Tipu Menipu : Yang Pintar yang Menang!


Haiii Halooo.. Apakabar semuanyaaa?? Gimana malam minggunya kemaren? di Pontianak hujan lagi. Sangat lebat pula sampe ada petir-petirnya segala. Banyak dah kencan yang gagal. Kasian banget *oops πŸ˜› *dilemparbata*

http://hidupenak.multiply.com

Kalian pernah ditipu gak? Penipuan disini yang aku maksud adalah mengatakan bahwa kita mendapatkan hadiah yang nilainya besar banget. Kalau di sms seh udah sering yak. Sampai-sampai ada lelucuan di sekitar aku, kalau itu beneran pasti kita udah kaya raya deh. Punya mobil 5 dan punya uang (kalau dijumlahkan hingga) miliyaran rupiah. Gimana gak keren tuh!

Bodoh banget bagi aku orang-orang yang bisa tertipu hanya dengan mendapatkan SMS seperti itu. Lagian gampang kan kalau SMS mah tinggal dihapus. Lalu bagaimana dengan jika kita ditelpon?

Aku sendiri masih merasa bodoh banget orang yang bisa tertipu dengan orang yang menelpon dengan iming-iming hadiah. Apa susahnya seh menolak? Lalu ada temen-temen akupun bilang, bahwa penipuan dari telpon itu ada unsur hipnotisnya, makanya harus hati-hati. Oh okey.

Kamis siang tanggal 6 Oktober 2011 di ruangan kantor akhirnya kejadian itupun menghampiri aku. HP aku berbunyi, ada nomor telpon dari yang tidak aku kenal. Biasanya seh aku gak bakalan angkat nomor begituan. Entah mengapa hari itu aku langsung mengangkatnya. Nomornya 082179542224 (hati-hatilah kalian dengan nomor ini!! ).

Pas diangkat terdengar suara cowok yang aku kira adalah temen seruangan aku yang mau titip kerjaan atau apa. Akupun langsung bersikap sedikit manis. Tapi lama kelamaan aku tahu ini bukan dari teman kantor aku.

Pertama-tama dia menyebutkan nomor ponsel aku. Dia bilang dia dari pihak operator selular yang aku gunakan lalu menanyakan nama aku (indikasi 1: kalau dari operator mereka sudah tahu nama kita gak mungkinlah menanyakannya lagi. Biasanya malah menanyakan nama ibu kandung buat memastikan nomor ini memang nomor pemilik aslinya).

Kemudian dia bilang bahwa aku adalah pemenang harian yang mendapatkan hadiah sebesar 11 juta dengan rincian 10,5 berupa uang tunai dan 500 ribu berupa pulsa. Gak ada pemotongan dan biaya pemenang yang harus dibanyar disini.Β  Hadiah ini hanya bisa di klaim selama hari ini (indikasi 2: lah kalau emang niat ngasih hadiah gak ada batas waktu dong!).

Diapun mulai dengan gayanya, menanyakan tabungan yang aku pake. Apakah ATM yang aku gunakan masih berfungsi. Kapan terakhir menggunakan ATMnya (indikasi 3: pertanyaan semuanya gak penting, ngapain juga dia bertanya soal ATM aktif atau gak?)

Dari gaya bahasanya, dia sangat berputar-putar. Mengulang-ngulang jumlah uang yang menjadi hadiahnya (mungkin agar kita tergiur) yang membuat aku menjadi bosan. Sampai akhirnya dia menanyakan nomor rekening aku dan akan memberikan sebentuk pin yang harus aku apakan gitu (aku juga lupa, hehehe) dan harus dilakukan pada hari ini juga.

Yak, karena aku masih dikantor aku bilang dong bahwa aku gak hapal nomor rekening aku. Dia masih berusaha buat bilang inikan pas istirahat siang, apakah aku gak bisa ngambil buku tabungan dan melihat nomor rekeningnya? Euh, mulai menyebalkan neh orang. Aku bilang aja kalau mau ngasih hadiah yang niat dong. Masak memaksa aku buat keluar kantor segala!

Mendengar aku membentak dia (sepertinya) memanas. Dengan sedikit menenangkan diri dia bertanya jam berapa aku pulang kantor. Yah, aku bilang aja biasanya aku pulang kantornya jam 9 malam keatas (boong banget dah, manaΒ  pernah juga aku lembur sampe jam segitu πŸ˜› ).

Sepertinya mendengar jawaban-jawaban aku yang nyeleneh dia mulai panas. Dia langsung bertanya apakah aku mau gak nerima hadiah itu. Kalau aku gak mau masih banyak kok yang mau dengan hadiahnya!

Hah? Lah, bilang aku bodoh, tapi setahu aku kalau hadiah itu sudah menjadi milik aku sepenuhnya. Mana ada istilah ‘masih banyak yang mau?’

Aku yang udah males ngeladenin tuh orang langsung aja berlagak sombong dan bilang : ya udahlah pak, kalau cuma uang 11 juta aja aku bisa kok dapet 1 bulan gaji (boong banget lagi πŸ˜› ), gak perlulah dapet hadiah yang tergesa-gesa gitu dari bapak.

Dengan kesal diapun menutup telpon tanpa babibu lagi. Hahahaha, syukurin lo. Lagian mau nipu si niee anak gaol seantero kota Pontianak? Mana bisa!! *lempar poni*

***

Setting kejadian di atas adalah saat aku di dalam ruangan kantor dengan teman-teman yang selalu mengingatkan aku ketika aku bicara udah rada ‘terpengaruh’. Sangat gak disarankan bagi yang merima sendirian apalagi saat hati keadaan galau, pasti bakalan cepat terpengaruh deh.

Lagian ingat deh, kalau kita menang dari operator selular, sampe beberapa kalipun kita menolak dia akan mengejar kita lagi melalui perwakilannya di daerah setempat. Jadi jangan takut kehilangan deh πŸ˜€

So, gimana dengan kalian? Ada yang punya cerita tentang tipu menipu ini?