Bajak dan Membajak..


Tulisan di twit atau di blog aja kita mencak2 klo di copy, gimana klo sampai lagu atau film hasil karya kita sampai dibajak? Bagaimana rasanya?

Paling tidak seperti itulah yang aku lihat di twitter pagi tadi. Sebagai blogger (ya boleh dong yak aku nyebutin diri sebagai blogger, walaupun belom eksis bener πŸ˜€ ) aku emang antipati dengan seseorang yang mengcopy paste tulisan orang lain tanpa memberikan link sumber. Bahkan ada yang lebih parah dengan mengandaikan bahwa itu adalah tulisan dia.

Padahal klo blog itu adalah sesuatu yang mudah untuk ditulis. Ya tulis aja asal2an, atau yang paling mudah adalah tulis saja tentang kehidupan kita sehari2 kita udah bisa membentuk sebuah postingan yang baik. Gak perlu lah memikirkan yang terlalu ‘besar’ dulu untuk menulis sesuatu. Tapi sesuatu yang mudah itu saja masih ada orang yang copas? Apalagi copas tulisan sehari2 gitu? Kayaknya keterlaluan deh yak!

(sumber gambar di sini)

Ini beda dengan kalau musik atau film. Bagi kita orang awam gak mungkin mengambil karya tersebut untuk mengakui bahwa karya itu merupakan karya kita (walaupun banyak juga kasus ini terjadi). Kerjanya lebih repot yang membuat kita juga gak mau ikut repot2 melakukannya. Yang ada kita akhirnya ‘hanya’ mencuri karya itu.

Yah, aku gak akan berkoar bilang kalau aku bersih dari itu semua. Aku juga bagian dari bangsa Indonesia yang lebih senang mendownload lagu daripada membeli CDnya πŸ˜› . Atau lebih suka membeli DVD bajakan dari pada membeli DVD original untuk sebuah film.

Tapi bukannya aku tidak mau menghargai hasil karya sineas itu loh. Terutama sineas Indonesia. Aku sangat jarang mendownload lagu2 Indonesia. Yang ada hanya lagu2 barat aja aku download. Terus lagu Indonesianya aku beli? Oh, tentu tidak! Aku emang dasar gak suka dengan lagu2 Indonesia seh πŸ˜† *dikeplak*

Bagi sebagian lagu2 sineas Indonesia yang aku suka, aku akan berusaha menghargai karya mereka kok. Dengan cara ya membeli CD asli musik mereka. Aku tentu tidak tutup mata dengan hal2 seperti itu. Aku memang sedang belajar untuk mulai menghargai mereka dengan cara seperti ini.

Terus soal film? Aku juga termasuk kolektor VCD original untuk film, sampe sekarang udah ada sekitar 200an VCD original yang aku kumpulkan. Rasanya ada kepuasan tersendiri gitu klo punya koleksi seperti itu. Lagian kualitas bajakan dan asli emang jauh beda kok rasanya. Klo udah suka dengan satu film aku akan usahain untuk membeli originalnya.

So, bagaimana dengan kalian? Lebih milih yang ‘gratisan’ atau sudah berfikir untuk menghargai karya orang lain? Kalau aku pribadi seh masih setengah2 seh. Ya menghargai juga, tapi terkadang download dan beli bajakan juga, hehe

Advertisements

Nasi Mangkok


Eh, apaan tuh nasi mangkok niee? Ya itu loh sejenis tempat makan baru di Pontianak yang menjadi tempat tongkrongan baru dari ababil sampe emak2. Dimaklumi aja yak, karena Pontianak emang kekurangan tempat tongkrongan asyik, jadi klo ada tempat baru jadilah langsung diburu oleh orang. Apalagi ini tempat makan, selalu rame deh dikunjungi klo makanannya enak.

Tapi kok namanya aneh bener yak kedengarannya: Nasi Mangkok. Doh, begini loh, karena aku menjunjung tinggi penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, maka akupun mengubah nama tempat makan ini dari RICE BOWL FAMILY RESTAURANT ke Nasi mangkok *dikeplak* (padahal bahasa diblog ini gak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan bener juga πŸ˜› )

OK, lupakanlah soal tentang nama-namaan itu. Mari kita fokus ke tempat makanannya.

Jadi kemaren ceritanya gak ada teman buat makan siang di kantor. Maklum lah ya bok secara pegawai baru jadi masih sok malu2 buat ngajakin/minta ajakin buat makan siang. Jadilah sebagai teman andalan yang selalu setia aku memanfaatkan vio buat makan siang.

Awalnya aku mau ngajakin ke Kyoto. Soalnya aku suka banget tuh yang namanya makanan jepang2an. Apalagi klo makannya di Jepang langsung, pasti aku makin suka deh. Jadi barang siapa yang mau menyisihkan hartanya untuk membawa aku ke jalan2 ke Jepang pasti aku mau deh (dilempar bata satu RT πŸ˜† ). Etapi si vio bilang kenapa gak ke Rice Bowl aja, kan tempat baru tuh! Dengan terlena oleh bujuk rayunya akhirnya akupun mau juga makan di sono.

Rencananya aku mau jemput si vio di kampus, secara gak jauh juga dari kantor ke kampus, sekitaran 1 km aja gitu. Tapi karena vio baik hati, tidak sombong dan sangat pengertian (klo lo baca yo boleh kok aku menerima traktiran gorengan bibi kampus 😳 ) akhirnya dia yang mau jemput aku.

Sampai di tempat makannya dari depan kok sepi banget yak. Yang cuma ada di parkiran mobil semua. Langsunglah kami berasumsi bahwa orang2 yang datang ke tempat ini cuma yang pake mobil. Lalu akankah kami yang kucel dengan datang pake motor MIO ini malu dan lansung pulang? Jawabannya adalah: TENTU SAJA TIDAK!! Kami ini tipe orang yang tidak tahu malu. Lah wong sama2 bayar juga gitu gak minta2 :mrgreen:

Pas udah markir motor rapi di dekat pintu ada satpam ngampirin *waduh* (mulailah aku berfikir kami berdua akan diusir gara2 datang pake motor *lebay* ). Ternyata eh ternyata si satpam cuma mau bilang klo kami salah parkir, parkiran motor itu ada di belakang. Daaaann,, setelah dilihat ternyata di belakang emang banyak ding motor terparkir rapi, hahahaha…

Pas masuk tempatnya lumayan nyaman seh, ada tempat bermain buat balita juga. Jadi yang punya balita boleh deh di titipin di tempat itu sambil emak dan bapaknya seneng2 makan πŸ˜€

Dan sekarang kita masuk ke makanannya!!

(squid with special salt rb)

(Orange Chiken Rb ama Sauted Buncis with beef)

Jadi pas lihat menu aku rada kagok juga seh, secara gitu bo harganya lumayan mahal dengan kondisi kantong aku yang belakangnya sedang jeblok karena ukuran tubuh yang udah bertambah berat (woi gak nyambung niee!! πŸ˜› )

Akhirnya aku memilih menu paket aja. Aku pesan squid with salt (cumi yang digoreng dengan tepung terus kayak dibubui dengan garam yang lumayan banyak, tapi gak asin2 bener kok) ama sauted buncis with beef (buncis seperti direbus terus dicampur dengan saos daging gitu, tapi pas dirasa kayaknya dagingnya itu dari daging kornet deh) sedangkan si vio pesan orang chiken rb (ayam dengan campuran nanas. Awalnya aku kira orange itu jeruk, eh ternyata nanas, tapi enak juga).

Harganya lumayan juga deh untuk paketan. Untuk menu squid with salt harganya 27,900 IDR, orange chicken rb itu harganya 22,900 IDR dan si buncis harganya 33,900 IDR (lebih mahal dari menu dagingan yak bo -_-” ). Tapi karena aku amat teramat suka dengan buncis jadi gak papa deh.

Nah, klo kalian lagi kesesat pesawatnya ke Pontianak boleh lah mampir2 di sono. Dijamin klo soal rasa enak deh πŸ™‚

Anak dan Bapaknya


Masih lumayan kesal karena gak sempat ikut2an hadiah2 atau kegiatan2 yang diadain teman2 blogger!

Kalau ditanya kenapa gak sempat? Aku jadi malu sendiri bilangnya, kalau karena badan aku masih penyesuaian dengan pola kegiatan hari aku sekarang. Jadi klo ada bagi2 hadiah atau kegiatan yang memerlukan ‘persiapan khusus’ untuk postingannya pastinya aku jadi males sendiri deh (mudah2an gak berlangsung lama kemalasan aku ini). Sekarang lebih suka ngeposting yang bisa langsung ditulis aja tanpa perlu pikir panjang, hehehe..

Jadi sekarang aku mau cerita tentang Bapak aku. Lah emangnya ada yang seru gitu niee? Hahaha.. Ya aku merasa aneh banget gitu, apakah aku dan bapak ini mempunyai jiwa yang tertukar, seperti sinetron Putri yang tertukar? *halah*

(sumber gambar di sini)

Selayaknya Bapak sebagai kepala keluarga, Bapak aku juga sangat sibuk dengan rutinitas kerja (sekarang seh udah nggak karena udah pensiun), tentu menonton TV menjadi salah satu yang sangat jarang untuk beliau lakukan. Tapi, kalau bapak2 yang lainnya lebih suka dengan acara TV seperti berita2 di Metro atau TV One gitu, beda banget dengan bapak aku. Coba tebak deh bapak aku suka nonton acara TV apa?

Bapak aku suka nonton sinetron!!

SINETRON SAUDARA-SAUDARA (ya gak perlu di caps lock juga deh niee πŸ˜› ). Tapi beneran merasa aneh juga dengan kebiasaan bapak yang satu ini. Karena aku sangat tidak suka dengan yang namanya menonton sintron. Palingan aku nonton Cinta Cenat Cenut (karena tayangnya cuma seminggu sekali) dan aku udah ketinggalan 2 episode dari 5 episode yang ada *penting*.

Yang membuat bete lagi adalah si Bapak gak suka gitu sinetron yang menurut aku termasuk ‘lumayan’ buat di tonton. Bapak lebih suka sinetron sejenis CINTA FITRI, NADA CINTA, DIA ANAKKU dan entah apa lagi yang aku juga gak hapal judulnya. Pokoknya jenis2 film yang mendayu2 dan banyak gak genahnya serta mengumbar air mata gitu deh *nyebut*.

Sedangkan aku? Aku lebih suka jika udah nonton TV adalah nonton berita2 di Metro atau acara2 talkshow sejenis Mata Najwa, Kick Andy, Provocative Proactive atau acara sport dan tentunya siaran langsung SEPAK BOLA (terutama BPL dan UCL). Iya, aku emang pencita sepakbola sejati (walaupun masih banyak gak ngertinya dengan olahraga satu ini :mrgreen: ).

Tuh, beda banget kan yak aku dengan bapak dalam hal selera menonton TV. Dan anehnya lagi adalah pemilihan tipe acaranya seperti jiwa kita kebalik gitu. Bapak aku suka dengan acara yang biasanya disukai sama emak2, sedangkan aku menyukai acara yang kebanyakan disukai bapak2.

Mungkinkah memang jiwa kami berdua ketuker? *merenung*

Semacam Kereta Api..


Kalian udah pernah naik kereta api? Bagi yang tinggal di Jawa atau Sumatra mungkin naik kereta api bukanlah sesuatu yang keren. Tapi jauh banget dengan aku yang tinggal di Kalimantan. Kemaren aku pernah komentar dari salah satu blogger diblognya yang bilang kalau di Kalimantan gak ada kereta apinya, dia langsung syok gitu πŸ˜†

Ya, begitulah kondisi pulau terbesar keempat di dunia dan pulau terbesar di Indonesia ini. Kalau aku ada di Kalimantan Barat, untuk bisa ke Kalimantan Tengah aja gak bisa dengan lewat darat. Jadi harus ke Jakarta dulu baru diteruskan naik pesawat lagi ke Palangkaraya. Begitu pula dengan kalau mau ke Balikpapan. Ongkosnya jadi gila2an. Padahal aku ada paman di Balikpapan 😦

Ini membuat orang2 Kalimantan (khususnya Kalimantan Barat) lebih suka berlibur ke luar negeri semacam Kuching, KL, BruneiΒ  atau Singapura. Ongkosnya jauh lebih murah daripada harus kedaerah Indonesia lainnya, bahkan jika dari Pontianak ongkosnya jauh lebih murah ke Kuching daripada ke Jakarta (FYI: dari Pontianak ke Kuching dan Brunei ada BISnya).

Eh, kok jadi curhat gini 😳 Ok, kita kembali fokus ke kereta api, hehe. Jadi beberapa tahun lalu aku ke Jogja dilanjutkan ke Surabaya. Saat itulah baru aku merasakan gimana naek kereta api (mencak2 kesenangan πŸ˜† ). Kenangan yang paling melekat dari kereta api adalah jualannya. YAK JUALANNYA!!

(sumber gambar di sini)

Eh, kok kayaknya gak sesuai yak gambar sama kereta api di Indonesia :mrgreen:

Suka deh waktu petugas kereta apinya tereak2: ‘Nasi goreng, nasi goreng. Bantal, Bantal. Selimut, selimut’. Belom lagi klo udah di stasiun banyak orang2 jualan yang masuk ke dalam. Pokoknya aku suka banget deh (Ok, kalian boleh bilang aku norak πŸ˜› ).

Jadi pas aku masuk ke Kantor aku sekarang kondisinya mengingatkan aku pada kereta api. Kok gitu niee? Yak, apalagi kalau bukan karena suasananya yang banyak tukang jualannya. Di bawah ini adalah beberapa jualan yang pernah masuk ke Kantor aku:

1. Penjual Kue.

Jadi penjual kue ini namanya bang amat (kalau gak salah ingat, kalau salah anggap saja bener deh yak, toh kalian juga gak tahu aku salah πŸ˜› ). Dia biasanya datang ke kantor jam 8an gitu. Ciri khas bang amat ini adalah dari jauh udah tereak: ‘Sayang anak buah. Sayang anak buah’. Oh, syukurnya posisi aku adalah ‘anak buah’, jadi gak berkewajiban buat belinya. Yang merupakan kewajiban aku adalah memakan kuenya jika si bos beli :mrgreen:

2. Penjual pulsa.

Ini sebenarnya orang kantor juga seh. Tapi karena dia berjualan pulsa jadinya setiap hari dia keliling2 di setiap ruangan bidang2 di kantor. Ya kan siapa tahu ada orang yang kehabisan pulsa dan dialah sang pahlawan penyelamat dengan memberikan hutang (yaaa,, coba pahlawannya memberi dengan gratis yak *maunya* ).

3. Tukang Sol sepatu.

Ini aku juga heran, beberapa hari yang lalu ada anak cowok sekitar umur SMP gitu datang ke Kantor dengan membawa kotak berwarna hitam. Awalnya aku kira dia akan meledakkan kantor dengan bom bunuh diri (ok, ini super lebay). Omongannya juga gak jelas. Pas aku tanyain ke teman2 kantor lainnya ternyata dia lagi menawarkan apa sepatunya mau disemir atau gak *yaelah*

4. Tukang kacamata, dompet, ikat pinggang,dll.

Ya ampun ini kantor udah serasa pasar kaget kalau ada si mas2 ini datang. Bawaannya seabrek2 banyaknya.

5. Tukang Kacang Garuda.

Ini tentu bukan iklan. Kalau iklan pasti aku udah bagi2in hadiah buat kalian pembaca blog aku yang aku sayangi :mrgreen: Tapi beneran kemaren ada tukang kacang Garuda promosi ke kantor beli 3 bungkus dapat balon (Hadeh ini gak salah yak dikasih balon, gak dikasih emas gitu *digapok* ).

6. Penjual ikan selomang.

Ini paling absurd. Jadi kemaren sempat ada anak kecil gitu dengan tampang kucel yang tiba2 datang bawa kantong plastik putih nawar2in ikan selomang (ikan yang buat diadu itu).

7. dan masih banyak lagi.

***

Yak, begitulah keadaan kantor aku. Selama ini aku kerja di bimbingan belajar gak pernah ada orang2 yang berjualan seperti ini. Jadi lucu juga lihat kondisi kantor sekarang. Jadi gak perlu ke pasar lagi deh klo nyari2 barang, hehehe.

Mengejar Mimpi


Ih, udah lama deh rasanya gak ngeposting tentang drama korea. Terakhir klo gak salah bulan Januari kemaren. Karena sok sibuk aku jadi gak sempat2 mengupdate k-drama yang aku tonton. Padahalkan udah ngaku2 pencinta berat k-drama 😳 .

Bagi kalian yang suka dengan film bergenre drama musikal seperti high school musical atau yang berdance ria seperti street dance mungkin akan suka dengan k-drama ini. Ini mungkin loh yak, soalnya ada beberapa orang yang gak terlalu suka dengan korea2an. Ya, ini seh emang ujung2nya soal selera.

Yak, mari kita masuk saja membahas tentang drama satu ini. TENG TERENG TENG TENG!!!

(gambar diambil di sini)

K-drama kali ini berjudul DREAM HIGH dengan 16 episode dan rilis di korea sono bulan Februari 2011 kemaren (yeay, thanks buat dvd bajakan yang cepet banget masukin k-drama baru πŸ˜› ).

Jadi k-drama ini berkisah tentang 6 orang siswa yang masuk ke sebuah sekolah musik dengan segala latar belakang yang ada.

  1. pertama Go Hye Mi, seorang cewek yang ingin masuk sekolah musik Julia di Amerika. Namun karena ayahnya bangkrut dan berhutang hingga ia terpaksa masuk ke Kirin Art High School untuk membayar hutang ayahnya dengan menjadi seorang artis.
  2. kedua adalah Hyun Shi Hyuk, seorang cowok yang mempunyai fobia dengan blits dan ketenaran. Namun ingin membuktikan kepada ayahnya (yang seorang politikus di korea) bahwa dia bisa mandiri dan sukses tanpa bantua ayahnya.
  3. ketiga seorang yang culun namun mempunyai bakat musik yang kuat bernama Song Sam Dong. Ia berani datang ke Seol karena Hye Mi yang sejak pertama dilihatnya telah disukainya.
  4. Ada lagi Yoon Baek Hee, seorang yang dulunya adalah ‘pengikut’ Go Hye Mi. Namun karena kesombongan Hye Mi menjadi seorang yang ambisius.
  5. Kim Pil Sook seorang cewek gendut yang tidak pede dengan penampilannya, namun mempunyai suara yang sangat indah.
  6. dan terakhir adalah jason, seorang cowok yang sangat pandai dance.

Go Hye Mi yang ayahnya mempunyai banyak hutang terpaksa mengubur impiannya untuk bersekolah di Julia karena dipaksa oleh makelar hutang ayahnya untuk masuk ke Kirin School dengan harapan Hye Mi bisa menjadi artis dan dapat membayar hutang2 ayahnya. Dengan ditemani oleh Baek Hee, diapun ikut pendaftaran di sekolah tersebut. Namun karena kesombongannya Hye Mi tidak terpilih untuk masuk ke sekolah itu dan lebih memilih Baek Hee. Hye Mi yang merasa kemampuan bernyanyinya jauh lebih bagus daripada Baek Hee pun sangat kecewa dan merendah2kan Baek Hee di depan para penguji.

Namun akhirnya Go Hye Mi bisa masuk ke Kirin sama2 dengan Hyun Shi Hyuk dan Song Sam Dong sebagai murid percobaan dengan Kang Oh Hyuk sebagai guru pembimbing. Merekapun akhirnya dapat bersekolah dengan segala kekurangan yang ada karena tidak mendapat fasilitas yang sama dengan murid2 lainnya.

Ceritanyapun kemudian mengalir ke konflik2 pertentangan antara mereka memperebutkan debut keartisan dengan cara mereka masing2. Yang pasti drama ini sangat korea banget.

(sumber gambar di sini)

(sumber gambar di sini)

(sumber gambar di sini)

Bagi yang suka dengan k-pop rasanya drama ini sangat cocok untuk ditonton, karena sepanjang episodenya sangat full dengan bernyanyi dan ngedance. Apalagi salah satu pemainnya adalah salah satu personel boy band k-pop yang sedang naik daun 2PM.

Aku sendiri gak terlalu ngerti dengan k-pop2an seh. Kalau ditanya nama2 mereka aku juga gak akan pernah hapal. Tapi ya selalu suka dengan gaya korea yang sangat khas banget.

Yang rada mengganggu bagi aku adalah seringnya pemain cowok dari drama ini nangis. Ya walaupun cuma mata memerah dan air mengalir sedikit tapi yak untuk masalah mereka yang gak terlalu serius rasanya bisa deh diselesaikan dengan cara gak nangis. Cerita tentang cinta2an di drama ini juga gak kuat2 amat, cuma pemanis deh untuk cerita perjuangan mereka meraih mimpi untuk jadi seorang bintang.

Mungkin drama ini adalah gambaran bagainya keras namun mudahnya para bintang korea itu untuk menjadi artis (nah loh susah kan yak mencerna kalimat aku, haha). Pokoknya gitu deh, dari pada bingung mending langsung di tonton aja. Sekali lagi DVDnya bisa dibeli dilapak2 bajakan favorit saudara, atau kalau gak ya download juga bisa :mrgreen:

Selamat menonton.

Teknik vs Kesehatan


Teknik itu perkumpulan anak2 jorok

Eh, bener kan yak? Kalau ada yang gak setuju timpukin aja aku via laptopnya (itu seh mereka yang rugi niee, hahaha). Ya paling gak itu versi menurut yang aku lihat dilingkungan kampus aku. Gimana gak jorok coba, bisa dilihat dari tampilan luarnya aja deh.

Jadi teringat waktu pertama kali aku masuk kuliah. Dari depan udah ngelihat kumpulan anak2 cowok yang pakaiannya serba hitam dengan rambut panjang acak2an (seperti gak mandi sebulan) wajah bringas, mata nanar yang membuat aku berfikir ini aku masuk kampus atau perkumpulan preman kampung yak! πŸ˜†

(sekilas foto2 anak teknik di kampus aku :P)

Masuk kekampus Teknik aku harus ngikuti kegiatan ospek yang namanya Pawang (lupa kepanjangannya πŸ˜† ). Kapan2 pingin deh nulis tentang pawang ini. Tapi sekarang fokus dulu dengan cara makannya. Jadi kalau udah makan tuh aku dikasih nasi bungkus. Nasi bungkusnya seh enak, yang gak enak itu cara makannya.

Cara makan ala Teknik:

  • Angkat nasi bungkusnya.
  • Petik karet getahnya 3x
  • Cium bau nasinya
  • Buka bungkusannya, letakkan nasi dilantai (klo diluar ruangan letakkan saja ditanah)
  • Cuci tangan (cara: jilad satu2 jari kemudian ditepuk2)
  • Makan (dengan hitungan 1-20)
  • Selesai makan bungkusan diangkat keatas (membuktikan nasi udah habis)
  • Minum
  • Cuci tangan lagi (dengan cara yang sama dengan di atas).

Saran aku bagi yang jijikan jangan dibayangkan, karena dapat berakibat mual dan muntah2 πŸ˜† .

Nah, bandingkan dengan cerita teman aku yang kuliah di kedokteran. Kata mereka setiap mau makan mereka pakai pembersih tangan dulu, cuci pakai air dulu. Oh, jauh beda sekali yak πŸ˜›

Tentu aku yang udah 4tahun lebih berkecimpung di dunia persilatan Teknik jadi rada terbiasa dengan sedikit kejorokan (sedikit loh yak, gak banyak πŸ˜› *tetep* ) ya contohnya kalau mau makan gak setiap kali cuci tangan (kalau ingat aja) hahahahaha…

Pas masuk ke tempat kerja aku sekarang di dinkes jadi rada syok. Mereka merhatikan benar yang namanya kebersihan. Sebelum kerja bersihin tangan dulu. Setelah kerja cuci tangan pakai cairan pembersih itu (eh, apa seh istilahnya, aku gak tahu *kuper* ).

Mereka juga sangat memperhatikan makanan, kalau ada yang jualan dipinggiran jalan pasti mempertanyakan kebersihan makanannya. Sebagai penganut AKH alias Asal Kenyang Hajar, aku jadi bingung juga mau makan apa. Alhasil ikut2an juga milih makanan (semoga gak bertahan lama).

Mungkin Teknik dan Kesehatan itu gak cocok. Mungkin salah satu ada yang mengalah. Tapi dalam kasus aku pingin rasanya sekali saja bisa mempengaruhi para bidan, dokter, dan para tenaga kesehatan itu sekali aja melaksanakan tata cara makan Teknik. Mungkin gak ya? πŸ˜›

Panggil aja sesuka kalian..


Haduh, si niee mau ngomong apa lagi yak! Gak jelas bener tuh judulnya, hahaha.. Jadi tadi niatnya mau nulis tentang aku dan blog yang diadain Chika Rei, etapi ternyata give awaynya udah tutup 28 Februari lalu. Malahan kemaren udah diumumin pemenangnya. Jadi udah keburu gak semangat buat nulis tentang blognya. Padahal cerita aku seru loh, kalau ikutan pasti menang *dilempartomat* πŸ˜† BTW ada kompetisi blog lagi gak yak. Pingin ikutan neh. *bancihadiah*

Jadi tema nulis blognya diganti aja dengan yang lain aja. Tapi aku yakin ini pasti jauh lebih seru dari pada cerita aku dengan blogku. Emang apa itu niee? Yak! Apalagi kalau bukan tentang nama-nama panggilan aku :mrgreen: (penonton kecewa) Hahaha..

Setiap orang pasti punya nama panggilan (ayo siapa yang kagak punya nama panggilan sama sekali? ).  Nama panggilan biasanya digunakan oleh orang2 yang dekat dengan kita. So, harapan aku seh setelah teman2 blogger tahu nama panggilan aku kita bisa jadi semakin akrab 😳

(gambar di ambil di sini)

Yak! Mari langsung saja kita mulai telusuri satu persatu nama2 panggilan aku. TEREEENG TENG,, TENG TENG!!!!

1. Dede’ (baca dengan koma di atas)

Ini panggilan aku untuk para keluarga. Mulai dari orang rumah ibu, bapak dan kakak hingga keluarga2 aku seperti para om, tante dan sepupu2 manggil aku dede’. Yang anehnya adalah nama panggilan itu malah menjadi nama ‘sebenarnya’ buat aku. Maksudnya para sepupu yang lebih muda dari aku manggilnya juga dede’ dan anehnya agar terdengar lebih sopan ditambah embel2 kak di depannya. Jadi mereka nyebutnya kak dede’. Untuk para keponakan manggilnya tante dede’ (ya ampun ini beneran keluarga yang aneh -_-“).

Malahan ada beberapa keluarga aku yang gak tahu namaku sebenarnya. Pernah suatu kejadian ada kawan aku yang nanyain seorang tanteku. Kawan aku bilang: oh, tante itu tantenya irni yak?. Dan tante aku dengan sotoynya menjadwab: namanya bukan irni, tapi dede’ *capekdeh* (sejak kapan juga aku ganti nama tante).

2. Yani

Sebenarnya jarang banget yang manggil aku dengan panggilan ini. Bahkan sekarang udah gak ada sama sekali. Tapi karena yang manggil aku seperti ini adalah orang yang spesial, maka aku gak akan pernah lupa dengan dia.

Jadi yang manggil aku dengan sebutan Yani adalah kakek aku. Aku nyebut kakek dengan sebutan datok. Karena datok manggil aku seperti ini ada beberapa orang dilingkungan aku juga ujung2nya manggil aku Yani. Tapi semenjak datok meninggal praktis gak ada lagi orang yang manggil aku dengan sebutan ini. Aku gak terlalu suka seh dengan panggilan ini. Biarlah dia menjadi panggilan khusus dari datok aku aja. Gak usah dari orang lain πŸ™‚

3. Irni

Kalau ini emang panggilan biasa aja kali yak! Tapi emang kebanyakan orang2 ya manggilnya aku ini. Mungkin karena udah kebiasaan orang Indonesia yang manggil orang dengan nama depannya. Kalau aku terlahir di Inggris mungkin aku akan di panggil dengan sebutan Mrs. Rooney *maunyalo* πŸ˜›

4. Si Kurus 2

Saking kurusnya aku dulu (lah emang sekarang kagak niee?) jadi jaman di kampus dulu ada senior yang ngumpul2in junior2nya yang kurus gitu. Dan terjaringlah aku masuk kategori itu :(. Tapi bukan irni namanya kalau gak bisa ngelawan senior (bagi junior2 jangan diikutin yak :P). Karena seniornya juga kurus jadinya aku bilang aja kalau senior itu si kurus 1 dan aku adeknya si kurus 2, hahaha..

FYI: sampai sekarang kalau ketemu sama senior ini pasti aku dipanggil ‘rus. Pernah suatu hari ketemu di mall dari kejauhan dia udah teriak: Russs… Kurusss,, *berasa pingin aku gepokin tuh senior*

5. Cipo

Ini panggilan yang paling aku gak suka. Bukan karena kedengarannya seperti nama hewan peliharaan (etapi iya juga seh) tapi karena sejarah panggilan ini.

Nama panggilan ini dimulai saat aku ospek waktu pertama kali masuk kuliah dulu. Jadi ada teman kampus aku yang katanya wajahnya mirip aku (sampai sekarang aku gak mau mengakui kemiripan ini). Karena nama panggilannya adalah Poci jadi keyong-koyong ada temanku yang memberi ide kepada para senior untuk memanggilku dengan Cipo (THANK BUAT NIA 😑 ). Kenapa aku gak suka? Ya karena aku gak suka aja dibilang mirip dengan seseorang. Kalau mirip dengan Megan Fox baru itu bener! (Silahkan muntah beramai2).

6. Meni’ (dengan koma diatas *tetep* )

Panggilan ini bukan panggilan utama seh. Tapi kadang2 kalau orang lagi kesal atau lagi senang sama aku nama panggilan ini pasti yang kesebut. Sejarah nama panggilan ini juga sangat panjang seperti panjangnya rambut rapunzel, dan panggilan ini juga ada hubungannya kenapa aku selalu memasang nickname NIEE buat lalu lalang di dunia blog.

Jadi ceritanya waktu kelas 2 SMA dulu aku punya 2 teman dengan nama IRMA dan ERMA. Sudah selayaknya kalau mereka berdua itu dipanggil nama pendeknya adalah ‘ma. Tapi jadi masalah ketika banyak yang manggil ma-ma dan keduanya noleh gitu. Alhasil si IRMA minta dipanggil dengan sebutan IR aja. Langsung aku deh yang protes. Lah wong selama ini IR itu udah jadi nama sebutan aku. Kenapa pula aku yang harus mengalah *lebay*

Lalu seorang temanku bernama Romipun mulai dengan ide ‘cemerlangnya’. Erma dipanggil Ma, Irma dipanggil Ir, dan aku dipanggil ni’ (dengan koma diatas). Awalnya aku protes, jelek kan yak dipanggil nik-nik-nik.

Karena banyak teman2 SMA yang masuk ke kampus yang sama jadinya panggilan pendek itu berlanjut juga sampai di kuliah. Hingga suatu hari panggilan itu terdengar oleh seorang senior aku bernama bang Sony. Dengan baiknya diapun mulai memanggil aku dengan sebutan Meni’ yang diikuti oleh seluruh senior2 dan teman2 aku sekampus *bangsai*

***

Sebenarnya masih banyak seh nama2 panggilan untuk aku. Tapi karena daya ingat otak ini yang berkekurangan jadi aku cuma ingat yang enam di atas itu, hehe.. Kalau teman2 blogger mau kasih aku nama panggilan boleh dipersilahkan loh. Kalau bisa yang berbau2 Perancis yak *maunya* :mrgreen: