Tanda Tanya (?)


Merasa bahwa akhir2 ini banyak nulis resensi di blog ini. Tapi yak gak papa lah ya, mumpung si empunya blog lagi ‘rajin’ menonton dan membaca untuk mencerdaskan anak bangsa *halah* 😛

Berawal dari udah lamanya kagak nonton2 film indonesia (kalau gak salah terakhir nonton itu, hmmmm *lupa* 😆 ) jadi pas ada film ini aku lumayan tertarik juga buat menyisihkan sebagian uang belanja belanji buat (akhirnya) nongkrong di bioskop. Lebih2 lagi banyak teman2 aku yang bilang film ini bagus dan sebagai review yang mengatakan film ini sangat layak buat di tonton.

Berbekal datang telat kebioskop dan popcorn yang berbagi bertiga dengan teman seperjuangan, akhirnya pukul 7pm akupun mulai masuk ke studio 5 (harap mematikan handphone anda sekalian).

(sumber gambar di sini)

Dalam film ini ada beberapa tokoh yang mempunyai masalahnya masing2 namun memiliki hubungan yang cukup dekat dengan tokoh lainnya. Sebut saja Menuk, seorang istri dan islam yang taat yang bekerja disebuah toko makanan china milik Tan Kat Sun yang menjual makanan babi. Suami Menuk sendiri Soleh, seorang pengangguran yang tidak menyukai Menuk bekerja di sana karena anak pemilik restoran tersebut, Hendra adalah mantan kekasih istrinya.

Ada lagi Rika, sahabat Menuk yang mempunyai masalalu dengan suami yang ingin berpoligami. Karena hal tersebut Rikapun meminta cerai dan pindah agama Khatolik. Diapun mendapat cibiran dan cacian oleh orang2 sekitar. Walaupun demikian Rika tetap mengajari anak sematawayangnya hasil pernikahannya dengan ajaran Islam yang baik. Rika sendiri mempunyai teman dekat bernama Surya, seorang aktor beragama Islam yang tidak terkenal dan mulai menampaki jejak karirnya setelah berakting menjadi Yesus dalam perayaan hari paska di gereja.

***

Dari sisi pesan moral, film ini memang sangat bagus dan sebagian dari pengamat menganjurkan menutar film ini pada setiap perayaan agama apapun juga di Indonesia. Karena film ini mengajarkan toleransi antar umat beragama yang sekarang seperti sudah sangat surut dengan banyaknya kejadia salah satu agama/kelompok menganggap agama dari orang lain itu salah dan menghancurkannya dengan tindakan yang sangat tidak terpuji. Bahkan menurut aku pribadi, tindakan2 orang2 tersebut sangat memalukan agama yang dianutnya yang sayangnya aku anut juga.

Namun dari segi cerita aku kurang puas dengan film ini, rasanya dari awal sampe akhir ceritanya sangat datar dan monoton. Sama sekali tidak ada emosi yang dibawa untuk penonton rasakan dari awal hingga akhir film ini ditayangkan. Akur ceritanyapun sudah sangat bisa ditebak yang membuat ada rasa kebosanan saat menontonnya.

Mungkin film ini memang cocok untuk ditayangkan di TV2 untuk ditonton banyak orang. Paling gak pesannya akan sampai. Kalau penontonnya seperti aku yang ingin mendapatkan keasyikan dari menonton film seh ya emang jatuhnya gak cocok dan ngebosenin.

nb: postingan ini sebenarnya mau aku masukin kontes tentang review novel dan film, cuma aku lupa alamat blognya apaan (-_-” ). Bagi teman2 yang tahu tolong dikasih tahu linknya yak :mrgreen: