[Review Drakor] 100 Days My Prince


Kadang habis nonton drama Joseon aku selalu berfikir. Istilah istana adalah tempat yang paling sepi dan sunyi di dunia pastinya adalah benar adanya. Gak kebanyang sama sekali gimana kehidupan mereka jaman dahulu kala itu. Disaat sebuah keluarga hidup bahagia bersama orang orang yang dicintainya, diistana bahkan seorang rajapun tidur sendirian di kamarnya masing masing. Sungguh menyedihkan!

Makanya mungkin seorang Putra Mahkota sekalipun bakalan bahagia hidup di luar istana saat lupa ingatan karena di luar istana lebih rame dan terjalin keakraban.

Drama ini menceritakan tentang seorang Putra Mahkota yang hidup penuh penderitaan di dalam istana. Ayahnya, sang raja mendapatkan posisinya dengan banyak membunuh orang, salah satunya adalah keluarga wanita yang ia sukai. Belum lagi dia memiliki mertua yang jahat dan keji dan mengatur seluruh kerajaan dan menjadikan sang raja hanya sebagai bonekanya. Istrinya lebih parah lagi, memiliki kekasih lain dan hamil darinya! Kalau film modern pasti langsung ambil posisi cerai deh yak. Tapi karena ini drama joseon maka hidupmu gaklah semudah itu kisanak!

Untuk mempertahankan anaknya dan menjadikan cucu yang dikandung anaknya menjadi calon raja kelak, sang mertua yang gak lain adalah Perdana Menteri berusaha membunuh sang Putra Mahkota dengan berbagai cara. Tapi usahanya gagal, alih-alih meninggal, Putra Mahkota malah lupa ingatan dan menjadi orang desa bernama Won Duk.

Disisi lain wanita yang disukainya sekarang menjadi perempuan bernama Hong Sim dan mereka bertemu kemudian langsung menikah! Mungkin dari sinilah ada istilah kalau jodoh itu gak lari ke mana yak πŸ˜†

Tanpa tahu si cowok adalah seorang Putra Mahkota dan si cewek adalah orang yang disukainya, mereka berduapun mulai menyukai satu sama lainnya.

Tapi, apakah itu akan jadi akhir yang bahagia? Ya tentu tidak! Karena sekali lo jadi Putra Mahkota, maka tanggungjawab lo gak akan mungkin bisa berkurang. Bahkan disaat lo lupa ingatan sekalipun. Bahkan karena lupa ingatan situasinya akan jadi lebih parah kan yak?

Yang pasti, kalau drama seperti ini kita akan terus diajak nahan hati. Kenapa seh gak bisa begini aja? Kenapa seh gak bisa begitu aja? Kenapa seh ribet cuma karena gitu doang? Kenapa seh suka sama suka dengan orang tapi gak bisa bersama sama? Kenapa? Kenapa? Kenapa?

Ya udah seh, daripada pusing mikirinnya mendingan ditonton aja langsung. Jangan difikirin deh yak kehidupan jaman dahulu itu. Dinikmati aja setiap adegan dramanya yang menyenangkan dan pemainnya yang menentramkan penglihatan πŸ˜†

2 Comments Add yours

  1. deadyrizky says:

    i had a feeling kalo ini juga lagi ditonton istri saya deh

    1. niee says:

      waaah, samaan dong dengan istrinya suka drakor, hehehe

Balas Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s