahun ketigapuluhnya sampai di Perth. Tapi setelah dipujuk pujuk dengan cinta 😝 akhirnya mau juga dia ngajak istrinya ini mengunjungi Sydney juga. Aaahhh, si irni jadi gak sabar pengen umur 30. Biar cepet cepet bisa ke Sydney πŸ˜† *kemudian teringat lagi umur sudah semakin tua*

Merencanakan Kehamilan

Iya, si Irni mau program hamil lagi tahun depan πŸ˜†

Sebenarnya, aku maju mundur untuk memiliki anak kedua ini. Dulu, waktu baru hamil si K, aku berencana kalau K berumur 3 tahun aku bakalan melepas KB dan melahirkan sebelum umurku 30 tahun. Tapi rencana hanya sekedar rencana. Aku sangat galau tentang mengasuh anak setelah si K lahir. Bagaimana aku harus berjuang untuk memberikan ASI eksklusif untuk K (yang hanya bisa aku lakukan sampai umur K 1 tahun 7 bulan). Bagaimana aku harus bangun setiap malam untuk menyusui K sampai umurnya hampir 3 tahun. Bagaimana aku harus mengurusnya sendirian di rumah dikala papanya harus kerja lembur. Mungkin itu bukan sesuatu yang wah bagi sebagian orang, tapi untuk aku yang sedari kecil tidak mempersiapkan diri untuk itu, mengurus anak (apalagi sendirian di rumah tanpa orangtua atau ART) itu sangat menguras energi.

Setelah umur K 3 tahun, aku rasanya baru mulai bernafas lega. K udah gak ASI lagi yang membuat ritme tidurku jadi mulai membaik lagi. Setelah K lepas ASI rasanya tubuh aku lebih segar loh daripada biasanya, dan aku sangat suka dengan hal itu. Selain masalah ASI, mengurus anak itu mulai menyenangkan diumur 3 tahun ini loh. Aku bisa beberes rumah tanpa khawatir dengan si K yang lagi maen-maen sendiri. Aku udah bisa mandi dengan tenang berlama-lama sambil anaknya nonton TV. Aku kadang juga bisa nulis blog (walaupun masih digangguin) di rumah! Ah, betapa bahagianya punya anak umur 3 tahun itu. Kebahagian yang membuat aku takut untuk memulai ritme lama untuk mengasuh bayi lagi >.<

Sempat kepikiran dan ngobrol dengan abang gimana kalau kita punya anak 1 aja gak usah nambah lagi. Udah enak banget hidup bertiga dengan K. Tinggal kita fokuskan hidup kita ke K aja selesai masalah, tanpa harus mencabangkan fikiran ke mana-mana lagi. Si abangpun ok-ok aja kalau emang keputusan aku untuk mempunyai satu anak udah mantap. Etapi suatu saat K tiba-tiba ngomong kalau dia pengen punya adik cowok. Awalnya kita fikir ah palingan dia ngomong selintas aja yak, dan besok besok udah lupa πŸ˜› Tapi ternyata gak loh! Dia terus ngomong pengen punya adik cowok sampai sekarang. Bahkan beberapa waktu yang lalu dia sudah menyiapkan nama untuk adeknya! Kadang pas kita lagi di rumah neneknya dan dia berebut maenan sama sepupunya yang masih bayi aku suka becandain: gimana mau punya adek kalau gak mau berbagi maenan sama zia? Eh dianya bales jawab dengan muka lempeng: kalau sama adek, dia mau berbagi, kalau sama zia dia gak mau πŸ˜†

Akhirnya, hasil diskusi aku dengan si abang suami, kita akan merencanakan hamil lagi. Dan karena aku gak mau sudah tua masih hamil (apalagi mengurus bayi), maka tahun depan adalah waktu yang paling pas untuk memulai rencana itu. Untuk kelancaran resolusi ini, aku harus mempersiapkan diri banget. Terutama masalah kesehatan. Untungnya, aku menemukan multivitamin yang cocok untuk menyukseskan resolusi si irni Theragran-M.

Gak enak kan yak lagi sibuk-sibuknya ngeberesin urusan rehab merehab rumah eh kita jatoh sakit. Atau lagi mempersiapkan liburan eh gak enak badan, pasti nyebelin banget kan yak! Nah, Theragran-M ini cocok banget untuk kita yang sybuq banget tapi gak mau sakit (ya iya lah Niee, mana ada orang yang mau sakit πŸ˜› ), karena memiliki beberapa keunggulan, antara lain:

  • Theragran-M sudah diresepkan oleh para dokter selama 40 tahun (sejak tahun 1976).
  • Kombinasi Multivitamin (Vit A, Vit B, Vit C, Vit D, Vit E) dan Mineral esensial (seperti Magnesium dan Zinc) di dalam Theragran-M terbukti meningkatkan, mengembalikan dan menjaga daya tahan tubuh, serta Vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan.
  • Cocok untuk masa penyembuhan berbagai jenis sakit yang membutuhkan dukungan daya tahan tubuh yang maksimal.
Komposisi Theragran-M

 

Komposisi Theragran-M ini lengkap banget kan yak. Mulai dari vitamin (A, B1, B2, B3, B5, B6, B12, C, D3, E) sampai mineral iodium, besi, tembaga II, Mangan II, Magnesium dan Zinc. Kayaknya cocok banget neh nanti untuk habis melahirkan yang pastikan kelelahan banget. Udahlah kelelahan, emak gak boleh sakit lagi! Kalau sakit jangan lama-lama! Ntar anak sama siapa! πŸ˜›

So, itulah resolusi tahun 2018 si irni. Kalau kalian resolusinya apa? Yuks di shared yuks :mrgreen:

***

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.

Autumn Trip [Korea] : Everland


Sebelum baca tulisan ini, baca juga cerita sebelumnya di #Autumn trip Korea Selatan si Niee yak :mrgreen:

  1. Autumn Trip [Korea] : Preview
  2. Autumn Trip [Korea] : Perjalanan ke Korea
  3. Autumn Trip [Korea] : Busan
  4. Autumn Trip [Korea] : N-Seoul Tower, Itaewon dan Myeongdong Street
  5. Autumn Trip [Korea] : Everland
  6. Autumn Trip [Korea] : Gyeongbokgung Palace dan Cheonggyecheon Stream
  7. Autumn Trip [Korea] : Coex Mall, Bukchon Hanok Village dan Dongdaemun Design Plaza
  8. Autumn Trip [Korea] : Nami Island
  9. Autumn Trip [Korea] : Pulang ke Pontianak

***

Pas kita ngerencanain ke Korea, kita udah niat bener akan ada satu hari khusus untuk ngajak si K maen-maen ke tempat bermain gitu. Pilihan awalnya sebenarnya lebih mengarah ke Lotte World, tapi setelah aku browsing lebih dalam ternyata di Seoul ada juga Theme Park Outdoor gitu, dan pas aku buka websitenya mirip-mirip dengan Disneyland gitu lah πŸ˜› Jadilah aku lebih milih Everland ini daripada Lotte World.

Kita seh orangnya gak ngoyo yak, maennya ditargetkan palingan 3 jam aja. Makanya kita turun dari hotel jam 10 waktu Seoul dengan asumsi (menurut beberapa blog yang ada) untuk pergi ke Everland itu memerlukan waktu 1,5 – 2 jam. Jadi asumsi kita bakalan sampai jam setengah 12, makan terus maen deh sampai jam 4an. Tapi ternyata untuk menuju ke Everland itu JAUH JAUH BANGET saudara-saudara! Dari hotel jam 10, bener-bener sampai di depan pintunya itu baru jam 1an! Si Irni teler!!! Si abang langsung bilang, ntar kalau nulis di blog jangan lupa bilang kalau Everland itu SANGAT AMAT JAUH! Dari jam 4an udah pengen balik lagi, jadinya kita balik udah jam 7an (ditambah si K betah banget maen di sana) dan sampai di hotel lagi udah jam 10an malam aja >.<

jalur irni menggunakan subway dari hotel ke Everland
Transfer to Yongin Ever Line at Giheung Station on Bundang Line!
  • – It takes 30 minutes from Giheung Station to Jeondae Everland Station (last stop) on Yongin Ever Line.
  • – You can take the shuttle bus (free of charge) from Yongin Ever Line and go to Everland or Caribbean Bay.
  • – Ever Line operation hours 05:30~23:30

Lihat deh jalur aku untuk menuju ke Everland dari hotel. Kelihatannya seh gak seberapa yak. Tapi beneran loh ini sangat-sangat jauh. Manalah kalau udah masuk ketepian kota dan luar kota antara satu stasiun dengan stasiun satunya kan jaraknya jauh yak. Kalau dalam kota cuma 3km aja udah sampe ke stasiun berikutnya. Ini kalau udah keluar kota jarak antar stasiunnya bisa sampai 15km aja loh. Belum lagi pindah-pindah jalur subway. Belum lagi pas udah mau sampai eh kita disuruh keluar karena ada permasalahan keretanya jadi harus nunggu sampe 15 menit untuk mendapatkan kereta selanjutnya. Sungguh-sungguh pengalaman yang “mengesankan” πŸ˜› Bahkan rasanya lebih melelahkan daripada pas kita pindah dari Busan ke Seoul yang cuma perlu waktu total 2,5 jam aja tapi santai karena gak bolak balik ganti stasiun loh!

Kenapa gak pake bus aja? Sebenarnya seh ada juga mikir pake bus. Pake bus di Seoul itu lumayan merepotkan, dan kita baca-baca juga bisa kena macet aja gitu loh yang membuat waktu tempuhnya jadi lebih gak pasti! Ditambah lagi kalau naek bus aku suka mabok kan yak πŸ˜› jadilah kita memutuskan untuk naek subway aja lah yang pasti-pasti dan aman :mrgreen:

Tapi, walaupun amat sangat jauh yang membuat kita membatalkan satu itinerary kita yaituΒ Korean Folk Village (karena lokasinya deket dengan Everland, dan kita gak mau mengulang bepergian lagi dengan rute sejauh itu lagi) pada dasarnya Everland emang menyenangkan kok. Sama deh seperti Theme Park pada umumnya dan emang mirip mirip dikitlah dengan Disneyland πŸ˜›

Karena pas kita datang Everland lagi mengusung tema Halloween, jadilah si K bilang dia lagi di rumah Halloween, hahaha. Maksud Halloween ini bagi si K itu adalah pumpkin yang ada wajahnya loh. Karena kalau ada Halloween ini bakalan ada temen-temennya yang scary katanya semacam ghost, witch, monsters, dan lain sebagainya. Emang rada aneh ya pemikirannya, hahaha. Tapi aku gak tertarik juga menjelaskannya seh tentang Halloween, jadi biar aja si K tetep mikir pumpkinnya namanya Halloween πŸ˜›

Belajar dari pengalaman di Disneyland yang akhirnya kita cuma ngabisin waktu untuk nyari karakter, setelahnya jika ke Theme Park lagi, kita emang lebih fokus untuk bermainan permainannya. Apalagi si K umuran segini udah ngerti banget kalau diajak maen, dan dia ternyata seneng banget bermain di Theme Park seperti ini. Sepertinya harus direncanakan minimal setahun sekali neh buat ke Theme Parknya *kasih proposal ke suami* πŸ˜›

Kita fokus maen di Magicland karena rata-rata permainannya udah bisa dimaenkan si K yang tingginya 1m dan umurnya 3 tahun (biasanya kita bilangnya 4 tahun seh biar bisa masuk, kan 2 bulan lagi juga 4 tahun πŸ˜› ) Dari beberapa permainan yang dimainkan si K, cuma 2 permainan aja yang difoto, itupun karena permainan ini aku gak ikutan jadi bisa fotokan si K. Kalau aku ikut maen buat nemenin si K pasti gak difotokan si abang suami >.<

Waktu kita lagi keliling nyari permainan lagi, eh kok ya pas panget kita ketemu dengan parade dan paradenya bener-bener baru mulai. Gak seperti waktu di Disneyland yang kita nungguin paradenya 30 menit sebelumnya, ini kita gak perlu nunggu langsung dapat.

 

 

Si K bener-bener beruntung deh di Everland ini. Semuanya dimudahkan. Waktu yang cuma sedikit itu (kurang lebih 5 jam aja di everland) bener-bener efektiv banget, jadi gak ada yang terbuang sia-sia. Bahkan makan yang biasanya membuang banyak waktu kita bisa selesai kurang dari 1 jam aja πŸ˜€

Ini dia beberapa permainan yang si K mainkan di Everland:

Kingdom of Car

Jadi kayak ada track gitu yang isinya mobil-mobil yang akan dinaiki oleh anak-anak. Anaknya gak gerakin mobilnya seh jadi mobilnya jalan sendiri. Tracknya juga cuma track kecil, anak-anak gak perlu didampingi dipermainan ini. Si K awalnya rada takut karena harus maen sendiri, tapi setelah maen anaknya kesenangan :mrgreen:

Flying Elephant

Ini maennya aku temenin. Tapi dasar si K, maunya maen tinggi-tinggi banget, jadi kalau turun dia tereak FLYING! Hahaha.

Dragon Coaster

Permainan semacan roller coaster versi mininya. Tapi untuk ukuran anak 3 tahun gak mini-mini juga seh menurut aku. Awalnya aku ragu mau naikin si K ini. Tapi anaknya mau, ya udah hayuk aja deh aku temenin. Dan apa yang terjadi saudara-saudara? Si K kesenangan banget! Dia tereak-tereak disepanjang permainan sambil tertawa. “Permainannya sangat-sangat keren!” kata si K sambil kesenangan. Udah gede boleh lah ya si K diajakin naek roller coaster yang beneran πŸ˜›

Lily Dance

Kita cuma naek ke tempat yang berbentuk bunga lily terus diputer-puter gitu seh. Tapi si K seneng karena katanya ini seperti waktu dia maen ke rumah Hello Kitty kemaren. Aku takjub seh si K masih inget pas kita jalan-jalan ke Hongkong dan Johor Bahru. Soalnya emaknya gak ada memori sama sekali waktu masih balita, hahahaha.

Play Yard

Semacam taman bermain gitu di outdoor yang ada seluncuran yang merupakan permainan kesenangan si K ini, hahaha. Tapi sayangnya lantai di sini dibubuhi sama pasir, jadi baju si K rada kotor >.<

Royal Jubilee Carousel

Ini si K kurang excited seh, soalnya di mall juga sering maennya. Cuma bedanya ini lebih gede aja πŸ˜› Masih ada beberapa permainan si K yang dimaikan, tapi si akunya lupa, hahaha.

 

 

Main di Theme Park ini bener-bener gak merasa waktu yak, baru aja sampai eh udah malam aja. Padahal niatnya cuma 3 jam eh udah 5 jam lebih aja πŸ˜› Mau pulang ngebayangin rute yang melelahkan itu jadi lemes lagi. Tapi tetep dong yak kita harus pulang. Jalan-jalan di Seoulnyakan belum selesai :mrgreen:

Pada dasarnya kita seneng banget di Everland ini. Tapi kalau kita ke Seoul lagi, kayaknya aku nyerah deh buat ke sini lagi πŸ˜› Mending kita ke Lotte World aja deh K ya, paling gak itu di Mall dan di tengah kota, jadi pastinya deket lokasinya, hahaha.

Sampai jumpa di Seoul, bye!

Weekend Story : Pentas Seni K


Sepertinya aku udah jarang banget update tentang kegiatan aku dan si K sehari-hari yak. Karena aku merasa kok ya kegiatan kita rutin aja gitu, jadi gak ada yang bisa diceritakan. Padahal mah dulu, cerita kecil aja bisa dijadikan bahan satu postingan yak. Entah sekarang kenapa kok ya nulisnya udah susah, hahaha.

Nah, mumpung minggu kemaren kegiatan kita rada beda dari minggu-minggu sebelumnya, yuks mari kita cerita tentang kegiatan weekend aku, abang dan si K yak :mrgreen:

Beberapa minggu yang lalu, pas aku jemput si K dari sekolah seperti biasanya, Miss nya K nyamperin buat ngasih tahu kalau awal desember nanti akan ada Pentas Seni di sekolahnya K. Untuk kelas K sendiri, mereka bakalan nari Peguin yang udah beberapa kali disiapkan dan dilatih. Mulai dari pemberitahuan itulah jadi banyak rentetan lainnya. Seperti mama-mama yang lain yang ngasih ide buat beli baju kaos barengan, terus nentuin konsep anak-anak akan pake bawahan apa, hingga akhirnya terciptalah konsep: kaos, tutu/celana, dan kaos kaki warna orange layaknya peguin kecil. Aku sendiri gak ikutan mama-mama itu seh. Dan sebenarnya aku sama sekali gak ada kenal sama orang tua dari kelasnya si K >.< Bukannya gak mau kenal seh, lah wong ke sekolahnya si K cuma anter dan jemput aja kapan bisa kenalnya? Mulai komunikasi lancar dengan Miss nya si K juga karena mereka yang buka obrolan dulu. Kalau gak mah boro-boro mau bertanya kondisi anak di sekolah πŸ˜› Jadi aku bersyukur sekolahnya si K pas banget untuk emak-emak gak pedulian macam aku πŸ˜›

Semenjak tahu bakalan akan ada performance juga, aku beberapa kali tanyain si K tentang hal ini. Pertama kali ditanyai soal performance, yang ada malah terjadi percakapan seperti ini:

Mama : “Katniss, mama denger kamu mau performance dancing peguin ya di sekolah?”

Katniss : “Iya”

Mama : “Mama sama papa datang ke sekolah katniss ya buat nonton katniss performance?”

Katniss : “Kalau mama sama papa datang, Katniss gak mau dancing!”

Mama : *tertegun*

Pas jawaban si K kayak gitu, aku langsung terdiam loh. Soalnya gak tahu mau berkata apa-apa lagi, hahahaha. Kirain si K dibilangin mama papanya mau datang ke sekolah dia bakalan seneng gitu, ternyata jawabannya sungguh di luar dugaan πŸ˜›

Akhirnya minggu-minggu setelahnya, aku dan si abang nyari-nyari cara untuk membujuk si K biar dia mau untuk ditonton sama kita. Mulai dari cerita kalau si A temennya bakalan ditemenin mama papanya. Sampai ngasih tahu ke Miss nya kalau si K ini mungkin bakalan gak mau nari kalau kita tonton >.<

Untungnya, pemberitahuan performancenya ini rada lama, jadi sejalan waktu berlalu akhirnya, tanpa disadari si K, dia mau juga ditonton emak bapaknya *terharu* hahahaha. “Katniss nari di atas, nanti mama papa di bawah aja ya sama mama papa si A-B-C *nama temennya disebutin satu-satu”. Ok deh Katniss :*

*btw kok pas acara ini foto dan video yang aku ambil pada blur dan goyang semua yak πŸ˜₯ *

Hari H pun tiba. Dan tiba-tiba aja ada acara di kantor si abang di mana dia harus mempersiapkan acara itu >.< Jadilah rencananya berubah. Aku dan si K bakalan ke sekolah dulu dianterin si abang. Terus si abang bakalan ke kantor dulu sampai si K mau tampil (yang aku gak tahu juga jadwal tampilnya si K ini jam berapa) baru ke sekolah lagi. Untungnya abang tiba tepat sebelum pertunjukan si K mulai.

Katniss ini bukan anak yang pemalu ya pada dasarnya, tapi kalau dia berada disituasi yang baru selalu aja dia suka gigit jarinya dulu. Sama juga pas tampil di sini. Sama temen-temennya masih ada gigit jari πŸ˜› Tapi pas udah pedenya mulai dateng, udah deh yang ada loncat-locat terus dipanggung, hahahaha.

Seperti kata Miss nya, katniss termasuk anak yang paling hapal gerakan tarinya. Pantesan dia langsung dikasih barisan paling depan dong. Tapi, diantara gerakan tari yang dia lakukan selama 3 menit itu, ada satu gerakan yang paling dia suka dan selalu dia ceritakan berulang-ulang. Apalagi kalau bukan gerakan: MENUNDUK! Eh, iya loh, dia paling suka dan heboh karena disuruh hormat kepada penonton gitu, hahahaha, gak banget yak.

Setelah semua penampilan selesai, anak-anak baru boleh diambil sama parentsnya dari ruang jemputan. Pas ketemu si K coba tebak apa yang dia bilang pertama kali? “MAMA GAK TEPUK TANGAN!” Eh iya loh, aku terkejut ternyata itu yang difikirkan si K disepanjang sisa acara setelah dia tampil. Emang seh ya, aku sibuk sama kamera dan HP (yang dapetnya juga gak ada yang bagus >.< ) jadi lupa buat ngasih tepuk tangan buat si K πŸ˜₯ Etapi sebenarnya aku disepanjang acara ngacungin jempol loh ke si K. Tapi anaknya tetep gak mau dan maunya dikasih tepuk tangan πŸ˜›

Ya udah, karena kejadian ini, nanti perpisahan tahun ajaran baru, kalau K performance lagi, aku bakalan duduk di depan (biar dapat fotonya keren πŸ˜› ) dan bawa tripot (biar videonya gak goyang, hahaha) dan memberikan tepuk tangan yang meriah buat si K :*

Terbang dengan Wings Air dan Nikmati Pantai-Pantai β€œManise” Ambon


Kekayaan bahari dan gugusan pulau-pulau di sekitar Maluku menjadi salah satu daya tarik wisata di Ambon. Tentu saja, tidak ketinggalan pantai-pantai cantik yang ada di sekitarnya. Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Ambon pun kini bisa sampai kesana dengan mudah.

Berbagai maskapai penerbangan seperti Wings Air, Lion, Citilink, dan Garuda adalah beberapa maskapai penerbangan yang melayani perjalanan menuju Ambon. Khusus Wings Air, makapai penerbangan yang berada di bawah naungan grup Lion ini, baru saja membuka rute perjalanan menuju Ambon.

Salah satu rute baru adalah perjlanan dari Manado menuju Ambon. Jadi, jika wisawaan sedang berlibur di Indonesia Timur dan ingin melakukan perjalanan untuk melihat pantai-pantai cantik di Ambon kini bisa lebih cepat tanpa harus melalui perjalanan darat, yang pastinya melelahkan juga.

Nah, bagi wisatawan yang masih penasaran seperti apa cantiknya pantai-pantai di sekitar Ambon, berikut beberapa pilihannya.

  1. Berlayar di laut lepas melalui Pantai Natsepa

sumber:indonesiakaya.com

Pantai Natsepa yang terletak di Desa Suli, Maluku Tengah adalah pantai pertama yang wajib dkunjungi wisatawan. Seperti halnya ciri khas pantai-pantai di Indonesia timur, Natsepa memiliki pasir putih yang sangat bersih.

Di pantai ini, wisatawan bisa menyewa perahu dan ikut memancing bersama nelayan-nelayan di sekitar Pantai. Bahkan jika berhasil memancing dengan baik setiap wisatawan bisa membawa pulang ikan-ikan tersebut. Bagi yang hanya ingin berenang, maka wisatawan bisa melihat beberapa ikan-ikan cantik sedang berenang.

Setelah puas mengeksplorasi keindahan Pantai Natsepa, wisatawan bisa bewisata kuliner yaitu rujak Natsepa yang menjadi jajanan khas masyarakat sekitar.

  1. Pantai tanpa penghuni di Pulau Pombo

sumber:indonesia.travel

Karena di sekitar Ambon terdapat banyak gugusan pulau-pulau, maka wisatawan bisa berwisata di pantai yang jauh dari keramaian. Pantai ini terletak di Pulau Pombo, yang merupakan pulau tanpa penghuni.

Untuk mencapai Pulau Pombo wisatawan akan membutuhkan speedboat dan hanya membutuhkan waktu sekitar 20 meniat saja. Selama di pantai, wisatawan akan melihat banyak burung-burung Pombo berkeliaran.

Pantai ini dipenuh dengan berbagai batu karang. Banyak wisatawan yang memanfaatkan waktunya untukΒ  kegiatan seperti snorkeling dan diving hingga trekking mengelilingi pulau yang tak berpenghuni ini.

  1. Melihat cantiknya terumbu karang di Pantai Nanseri

sumber:panoramio.com

Ingin menyelam dan keindahan bawah laut yang cantik di Ambon? Maka Pantai Nanseri adalah jawabannnya. Berada di Desa Kilang, pantai ini menawarkan pasir putih dengan air laut yang masih sangat jernih.

Bagi wisawatan yang gemar menyelami keindahan bawah laut, di Pantai Nanseri terdapat terumbu-terumbu karang berwarna-warni yang akan menandakan Ambon memang benar-benar Manise! Wisatawan juga bisa melakukan berbagai macam aktifitas lainnya seperti memancing dan berenang.

  1. Berselancar di Pantai Lawena

sumber: Kristupa Saragih

Bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan akhir pekan dengan melakukan kegiatan berselancar, maka Pantai Lawena adalah pilihan yang tepat. Setiap gulungan ombak yang dihempaskan di pantai ini sangat besar sehingga tepat rasanya jika inginΒ  berselancar sambil menikmati keindahan pantai Lawena.

Jika ingin bersantai, suasana rindang dan angin semilir khas pantai juga bisa didapatkan di tempat wisata ini. Di pantai ini terdapat deretan pohon kepala yang membentang di sepanjang pantai. Wisawatan bisa bersantai dibawahnya sambil menikmati matahari terbenam di ufuk Barat.

  1. Cantiknya Gua bawah laut di Pantai Desa Hukurila

sumber:triptrus.com

Ingin melihat pantai dengan keindahan gua bawah lautnya? Wisatawan bisa langsung menuju Desa Hukurila yang terletak di selatan Ambon. Pantai di Desa Hukurila ini yang selalu menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan.

Ketika wisatawan sedang menyelam maka akan menemukan terumbu karang untuk ikan-ikan hingga gua-gua bawah laut yang meruupakan rumah bagi kelinci laut.

Air lautnya bahkan masih terasa sangat jernih dan pantai indah ini langsung berhadapan dengan Laut Banda, dengan suasana yang sangat tenang dan menyenangkan!

  1. Bersantai di tengah hempasan gelombang tenang Pantai Pasir Panjang

sumber:@ilhamarch (instagram)

Pantai Ngurbloat atau Pantai Pasir Panjang yang terletak di Desa Ngilngof Pulau Kei Kecil, Maluku Tenggara. Masyarakat setempat menyebut pantai ini dengan Pantai Pasir Panjang karena hamparan pasir putih ini membentukΒ  garis pantaiΒ  yang panjang.

Sementara itu, disekelilingnya terdapat deretan pohon-pohon kelapa yang membentang tempat bagi wisatawan untuk bersantai atau hanya sekedar duduk-duduk menikmati pesona pantai Ambon.

Siapkan waktu liburan untuk mengunjungi semua pantai ini. Untuk memudahkan, pesan sekarang tiket pesawat dari Wings Air, Garuda hingga Citilink untuk mendapatkan pengalaman terbaik saat berada di Pantai-Pantai Ambon ini.

Autumn Trip [Korea] : N-Seoul Tower, Itaewon dan Myeongdong Street


Namsan Seoul Tower

Karena ternyata banyak foto yang mau aku upload, jadi postingan di Seoulnya dipecah beberapa bagian aja yak πŸ˜›

Eh, sebelumnya baca dulu dong tulisan aku lainnya di #Autumn Trip Korea yak:

  1. Autumn Trip [Korea] : Preview
  2. Autumn Trip [Korea] : Perjalanan ke Korea
  3. Autumn Trip [Korea] : Busan
  4. Autumn Trip [Korea] : N-Seoul Tower, Itaewon dan Myeongdong Street
  5. Autumn Trip [Korea] : Everland
  6. Autumn Trip [Korea] : Gyeongbokgung Palace dan Cheonggyecheon Stream
  7. Autumn Trip [Korea] : Coex Mall, Bukchon Hanok Village dan Dongdaemun Design Plaza
  8. Autumn Trip [Korea] : Nami IslandAutumn Trip [Korea] : Nami Island
  9. Autumn Trip [Korea] : Pulang ke Pontianak

***

Sesuai dengan itinerary yang kita buat, hari pertama kita di Seoul akan ke Namsan Seoul Tower dan Myeong Dong. Ditambah nyempil sedikit ke Itaewon karena abang mau nyari restoran halal di daerah ini. Coz daerah yang banyak makanan halalnyakan di Itaewon yak.

Awal pas buat itinerary ke Korea ini aku merasa kok banyak waktu yang terbuang percuma yak dengan jumlah lokasi yang dikit banget di dalam itinerary itu. Etapi ternyata pas dijalani emang segitulah kemampuan kami untuk jalan-jalan salam satu hari loh. Karena rata-rata kita berangkat dari hotel itu jam 10an waktu korea (atau jam 8 waktu Pontianak) dan pulang jam 8an, rasa-rasanya kita juga udah memaksimalkan banget dong yak dengan asumsi kan bawa si K. Tapi tetep aja kita jalan udah terasa capek dan jompo, huahahahahaha πŸ˜›

***

Keluar di KTX udah jam 11an waktu Seoul. Kita langsung cari subway buat menuju ke hotel kita karena takut kalau telat subwaynya bakalan udah tutup dan terpaksa naek taxi ke hotel. Seumur-umur ngetrip, rasanya cuma satu kali naek taxi, pas di KL. Itupun karena bersama ibuk dan kakak dan rasanya udah lelah banget kalau harus naek angkutan umum lagi. Rada menyesal karena harganya mahal πŸ˜› Jadinya sebisa mungkin kita usahain gak naek taxi kalau lagi ngetrip.

Btw, dengan membawa 2 koper gede dan stroller si K yang lagi bobo rasanya emang sulit banget naek subway di Korea itu. Gak seperti di Singapore yang MRTnya ramah dengan roda, si Seoul beberapa lokasinya gak ada lift ataupun ekskalator. Jadi harus naik tangga. Beberapa kali aku harus nungguin abang nurunin dua koper dulu baru kemudian gotong si K yang lagi bobo. Waktu nungguin inilah aku beberapa kali ditanyain sama onnie-onnie korea apakah aku perlu bantuan. Aah, ditanyain seperti ini aku udah seneng kok, berasa disambut gitu di seoul dengan ramahnya πŸ™‚

Keluar dari stasiun subway udah hampir jam 1 pagi. Wuzz, kami langsung disambut sama angin dingin musim gugur Seoul yang buat kami menggigil. Tengah malam di jalan Seoul masih lumayan ramai. Polisi-polisi masih mengatur lalu lintas untuk pemakai jalan. Setelah aku ingat-ingat, polisi di daerah ini mengatur jalannya selama 24 jam loh. Gak pernah sekalipun aku lewat di sana jalannya gak dijagain sama polisi! Tapi emang seh, pengguna jalannya masih seperti di Pontianak, yang kalau ada kesempatan langsung menerobos lampu merah πŸ˜›

Rasa-rasanya, pukul 2 pagi aku baru mulai mencoba untuk tidur dengan tenang. Ah, besok santai-santailah jalannya yak. πŸ˜›

***

Pukul 10.30 waktu seoul kami baru ke luar dari hotel setelah sarapan dan mempersiapkan bekal makannya si K. Kalau diturutin seh emang paling enak masih tidur di hotel neh. Untung kita hotelnya cuma hotel biasa yak. Jadi gak begitu betah di dalamnya πŸ˜›

Dari hotel, kita langsung menuju ke N-Seoul Tower. Si abang sebenarnya nanyain aku mau pake bus atau subway. Kalau pake bus bisa langsung sampai di towernya. Tapi kalau pake subway harus jalan jauh menanjak lagi, terus naek lift, naek kereta gantung sebelum sampai di towernya. Tapi karena si Niee lagi suka berpetualangan (baca: kalau naek bis suka mabok πŸ˜› ) jadilah aku memilih naek subway. Dan ternyata jalannya emang melelahkan kakak! Panjang dan menanjak! >.<

Jalan panjang dan menanjak dari stasiun subway menuju pintu lift N-Seoul Tower
Lagi nungguin lift yang jalannya lelet banget kayak siput

Sampai di pintu lift antrian gak juga terlalu panjang. Tapi perjuangan belum berakhir karena ternyata lift yang posisinya miring itu jalannya lama pake banget kakak! Beberapa orang yang gak sabar nungguin liftnya akhirnya lebih memilih jalan kaki (yang lebih menanjak lagi) untuk sampai ke kereta gantungnya. Diajakin abang buat jalan kaki lagi, akunya ogah! Cukup lah tiga hari ini kaki aku yang gak pernah diajakin olahraga ini menderita bang! >.<

Entah tugu apa di depan pintu lift N-Seoul Tower
Tiket naek kereta gantung one-way. Karena baliknya kita rencananya bakalan naek bus yang langsung menuju Itaewon.

Setelah naek lift, antri cable car, naek cable car lagi, akhirnya kita sampai juga di N-Seoul Tower, Yeaaahh!

Si K pencinta patung

Sesampainya si atas, terus ketemu sama si patung, si K langsung kegirangan dan minta difotoin sama patungnya. Kita seh sebenarnya senang yak si K mau minta foto. Tapi tetep, dia cuma mau foto sama patung dan pas kita aja foto bertiga dianya bete >.<

Sebenarnya tujuan kita ke N-Seoul tower selain foto-foto di bagian gemboknya πŸ˜› Kita juga pengen ngajakin si K ke Teddy Bear House. Ya namanya juga liburan bawa anak kan yak. Apa-apa harus dicarikan tempat yang buat mood anaknya semangat. Apalagi si K ini, setiap pagi dia nanyain kita mau ke mana, dan kalau dia merasa gak ada tempat untuk dia maen dia konfirmasi ulang sampai merasa terpuaskan!

Untungnya suasana si N-Seoul Tower ini masih suasana Hallowen. Dan bertepatan pula pas si K udah ngerti apa itu Hallowen dan karakter-karakternya seperti gosh, mummy, vampire, dan lain sebagainya, jadi dia seneng-seneng aja deh diajakin foto-foto disekitaran karakter itu :mrgreen:

 

Ternyata di N-Seoul Tower banyak juga tempat-tempat yang bisa dikunjungi. Di bagian atas luarnya, ada tempat seperti food court gitu yang kita bisa pesan makanannya dan menikmati pemandangan sambil duduk-duduk dipinggirannya. Masuk lagi ke dalamnya (masuknya menurun) ada beberapa pilihan tempat bermain untuk anak.

Aku sendiri gak ada yang masuk seh, malah sibuk muter-muter cari teddy bear yang akhirnya tutup πŸ˜› Pengen ke atasnya juga males karena kok mahal dan gak sebanding juga πŸ˜› sepertinya masih keren di Hongkong karena tempat masukkan di Mall. Jadi foto-foto sebentar rasanya kita udah cukup puas πŸ˜€

Setelah puas berkeliling di N-Seoul Tower, kita langsung turun ke arah jalan yang berlawanan untuk menuju ke bus stop. Gak susah kok nyarinya, ikutin aja jalannya dan akan langsung dapat jejeran bus yang rame banget. Kalau kita jalan pake travel sepertinya akan dibawa menggunakan bus ke sini untuk naek ke towernya (jadi gak lewat cable car gitu).

Dari titik ini juga ternyata kita bisa berfoto full dengan pemandangan N-Seoul Tower puncaknya. Karena pas kita pertama kali sampai kok ya gak bisa-bisa foto tower sampai ke puncaknya. Ternyata kita salah posisi toh πŸ˜›

jalan menurun menuju ke bus stop
N-Seoul Tower

Dari N-Seoul Tower, kita naek bus langsung ke daerah Itaewon. Niatnya seh mau makan di restoran Indonesia. Pas sampai, eh restorannya tutup dong! Jadilah kita makan ditempat apa yang ada tulisan halalnya aja lah dan memutuskan untuk masuk ke salah satu restoran india.

Sebenarnya, aku sangat menghindari makan di restoran india. Entah kenapa kok rasanya lidah aku kurang cocok dengan makanan india ini. Tapi setiap pergi lah ya yang banyak restoran halal itu kalau gak india ya arab. Jadilah kurang bisa memilih ya kita >.<

Makan di restoran India

Ternyata pas masuk dan melihat menu, ternyata ada beberapa deh makanan yang masih bisa aku makan πŸ˜› Kalau gak salah aku pesannya nasi gimbab (?) yang rasanya lumayan juga.

Di depan restoran ini ada toko makanan halal yang mana akhirnya si abang borong belanja kentang, wortel, mie instan dan lainnya.

Udah puas makan kita ke luar restoran ke atas stasiun subway. Tujuan kita adalah ke Myeongdong. Gak, aku gak bakalan puas belanja kok, karena aku emang gak hobi belanja seh yak πŸ˜› tapi kita niatin buat ke Line Store untuk nyenengin si K karena gagal ke teddy bear house. Eh ternyata Line Store di Itaewon juga ada loh. Dan dari gedungnya kelihatan lebih gede lagi. Jadilah kita ajakin si K buat masuk di sana aja. Etapi anaknya gak mau masuk dong, coz di depannya ada kayak parade karakter Line yang serem-serem gitu. Akhirnya kita cuma foto bentar, langsung cabut ke Myeong Dong.

Line Store Itaewon

Myeong Dong itu seperti apa yak? Kalau aku deskripsikan di Pontianak mungkin seperti pasar Sudirman tapi agak rapian dikit *kemudian ditabok* πŸ˜› Etapi beneran loh, kadang lokasi-lokasi di luar negeri itu ketinggian promosinya aja. Sebenernya ditempat kitapun kalau ditata dengan rapi dan dipromosikan dari hari ke hari, tahun ke tahun lama-lama bisa terkenal juga πŸ˜›

Tujuan pertama ke Myeong Dong adalah ke Line Store lagi. Soalnya pas di Itaewon gemes si K gak mau masuk ke dalam store nya. Alhamdulillah pas di sini dianya mau masuk dan malah mau belanja. Aku tentunya gak kasih dong dia mau belanja seenaknya (milih barang yang mahal-mahal πŸ˜› ) jadi kita arahkan dia beli barang diskonan aja πŸ˜›

 

Setelah puas di Line Store dan dapat beberapa barang diskonan πŸ˜› kitapun ke luar dan jalan-jalan di Myeong Dong. Niat awal ke Myeong Dong adalah apalagi kalau bukan belanja kosmetik untuk diri sendiri. Iya dong, walaupun banyak yang nitip lisptik ke aku waktu bilang mau ke Korea tapi sebenarnya aku males buat beliinnya πŸ˜›

Tapi apa yang terjadi? Sejam keliling-keliling Myeong Dong, bukannya mendapati banyak belanjaan, aku malah bingung dong mau beli yang mana? Beneran sebingung-bingungnya. Akhirnya cuma beli pensil lipstik dan masker buat temen-temen kantor. Si abang sampai nanyain yakin gak beli apa-apa buat pribadi? Aku sangat yakin gak mau balik ke Myeong Dong lagi. Beneran deh sepertinya masuk ke pasar harus dibuang jauh-jauh dari itinerary liburan aku.

Sisa waktu di Myeong Dong, kami bertiga cuma puter-puter cari cemilan halal yang bisa dimakan. Tapi akhirnya satu-satunya cemilan yang aku coba adalah Taiyaki. Kue bentuk ikan dengan isian bermacam-macam dan aku sukak! Kulitnya renyah gitu kayak biskuit dan dalamnya seh tergantung kita pesannya apa. Jadi pengen makan Taiyaki lagi. Di Pontianak ada yang jual gak yak? :mrgreen:

 

Udah puas keliling-keliling akhirnya kita balik ke hotel. Cuma ketiga tempat tapi kita udah lumayan banget loh sampai di hotelnya. Udah hampir mau jam 9 juga. Dan akhirnya tepar lagi πŸ˜›

Besok sesuai janji sebelum ke Korea adalah bawa si K ke tempat bermainnya. Apalagi kalau bukan Everland, yeaaahh! Kalau gak salah Everland ini juga pernah jadi tempat syuting drama korea yak. Rasa-rasanya aku pernah nonton, tapi lupa drama apaan, hahaha.

Bye.