Unstoppable: Review


Berada di tengah pemutaran minggu pertama Harry Potter tidak menyurutkan penonton untuk menonton film ini, buktinya 2 kali aku datang ke XXI untuk menonton, 2 kali pula aku kehabisan tiketnya. Baru kali ketigalah aku bisa sukses mendapatkan tiket untuk menonton film ini.

UNSTOPPABLE. Sebenarnya bukan merupakan sebuah film yang aku nantinya pemutarannya pada tahun ini. Tidak seperti Harry Potter yang jauh-jauh hari sudah aku tunggu, atau seperti Resident Evil, Twilight atau yang lainnya. Film ini memang benar-benar baru, bahkan saat aku memasuki bioskop aku tidak tahu sebenarnya film ini berkisah tentang apa. Hanya dengan bekal komen di twitter yang mengatakan film ini bagus, maka menontonlah aku.

Film dimulai dengan cerita seorang suami, Will (Chris Pine) yang sedang bertengkar dengan istrinya karena sebuah masalah sehingga dia tidak bisa bertemu lagi dengan anaknya.

Will yang baru saja lulus menjadi masinis kemudian bertemu dengan Frank (Denzel Washington) untuk menjalankan sebuah kereta api untuk mengangku beberapa kargo. Frank sendiri adalah pengemudi kereta yang telah 28 tahun menangani perkereta apian dan mempunyai 2 orang putri remaja.

Sampai disini, aku masih menerka-nerka sebenarnya bagaimana jalan cerita dari film ini. Apa masalah yang mereka hadapi dan bagaimana hubungannya dengan sang istri. (Tentu akan berhubungan karena jika seuatu film telah menceritakan sebuah masalah di awal cerita, pasti itu akan berhubungan di akhir ceritanya). Tapi, sang sutradara ternyata tidak berlama-lama dengan kebingungan untuk penontonnya yang belum tahu seperti aku. Masalah muncul perlahan tapi pasti tanpa ada bentuk pemaksaan di setiap kejadian.

Seorang ditugaskan untuk membawa beberapa gerbong kereta api yang berisi bahan kimia kesebuah tempat. Saat kereta sudah berjalan, ternyata rel masih terbuka sehingga mengarahkan ke arah yang salah. Berniat ingin membenarkan jalurnya, sang masinispun turun dari kereta. Masalah terjadi ketika kereta kemudian melaju dan sang masinis tidak bisa masuk ke dalam keretanya lagi. Kereta tanpa awakpun kemudian semakin melaju tanpa kendali menuju sebuah kota yang padat penduduknya.

Jalan cerita pada film ini sangat cepat. Nyaris kita tidak akan ‘sempat’ merasa bosan disepanjang durasi +/- 1 1/2 jam penayangannya. Karena film ini memang hanya menayangkan 1 jalan cerita yang membuat kita sebagai penonton fokus pada jalan cerita yang disajikan.

Tidak ada perpindahan lokasi, tidak ada perpindahan hari atau bahkan baju yang dipakai oleh para pemain. Nyaris kita akan dibawa untuk berfikir bahwa kita sedang melihat siaran langsung dari sebuah berita nasional. Bedanya, kita tahu apa yang terjadi di dalam kejadian itu. Membuat aku sempat berfikir, jika sedang terjadi bencana besar sebenarnya apa seh yang diobrolkan oleh orang-orang yang sedang ada di dalamnya? 😆

Maka, tanpa henti, kitapun akan dibawa terus untuk berdebar sepanjang jalan cerita yang merupakan kelebihan dari film ini. Dan satu lagi film yang aku rekomendasikan kalian buat menyisihkan uang saku dan datang ke bioskop. Ayo menonton, mari menonto! 😀

Advertisements

Balas Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s