Lee Seung Gi


Aku emang labil kalau masalah suka/ ngefans sama seorang artis. Dulu waktu pertama kali lihat To Ming Se aku juga jadi suka sama Jerry Yan (sekarang udah gak lagi) pas film Full House aku jadi suka sama Rain (alhamdulillah masih sampe sekarang :lol ) dan sekarang aku lagi suka2nya sama sosok satu orang ini. Aku tahu Lee Seung Gi pertama kali waktu nonto Shining Interitance dan kemaren aku baru selesai menonton drama terbarunya My Girlfriend is a Gumiho.

My Girlfriend is a


Judul : My Girlfriend is a Gumiho

Jumlah episode: 16

Rilis: Agustus 2010

==============

Tahu tentang Gumiho? Karena menonton cerita ini aku searching tentang salah satu legenda yang ada di Korena ini. Ceritanya kurang lebih seperti ini:

The kumiho (harfiah “rubah berekor sembilan”) adalah makhluk yang muncul dalam cerita lisan dan legenda Korea, dan mirip dengan faeries Eropa. Menurut mereka cerita, seorang rubah yang hidup seribu tahun berubah menjadi kumiho, seperti rekan-rekan yang Jepang dan Cina (dengan kitsune dan huli jing). Ini bisa bebas mengubah, antara lain, menjadi seorang gadis cantik sering mengatur keluar untuk merayu laki-laki, dan makan hati mereka. Ada banyak cerita yang kumiho muncul. Beberapa dari mereka yang dapat ditemukan dalam Kompendium ensiklopedis Sastra Lisan Korea (한국 구비 문학 대계).

Kalau mau lebih jelas tentang Gumiho bisa dibaca disini.

Cerita tentang Gumiho sendiri juga sekilas akan diceritakan di dalam drama ini, jadi walaupun kita gak tahu menahu tentang Gumiho, tetep bisa nikmati dramanya kok 😀

Sinopsis:

Cha Dae Woong (Lee Sung Gi) adalah seorang cucu dari kakek yang kaya tetapi tidak memiliki orang tua, sehingga sedari kecil dia sangat dimanja oleh kakeknya menjadikan Dae Woong menjadi sosok remaja 21 tahun yang kurang bertanggung jawab dalam hidupnya.

Suatu ketika Dae Woong melarikan diri dari kakeknya dan menaiki sebuah mobil hingga ia terdampar disebuah desa yang kemudian bertemu dengan seorang biksu(bener gak yah biksu? kurang yakin namanya 🙄 ) untuk menumpang menginap. Saat ingin mencari sinyal telepon Dae Woong kemudian berjalan tanpa sadar kesebuah gubuk tua ditengah danau. Gubuk itu terdapat Gumiho (Shin Min Ah) yang terperangkap di dalam sebuah lukisan karena 9 ekornya telah dihapus. Dengan cara menakut-nakuti Dae Woong, akhirnya Gumihopun dapat menyuruhnya untuk menggambar kembali ke9 ekornya sehingga ia dapat terbebas dari lukisan yang telah memenjarainya selama 500tahun lebih.

Setelah keluar dari lukisannya, Gumihopun kemudian mengikuti Dae Woong hingga ia ketakutan dan berlari dihutan. Sekian lama berlari Dae Woong kemudian terjatuh dari atas tebing hingga terluka parah. Mengetahui hal itu, Gumiho yang merasa perlu berterima kasih kepada orang yang telah membantunya keluarpun kemudian memberinya sebuah manik Gumiho agar Dae Woong terlepas dari maut.

Pada awalnya Dae Woong tidak percaya bahwa cewek yang selalu mengikutinya itu adalah Gumiho, sampai ketika bulan purnama Gumiho menampakkan wujud aslinya yang memiliki 9 ekor rubah. Semenjak itulah mau tidak mau Dae Woong kemudian diikuti oleh Gumiho kemana-mana.

Ditempat lainnya Park Dong Ju (Noh Min Wo) yang merupakan seorang setengah manusia mencari Gumoho untuk dihabisi dan dikembalikan kedalam lukisan. Akan tetapi saat melihat Gumiho, diapun gundah karena Gumiho sangat mirip dengan wanita dimasa lalunya. Alih2 mengembalikannya kedalam lukisan, Dong Ju kemudian mendekati Mi Ho dan memberitahunya cara bagaimana agar Mi Ho bisa berubah menjadi manusia. Mi Ho yang telah menyukai Dae Woong pun ingin itu dapat terjadi agar dia bisa selamanya berada dekat dengan Dae Woong.

Caranya terlihat amat mudah. Mi Ho meminum darah Dong Ju, sementara manik ajaibnya disimpan sementara ke dalam tubuh Dae Woong. Hal itu harus dilakukan selama 100 hari, tidak boleh kurang. Saat Dae Woong setuju untuk melakukan itu, dimulailah 100 hari yang penuh dengan cerita, tanpa Mi Ho ketahui bahwa jika 100 hari teah terlewati dan Dae Woong mengembalikan manik ajaib kepada Mi Ho, maka dae Woong akan mati.

Berhasilkah Mi Ho dan Dae Woong menjalankan misinya selama 100 hari? Dan dapatkah seorang Gumiho menjadi seorang manusia biasa?

=================================================================

Alur ceritanya mengalir apa adanya sehingga membuat kita (kita? aku aja kali 😆 ) terus penasara untuk melanjutkan menonton dan terus menonton. Ending dalam drama ini juga sangat tidak terduga, karena sampai menit2 terakhirpun drama ini masih membuat kita berfikir sebenarnya apa yang bakalan terjadi.

Dalam k-drama ini juga akan terdapat beberapa kameo dari para pemain di drama You’re Beautiful seperti UEE yang akan berperan sebagai cameo seorang mahasiswa seni yang ditakut-takuti oleh Gumiho, Park Shin Hye yang akan berperan sebagai junior Dae Woong yang bertemu di dalam bis kota dan Lee Hong Ki yang berperan sebagai aktor pada saat pemotretan sebuah iklan.

Selalu ingin bilang bahwa gak akan pernah rugi jika menonton k-drama yang telah direkomendasikan oleh niee :mrgreen:

Maka, selamat menonton 😀

Alila Resto & Cafe: Vio birth day


Dari dulu sebenarnya pingin ngeposting tentang tempat makan di kota Pontianak, tapi beneran deh kalau mau nulis bener2 dengan foto dan tulisan sendiri itu susah banget. Maka, mulailah aku dengan satu tempat yang biasa aku kunjungi. Ini juga dalam rangka ulang tahun sahabatku Viorita Zulvianti pada beberapa hari yang lalu.

Ini suasana kafenya. Lumayan asyik karena merupakan ruangan terbuka. Setiap sabtu/minggu malam ada live music-nya.


Diet Kantong Plastik


Udah lama aku memaksakan diri buat melakukan hal satu ini. Lebih tepatnya mungkin satu tahun terakhir. Awalnya gak suka pakai kantong plastik karena ribet bawanya. Aku yang kemana-mana bawa tas besar rasanya gak perlulah kalau beli baju satu biji kantongnya segede gaban. Jadilah setiap beli hal-hal yang kecil aku gak mau pakai kantong. Praktis.

Lama kelamaan aku mulai terbiasa dengan belanja non-kantong plastik. Berfikir juga kalau kegiatan yang awalnya iseng ini juga merupakan kampaye “ANTI KANTONG PLASTIK” untuk menghentikan Global Warming. Banyak yang bilang ke aku (saat aku gak mau pakai kantong) bahwa kalau cuma kamu sendiri apa ngaruhnya? Tapi, kalau aku SENDIRI saja tidak memulai, bagaimana ada yang mau mengikuti? Maka yang awalnya hanya iseng mulailah aku meniatkan diri untuk mengurangi penggunaan kantong plastik (belum khatam bener seh).

Dari yang jika belanjaannya sedikit, aku mulai mencoba saat belanjaan banyak. Dengan niat seperti itu akupun mulai membawa kantong plastik besar kemana-mana. Supaya, kalau ada belanja tinggal dipakai saja kantong itu, gak perlu kantong yang baru.

Awalnya aku merasa ini sesuatu yang mudah dilakukan, tapi tidaklah demikian adanya. Kalau kalian belum pernah mencoba, maka cobalah sekali-kali ketika membeli seabrek2 barang tapi menolak untuk diberi kantong plastik.

Ini terjadi denganku hari ini. Jadi aku hari ini membeli sebuah tas dan sepatu di Toko Elizabet, tasnya lumayan besar. Awalnya aku bilang sama mbak2 kasirnya supaya gak usah pakai kotak buat sepatunya, mbaknya masih ok (tapi dia malah diganti dengan dibungkus kertas :(, ugh! aku gak perlu buang2 kertas kok!). Terus pas dia ngitung belanjaannya aku bilang belanjaannya gak udah dimasukkan ke kantong plastik. Mulailah dia merasa aku orang aneh.

“Kok gak dimasukin mbak? Ntar gimana bawanya? Beneran gak usah dimasukkan?” dia bertanya sambil memasang tampang bingung plus merasa aku orang aneh. Duh, pliss deh, aku cuma mau mengurangi penggunaan kantong plastik untuk diri sendiri aja sampai diperatiin kayak alien gitu, gimana kalau aku nyuruh semua orang supaya bawa kantong sendiri saat belanja? Bisa2 aku dimarahin deh.

Kalau mau dunia ini berubah, maka janganlah menyuruh orang lain untuk berubah, ubahlah sesuatu itu dari dirimu sendiri

Akupun mulai memperhatikan kantong2 plastik yang digunakan oleh toko2 (terutama di mall).

Mulai dari toko2 pernak pernik seperti Strowberi, kalau kalian pernah belanja, pasti tahu bahwa kantong plastiknya yang kecil itu (bahkan gak ada pegangannya). Terus guna kantong itu buat apa? Aku yakin seyakin-yakinnya jika kita bisa memasukkan barang belanjaan kita di toko itu tanpa memerlukan kantongnya. Maka, kantong toko Strowberi bolehlah kita coret.

Kedua, matahari dept Store/toko baju. Apa yang kita beli di sana? Kalau lihat kegiatan aku dan teman-teman yang paling sering dibeli adalah sehelai dua helai baju kaos atau celana jins. Hmm, kalau cuma seukuran segitu gak perlu lah pakai kantong plastik, apalagi kalau emang udah niat belanja. Tinggal bawa tas ukuran besar dan masukin aja gitu belanjaannya kedalam tas. Beres kan? Maka, kantong Matahari bolehlah kita coret. (nb: klo beli sepatu untuk pemula ya sepaiknya pakai aja kantongnya :D).

Ketiga, Disc Tarra. Ini toko sebenarnya bener2 gak perlu buat nyediain kantong plastik. Beli CD/VCD/DVD sebutir dua butir untuk apa pakai kantong saudara2. Gak ada gunanya, coret aja.

Keempat gramedia. Ini sama dengan Disc Tarra sebenarnya. Apa lah yang kita beli di toko buku itu, toh tetep kita masukin juga kedalam tas kan? Tapi, yang istimewa dari Gramedia ini adalah jenis kantong plastiknya. Pernah merhatiin dong apa bedanya? (pernah kan? iya pernah dong? Masak gak pernah seh?) Yupz bener sekali.. Kantong plastik Gramedia dibuat khusus agar bisa terurai hanya dalam waktu 2 tahun, wow! Gramedia bener2 memperhatikan lingkungan sekitar.

Jadi ya gak papalah kalau kita masih gunain kantong plastik ini. Tapi seh aku lebih sarankan supaya gak dipakai lebih bagus. Kantong Gramedia gak usah dicoret 😀 (sangat berharap semua toko mengikuti Gramedia).

Nah yang terakhir adalah N.y.l.a butik. Sebenarnya seh ini termasuk toko baju juga, tapi yang spesial dari toko ini adalah mereka gak memakai kantong plastik. Mereka lebih memilih menggunakan kantong yang terbuat dari kain untuk barang belanjaannya. Aku seneng banget waktu belanja disini dan dapat kantong seperti itu, selain bisa diet kantong plastik, tas belanjaannya juga cantik dan lucu untuk dipakai kemana-mana, seru aja gitu.

Nah, gampang kan buat memulai untuk diet kantong plastik. Aku pernah membaca Novel Negeri Van Orange yang menceritakan tentang negeri Belanda. Di sana gak ada satupun toko yang nyediain kantong plastik jika kita belanja, kalau mau belanja ya bawa tas sendiri. Aku pribadi sangat berharap suatu hari nanti Indonesia bisa seperti itu, agar aku gak dipandangin aneh lagi kalau belanja tapi gak mau kantongnya (lagian toko itu gak rugi juga kok ribet seh!)

Aku emang belum sepenuhnya bisa ngilangin kebiasaan untuk berkantong plastik ria. Kalau udah terlajur diambil, biasanya kantongnya aku kumpulkan dan dipakai lagi jika ada perlu kapan-kapan.

So, ada yang tertarik buat ikutan seperti aku? Lebih mudah daripada diet makanan kok 🙂