[Review Drakor] Hotel Del Luna


Ok, waktunya kita membahas drama ini. Mumpung si Irni lagi di mobil gak ngapa ngapain nungguin si anak gadis les balet.

Awalnya nonton ini hanya karena IU. Rasanya IU ini dramanya rerata pada ok semua. Mulai kenal dari Dream High yang remaja banget, Moon Lover yang menggenaskan banget, sampai Del Luna ini yang kocak bangetπŸ˜‚

Cerita dimulai dari Jang Man Wol (IU), pemilik Hotel Del Luna yang telah terperangkap jiwanya dengan pohon bulan selama lebih dari 1000 tahun. Hotel Del Luna adalah hotel tempat persinggahan para hantu sebelum mereka ke akhirat, jadi ya semua penghuninya adalah hantu.

Dua puluh tahun lalu, ada seorang Bapak yang sedang dikejar polisi tersesat dan akhirnya sampai di hotel ini. Man Wol lalu mengambil kesempatan itu untuk berkesepakat kalau dia bisa keluar hidup hidup dari hotel asalkan anaknya menjadi milik Man Wol. Karena terdesak, akhirnya pria itupun meng-iya-kan saja tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Dua puluh satu tahun kemudian, anak sang pria itu Ko Chang Sung (Yeo Jin Go), kemudian menjadi seorang pria yang pintar dan seorang manajer perhotelan lulusan Harvard. Dia kembali ke Korea karena sudah merasa aman dari 20 tahun hidupnya yang selalu ditakut takuti untuk diambil oleh orang yang diceritakan ayahnya. Tapi tentu saja hal itu tidak terjadi.

Hari pertama Chang Sung hidup di Korea, dia sudah bertemu dengan Man Wol. Man Wolpun langsung memberikannya β€œhadiah” berupa penglihatan untuk bisa melihat hantu yang sangat berpengaruh kepada hidupnya sehari hari.

Awalnya Ku Chang Sung sangat syok, dia sampai tidak tenang makan dan tidur yang akhirnya terpaksa mengikuti Man Wol bekerja untuk Hotel Del Luna.

Man Wol di Hotel ternyata adalah tipe orang yang sembrono, pemarah dan boros. Dia sangat suka membeli barang barang mewah dan mahal. Tapi dibalik itu semua, ternyata ada cerita pedih yang disimpannya selama lebih dari 1000 tahun.

Ku Chang Sung yang awalnya sangat benci dengan pekerjaannya, lama lama mulai merasa kasian dengan Man Wol. Ini dikarenakan dia selalu mendapatkan mimpi mimpi tentang kehidupan Man Wol dimasa lalu saat dia masih hidup sebagai manusia. Karena itu jugalah Ku Chang Song mulai menyukai Man Wol.

Tapi, bagaimana akhir dari seorang manusia biasa yang menyukai bukan manusia biasa? Bagaimana masa depan mereka? Dapatkan mereka hidup bahagia selamanya sampait memisahkan?

Endingnya bisa nonton sendiri seh? Karena untuk aku endingnya terbuka banget. Bisa diperdebatkan hingga akhirnya dibuatkan berita acaranya 🀣

***

Selain cerita inti tentang Ku Chang Song dan Jang Man Wol, pada dasarnya drama ini sangat kocak seh.

Walaupun diepisode awal banyak banget adegan yang menyeramkan dengan penampakan penampakan hantunya. Makin ke tengah cerita hantunya makin berkurang dan lama kelamaan udah gak ada menyeramkannya lagi sama sekali.

So, ada yang nonton ini juga? Kalau nonton kalian tim reinkarnasi atau tim mimpi kayak aku? πŸ˜†

Main Salju di Genting, Malaysia


Niatnya buat nonton Disney on Ice, jalannya malah ke Melaka. Terus karena belum pernah ngerasain salju beneran disambi ke Genting buat main salju pura-pura πŸ˜›

Sebelumnya, baca juga ya tulisan aku tentang liburan dalam rangka nonton Disney On Ice ini:

  1. Itinerary Melaka dan Kuala Lumpur
  2. Jalan di Melaka (Bagian Pertama)
  3. Jalan di Melaka (Bagian Kedua)
  4. [Review Hotel] The RuckSack Caratel, Melaka
  5. Main Salju di Genting, Malaysia
  6. Nonton Disney on Ice di Kuala Lumpur
  7. Review Melia Hotel, Kuala Lumpur

Hari jumat tanggal 5 April 2019 dimulai dengan malas-malasan di hotel. Karena sesungguhnya kenikmatan liburan yang hakiki adalah bisa bangun gak mikirin cucian dan gelonjoran sampai siang kan yess? πŸ˜› Tapi karena hari ini sesuai itin kami harus pergi ke Genting, dan kalau cuma di hotel seharian (yang mana aku seh suka-suka aja untuk ukuran Kuala Lumpur) si K bakalan protes, maka bergeraklah kami dari hotel menuju ke stasiun Pudu Central jam 10 pagi.

Pas sampe di stasiun pas banget ada bus yang mau berangkat ke Genting. Tapi sayangnya pas kami mau beli tiket ternyata busnya udah penuh aja dong! Hasilnya kami membeli tiket bus selanjutnya yang mana maish harus menunggu kurang lebih 1 jam lagi πŸ˜₯

Stasiun Pudu Central ini uneventfull banget yak. Jadilah kami rada mati gaya menunggu 1 jam sebelum busnya berangkat. Untungnya stasiunya gak panas (walaupun gak begitu dingin semerbak) dan gak begitu padat sehingga si K tetap masih main lari-larian bolak balik seorang diri di stasiun itu, hahaha. Setelah bolak balik lihat HP – termenung – lihat HP – termenung – ke toilet – ngomong bentar – termenung lagi akhirnya pukul 11 kamipun dipersilahkan untuk naik ke dalam bus dan perjalanan 1 jam menuju Genting dimulai.

Perjalanan dari Stasiun Pudu Central di Kuala Lumpur menuju ke Genting kurang lebih 1 jam. Seperti biasa, walaupun cuma 1 jam, aku tetap dong minum antimo biar gak mabuk πŸ˜› Dan walaupun aku udah pernah ke Genting 1 kali waktu bulan madu tahun 2013 kemaren, aku tetap lupa dong gimana suasana jalan rayanya yang ternyata sangat berliku-liku yang membuat aku merasa keputusan tepat minum antimo itu. Kalau gak aku bisa muntah deh kayaknya πŸ˜›

Setelah sampai, perjalanan dilanjutkan dengan membeli tiket kereta gantung untuk menuju ke Genting. Kali ini Kami membeli tiketnya untuk return karena pastilah ya kami balik lagi, hahaha. Perjalanan dari terminal ke Resort World Genting cuma memakan waktu kurang lebih 15 menit. Gak terlalu lama seh menurut aku. Beda waktu kami naik kereta gantung di Langkawi tahun lalu yang terasa banget emang perjalanannya lama dan panas. Mana gak boleh bawa minum pula, jadinya berasa haus banget.

Setelah sampai di atas, Kamipun langsung menuju tempat utama, apalagi kalau bukan Snow World. Sebagai manusia yang gak pernah lihat salju tapi pernah merasakan musim dingin jadi berasa santai aja mau masuk Snow World ini. Ah, palingan karena saljunya pura-pura ya gak dingin dingin banget lah yess? Tapi ternyata nggak dong! Di dalam aku kedinginan banget! Bahkan kaki aku terasa beku saking kedinginannya loh!

Sebelum masuk aku beli tiketnya dulu, terus setelah beli tiket kita akan dapat jadwal masuk ke dalam Snow Worldnya gitu. Kami membeli tiket terusan yang terdiri dari Snow World, Theme Park sama satu lagi apa gitu kayak museum. Harganya aku lupa, wkwkwkwk. Kami membeli tiket ini emang karena berencana main di Theme Parknya seh karena jatuhnya lebih murah daripada beli satuan.

Lima belas menit sebelum jadwal masuk kita udah dibolehkan masuk untuk persiapan. Pertama kita bakalan masuk ke dalam tempat peminjaman peralatan untuk masuk gitu. Barang-barang yang dipinjamin adalah jacket, sarung tangan dan sepatu boot. Karena si K udah aku bawakan jacket musim dinginnya, jadi dia gak pake jacket dari Snow Worldnya, cuma pake boot dan sarung tangan.

Pas nyobain pake Bootnya ya ampuuuuun, kok gak nyaman sekali ya? Pas di bawa jalan apalagi. Sudah menggunakan peralatan lengkap akhirnya kamipun masuk ke dalam tempat utamanya. Pas pertama kali masuk ke dalam ya ampuuuun, kok ya dingin banget! Dinginnya itu kayak ngiris-ngiris kulit gitu deh, gak nyaman banget lah pokoknya. Ditambah lagi sepatu boot yang kasar banget lagi. Waktu yang dikasih 45 menit akhirnya gak kami pakai habis karena kok ya 30 menit rasanya udah lamaaaaa banget.

Pas ke Snow World ini aku udah rencana mau ke Jepang dan mau ketempat salju gitu. Aku udah lihat-lihat seh bagaimana orang ke sana dan foto-fotonya. Dan yang menyedihkan aku lihat kok ya sepatu yang dipinjamkan samaan dengan yang aku pake di Snow World itu yak? Ada yang pernah pengalaman ke tempat main ski di Jepang? Sepatunya enak atau gak seh? Kok ya aku jadi baper sendiri mau ke sananya. Mau dipindahkan aja destinasinya ke Shirakawa Go, tapi gak yakin akhir maret masih bersalju, hmmmm.

Setelah drama kesakitan kaki dan kedinginan kamipun ke luar dari tempat itu. Yang rencananya pas liburan ke Jakarta pengen ke Snow Worldnya Transmart juga, langsung aku batalin deh. Beneran rasanya Snow World gak ada seru serunya >.< sebelum melanjutkan main-mainnya Kamipun mengisi perut dulu dengan makan di McD! Hahahaha.

Perut udah kenyang, kami lanjutkan buat main-main di Theme Parknya. Pas dilihat dari luar kelihatannya kecil ya, ternyata lumayan luas juga loh Indoor Theme Park di Genting itu. Katniss puas banget main di sini sampai pas kita aja pulang jadi susah πŸ˜›

Pulangnya, kami mengambil rute yang sama, menggunakan kereta gantung, bus dan sampai di hotel udah tepar banget! Tapikan belum makan malam? Jadilah melimpir sebentar ke Pavilion untuk nyari makan dulu baru balik lagi ke hotel.

Besok adalah rencana utama dalam perjalanan ini. Apalagi kalau bukan nonton Disney On Ice Kuala Lumpur!

bye.

[Review Drakor] WWW


Di dunia ini yang paling rajin adalah kehidupan. Saat kita sangat lelah dan berharap pagi tidak segera datang, kehidupan tetap berputar dan kita tetap harus menjalaninya.

Rasanya, setelah sekian lama menonton drama korea yang rada aneh, atau kalau gak permasalahannya terlalu mengada-ada (tapi tetep baper juga untuk ditonton) akhirnya si Irni dapat penyegaran. Penyegaran nonton drama korea yang setiap nontonnya begitu terasa realistisnya. Drama ini menggambarkan – oohh, bisa loh kejadian ini beneran terjadi di kehidupan kita sekarang ini.

Bae Ta Mi (Lim Soo Jung) 38 tahun adalah seorang direktur disebuah perusahaan internet terbesar di Korea: Unicon. Suatu hari, perusahaannya membuat kebijakan yang merugikan salah satu kandidat presiden sehingga ketika kandidat tersebut berhasil terpilih Ta Mi dijadikan kambing hitam untuk menyelamatkan perusahaan. Alhasil, diapun kemudian dipecat dari Unicon. Akan tetapi, tidak lama berselang, Ta Mi mendapat tawaran dari perusahaan saingan Unicon, Barro dan bekerja di sana.

Song Ga Kyeong (Jeon Hye Jin) adalah salah satu Direktur di Unicon, juga menantu dari Pemimpin Kang, pengusaha paling berpengaruh di Korea. Karena perintah mertuanyalah Ga Kyeong sering melakukan perbuatan jahat untuk mendukung perusahaan keluarganya.

Cha Hyeon (Lee Da Hee), seorang direktur di Barro. Memiliki temperatur yang tinggi dan cepat marah. Dia sangat kesal dengan direktur utamanya yang membawa Ta Mi masuk ke Barro karena merasa karakter Ta Mi yang ambisius tidak cocok diterapkan di Barro. Cha Hyeon juga adalah teman masa SMA Ga Kyeong.

Park Morgan (Chang Ki Yong) 28 tahun. Seorang CEO perusahaan music game. Menyukai Ta Mi semenjak pertama kali mereka bertemu. Tapi Ta Mi yang seorang pemikir realistis sangat terganggu dengan umur Morgan yang berbeda 10 tahun dari umur dirinya.

Setelah masuk Barro, obsesi Ta Mi cuma satu menjadikan Barro perusahaan internet nomor 1 di Korea mengalahkan Unicorn. Tapi tentu itu tidak berjalan dengan mudah. Ada teman yang harus dikorbankan, ada masa lalu yang harus dihadapi, dan ada cinta yang harus difikirkan.

Banyak isu isu masa kini yang diangkat di drama ini. Tentang kata kunci utama di internet, tentang keamanan data pribadi, tentang bagaimana menjadi populer dan efek negatif dari menjadi populer itu sendiri. Yang paling menonjol tentu saja isu tentang orang yang tidak mau menikah. Karena emang seh di Korea sono sudah banyak manusia manusia yang gak mau menikah karena merasa berkomitmen itu sungguhlah perbuatan yang memberatkan.

Cerita dramanya sendiri mengalir. Walaupun intriknya hanya seputar cara mengembangkan perusahaan dengan bumbu bumbu kebijakan pemerintah, tapi alurnya di aku terasa sangat cepat. Apalagi bumbu bumbu romansa percintaan ketiga pemain utama wanitanya sangatlah sungguh mengasyikkan untuk diikuti. Bagaimana dua orang suami istri yang sebenarnya saling menyukai tapi harus bercerai demi ketenangan diri. Bagaimana sepasang pacar yang sudah tahu ujungnya akan seperti apa tapi tetap saja memilih bersama. Dan bagaimana satu pasang yang kalau kerja serius banget kok ya kalau pacaran menggemaskan πŸ˜‚

***

Drama korea ini beneran cocok ditonton ketika waktu luang. Tapi sekali nonton episode 1 kok ya gak bisa berenti! Terbukti aku menyelesaikan maraton menontonnya cuma perlu 1 minggu lebih dikit aja πŸ˜… sampai Hotel del Luna yang lagi nonton on going ditinggalkan sejenak.

Ada yang udah nontkn drakor ini? Gimana gimana pendapatnya?

Akhirnya Ngaji Lagi


Seperti yang aku ceritakan ketika memutuskan untuk menyekolahkan si K ke sekolah Nasional pluss atau internasional gitu, aku punya PR untuk mengurusi pendidikan agama si K karena di sekolahnya bakalan gak dapat pelajaran agama. Sebenarnya, dari yang aku lihat, temen-temen aku yang anaknya sekolah di TKIT atau sejenisnya tetep aja ikut TPA seh, jadi ya sama aja πŸ˜› Tapi aku tetap merasa ada bebannya gitu. Takut si K ketinggalan jauh dari anak-anak seusianya *emak ambisius*

Karena itulah aku memutuskan memulai si K belajar mengaji bahkan sebelum dia masuk ke sekolahnya yang sekarang yaitu saat dia berumur 3 tahun.

Saat itu, dia mengaji dengan guru ngaji biasa aja gitu. Nenek-nenek dari lingkungan rumah si Mbahnya juga. Sejak saat itu, mulailah si K ngaji selama 1,5 tahun. Selama kurun waktu itu, si K mengaji dari Iqro 1 sampe Iqro 2 aja dong! Aku gak tahu seh bagian mana yang salah. Apakah neneknya emang prefect banget mengajarnya ataukah si K yang gak ngeh-ngeh diajarin ngajinya >.< Tapi aku ya ikutin aja. Lagian aku gak ada target khusus seh si K bakalan ngaji sampe mana. Yang pasti kelas 3 atau kelas 4 SD gitu dia udah harus khatam Al-Qur’annya (katanya gak ada terget Niee? πŸ˜› )

Ngaji sama Nenek-Nenek ini emang rancu banget seh menurut aku. Gak ada kesepakatannya berapa lama waktunya. Gak ada komunikasi si K bakalan dibawa ke mana untuk ngajinya. Nanti output dari belajar ini seperti apa dan lain sebagainya. Karena terbiasa berhubungan dari sekolah si K yang serba terstruktur jadi ngaji ini jomplang banget seh, gak ada target sama sekali. Tapi lagi-lagi karena aku berfikir dulu aku ngaji juga dengan guru ngaji dan emang biasa aja gitu, jadi ya lanjutin aja.

Etapi tiba-tiba habis lebaran tahun lalu si nenek ini gak ada datang lagi untuk ngajar si K ngaji dong! Emang neneknya suka ngilang gitu seh, kalau puasa dia ngilang, kalau libur anak sekolah dia juga ngilang, kalau mau liburan ke rumah anaknya dia ngilang juga, pokoknya suka-suka aja gitu dia ngilangnya >.< Tapi ini beneran ngilang, ditungguin satu bulan gak datang-datang lagi. Pernah si Mbah K ketemu di jalan, biasa aja gitu gak ada membahas gimana kelanjutan ngajinya si K, jadi kok ya gak profesional banget, hiks.

Karena itulah aku memutuskan untuk mencarikan guru ngaji si K yang baru aja. Tapi nyari guru ngaji itu ternyata susah YA ALLAH. Karena susah itu akhirnya memutuskan untuk mengajar ngaji si K sendiri aja di rumah. Target aku adalah, sebelum di K masuk SD dia udah harus selesai Iqro dan mulai masuk Qur’an besar. Selama aku sendiri yang ngajarin, ternyata si K ini cepet kok pahamnya, jadi buat aku mikir kenapa dia 1,5 tahun kemaren cuma mentok di Iqro 2, hmmm.

Walaupun udah nyaman seh dengan si K bejar mengaji sama aku sendiri, tapi aku tetap pengen nyari guru ngaji yang khusus gitu. Kalau biasa yang sekali ngajarin Tahfidz juz 30, sekalian ngajarin nulis dan kalau bisa bahasa arab sekalian, huahahaha. Terus minggu lalu dikasih dong sama teman Dinkes ada tempat les gitu yang ngasih privat ngaji, dll.

Akhirnya setelah berkomunikasi sama adminnya didapatlah jadwal yang pas sesuai dengan keinginan aku. Aku pilih paket Pintar karena untuk pelajaran aku gak yakin mereka bisa menyeimbangkan dengan kurikulum sekolahnya si K seh, nanti si K malah kebingungan.

Mulai pertama ngajinya hari Kamis kemaren dan untungnya si K lumayan suka dengan belajarnya dan pengajarnya karena yang ngajar ngaji emang masih muda banget seh, baru lulus (atau masih mahasiswa ya?) IAIN gitu jadi komunikasi ke akunya lebih lancar daripada sama nenek-nenek kemaren, hahahaha.

Semoga si K bisa betah aja deh sampai khatam Al-Quar’annya nanti. Jadi aku gak bingung lagi nyari-nyari guru ngaji yang lain, hahahaha.

Karena baru satu kali ngajinya aku jadi belum bisa review apa-apa seh yak. Nanti kalau ada kesempatan aku bakalan kasih review deh. Mudah-mudahan reviewnya bagus ya, biar aku gak pusing lagi, hahahaha.

 

bye.