All About Money..


Wuih, si niee mulai gaya2an lagi. Kali ini aku mau postingan serius. Menekankan prinsip ekonomi tentang uang dan pembelanjaan. Aku akan membahas tentang bagaimana kita bisa mengatur keuangan kita agar tidak besar pasak dari pada tiang. Jadi, caranya adalah ehm, hmmm, hmmmmmmmmmm *mikir* (satu detik, satu menit, satu jam, satu tahun). Ok, jawabannya aku gak tahu *plak* πŸ˜†

Bagi kalian yang nyasar ke postingan ini dan serius ingin membahas tentang uang atau keuangan aku minta maaf yang sebesar2nya karena kalian tidak akan mendapatkan apa yang kalian inginkan πŸ˜›

Jadi, apa dong niee hubungannya dengan judul di atas? Yak! Pasti akan ada dong hubungannya dengan uang. Tapi ini murni tentang ketololan seorang niee yang membawa berkah kepadanya.

Ternyata tolol bisa membawa berkah saudara-saudara!

Ada tiga kejadian seingat aku yang karena ketololanku bersama teman2 (ya, aku gak ngelakuinnya sendiri, ternyata teman2 aku juga tolol :mrgreen: ) yang seharusnya kami mengeluarkan uang untuk sesuatu tapi malah tidak mengeluarkannya sama sekali. Ok, mari kita simak satu persatu *pasanglayar*

# Job Fair 2008

Aku ingat benar kejadian ini pada bulan Juni 2008. Saat itu untuk pertama kalinya Pontianak kota metropolitan ini mengadakan acara Job Fair. Dari namanya aja terlihat udah kerenkan tuh. Aku membayangkan akan banyak perusahaan2 besar yang membuka stand2nya dan menawarkan ribuan pekerjaan berkelas. Apalagi acara ini dilaksanakan di Pontianak Convention Center. Gedung kebanggaan rakyat Pontianak *uhuk*

(gambar diambil di sini)

Jadilah aku dan butet temanku dengan niat mencari pekerjaan sambilan (FYI: aku masih kuliah saat itu) pergi ke PCC. Masuk langsung ke tempat parkiran motor di belakang. Saat mau masuk ke dalam, eh si butet tiba2 kebelet pipis. Dari tempat parkiran ada pintu yang langsung masuk ke area toilet. Sudah selesai, tanpa harus kembali keparkiran kami berduapun masuk kedalam PCC.

Sampai di dalam acara Job Fairnya sangat jauh dari yang kami bayangkan. PCC yang besar itu cuma diisi dengan papan2 pengumuman yang menampilkan perusahaan2 yang sedang mencari pekerja. Lah, jadi gak ada bedanya juga lihat lowongan di koran atau di papan pengumuman di Kantor Pos (-_-” )

Karena udah keburu kecewa kami hanya lihat2 sekilas dan cepat2 ingin pulang. Eh, terunya ada mbak2 nyapa kami berdua. ‘Mau nyari kerja apa mbak?’ tanyanya. ‘Nggak cuma mau lihat2 aja’, balas aku. ‘Hah? Gak rugi datang cuma buat lihat2?’ Ya, walaupun jauh dari ekspetasi kita berdua tapi apa ruginya datang kesini kan?

Pulangnya aku cerita sama kakakku tentang Job Fair itu. Ternyata kakak aku juga udah pernah kesana dengan pertanyaan yang sama dengan simbak2 tadi kakak akupun bilang gak rugi datang kesana? Haduh ini mah orang2 kenapa gitu yak! Gak ada ruginya kok, minimal ya cari pengalaman.

‘Itukan masuk perlu bayar 20rb dek!‘ ucap kakak sambil melihatkan tiket Job Fairnya kemaren.

Ternyata masuk job fairnya bayar teman2. Tapi aku dan butet dengan enaknya gak bayar karena masuknya lewat pintu toilet *ngakakguling2*

TIPS: jika ada acara digedung2 yang masukkan perlu bayar, carilah pintu belakang yang bisa masuk kedalam gedung. Kali2 aja dapat dan bisa masuk gak bayar seperti aku :mrgreen:

# Ngelayat

Aku juga lupa kapan waktu pastinya. Yang aku ingat aku dapat kabar seorang teman SMAku meninggal dunia karena sakit. Sebenarnya seh aku gak akrab2 banget sama almarhum, tapi karena vio temanku minta temenim buat ngelayat ya aku ikut juga.

Dari rumah vio dan aku mempersiapkan uang duka yang biasa diberikan orang2 jika melayat. Uangnya dimasukkan rapi kedalam amplop dan pergilah kami ke rumah duka. Sesampainya di sana ternyata teman2 SMA ramai banget. Sampai seperti reunian dadakan. Ini membuktikan almarhum adalah anak baik yang mempunyai banyak teman.

Selesai ngelayat aku dan vio pergi untuk nongkrong buat minum jus di daerah gaol seantero kota Pontianak, jalan Gajahmada. Pas mau bayar minumannya dan ngubek2 tas vio menemukan amplop putih berisi uang. Yak! kami berdua saking sibuknya ‘reunian’ tadi sampai lupa ngasihin uang dukanya. Jadinya uang itu dipakai buat bayar minumannya deh, hehehe.

# Undangan

Kalau ini kejadian baru hari minggu kemaren. Jadi ada seorang teman SMA aku yang kakaknya nikahan gitu. Jadilah dia mengundang teman2 satu angkatannya untuk datang keacara resepsinya yang diadakan di PCC (lagi2 di PCC yak).

Karena nggak mau pergi sendiri maka aku janjian untuk pergi bersama2 teman2 lain. Jadilah aku pergi bersama tiga teman yaitu Nelly, Ayu dan Syella. Seperti biasa, kalau pergi ke undangan pasti ada amplopnya dong. Jadilah kami berempat menyiapkan amplop masing2. (Ini rada aneh sebenarnya, kebiasaan aku dan vio kalau pergi undangan biasanya pakai amplop bersama, jadi kelihatannya jumlahnya besar 😳 ).

Kalau kalian mikir aku dan ketiga teman2 aku kelupaan ngasih amplopnya seperti aku kelupaan di atas terntu kalian salah besar. Kami tidaklah setolol itu lagi. Aku gak akan menjadi seperti tupai yang jatuh kelubang yang sama! *halah* Tapi lebih parah daripada kelupaan. Kami gak dapat kotak amplopnya teman!!

Biasanya kan kalau kotaknya itu kalau gak di depan adanya di pelaminan. Tapi setelah kami telusuri gak dapat2. Setelah salaman kami yang masih penasaran tetap nyari2 kotak amplop itu. Masak undangan gak nerima amplop kan yak? Saking bingungnya sempat si Syella pingin nanya sama pelayannya dimana letak kotak amplopnya (tapi gak jadi karena gengsi, haha). Jadilah aku balik ke rumah dan membuka kembali amplop yang berisi uang itu.

Yang paling kiri pakai kebaya cokelat itu Temi, sang empunya acara. Mudah2an dia gak tahu kalau kami2 ini makan gratis di acaranya πŸ˜† (FYI: aku makan sate 4 tusuk kemaren 😳 )

Advertisements

36 thoughts on “All About Money..”

  1. Ha ha ha ha ha ha…

    Entahlah..saya nggak tahu mau comment apa…..
    Semua memang bisa terjadi….kalau saya ceritanya lain, gara-gara ke GR-an di bayarin habis makan di resto (lumayan gede) gitu nylonong aja sama adik pulag dan lewat belakang karena kami parkir motor di belakang…pikir kami udah di bayarin ama temanku itu..eh usut punya usut setelah beberapa hari berlalu ternyata acara rame itu bayar sendiri-sendiri dan OMG, saya :malu makan gratis! πŸ˜†

  2. Saya takjub sama yang Job Fair itu, ngebayangin betapa kecewanya udah bayar 20.000 ternyata cuma ketemu papan. Untung Ka Irni masuk gratisan, wkwkwkwk

  3. hahahha yang jobfair itu beneran mengenaskan banget. udah bayar masa dapetnya kaya gituan :p bener tuh untung gratis. tapi kalo melayat duh kasian banget. apalagi yang nikah, bisa jadi emang ga mau nerima amplop πŸ˜€

  4. soal makan gratis mah biasa di sini, banyak teman-teman saya yang suka keluar masuk rumah orang hajatan cuma buat makan saja, padahal gak kenal. duit kalo sudah di kantong suka sayang keluarinnya.

    1. hahahahaha… temen2 kampus aku juga ada tuh yg gitu,,
      terutama yang dari daerah, lumayan mengurangi pengeluaran buat makan..
      apalagi klo hajatan kan makanannya pasti enak2 πŸ˜›

    1. lah emang ada yang gak nerima amplop?
      aku baru sekali ini kejadian, hehehe…
      klo gitu mah emang rezeki makan enak tapi gratis πŸ˜›

    1. enggak mbak reni, yang makan gratis cuma aku dan tiga teman aku aja,
      jadi kami berempat. Nyempil diantara foto itu deh, silahkan ditebak2 gak berhadiah,
      hahahaha

  5. Hai Mba Irma, apa kabar? Duuuhhhh mangap yah dirimyu mpir ke blog keluargazulfadhli dan ekye baru sempet mampir balik dimari subuh2 buta begini. Btw hayoo atuh ikutan kuisnya, pan masih ada sehari lagi sebelom besok penutupan. Kalo dirimyu masih perawan tingting bisa posting tentang sahabat ato pacar ko Say πŸ™‚

    Bgw dirimyu di Pontianak yah? Hurrraaayyyy!! Laki gw asalnya dari Singawang, tapi kami ada rumah juga di Pontianak. Asyiiiikkk…..asyiiiikkkk….tar kalo pas ekye mudik kesono kita KopDaran yaaaaa.

    Ya sutra ah, seian dulu kunjungannya.

    Ups, ampir lupa. Gww juga seubuh kalo tolol terkadang bisa membawa berkah. Seperti disini. Waktu gw mo nyetak pas foto 3×4 4 biji, dengan harga sebijinya 1 RM *alamakjang, mehooonnnnggg!!*, pas si Mba2 tukang potonya ngasih tuh hasil, eh gw dapet 8 biji. Padahal bayarnya 4 RM. Huehehe, lumajaaannn. Coba kalo gw kaga purpurtol (pura2 tolol) dah pasti pulang ke rumah hanya dengan membawa 4 biji pas poto πŸ™‚

    1. akhirnya karena pingin juga dapat hadiah aku ikutan deh mbak susan, hahaha…
      linknya udah aku kirim di komen yak! *mudah2an menang ya Allah* :mrgreen:

      Ya ampun, beneran gitu orang Singkawang? ASYIIIKKK!!
      ditunggu kalau ke Pontianaknya mbak, soale susah banget nyari blogger aktif di Pontianak ini,
      hampir gak ada malah, jadi gak bisa kopdaran 😦

      setuju deh, tolol emang kadang membawa beruntung. Hidup tolol!! *loh* πŸ˜†

  6. hehehehe…. lucu ya… lucu banget sich ceritanya, besok2 kalo kondangan , pengantennya ga mo angpao .. kasih gw aja y.. btuh donasi nich…. ( eh yang punya blog bilang ….”sapa lo”) hehehe

    1. hahahahaha,,, ini juga masih dipertanyakan siempunya kondangan emang gak mau atau kotaknya tersembunyi secara misterius biar aku gak usah kasih πŸ˜›

Balas Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s