Kok Mereka Gak Sekolah, Ma?


Belakangan ini, si K udah aku bolehkan untuk main bersama anak-anak lain tetangga di dekat rumah aku. Biasanya dia main setelah aku menjemputnya dari rumah mbahnya pulang ke rumah sekitar pukul 16.30 gitu. Mainnya biasa aja seh, kalau gak lari-larian, atau main sepeda, atau cuma ngobrol-ngobrol ala anak kecil gitu.

Masalahnya adalah, semenjak dia diperbolehkan main, dia lebih sering memperhatikan anak-anak di lingkungan aku. Biasanya kan dia cuma ke luar untuk diantar ke rumah mbahnya dan sekolah, sekarang dia punya kebiasaan baru.

Aku gak tahu kalau di kota lain ya, tapi kalau di Pontianak itu sekolah yang bisa SFH dengan metode tatap muka via online itu bisa dihitung jari satu tangan. Yups, gak lebih dari 5 deh. Bahkan sekolah Islam swasta yang dulunya aku lihat keren ternyata gak menerapkan sekolah tatap muka via online. Jadi kebanyakan sekolah di sini gurunya cuma memberikan tugas membaca dan tugas mengerjakan soal via whatsapp.

Dulu aku sempat mikirin ini seh, cuma ya sekarang udah gak peduli. Aku sekarang lebih memikirkan si K harus tetap mendapatkan pelajaran yang baik walaupun hanya sekolah online. Jadi anak-anak yang main dari pagi sampai sore di lingkungan tempat tinggal aku itu udah pemandangan sehari-hari.

Tapi, semenjak si K memperhatikan teman-teman sepermainannya di pagi hari yang tetap bisa main tapi dia sibuk sekolah, dia mulai mempertanyakan kok anak-anak lain tidak sekolah sedangkan dia harus sekolah?

Kejadiannya pagi ini seh, ketika aku udah buru-buru mau antar dia ke rumah mbahnya untuk sekolah online, dia hampir mau ke luar rumah dan main bersama anak-anak lainnya. Aku spontan langsung panggil dong, ” K! Ayo masuk mobil, nanti telat sekolahnya!” Dianya aneh lihat anak-anak lain gak sekolah, anak-anak lain kayaknya aneh juga lihat dia kok pagi-pagi udah siap sekolah dengan tas sekolah dan seragamnya lengkap.

Terus, pas diperjalanan menuju rumah mbahnya, aku tanyain dong dia. Tahu gak kenapa anak-anak lain gak sekolah sedangkan dia harus sekolah online?

Tentu dia gak bisa jawab dong! Hahahaha. Kalau udah kayak gini, aku suka lebaykan jawaban aku seh biar si K merasa yang dia lakukan itu hebat dan beda, tapi tentu harus jawaban yang benar ya, bukan bohong. Jawaban aku adalah “Karena masih banyak di Pontianak ini yang sekolahnya gak siap dengan sistem online. Ya gurunya gak siap dengan teknologi, ya sekolahnya gak mampu untuk memberikan fasilitas seperti komputer dan laptop, dan anak-anaknya yang gak mampu untuk punya laptop di rumah untuk belajar. Jadi kalau kamu masih bisa sekolah online setiap hari dari rumah, kamu adalah salah satu anak yang beruntung di Indonesia ini.”

“Bayangkan, kalau kamu tidak sekolah hampir setahun sekarang. Kamu tidak belajar online yang akhirnya kamu jadi tidak tahu ilmu pengetahuan. Anak yang tidak tahu ilmu pengetahuan tidak akan menjadi pintar secara mendadak. Dan kamu tahu kalau orang yang tidak berpendidikan itu seperti apa?”

“Orang yang tidak sekolah dan tidak pintar tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang bisa mendapatkan uang”, jawab si K akhirnya.

“Ya. Mungkin mereka tetap bisa mendapatkan pekerjaan, tapi orang yang berpendidikan dan pintar akan lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan yang dia inginkan dengan gaji yang baik ketimbang orang yang tidak pintar,” sambung aku lagi.

***

Aku sendiri, emang sering mensoundingkan pentingnya belajar buat si K seh. Bahwa tugas utama dia semasa kecil ini adalah belajar. Belajar apapun, mau itu belajar di sekolah, belajar piano, bahkan belajar menggambar dan membuat video yang sekarang dia sangat sukai. Apapun itu yang penting belajar. Maka dari itu, kalau dia iri dengan anak-anak lain yang lebih banyak bermain, dia bisa berfikir sendiri dia lebih baik memilih yang mana, belajar atau bermain?

Lalu terakhir sebelum sampai di rumah mbahnya aku tanyakan lagi ke dia, “Jadi, kamu mau main dari pagi sampe sore atau mau tetap belajar online dan bermain jika sudah selesai sekolah dan belajar?”

“I still want online school,” jawab si K dengan muka yang masih menerawang :mrgreen:

3 Comments

Leave a Reply to Una Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s