Hello Stranger!! (part 1)


Hiyaaa,, akhirnya aku posting yang ini. Dari komen temen2 dipostingan aku kemaren ternyata ada juga yang nanyainnya, padahalkan ini cuma tema yang aku angkat buat postingan kalau gak ada ide *dikeplak*.

Tapi emang setiap perjalanan yang pastinya singkat, menemukan dan berkenalan dengan orang asing adalah momen yang spesial buat aku. Karena saling bertukar cerita dengan waktu yang singkat dan yakin gak bakalan ketemua lagi (kalaupun ketemu lagi pasti aku bakalan lupa karena penyakit kurang bisa mengingat orang ini).

Ceritanya pas tahun 2010 kemaren. Tahun 2009 aku udah uring2an karena capek dengan perkuliahan yang padat (semester 6 – 7 ) dan sama sekali gak ada kesempatan buat liburan! ya ada seh aku jalan2 ikut pembukaan lintas batas kalbar dan Serawak, tapi rasanya kurang puas aja. Jadilah pas temen aku ngajakin ke Bandung pada bulan Februari aku langsung mengiyakan. Selain untuk merayakan kesuksesan Outline aku yang lumayan berjalan lancar, aku juga merasa sangat butuh liburan sebelum memulai skripsi yang sebenarnya.

Jadilah akhir februari aku bersama Emi dan keluarganya pergi terbang ke Jakarta. Mulanya gak ada niat juga buat singgah ke Jakarta, coz kalau harus nginep di hotel aku gak mau namun tiba2 sehari sebelum pergi aku dapet SMS dari Sita, temen SMA yang udah lama gak ketemu yang ngajakin aku tinggal di kos2annya selama di Jakarta (plus jalan2 menggunakan sepeda motor miliknya) mendengar tempat bermalam dan transportasi gratis ya pasti aku mau lah *muka gratisan* 😛

Rencana semua semuanya dirubah. Awalnya yang langsung ke Bandung aku alihkan 4 hari ke Jakarta dulu dan baru kamis malam akan ke Bandung dengan travel. Awalnya aku akan sendirian ke Bandung, tapi setelah bujuk rayuku ke Sita akhirnya dia mau juga menemani aku ke Bandung dengan syarat: gak boleh naik Travel dan Bis ber AC. Dia maunya naik bis biasa yang mangkal di Terminal, dengan alasan biar irit dan sekalian berpetualangan! (oh, bagi aku anak Pontianak yang kalau berpergian jauh maunya praktis dan langsung sampai ditujuan tentu ini sebuah tantangan yang langsung aku iyakan). Dan itulah permulaan perjalanan aku bertemu dengan orang ini *bunyiin gong*

Aku dan Sita

Kosan Sita itu di daerah Kebayoran Lama, untuk menuju ke Terminal butuh waktu hampir satu jam (sungguh gak efisien sama sekali) karena jalan rada macet. Jalur kita gak bergitu macet seh, tapi jalur lainnya tampak sangat macet parah. Sesampainya di terminal aku gak langsung masuk. Di luar nanya2 orang dulu bis yang akan ke Bandung, awalnya ada seorang bapak2 yang bilang hanya perlu nunggu di tempat kami berdiri sekarang, tapi udah setengah jam aku mulai curiga kok gak ada tanda2 bisnya. Karena itu aku balik bertanya ke ibu2 tukang jualan rokok, ternyata aku dan Sita nunggu di jalur yang salah! Kalau mau ke Bandung kami harus menyeberang dulu, kalau nunggu disini gak bakalan ada deh bisnya sampe pagi juga.

Dengan terburu2pun kami berdua langsung menyeberang jalan. Betul juga, gak sampe 5 menit bus menuju ke Bandung langsung nangkring dipinggir jalan. Dilihat dari bisnya uh gak banget. Biasanya ke Bandung dengan travel atau gak bis besar ber AC sekarang malah naik BIS dengan orang2 yang pekerja yang ke Bandung buat pulang (oh dan akupun baru inget kalau besok itu jum’at tanggal merah yang pastinya tol Jakarta – Bandung bakalan macet!).

Feeling aku ternyata benar. Perjalanan yang seharusnya memakan waktu 2-3 jam harus aku tempuh selama 6 JAM! Dari Jakarta jam 7 malam sampe ke Terminal bandung baru udah jam 2 PAGI! Bingung! Kemanakah jalan yang aku harus lalui? Kosan temen di Bandung juga aku gak tahu alamatnya. Hanya tahu itu adalah daerah SUCI dekat dengan ITENAS dan gak tahu arah angkot! Lagian emang masih ada angkot di Bandung jam segini? *kalut*

Melihat aku dan Sita yang kebingungan, datanglah seorang bapak2 menghampiri. Tampilannya biasa banget, dengan celana pendek dan kaos polo polos serta jaket jins yang lengannya digulung sampe ke dengkul. Ternyata bapak2 ini satu bis dengan kami dan sudah memerhatikan kami berdua sejak lama *glek* (udah berfikiran aneh2 dengan neh bapak, ngapain juga dia merhatiin kami).

Dia menawarkan untuk mengantarkan kami ke tempat tujuan dengan menggunakan angkot. Awalnya was2 juga, tapi karena gak tahu jalan dan gak ada pilihan lain akhirnya aku mau juga. Toh masih dianterin naik angkot, kalau ada apa2 kan tukang angkotnya masih ada yang nemenin :mrgreen:

Di dalam angkotpun dia mulai bercerita, bahwa dia asli orang Bandung yang bekerja di sebuah perusahaan swasta besar (tapi melihat tampilannya kok rasanya gak yakin yak :P, lalu ngapain juga dia ke Jakarta tanpa membawa satu tas pun). Dia ke Jakarta dengan satu misi: menggulingkan pemerintahan sekarang *glek*

Menurut dia pemerintahan sekarang sama sekali gak memikirkan rakyat kecil. Yang ada hanya kebohongan demi kebohongan. “Karena itu, pemerintah harus digulingkan! Kalian sebagai mahasiswa dan penerus bangsa harus memikirkan ini,” ucapnya dengan semangat yang dibalas dengan anggukan cepat dari kami berdua.

Setelah bercerita panjang lebar tentang penggulingan itu, diapun memberi kami berdua sebuah buku poket. Buku berukuran seperti surat Yasin itu bercerita tentang perjuangan pada tahun 1988 dan kebobrokan pemerintahan sekarang.

Yang lucunya adalah ternyata mereka telah memilih satu presiden untuk dijadikan sebagai pengganti SBY sekarang. Coba tebak siapa penggantinya! Dia ini lumayan terkenal loh! Bukunya sendiri berjudul NAGABONAR JADI PRESIDEN! Yak, ternyata mereka menginginkan Deddy Mizwar untuk jadi presiden 😆

Bukannya meremehkan yak! Tapi untuk ceritanya yang menggebu2 seperti itu, kalau untuk menjadikan seorang artis yang gak ada apa2nya di dunia perpolitikan rasanya lucu aja. Ini seh bukan mau menggunlingkan SBY, bilang aja dari awal pingin buat partai baru 😛

Setelah kurang lebih setengah jam naik angkot jam 2 pagi di Bandung akhirnya kamipun sampe dengan selamat di depan kosan Wulan, teman aku yang selalu berbaik hati menampung aku setiap kali ke Bandung.

Jadi inget perkataan sita kalau berpergian:

Setiap tempat itu selalu punya orang-orang yang baik untuk membantu perjalanan kita

Yak, aku setuju tentang pendapat ini. Karena Sitalah aku mulai berani untuk berpergian ketempat2 baru sendirian atau dengan temen2 aku yang belum pernah juga kedaerah yang bersangkutan. Toh, waspada itu perlu, tapi percaya dengan orang juga gak salah kan.

Selamat berlibur! :mrgreen:

Wulan, aku dan Emi

 

Advertisements

Travelers' Tales, belok kanan: BARCELONA!


Beberapa hari belakangan ini aku jadi tertarik dengan buku2 perjalanan. Entah hantu apa yang merasuki fikiranku ini. Padahal membaca buku perjalanan itu sangat jelek buat psikologi. Kenapa? Karena membuat muka anda berkerut saking pinginnya mengikuti jejak mereka *krik*

Buku terakhir yang aku baca agak beda dengan buku2 sebelumnya. Lebih kearah novel karena buku ini ada alur ceritanya. Gak cuma sekilas2 seperti Naked Traveler, atau The Journeys yang pernah aku tulis. Sebenarnya seh gak ada niatan mau beli neh novel, etapi ternyata bagus juga loh ceritanya.

Uniknya novel ini ditulis oleh 4 orang penulis. Mirip dengan Novel Negeri Van Oranje seh, tapi beda jalur lah (lah maksud lo?). Keempat penulis ini adalah Ataya Setya, Iman Hidajat, Adhitya Mulya dan istrinya Ninit Yunita. Bukan berarti dengan adanya 4 penulis ini ceritanya jadi terpisah-pisah loh, justru uniknya adalah masing2 penulis mempunyai satu karakter yang bercerita secara terpisah namun tetap dalam satu benang merah yang mengikat cerita ini.

Novel ini berceritan tentang 4 orang yang telah bersahabat sejak dari jaman SD: Farah seorang cewek keturunan arab yang bekerja di Hoi An, Vietnam dengan segala ceplas ceplosnya; Francis Lim keturunan cina yang sekarang menetap di Kansas sebagai pianis; Jusuf pria kocak yang gak pernah kehilangan akal untuk mencairkan suasana dan bekerja di Cape Town, Afrika Selatan; serta Retno, seorang cewek yang jawa banget dan bekerja di KBRI Kopenhagen, German.

Cerita bermulai ketika ketiganya mendapat email dari Francis yang akan melaksanakan pernikahan dengan calon istrinya seorang catalan di Barcelona. Kenangan2 pada jaman SMApun menguat kembali. Bagaimana Farah yang menyukai Francis yang ingin menyatakan perasaannya sebelum Francis menikah, tentang Jusuf yang menyukai Farah namun tetap diam karena mengetahui Farah yang menyukai Francis dan ingin menghentikan Farah, serta Francis yang menukai Retno dan sudah pernah mengungkapkannya selama 2 kali namun tidak diterima karena perbedaan agama. Semuanya mempunyai satu tujuan yang sama, yaitu BARCELONA.

Walaupun inti dari ceritanya adalah bagaimana cara mereka berempat dari tempatnya masing2 menuju Barcelona namun terasa jelas para penulis ingin menggambarkan tempat2 yang mereka singgahi sebelum sampai ditempat tujuan. Bagaimana Farah yang harus terlebih dulu ke Amman, lalu ke Budapest kemudian melanjutkan perjalanan menuju Barcelona dengan jalan darat karena dia pernah mempunyai trauma dengan perjalanan udara menuju Wina dengan kereta hingga ke Paris, kemudian melanjutkan perjalanan dengan mobil bersama 2 orang teman backpaker yang baru dikenalnya.

Jusuf yang dengan susah payah dari Abidjan, Senegal menuju ke Maroko dengan pesawat herkules untuk pengungsian karena terjadi perang saudara yang meletus dengan terlebih dahulu transit satu hari di Dakkar kemudian menggunakan ferry menuju ke Selatan Spanyol.

Retno lebih menyenangkan karena memang berniat untuk Eropa trip yang telah dia nantikan semenjak kecil menikmati indahnya Belanda dan Italia sebelum ke Spanyol.

Sedangkan Francis terlebih dahulu tur keliling Amerika untuk konser kecilnya menju Atlanta, Miami dan New York sebelum akhirnya sampai di Barcelona dan bertemu dengan Retno.

Selain tentang cerita mereka dengan segala perjuangannya, di dalam buku ini juga banyak tips2 yang penting jika ingin melakukan perjalanan yang intinya seh jangan gegabah dan hormatilah negara yang kamu masuki (beneran ini cuma kalimat karangan aku 😛 ).

So, bagaimanakah akhir dari cerita mereka berempat? Pastinya ending daricerita ini agak sedikit bisa ketebak, namun karena kuat dibagian isinya jadi itu gak terlalu pengaruh seh. Karena kita udah dipuaskan dengan jalan cerita yang sangat menarik.

Bagi yang suka dengan novel perjalanan sepertinya bakalan suka juga dengan novel ini. Tentang percintaannya seh menuut aku gak terlalu kuat, namun pas jadi gak terasa berlebihan dengan segala macam tempat yang dieskposnya.

nb: tadinya mau nulis tentang orang asing yang aku beri tulisan ini dengan judul Hello stranger!! (part 1), tentang orang2 asing yang aku temui di sepanjang jalan saat aku melakukan perjalanan. Bukan asal orang pastinya, tapi orang2 yang menceritakan tentang siapa dirinya dengan segala cerita mengapa kami bisa sampe ketemu disana 😀 Tapi entah kenapa malah nulis buku ini. Ya udah lah postingan selanjutnya aja yak 🙂

Gambar di atas diambil dari situ ini.

Dorama dan novel perjalanan


Waduh, makin hari aku buat judul blognya makin gak jelas yak! Hahaha. Tapi gak papa deh, biar sebelum membaca orang2 gak akan bingung tentang apa isi dari postingan ini (atau makin bingung yak 😆 ).

Postingan sebelumnya aku bilang suka banget sama K-drama, tapi karena daya ingat yang sangat jelek aku jadi lupa apa yak K-drama yang terakhir aku tonton O.o Yang pasti sekarang aku sedang menonton K-drama berjudul Secret Garden dan menurut aku ini gak bagus2 amat seh (terbukti dari udah beberapa bulan gak selesai2 nontonnya). Diantara K-drama yang aku tonton aku tertarik untuk menonton sebuah Dorama. Rasanya udah lama banget aku gak nonton dorama. Terakhir dan satu2nya dorama yang aku tonton berjudul Itazurana Kiss yang udah ada versi koreanya yang judulnya Play Full Kiss. Tentu kalau gak memasukkan Friend sebagai dorama karena drama yang diperankan oleh Won bin ini walaupun ada pemain Jepang dan syuting di Jepang masih berbau K-drama ketimbang dorama. Ini juga mulai tertarik lagi nonton dorama karena lihat iklan di Indosiar. Yak! Dorama yang aku maksud adalah Hana Kimi atau yang punya nama panjangnya Hanazakari no Kimitachi e.

Setelah aku menonton filmnya ternyata gak asing sama sekali. Jalan ceritanya udah aku ketahui karena seingatan aku udah pernah menonton film ini pada versi koreanya yang filmnya jelek gitu. Eh tapi ternyata aku salah gitu. Yang aku tonton dulu adalah versi Taiwannya dan versi k-dramanya sendiri baru akan di produksi. Pantesan aja jelek taiwan kan emang jelek2 dramanya 😛 Dan aku yakin bahwa k-dramanya akan sangat bagus melihat saduran Itazurana kiss yang k-dramanya lebih bagus daripada versi asli jepangnya.

Sedikit jalan ceritanya adalah seorang cewek yang berasal dari California bernama Mizuki Ashiya kembali ke Jepang dan masuk ke Ōsaka Gakuen yang notabene adalah sekolah asrama cowok. Dia datang kesana dengan sebuah misi: membuat Izumi Sano, seorang atlit loncat tinggi kembali mau berlatih dan meloncat.

Namun dalam perjalanannya itu tentu gak mudah, apalagi di sana dia sendiri dengan status palsu yang kapanpun dapat terbongkar. Ditengah usahanya embuat Sano kembali meloncat teman satu asramanya Shuichi Nakatsu mulai menyukainya dan menganggap dirinya adalah seorang homo.

Dorama yang berdurasi 12 episode ini sangat terasa fresh dan lucu banget. Cocok deh untuk nyegarin fikiran diantara penat kerjaan atau kuliah. Biasanyakan ada beberapa drama yang bukannya menyegarkan malah melelahkan fikiran karena jalan ceritanya yang berat.

Dari survey kawan2 cowok dilingkungan aku, banyak yang bilang cowok itu lebih cocok untuk nonton dorama daripada K-drama. Ini masih menjadi pertanyaan yang sulit untuk dijawab dengan akal sehat. Karena aku merasa k-drama sama dorama sama aja kok. Yang paling membedakan menurut aku adalah dorama yang lebih terlihat jelas kebodohan setiap pemainnya.

Aku juga gak ngerti kenapa drama Jepang banyak yang terlihat bodoh (lihat aja kartun2nya seperti nobita, sinchan, dll). Pemikiran dangkal aku seh karena pada kehidupan nyata mereka udah terlalu capek dengan kepintaran, makanya buat drama atau kartun yang bodoh2 aja 😛

Apa kalian sependapat? Hehehe…

Ok, lanjut ke Novel. Jadi akhir2 ini entah kenapa aku jadi banyak membeli novel2 yang berbau traveller. Dimulai dari Naked Traveler1-2 (yang ketiganya belom ada di Pontianak 😦 ) dan novel yang akan aku bahas di sini berjudul The Journey.

Buku ini adalah kumpulan perjalanan dari 12 penulis dari berbagai kalangan. Ada penulis komedi seperti raditya dika, penulis skenario sinetron Aexander Thian (kalau ada yang gak suka dengan jalannya sinetron Indonesia boleh deh nyalahin neh orang 😛 ), penulis novel Farida Susanty, editor Windy Ariestanty, bahkan yang memang seorang penulis buku perjalanan seperti Trinity dan masih banyak lagi.

Jujur pada saat pertama kali aku membaca novelnya aku kurang tertarik karena menurut aku untuk sebuah novel perjalanan rasanya cara menulis sang penulisnya gak kena di aku. Karena itu udah rada menyesal beli bukunya. Apalagi ada bagian seorang penulis yang menuliskan ceritanya seperti menulis email yang membosankan banget.

Namun makin dibaca ternyata banyak cerita2 seru yang ada didalamnya karena cara penulisan dari 12 orang inikan emang beda2. Apalagi setiap orang punya cerita yang berbeda2 satu sama lainnya.

Dimulai dari Aditya Mulya (penulis catatan mahasiswa gila) yang menceritakan tentang perjalanannya memperpanjang visa di negara afrika. Dia terlalu banyak memberikan tips2 yang aku rasa gak terlalu penting, jadi membacanya rada membosankan juga.

Yang paling aku suka adalah tulisan Alexander Thian yang menceritakan tentang perjalanannya ke Karimunjawa, Raditya Dika yang menceritakan tentang kuliah singkatnya di Belanda dan Valiant Budi yang menceritakan kisahnya di negara arab (yang menjadi awal mula novel barunya yang berjudul Kedai 1001 Impian dimana lagi2 di Pontianak belom ada jual 😥 ).

Dari kecil emang aku sangat bercita2 bisa keliling dunia. Ya, kalau gak keliling yang deket2 aja juga gak papa seperti korea, jepang, macau dll. Makin seringnya baca buku dan temen2 blogger yang ada di seluruh penjuru dunia makin semangat dah. Lagian mimpi kan gak bayar yak :mrgreen:

nb: aku juga baru selesai baca bukunya Indra Herlambang yang berjudul kicau kacau. Rada nyesel seh karena pas beli udah ngirain ne buku bakalan kaco abis2an. Tapi ternyata diantara kalimat2 yang ngebayol banyak pesan tersirat yang ditulisnya. Tapi over all bukunya bagus kok. Banyak disaat baca kita akan berfikir ‘ah, aku juga gitu’ 🙂

nambah lagi: dari postingan sebelumnya banyak yang ngomentari dan ngebandingkan avatar yang aku pajang di sudut kanan atas blog dengan foto aku yang aku panjang pake jersey kebanggaan. Katanya gak sesuai, satunya sinis dan terkesan seperti ibu tiri kok aslinya unyu banget. Menjadikan aku bertanya, lah baru sadar kalau yang punya blog ini unyu? *dikeplak* 😛

———————————————————————————————————————-

Gambar diambil di sini dan di sana

Ini aku, bukan kalian..


Kemaren buat postingan khusus untuk bertanya. Hmm, bukannya ngerti malah makin pusing dengan jawaban2nya. Ya pelajaran deh, gak akan buat postingan terbuka untuk bertanya (Makin merasa cocok untuk menyandang menjadi ketua IATIGT 😆 )

Ah, lupakanlah masalah itu, kembali ke niat awal ngeblog buat seneng2an aja. Asal ada postingan ya sudah lah :p

Postingan kali ini aku buat untuk menyelesaikan PR dari si manusia kurang normal bernama IAM. Tumben deh am aku nyesain tugasnya cepet, biasanya lelet 😛

PR kali ini adalah menceritakan 10 hal tentang aku. Hmm,, rasanya udah sering gitu aku ceritain mengenai diri aku di blog ini, tapi mungkin itu terpecah2. Jadi sekarang akan dirunut dari kecil sampe udah segede sekarang. Ok, markimul (mari kita mulai) :sun:

1. Niee itu cewek tomboy sewaktu kecil

Ibu aku pernah cerita kalau yang paling susah menyuruh aku masuk TK adalah aku yang ngamuk2 dan nangis2 pas dipakein rok. Alternatif dari ibu akhirnya adalah aku dipakein daleman celana pop sebelum pake rok. Hasilnya sampe sekarang aku gak bisa pake rok kalau gak pake celana pop atau sekarang lebih sering ke leging pendek. Dulu waktu kecil juga suka manjat2 pohon hingga pernah satu hari jatuh dari ketinggian 2 meter dan dengkul tertancep ke sudut retakan jalan. Sampe sekarang bekas lukanya gak bisa hilang :capedes

2. Nilai gak sejajar dengan kepintaran tapi kenakalan

Nah, gak jelas kan? Segakjelas orang yang nulis, hahaha. Gini loh, aku tuh orang yang gak pernah merasa diri pintar. Apalah seorang Irni yang sewaktu kecil itu gak pernah suka yang namanya belajar. Pernah suatu ketika mau ulangan umum triwulan (yak aku masih kebagian sekolah triwulanan loh! sampe SMP pula) anak2 pada serius belajar aku malah ngerecokin mereka dengan mengajak main gambar (pernah denger gak? itu loh kertas2 persegi panjang yang isinya gambar2 kartun atau robot yang maennya di lempar ke atas atau di tepuk pake tangan. Kalau yang gambarnya kelihatan dia yang menang).

Anehnya walaupun gak belajar aku selalu dapet juara 1 di SD yang membuat kawan2 aku iri, hahaha. Tapi memasuki SMP aku udah gak juara 1 lagi deh walaupun masuk 10 besar. Yang membuat aku mikir pas SD pasti aku bukan pinter, tapi temen2 aku yang gak pinter *oops 😛 (maklum SDnya di SD kampung deket rumah).

3. Susah berkenalan dengan orang baru

Sama dengan iam deh yak, aku susah banget kalau harus dekat dengan lingkungan baru, bawaannya diam aja. Jadi inget pas SMP dulu awalnya kebanyakan diam karena gak ada satupun temen SD yang masuk ke SMP yang sama karena emang SMP aku lumayan jauh. Gak usah bayangin aku bisa ngajak ngobrol orang yang ada di samping aku kalau lagi di terminal atau ruang tunggu, gak bakalan deh. Tapi sekarang udah rada mendingan seh, apalagi setiap berpergian di BIS sekarang dapet jatah duduk sendiri dan akhirnya kenalan sama temen sebelah (ntar pingin nulis tentang orang2 asing yang pernah aku ajak ngobrol ah :mrgreen: )

4. Gak bisa berenang

Ini sering aku ceritain yak, hehehe. Tapi aku bukan yang gak bisa gerak sama sekali di air loh (soalnya ada temen aku yang masuk ke kolan renang air cetek aja gak berani). Kalau 10 meteran masih bisa lah. Kebanyakan gak tahan nafas atau kecapekan ditengah kolam renangnya. Katanya seh kalau soal itu cuma perlu latihan lebih sering aja udah bisa, tapi berhubung kesibukan (caelah) jadinya gak bisa rutin deh latihannya.

5. Gak suka denger musik

Ada yang bilang hidup tanpa musik sungguh gak berwarna. Menurut aku seh gak ada hubungannya. Ya yang membuat hidup itu berwarna atau gak gak ditentuin dariapapun kok. Tapi aku bukannya yang gak tahu sama sekali loh dengan lagu2 yang sedang hits sekarang atau menutup diri dari yang namanya musik. Kalau lagi pingin denger malahan langsung cari rekomendasi, dan denger di Youtube, coz aku emang lebih seneng nonton video klipnya seh daripada cuma denger mp3nya 🙂

6. Bercita-cita jadi Arsitek

Entah apa sebabnya, yang aku ingat hanya mulai dari SMP sampe kelas 3 SMA, kalau ditanya aku mau jadi apa pasti jawabnya arsitek. Entah hantu apa yang menyerang tiba2 aja pas lulus jadi bingung dan merasa arsitek bukan pilihan tepat buat aku dan malah ngalur lindur gak jelas milih jurusan hingga akhirnya nyemplung di IT.

7. Penikmat Sepakbola

Kalau bilang pencinta ntar malah banyak gak tahunya lagikan malu 😀 Namun cukup banyak tahulah tentang olahraga yang rata2 digemari kaum cowok ini. Kalau klub aku ngedukung Manchester United dan kalau negara aku dukung Inggris (karena Inggris gak akan pernah bertanding dengan Indonesia pada pertandingan resmi jadi aku tenang aja :mrgreen: ).

Mejeng dulu sama jersey kebanggaan

8. Punya kelemahan dalam mengingat nama

Jadi kalau kalian adalah temen lama aku (yang gak deket tentunya) dan tiba2 ketemu maaf2 aja kalau aku gak inget nama kalian. Aku seh ingat aja dia itu temen apa, kenal di mana, tapi lupa namanya siapa. Bahkan untuk mengingat nama orang yang baru juga aku kesusahan. Temen2 kantor aku yang sekarang aja aku belum ingat semua namanya :doh:

9. Suka dengan dunia tulis menulis

Mungkin salah satu alasan mengapa aku punya blog sekarang. Dulu pernah obsesi (sampe sekarang juga seh) punya sebuah buku yang dipublikasikan dan di jual. Waktu SMA dan awal2 kuliah masih sering nulis draft novel yang kebanyakan gak selesai. Beberapa ada yang dikirim ke penerbit2 dan alhamdulillah gak ada satupun yang lulus, hahaha. Akhirnya beberapa cerpen dan novel aku publikasikan secara gratis (kalau berniat lihat ada di menu atas itu loh, hehe).

10. Seneng dengan K-drama

Ya sepertinya ini udah kelihatan dari beberapa postingan aku tentang K-drama. Lagian udah kebingungan juga mau nulis apaan.

Hmm,, tentunya 10 hal itu gak menggambarkan aku secara keseluruhan seh. Ya beginilah aku dengan segala kelebihan yang ada :malu:

Sebenarnya tantangan ini musti diteruskan ke 10 temen blogger yang aku kenal. Tapi karena aku baik hati gak mau ngerepotin orang (baca: malas 😆 ) jadinya sampe disini aja kali yak tantangannya. Ditunggu postingan yang sama dari temen2 yang ketimpa PR yang sama :mrgreen:

Bertanya..


Sebenarnya setelah 9 bulan ngalur lindur di dunia perblog-an dan makin banyak blog2 yang aku kunjungi banyak dari mereka yang menambah ilmu aku namun kadang membuat bingung. Bingung karena bagaimana melakukan beberapa hal yang dilakukan oleh teman2 blogger di postingannya dan bagaimana cara melakukan beberapa hal tersebut.

Sebagai ketua ikatan ATIGT (Alumnus Teknik Informatika Gagap Teknologi) sebenarnya ini begitu menggangu aku. Mau bertanya langsung di postingan rasanya aneh juga. Maka dengan ini aku membuat postingan tersendiri untuk memuaskan nafsu ini bertanya. Buat teman2 blogger yang baik hati kiranya berbagi ilmu dengan blogger bau kencur nan manis ini :mrgren:

(gambar diambil di sini)

1. Gimana cara ngikutin blog menggunakan email?

Ini bukan termasuk blog yang udah nyiapin menunya yak, tapi yang gak nyiapin. Terutama yang ngeblog pake blogger.com. Soalnya akukan jarang banget buka dasbor blogger, lagian menu daftar bacaan di dasbornya aku kurang nyaman bacanya. Kalau semuanya masuk ke emailkan jadi aku lebih enak bacanya. Atau ada applikasi yang lebih enak buat ngikuti blog beginian?

2. Ngapus blog yang diikuti di blogger

Nyambung dari pertanyaan nomor satu, karena ada beberapa blog yang udah males aku baca (seperti terselubung, dll) yang mau aku hentikan tapi sampe sekarang gak berhasil2.

3. Readmore post>>

Sebenarnya aku maunya blog aku itu gak menjubel bener tulisan terpapar jelas di home. Pinginnya seh ada menu readmore nya gitu. Tapi setiap aku buat begituan jadinya tulisan aku cuma beberapa baris yang membosankan dan terlihat malah monoton. Pinginnya seh seperti blognya masova yang rada banyakan tulisannya baru ada menu readmorenya. Gimana caranya ya temans?

4. Foto-foto

Nah, melirik dari banyaknya temen2 blogger yang nampang foto di mana dari beberapa foto dijadiin satu dan dibingkai dengan bingkai putih yang simple tapi keren itu gimana caranya? Pakai applikasi apaan? Kalau kalian bilangnya di edit satu2 dengan photoshop seh udah harga mati buat aku, coz itu namanya ribet! Aku itu maunya yang langsung klik2 gitu jadi, hehehe *dikeplak*

5. Animasi GIF

Nah, seperti blognya punya mas bayu dengan adanya animasi2 GIF bergambar mukanya sendiri itu gimana buatnya seh? Tenang aja, aku gak akan narsis sambil joged2 kayak mas bayu :p Tapi penasaran aja gimana buatnya, udah dari dulu pingin tahu pas awal2 ngeliat blognya benablog.com

Hmm.. apalagi yak! Rasanya kemaren2 pertanyaannya banyak kok sekarang cuma dapet (baca: inget) lima! *garuk2 rambut yang berketombe*. Cukup sekian deh, ntar kalau inget ada pertanyaan lagi aku update postingannya.

Untuk terakhir kalinya aku ngomong, tiada kesan tanpa kehadiran anda, eh, maksudnya tiada kesan tanpa jawaban2 dari temen2 blogger sekalian :*

Nonton Bioskop, Gaya Hidup


Aku bukan tipe orang yang seminggu ‘harus’ ke bioskop, tapi kalau ada perpaduan film yang bagus dan lagi ada duit ya bisa-bisa aku 3 kali seminggu ke bioskop! Walaupun kadang DVD bajakan lebih dulunya ‘nyampe’ di Pontianak daripada penayangannya di satu-satunya bioskop kota ini tetap aja aku bela2in nonton film di bioskop.

Masalah timbul ketika satu-satunya jaringan film Hollywood di Indonesia menghentikan (atau dihentikan?) filmnya beredar di bioskop Indonesia. Rasanya salah satu dari sedikit hiburan di kota ini ditarik secara paksa dari kehidupanku *hiks* (lebay).

Untung udah ada pemberitahuan di media masa kalau SK tentang import film Hollywood udah keluar dan tunggu beberapa hari untuk kembali memeriahkan perfilman Indonesia. Tapi lagi-lagi penonton dibuat bingung karena banyak kalangan yang menilai SK keluar belum tentu juga film masuk karena belum tentu juga MPAA (Motion Picture Assosiation οf America) mau masukin filmnya di Indonesia (beritanya di sini). BEH! 😡

Karena rasa rindu untuk menonton bioskop (FYI: aku jarang banget nonton film Indonesia) aku sampe mempunyai misi khusus waktu jalan2 ke Kuching kemaren, apalagi kalau bukan nonton Bioskop! Sebagai orang yang gak suka dengan kehidupan dunia malam dan sayang kalau malam gak ngapa2in di tempat jauh ya salah satu alternatifnya nonton bioskop. Kata temen aku si ayu aku udah jadi kayak artis2 Jakarta yang cuma dateng ke singapura untuk nonton bioskop! (pasti pemerintah singapura berdoa supaya Indonesia gak kebagian film Hollywood seterusnya 😛 ). Jadilah aku menonton Pirates Caribbean: On Stranger Tides ama Kungfu Panda 2 *yipppyyyy* 8)

(gambar diambil di sini)

(gambar diambil di sini)

Soal cerita sepertinya gak usahlah ya aku banyak ceritain disini. Lagian pasti blogger yang lain yang lebih fokus masalah resensi udah banyak bertebaran! (euh bilang aja males niee 😛 ). Yang aku mau ceritain adalah bagaimana kondisi bioskop di Kuching.

Seperti yang udah aku ceritain sebelumnya, walaupun dariluar terlihat bersih tapi masalah toilet Kuching sangat gak juara, pesing dimana-mana bahkan di sebuah mall yang sangat terkenal di sana masih ada pesing dan harus bayar 20 sen pula! Mallnya pun gak bagus2 amat (aku udah ke 4 buah mall yang berbeda dan salah satunya adalah mall ‘termewah’ di kuching).

Nah, selain masalah toilet dan mall ternyata masalah bioskop pun Kuching kalah jauh dari Pontianak. Kalau di Pontianak standar bioskop XXI yang lantainya karpet lembut sampe mau jalan pake kaki ayam aja rasanya, ruangan terang dengan AC yang dinginnya sep tapi di Kuching aku mendapatkan Bioskop yang bentuknya aja udah aneh dan gelap pula padahal mall yang aku masukin masuk kedalam buku wisata di serawarak! Di dalam bioskopnya jangan membayangkan yang indah2 deh. Kualitas filmnya jelek banget, dengan subtitle yang kabur dan banyak garis2 di layarnya. Kemiringan kursipun gak tinggi, yang tinggi malah layarnya! Satu2nya yang buat aku suka di bioskop ini adalah adanya kursi pijat otomatis yang bayarnya cuma RM 1 untuk 3 menit 😆

Katanya seh ada bioskop yang lebih bagus dibanding tempat aku nonton gak jauh2 dari waterfront. Tapi kok udah aku muter2 dan masuk ke mall paling besar di sana kagak ada tuh yang ada bioskopnya! Ah, Indonesia emang lebih nyaman, walaupun banyak teman2 aku yang iri karena aku berhasil nonton kedua film itu di bioskop 😛

Kerinduan nonton bioskop masih ada sampe aku pulang kemaren. Rasanya nonton di Kuching gak ada sedap2nya. Maka ketika kemaren ngubek2 koran yang udah lama gak dibaca aku mengharu biru ketika melihat di salah satu teaternya ada nampangin film Indonesia yang aku tunggu2, apalagi kalau bukan Hati Merdeka. Yeah!

(gambar di ambil di sini)

Ceritanya masih bercerita tentang kelanjutan 5 orang pejuang yang sedang mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1948. Kali ini mereka sedang mengejar seorang kompeni sampe ke Bali.

Filmnya bagus, lagian diantara film2 aneh Indonesia ini termasuk film yang wajib di tonton menurut aku. Tapi ada beberapa cerita yang masih aku perdebatkan sekarang. Jadi ceritanya si Amir (Lukman Sardi) diawal cerita dengan sengaja membunuh teman seperjuangannya, anak kecil bernama Budi hanya karena dia tertangkap oleh kompeni walaupun menurut aku dia masih bisa diselamatkan. Lagian ngapain coba harus dibunuh segala.

Namun demikian saat atasannya memerintahkan Amir membunuh seorang kompeni di Bali yang terkenal sadis si Amir malah gak mau karena masalah kemanusiaan. Katanya: apa bedanya kita dan mereka kalau sama2 membunuh juga! (gak sadar lo udah bunuh si Budi?). Tapi ya sudahlah namanya juga film.

Terakhir mudah2an ya film Hollywood dalam waktu dekat masuk ke Indonesia. Ngiler bo lihat triller Transformers, Harry Potter dan kawan2nya.

nb: eh aku dapet award lagi dari ikutan kontes mamanya Vania kemaren. Lumayan buat nambah koleksi award, hehe..

Meong – Meong


Wuih, ternyata aku udah gak ngeposting 2 minggu, tapi kalau masih ada postingan dalam satu bulan masih masuk ke dalam kategori blogger kan yak 😆 (memaksakan diri padahal belom juga setahun blog ini umurnya).

Jadi kemanakah niee selama ini?

Disadarkan dengan adanya cuti bersama lagi dalam jangka waktu 2 minggu ini aku gak mau terlewatkan kesempatan lagi. Walaupun bagi aku liburan yang paling menyenangkan itu adalah leyeh2 di rumah dan gak ngapa2in (ketawan pemalasnya 😛 ), tapi nafsu untuk melihat kota2 lain yang belum aku kunjungi itu sangat menarik minat aku.

Mungkin aku gak termasuk traveller yang dalam setahun bisa kebeberapa tempat, tapi setahun liburan 1 kali aja udah sangat menyenangkan buat aku. Apalagi tahun ini yang aku prediksikan gak bisa kemana-mana (karena baru mulai masuk kerja) aku udah jalan2 2 kali ke 3 tempat berbeda. Yeah :mrgreen:

Memanfaatkan waktu cuti yang gak panjang2 amat, aku mengajak kakak aku dan seorang teman kakak aku untuk mengunjungi satu tempat di luar negeri yang paling dekat dengan Pontinak. Ada yang bisa nebak apa nama tempatnya? Yak! Apalagi kalau bukan Kuching!

Kakak, Aku dan Kak Tri

Yak, ada yang pernah dengar tentang Kuching? Mungkin sebagian besar dari teman2 blogger disini gak pernah dengernya. Tapi untuk warga kalimantan Barat Kuching ini sangat gak asing lagi. Tempat liburan, berobat dan sekolah/kuliah yang relatif murah daripada kami harus ke Jakarta. Kuching ini adalah bandaraya (semacam ibu kota Propinsi) dari negara bagian kerajaan Serawak Malaysia Timur. So, di sinilah aku menghabiskan masa libur cuti bersama 🙂

Berangkat rabu malam sekitar Pukul 9.30pm dari Pontianak sampai di perbatasannya udah jam 6 pagi. Ngecap passport sana sini kemudian mulai jalan lagi satu jam kemudian dan sampai di Kuching sekitar jam 9 WIB. Yang aneh dari Kuching ini adalah meskipun kelihatan waktunya sama dengan Pontianak tapi ada perbedaan waktu 1 jam disana. Jadi hitungannya aku sampe jam 10 waktu bagian serawak.

Berbekal nekat dan gak ada rencana apa2 liburan kali ini aku langsung nyari taxi untuk menuju kesebuah hotel yang kata teman aku lumayan murah dan terletak di tengah kota. Pas sampe di hotel ya ampun biasa banget >.< (terbiasa dengan hotel di Pontianak yang bagus) tapi lumayan lah ada 3 tempat tidur, AC, TV serta air panas dan dingin. Tujuan pertama ke Kuching adalah WATERFRONT.

Harap2 cemas di mana letaknya Waterfront itu dari hotel (kalau perlu pake taxi bakalan rugi berat neh) akhirnya memberanikan diri keliling2 hotel dan Alhamdulillah ternyata letak waterfrontnya cuma 5 menit jalan kaki dari hotel. Yeah!

Waterfront Kuching

Waterfront ini semacam pusat wisatanya di Kuching. Banyak bule2 yang berseliweran di sini. Aku juga kaget ternyata Kuching ini lumayan terkenal juga yak diantara turis mancanegara (pertanyaannya adalah kenapa Pontianak kagak? 😦 ). Gak perlu takut kelaparan di sini karena disepanjang jalannya banyak pedangan yang menjual makanan namun sangat teratur dengan rapinya.

Dari sini kita juga bisa melihat Astana Serawak, Gedung semacam DPRD kalau di Indonesia dan lebih banyak lagi kalau menggunakan jasa semacam kapal ferry yang akan membawa kita berkeliling sepanjang sungai serawak (nama sungai yang kelihatan itu) selama 1 1/2 jam.

Sarawak River Cruise

Aku naik ferry ini? Oh tentu tidak 😆 ini mahal banget, keliling sungai yang besarnya gak sebanding dengan Sungai Kapuas di Pontianak dengan ini harganya RM 60! Mahal banget kan. Jadi aku memilih yang lebih murah tapi sama aja mendapatkannya. Harganya bisa sampe 1/4 nya loh alias RM 15.

Ferry seharga RM 15
Gedung DPRD Serawak
ASTANA - yang ninggalinnya setara Gubernur

Enaknya liburan gak pake Tour itu kita bisa jalan semau yang kita inginkan tanpa diatur oleh orang dan bisa lebih dekat dengan penduduk setempat. Dan inilah yang aku alami. Berfikir keesokan harinya akan mencari taxi untuk mengunjungi tempat2 wisata yang jauh ternyata aku dapat rejeki nomplok. Bapak yang memandu di ferry menawarkan untuk kami bertiga berkeliling kemanapun kami inginkan, seharian dan hanya meminta bayaran RM 150! (di hotel banyak tawaran yang cuma beberapa jam tapi harganya RM 300! Tempatnya di tentukan pula.

Mendapat pemandu wisata penduduk lokal yang pekerjaannya bukan merupakan travel agent itu sangat menyenangkan. Sebelum pergi kami mengunjungi rumahnya yang terletak di seberang waterfornt. Perumahan penduduk adat melayu di Kuching ternyata masih banyak yang menggunakan rumah panggung, percis dengan kondisi di Pontianak tahun 80an. Yang membedakannya hanya jika Pontianak kita harus melalui gang2 sempit, namun di Kuching seluruh wilayahnya di aspal lebar hingga kedepan rumahnya.

Tujuan perjalanan hari itu adalah Museum Kucing, Damai Beach, Kampung Budaya, dan tempat belanja di Satok.

Museum Kuching
Pantai Putri
Kampung Budaya Serawak

Awalnya emang pingin ke Damai Beach, tapi pas depan gerbangnya ada petugas yang bilang perlu bayar RM 10 per orang. Merasa kemahalan si bapak yang membawa kamipun memutar haluan saat aku baru mau membuka dompet untuk mebayar dan lebih menyuruh kami ke Pantai Putri. Kata si bapak sama aja dan tentu masuk ke sini GRATIS! hehehe..

Dan soal isi dalam kampung budaya ini, dari petanya aku bisa lihat bahwa disini semacam TMII klo di Jakarta. Ada berbagai rumah dari suku bangsa yang ada di serawak, melayu, china, dayak, dll. Tapi jangan tanya versi lengkapnya, soalnya aku gak masuk. Alasannya ya 1 MAHAL! satu kali masuk RM 60! *naseb liburan dengan uang pas2an*

Soal pasarnya Khucing gak keren2 amat ternyata. Kebanyakan gedung2nya itu emang besar2 dan dari luar kelihatan gede banget, tapi pas masuk ke dalam beh, gak ada apa2nya. Seperti kosong melompong gitu. Gak berasa mall. Emang bener dah kalau soal Mall Indonesia gak kalah deh. Bahkan aku bisa bilang Mall di Pontianak lebih berisi daripada Mall di Kuching walaupun isinya memang barang2 mahal.

Dua lagi kekurangan yang menurut aku besar di Kuching yaitu Toilet umumnya yang gak banget bahkan dibanyak tempat harus membayar 20 sen untuk sekali buang air kecil dan makanannya yang kebanyakan tidak ada nasi putihnya (maksudnya banyak yang seperti nasi uduk gitu, berbumbu). Bahkan saking pinginnya aku makan nasi putih jauh2 aku ke KFC dan yang aku dapat? Nasinya adalah nasi ayam! Nasinya jadi berasa ayam gitu. Euh! >.<

Tun Jugah Mall

Hari terkahir di Kuching Pak Jailani (bapak yang bawa jalan2 kami kemaren) mengajak kami ke acara yang sangat heboh di Kuching beberapa hari ini. Namanya Jom HEBOH. Acaranya kayak karnaval gitu, terus malamnya ada artis2 Malaysia yang akan disiarkan langsung dari TV 3. Sebelumnya aku juga udah tahu dari bapak2 yang ngajak ngobrol pas kami beristirahat di sepanjang tepian waterfront.

Tapi karena aku gak suka acara keramaian kayak begonoan dan siapa lagi artis Malaysia yang ganteng dan cantik2 😛 akhinya aku gak menerima tawaran si bapak dengan gak enak hati. Padahal dia mau nganterin kami ketempat Jom Heboh itu gratis loh! (mungkin dia merasa kasian dengan kami yang sangat perhitungan dalam menghitung ringgit, hehehe.

nb: Kata bapak2 yang duduk disamping aku pas mau pulang ke Pontiank kota Miri (itu loh tempatnya mbak susan) lebih indah daripada Kuching. Ditambah lagi kotanya amat dekat dengan Brunei. Tapi yang jadi masalah adalah dari Pontianka Kuching ajah udah 12 jam perjalanan dan katanya dari Kuching ke Miri masih perlu 14 JAM LAGI (baru mikirin naek bisnya aja udah pusing). Ya mudah2an aja beberapa tahun kedepan ada alat transportasi darat yang lebih maju daripada bus kesana.