Travelers' Tales, belok kanan: BARCELONA!


Beberapa hari belakangan ini aku jadi tertarik dengan buku2 perjalanan. Entah hantu apa yang merasuki fikiranku ini. Padahal membaca buku perjalanan itu sangat jelek buat psikologi. Kenapa? Karena membuat muka anda berkerut saking pinginnya mengikuti jejak mereka *krik*

Buku terakhir yang aku baca agak beda dengan buku2 sebelumnya. Lebih kearah novel karena buku ini ada alur ceritanya. Gak cuma sekilas2 seperti Naked Traveler, atau The Journeys yang pernah aku tulis. Sebenarnya seh gak ada niatan mau beli neh novel, etapi ternyata bagus juga loh ceritanya.

Uniknya novel ini ditulis oleh 4 orang penulis. Mirip dengan Novel Negeri Van Oranje seh, tapi beda jalur lah (lah maksud lo?). Keempat penulis ini adalah Ataya Setya, Iman Hidajat, Adhitya Mulya dan istrinya Ninit Yunita. Bukan berarti dengan adanya 4 penulis ini ceritanya jadi terpisah-pisah loh, justru uniknya adalah masing2 penulis mempunyai satu karakter yang bercerita secara terpisah namun tetap dalam satu benang merah yang mengikat cerita ini.

Novel ini berceritan tentang 4 orang yang telah bersahabat sejak dari jaman SD: Farah seorang cewek keturunan arab yang bekerja di Hoi An, Vietnam dengan segala ceplas ceplosnya; Francis Lim keturunan cina yang sekarang menetap di Kansas sebagai pianis; Jusuf pria kocak yang gak pernah kehilangan akal untuk mencairkan suasana dan bekerja di Cape Town, Afrika Selatan; serta Retno, seorang cewek yang jawa banget dan bekerja di KBRI Kopenhagen, German.

Cerita bermulai ketika ketiganya mendapat email dari Francis yang akan melaksanakan pernikahan dengan calon istrinya seorang catalan di Barcelona. Kenangan2 pada jaman SMApun menguat kembali. Bagaimana Farah yang menyukai Francis yang ingin menyatakan perasaannya sebelum Francis menikah, tentang Jusuf yang menyukai Farah namun tetap diam karena mengetahui Farah yang menyukai Francis dan ingin menghentikan Farah, serta Francis yang menukai Retno dan sudah pernah mengungkapkannya selama 2 kali namun tidak diterima karena perbedaan agama. Semuanya mempunyai satu tujuan yang sama, yaitu BARCELONA.

Walaupun inti dari ceritanya adalah bagaimana cara mereka berempat dari tempatnya masing2 menuju Barcelona namun terasa jelas para penulis ingin menggambarkan tempat2 yang mereka singgahi sebelum sampai ditempat tujuan. Bagaimana Farah yang harus terlebih dulu ke Amman, lalu ke Budapest kemudian melanjutkan perjalanan menuju Barcelona dengan jalan darat karena dia pernah mempunyai trauma dengan perjalanan udara menuju Wina dengan kereta hingga ke Paris, kemudian melanjutkan perjalanan dengan mobil bersama 2 orang teman backpaker yang baru dikenalnya.

Jusuf yang dengan susah payah dari Abidjan, Senegal menuju ke Maroko dengan pesawat herkules untuk pengungsian karena terjadi perang saudara yang meletus dengan terlebih dahulu transit satu hari di Dakkar kemudian menggunakan ferry menuju ke Selatan Spanyol.

Retno lebih menyenangkan karena memang berniat untuk Eropa trip yang telah dia nantikan semenjak kecil menikmati indahnya Belanda dan Italia sebelum ke Spanyol.

Sedangkan Francis terlebih dahulu tur keliling Amerika untuk konser kecilnya menju Atlanta, Miami dan New York sebelum akhirnya sampai di Barcelona dan bertemu dengan Retno.

Selain tentang cerita mereka dengan segala perjuangannya, di dalam buku ini juga banyak tips2 yang penting jika ingin melakukan perjalanan yang intinya seh jangan gegabah dan hormatilah negara yang kamu masuki (beneran ini cuma kalimat karangan aku πŸ˜› ).

So, bagaimanakah akhir dari cerita mereka berempat? Pastinya ending daricerita ini agak sedikit bisa ketebak, namun karena kuat dibagian isinya jadi itu gak terlalu pengaruh seh. Karena kita udah dipuaskan dengan jalan cerita yang sangat menarik.

Bagi yang suka dengan novel perjalanan sepertinya bakalan suka juga dengan novel ini. Tentang percintaannya seh menuut aku gak terlalu kuat, namun pas jadi gak terasa berlebihan dengan segala macam tempat yang dieskposnya.

nb: tadinya mau nulis tentang orang asing yang aku beri tulisan ini dengan judul Hello stranger!! (part 1), tentang orang2 asing yang aku temui di sepanjang jalan saat aku melakukan perjalanan. Bukan asal orang pastinya, tapi orang2 yang menceritakan tentang siapa dirinya dengan segala cerita mengapa kami bisa sampe ketemu disana πŸ˜€ Tapi entah kenapa malah nulis buku ini. Ya udah lah postingan selanjutnya aja yak πŸ™‚

Gambar di atas diambil dari situ ini.
Advertisements

41 thoughts on “Travelers' Tales, belok kanan: BARCELONA!”

  1. kolaborasi tulisannya adhitya mulya plus istri dan sahabatnya ini sebenernya fiksi banget, tapi bagus buat diikutin. karena nggak cuman jalan-jalan aja, ada kisah cinta, konfliknya, dan cem macemnya..

    sama, saya keranjingan juga buku perjalanan macem beginian.. kemarin malah saya baru beli TNT3

      1. TNT2 dan TNT3 ku belum dibaca πŸ™‚
        abis banyak juga yg ‘serasa’ udh pernah baca di blognya

        aku lg ga mood baca 😦 bawaannya pengen nulis mulu

        hayo Ni.. ditunggu cerita para strangersnya

        1. iya, aku belom kenal bener sama blognya Trinity, tapi lebih suka baca buku emang seh,,
          iya mbak, lagi mengumpulkan semangat buat nulis ini juga πŸ˜€

  2. Weeeeiii….kalau jaman aku masih SD dulu suka baca nivel traveler kalau sekrang lebih suka baca….apa aja dech he he he

    Gak pemilih hanya saja mencari buku yang membeikan dampak positive pada psikologi πŸ˜› (jangan tersinggung ya? ha ha ha)

    1. hahaha,, untungnya aku gak ngampang kesinggung han πŸ˜›

      sekarang seh bacaannya random, asal jangan yang berat2 aja πŸ˜€

  3. Hoalah, kayaknya saya memang kurang tertarik dengan buku2 tentang perjalanan πŸ™‚
    Btw, saya jadi penasaran sama postingan mbak yang masih jadi draft itu πŸ™‚
    Ayo mbak, segera posting πŸ˜€

  4. loh sampul bukunya sekarang kek gitu yah?
    aku dulu pernah baca buku ini, tapi dulu sampulnya warna putih.
    dan emang bagus bukunya. pernah sempet mau dijadiin bahan skripsi dulu nie sama aku, tapi gak jadi akhirnya, luap karena apa
    hehehehehe….

    1. iya, aku juga pernah lihat yang sampul putih ada 4 orang berjalan berbarengan gitu kan. Berarti aku udah ketinggalan banget yak bacanya baru sekarang udah sampe ganti cover gitu, hahaha..

      btw, lo kuliah jurusan apa seh is?

  5. wahh gw entar pas balik jakarta beli novel banyak banyak ah. gw ketinggalan jaman dalam urusan novel. kalo baca novel bahasa ingris malah banyak ngak ngerti nya. hehe.

    eh seru novel nya. ketauan seperti nya ending nya bakalan ketemu di barcelona. tapi seru lah. ide mantap 4 penulis gitu. kita buat novel juga yuk

    1. ayooo bay, sekarang banyak novel yang keren2 loh..
      Iya lah endingnya ke Barcelona, dari judulnya juga udah ketauan πŸ˜›

      ah, ide bagus,, pingin banget punya novel sendiri,, hehehe πŸ˜€

    1. waduh tasyaaa… bener banget tuh, jadi ingat pas Tao Ming Tse tabrakan pas baca cicin kawin dan lupa ingatan *eh kok jadi ngebahas Meteor Garden* πŸ˜›

    1. cover yang putih itu kan yak! Hmm,, sama aja deh menurut aku, soalnya aku gak terlalu ngelihat covernya, hehehe

Balas Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s