Peran Orangtua, Menjaga Masa Depan Bangsa


Dulu, pertama kali lihat berita tentang Balita yang merokok, jujur aku lumayan syok. Ini anak benar-benar langka, fikir aku waktu itu.

Sandi Adi Susanto, balita perokok dari Malang Jawa Timur

Untungnya, berita tentang Balita yang merokok ini menyebar ke media masa hingga menjadi perhatian banyak pihak. Mulai dari masyarakat sekitar, psikolog, pemerintah hingga KOMNAS Perlindungan Anak. Sandi diperhatikan oleh seluruh penjuru mata di Indonesia hingga dia dimasukkkan kedalam tempat rehabilitasi sampai akhirnya diapun dinyatakan ‘sembuh’ dari ketergantungan merokoknya.

Syok-nya aku ternyata tidak sampai disitu saja. Dari hari ke hari, semenjak berita tentang Sandi aku dengar pada tahun 2010 berita tentang Balita perokok selalu saja ada, semacam bola saju yang jika dilihat masih jauh akan terlihat kecil, namun jika mendekat akan tampak ukuran aslinya. Yang paling anyar dari yang aku dengar adalah Muhammad Dihan Awalidan, balita berusia 4,5 tahun asal Kampung Cicapar Pasir Desa Sukahurip Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut. Dia ini sudah merokok semenjak berumur 2 tahun!

Berjelajahlah aku di dunia maya mencari berita-berita tentang anak Balita perokok ini hingga aku menemukan artikel di VOA pada tanggal 28 Mei kemaren yang mengatakan bahwaPerokok Anak di Bawah 10 Tahun di Indonesia capai 239.000 orang yang menjadikan IndonesiaΒ  negara dengan baby smoker terbanyak di dunia! Bahkan satu-satunya di Dunia loh! wow, sesuatu (udah gak jaman kali niee ) *eh

Bayangin aja neh, perokok Indonesia dibawah umur 10 tahun itu berjumlah 239.000 orang sedangkan perokok diantara umur 10-14 tahun itu berjumlah 1,2 JUTA ORANG.

Kandungan Rokok

Isenglah aku yang kurang kerjaan ini menghitung berapa seh pengeluaran masyarakat untuk membiayai anak-anaknya merokok? Ya, aku menyebutnya membiayai karena mereka kan anak-anak dibawah umur yang kebanyakan pasti belum bekerja (dan yang lebih menyedihkan lagi kebanyakan berita yang aku dapatkan bahwa mereka, anak-anak balita tersebut bukanlah dari keluarga yang berada).

Jika rata-rata mereka menghabiskan 1 bungkus rokok setiap harinya, dan rata-rata satu bungkus rokok adalah sebesar Rp. 10.000,- maka setiap kepala keluarga harus mengeluarkan uang sebesar 365 x Rp. 10.000,- = 3.650.000,- untuk setahun. Lumayan juga ya. Apalagi kalau dari jumlah itu dikalikan oleh seluruh anak dibawah umur yang merokok. 5,25 T aja bo untuk setahun!! Kalau seluruh perokok di Indonesia? (sudah lah niee ntar stress lihat angkanya πŸ˜› )

Aku sebenarnya kesel dengan para perokok ini, udah tahu berbahaya kenapa seh masih dihisap? Udah beberapa kali juga aku membahas tentang rokok di blog ini seperti disini. Apalagi bagi seorang anak, tentu bahayanya makin banyak saja. Satu hal yang pasti akan berpengaruh kepada tumbuh kembang baik fisik, mental maupun masa depan si anak tersebut.

Namun untuk menghilangkan perilaku merokok bukanlah sesuatu yang mudah. Ada dua cara yang terfikirkan olehku untuk menjaga seorang anak tidak menjadi perokok.

Salah satu cara menjadikan anak tidak merokok adalah tidak mengenalkan kepada anak apa itu rokok selama dan sedini mungkin yang kita dapat. Jadi teringat bahwa rumah tangga ber-PHBS sudah mengakomodir hal itu dengan salah satu dengan tidak memperbolehkan merokok di dalam rumah. Jika orang tua yang perokok tidak merokok di dalam rumah, tentu anak-anaknya tidak akan mengenal rokok dong.

Cara kedua adalah memasukkan anak ke PAUD atau Playgroup. Ini berfungsi agar anak bermain dan belajar sesuai dengan usianya. Karena menurut penelitian kebanyakan anak perokok adalah mereka yang bergaul dengan orang dewasa yang perokok atau yang berada dilingkungan rokok seperti industri rokok dan sebagainya. Jika dia bergaul dengan orang yang tepat, yaitu teman sebayanya, maka potensi anak tersebut untuk merokok pasti akan semakin kecil.

Lagi-lagi, peran orangtua sangat penting disini. Siapa lagi yang memikirkan nasib dan masa depan seorang anak jikabukan orangtuanya yang menjadi tameng pertama. Walaupun peran pemerintah dan pemerhati anak juga sangat besar disini. Pemerintah diharapkan tegas untuk membuat peraturan KTR serta penegakan hukumnya. Anak-anak ini adalah masa depan bangsa. Di pundak merekalah kita menitipkan Indonesia 30 tahun mendatang. Kalau sejak kecil sudah dirusak oleh rokok, lalu apa yang bisa kita rahapkan lagi?

AYO, STOP MEROKOK. STOP MEMPERKENALKAN ROKOK KE ANAK-ANAK KITA πŸ™‚

sumber:

52 Comments Add yours

  1. ladeva says:

    Kok “Sandi Adi Susanto”?

    1. niee says:

      baru ngeh.. thanks ya dev.. udah aku hapus.. hihihi

  2. misstitisari says:

    hahh???? sebanyak ituuuu?? @_______@ *ikutan shock*

    1. niee says:

      iya.. banyak ya ties.. aku juga ikutan syok dan malu >.<

  3. Pitshu says:

    Amin, Buled aku udah berhenti merokok semenjak 1-2 thn yang lalu hahahha πŸ™‚

    1. niee says:

      hebat… temen seruangan aku juga ada yang berenti merokok.. pas ditanya gimana caranya.. yang penting niat katanya.. πŸ˜€

      1. Pitshu says:

        balik ke orang na sendiri, niat atau enggak :), ga bisa di paksain juga ^^

  4. rawins says:

    jaman seperti ini, kayaknya lebih dominan pengaruh lingkungan dibanding orang tua. sayangnya masih banyak orang tua yang masih saja menganggap dirinya orang tua dan tak mau memposisikan diri sebagai teman si anak

    1. niee says:

      tapi inikan balita.. tentu peran orangtua gak bisa disepelekan dong..

      kalau masalah menjadi teman itu gaya masing masing orang tua.. gak ada yg terlalu benar dan terlalu salah dengan gaya pendekatan ke anak πŸ™‚

  5. catatanpanic says:

    Rokok itu sudah jadi budaya di Indonesia, jadi akan sangat sulit di hilangkan..

    1. niee says:

      tapi paling gak jangan terlalu dini kan yak mengenal dan menggunakannya? πŸ˜‰

  6. Aku lihat beritanya di tipi Niee…
    ampun deh…sampe gak tau harus ngomong apah…

    Sejak masuk kerja…Abah pernah ngerokok Niee…
    Tapi bilangnya sih cuman ‘social smoker’ doang…
    ngerokok kalo lagi ngumpul2 doang…

    Tapi setelah aku ancam ancam akhirnya berhenti total sampe sekarang…

    1. niee says:

      waaahhh hebat ya teh bisa berenti total gitu..

      iya kadang cowok merasa kurang gaul ya teh klo gak merokok di depan teman-temannya. Padahal teman-temannya gak ada merasa risih kok ya kalau emang kita gak merokok..

      Nah, kalau bapak-bapak ini kan bisa berfikir sendiri ya.. kalau anak kecil?

  7. zilko says:

    Aku pernah nonton dokumenter ini Nie beberapa waktu yg lalu:

    Cukup mengenaskan juga…

    Dan benar sekali, peran orangtua itu vital karena merekalah yang secara langsung berinteraksi setiap hari dengan anak mereka (apalagi kalau anaknya masih balita). Nggak bisa deh terlalu berharap sama pemerintah. Kalau pemerintah bikin aturan ini itu tapi orangtuanya lepas tangan ya sama aja kan… . Disinilah pentingnya pendidikan menurutku. Orangtua harus cukup terdidik untuk tahu apa yang sebaiknya bisa dikonsumsi anak mereka atau tidak… . Kalau anaknya udah dewasa (20an gitu) kalau mau ngerokok ya terserah sih ya; kan udah gede jadi setiap pilihan tindakannya ya jadi tanggung-jawab anak itu sendiri. Tapi kalau masih kecil?? Apalagi balita???

    1. niee says:

      waaahhh aku gak bs lihat videonya lagi pake hape 😦 *ntar aku lihat klo bs aku update ke dalam postingannya πŸ˜€ *

      iyaa.. itu poin yg aku fikirkan zil.. ya anak balita pasti yg salah itu orang tua dong mendidiknya kalau sampe jadi perokok gt. mereka dapet duit darimana? bahkan ada yg dr umur 9 bulan itu maksudnya apa lagi kalau bukan orangtuanya yg ngajarin..

      pendidikan emang penting bangt buat ngajarin para orangtua itu buat memberikan yg terbaik bagi anaknya.. kalau gak bs dengan materi.. ya beri kehidupan dan masa depan yg sehat.. jangan malah menjerumuskan seperti itu.. hmmm…

      ***

      Udah aku lihat zil film dokumenternya… huwaaa… memalukan banget yak.. Aku sekarang sedang mengurus keberangkatan bigbos aku ke US untuk kampanye anti merokok. coz Pontianak termasuk terpilih dari kota di negara berkembang yang berhasil membuat PERDA KTR (kawasan bebas asap rokok) mudah2an ada kemajuan dari kampanye itu untuk melarang merokok itu sendiri, bukan hanya untuk mengatur tempatnya. Sedih banget melihat Indonesia menjadi tempat yang paling dipilih untuk kampanye tembakau 😦

  8. bensdoing says:

    ayoo…kamu bisa !
    maksudnya bisa berhenti merokok… πŸ˜€

    1. niee says:

      tapi aku gak merokok bens πŸ˜‰

  9. Hihi kemaren aku bahas ini di kelas,
    kenaikan perokok di bawah umur 10 tahun emang drastis.
    Berapa kali lipat gitu antara 2010-2011, lupa aku x_x
    Di beberapa keluarga, pengeluaran untuk rokok melebihi untuk makan wkwkwk kok iso yo @_@

    1. niee says:

      iya ya um.. mengerikan banget melihat angka sebegitu tingginya.. aku juga bingung kenapa orang tua mereka tega memperlakukan anak seperti itu. ada satu artikel yg ibunya bilang kalau dia males mendengar rengekan permintaan rokok dr anaknya.. hmmm.. kalau aku seh sekalian aja anak itu dicubit sekali daripada dikasih rokok seperti itu..

      dan iyaaa… junlah uang untuk membeli rokok ini memprihatikan banget.. ada sumber yg aku baca soal kenaikan harga rokok dia bilang gini “ya namanya kebutuhan naik tetep harua dibeli lah” ya ampuuuuunnn… itu bensin naek demonya kemane-mane.. sekalinya rokok naek semuanya diem aja.. ckckckckck..

  10. Deny Gnasher says:

    Bisa beli Hape baru tuh *lirik HP lama yang udah membatu dan berlumut*

    1. niee says:

      iyaaa… dengan tidak merokok setahun udah bisa dapet smartphone yg canggih kan yak? πŸ˜‰

  11. Ely Meyer says:

    ya ampun .. umur 2 tahun sdh merokok ? 😦

    yg pernah masuk berita di TV dan korna lokal sini itu si Aldi Niee, bocah msh balita itu, ngerokoknya kebal kebul

    1. niee says:

      aldi yg mana lagi ya mbak el? waaahhh itu anak indonesia beritanya sampe masuk koran lokal di german mbak? sungguh hal yang memalukan untuk.diketahui dunia internasional ya.. πŸ˜₯

      1. Ely Meyer says:

        bentar Niee, tak cari dulu arsipnya, sampe masuk sini TV sini lho dibuat laporan juga sampai wartawan sini ke sana buat meliput si aldi itu *kalau nggak salah namanya*

        1. Ely Meyer says:

          bener Niee, namanya Aldi ini lho cuplikan beritanya dr TV lokal sini

          merinding aku nontonnya

          1. niee says:

            ya aku udh gak pake laptop 😦 nanti kalau ngenet pake laptoo aku buka deh.. pengen banget lihat gmn beritanya.. hmm…

          2. niee says:

            Mbak aku udah lihat videonya.. Ya ampun.. emang jadi perhatian dunia yak.. sampe ada film dokumenternya juga dari zilko yang dibuat orang amerika tentang rokok di Indonesia 😦

          3. Ely Meyer says:

            iya Niee, terus terang ngeri aku lihat videonya, nggak nyangka dr tanah air 😦

  12. bebe' says:

    Pernah juga masuk berita di Swedia kok tentang si anak yang ngerokok itu. Tapi miris juga ya kalau ternyata perokok di bawah umur 10 tahun itu ternyata banyak.. ckckck..

    1. niee says:

      iya banyak banget mbak.. waktu yang pertama kali tahu tahun 2010 itu kirain dia satu-satunya.. Ya paling gak langka deh gitu.. Tapi ternyata banyak banget sampe ratusan ribu yang dibawah 10 tahun 😦

  13. Arman says:

    miris banget ya ngebaca berita begitu… 😦

    1. niee says:

      iya menyedihkan banget kan mas.. serasa aku gagal gitu mengkampanyekan bahaya rokok di sekolah >.<

  14. gandifauzi says:

    Terkadang tertawa geli melihat lucunya merokok, tapi bersamaan muncul rasa prihatin… #2SisiDalamSatuCerita

    1. niee says:

      kok merokok lucu?

  15. mama hilsya says:

    dalam rangka apa Nie?
    serius banget tulisannya..

    1. niee says:

      eh mbak kok nanyanya gitu? πŸ˜›

  16. Andy says:

    menurut aku orang Indonesia itu pinter2 loh,buktinya dibungkus Rokok udah tertulis BOLD ” Bahwa merokok menyebabkan kanker, ganguan kehamilan & impontensi ” tapi tetap digunakan mahal yang lebih pintar’a lagi ditularkan kepada generasi berikut yaitu anaknya

    1. niee says:

      iya saking pinternya gak mau dengerin orang lain.. hmmmmm

  17. M A Vip says:

    sampai saat ini saya belum pernah melihat secara langsung ada balita merokok, tapi di indonesia memang banyak hal hal aneh terjadi

    1. niee says:

      iya mas.. alhamdulillah banget aku juga belum pernah.. dilingkungan aku merokok paling kecil itu anak SMP.. itupun sudah bahan obrolan orang-orang.. mudah2an gak pernah lihat dengan mata telanjang deh.. gagal aku rasanya berkampanye anti rokok klo sampe ada.. hmmmm

  18. yadiebarus says:

    itu orang tua yang paling kurang ajar sedunia, apa dia tidak tahu apa bahaya merokok, dan memang mata pemerintah indonesia masih berbinar-binar dengan pajak yang dihasilkan dari industri tembakau ini. paling tidak ada yang mau di korup

    1. niee says:

      iya dengan teganya mereka membiarkan dan mengakarkan anak mereka merokok ya mas..

      dari video zilko.diatas aku baru.sadar penaikan bea rokok.emang harus setinggi mungkin.. klo rata rata orang berpenghasilan 10000/hari rokok harganya harus 20000/kota.. pokoknya jangan sampe terjangkau oleh masyarakat..

  19. belum bisa putus dengannya… 😦

    1. niee says:

      lah.. kamu ngerokok? hmmm…

  20. Ngeri mbak… hehe,
    apalagi orang tua yg dikatakan kurang mampu malah mensupply itu rokok kepada sang anak. saya punya seorang teman, dia seorang perokok, dan bapaknya juga. Saya cukup kaget, saat bapaknya tau anaknya merokok, bukannya malah dimarahin, tapi ditemanin, dan malah di belikan 1 slop. (12 bungkus) kalau gak salah itungan 1 slop itu. lepas dari benar tidaknya 1 slop itu, saya pun miris, jika anak dan ayah berkolaborasi dalam keburukan ini, lantas bagaimana jika sakit menyerang mereka nantinya? siapa yg akan merawat siapa? hm…

    1. niee says:

      ya ampuuunnnn… mininal ditegur dan tidak.dikasih uang agar anaknya gak bs beli rokoknya ya.. lah ini malah dikasih 😦

  21. ndutyke says:

    haduh serem amat. serem tapi nyata.
    gak sangka euy kalo ternyata (dilihat dari angka 5 koma sekian triliun diatas) jumlah anak kecil yg merokok sudah sedemikian banyaknyaaa…

    aku kira si Sandi ini merupakan one of a kind lho, alias kasus-kasus langka gitu. lha kok ternyata jumlahnya sudah diatas 200ribu :woot:

    1. niee says:

      iya bener-bener mencegangkan yak hasilnya.. itu 200 ribuan itu sama dengan setengah penduduk kota Pontianak loh.. Kalau semua orang itu secara bersamaan mengisap rokok,, bayangkan dengan udara yang tercemar itu.. hmmm….

  22. erfachianda says:

    memang rokok sangat berbahaya pa lagi para perokok pasif mbak…
    aneh aja duit di bakar untuk kenikmatan sesaat…
    tapi berefek buruk di akhir hayat….
    Herannn

    salam kenal ya mbak

    Chianda

    1. niee says:

      iyaaaa… makanya kalau sudah gak ada lagi para perokok, gak akan lagi ada perokok pasif kan yak… mudah2an suatu saat nanti indonesia bisa bebas dari rokok.. πŸ™‚

  23. iya aku juga ga habis pikir deh, ngerokoknya juga udah lihay banget.

Leave a Reply to Ely Meyer Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s