Suporter cewek: "jangan sudutkan kami"


Membaiknya peforma Tim Nasional Sepakbola Indonesia membuat banyak orang-orang yang sebelumnya tidak menyukai sepakbola menjadi ‘ikut-ikutan’ menonton pertandingan yang katanya milik seluruh umat tersebut. Terlebih lagi masuknya Irfan Bachdim dalam skuad TimNas Indonesia menjadi alasan bagi para cewek-cewek menonton olahraga yang mayoritas mempunyai penonton cowok ini.

Dengungan cemoohpun mulai berdatangan kepada orang-orang yang dikatakan suporter dadakan itu. Kritikan-kritikan dari supoter yang mengatakan dirinya suporter ‘sejati’ mulai mengalir. Mulai dari kritikan tentang dandanan mereka saat datang kestadion dengan menggunakan make up lengkap dan sepatu high heels-nya atau saat menonton yang hanya tahu meneriakkan pemain-pemain yang berwajah ‘kinclong’. Belum lagi jika pemain lawan ada yang jauh lebih ganteng dari pada para pemain Nasional seperti para pemain Filipina kemaren. Praktis, suporter sejati mempertanyakan dukungan mereka.

Awalnya, aku juga sempat mencibir beberapa tipe-tipe suporter seperti itu. Hanya menonton pada saat ada pertandingan besar dan hanya mengenal beberapa pemain yang ‘terkenal’ tanpa memperdulikan pemain lain atau jalannya pertandingan dan hanya melihat suatu pertandingan dari gol yang tercipta. Belum lagi peraturan-peraturan dasar yang sama sekali tidak mereka ketahui seperti apa itu offside, atau bagaimana tendangan sudut dapat terjadi.

Kalau kalian pernah menonton pertandingan bola dengan serius dan ada tipe suppoter seperti ini berada di sampingmu lalu mereka beberapa kali bertanya saat mereka tidak mengetahui sesuatu, aku tahu yang kalian rasakan: Itu sangat mengganggu sob!

Tapi, kemudian aku mulai berfikir: Bagaimana pula saat aku pertama kali menyukai bola? Mari kita bongkar rahasianya :mrgreen:

Gak bisa dipungkiri jiwa perempuan itu memang melihat cowok dari wajahnya, dari apa yang mereka tampilkan, atau dari apa yang mereka lakukan, begitu juga dengan aku.

Aku pertama kali menyukai bola 8 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2002 pada saat Piala Dunia yang diadakan di Korea – Jepang saat itu. Alasan pertama menonton sepakbola adalah karena pertandingan yang biasanya jauh malam disiarkan, ketika itu disiarkan lumayan awal karena jarak waktu Indonesia dan Korea-Jepang memang tidak jauh berbeda. Lalu, akupun mulai mengikuti pertandingan tersebut dan kemudian mulai menyukai satu orang yang paling populer saat itu. Yak! siapa lagi kalau bukan David Beckham đŸ˜³

Mulai saat itulah aku mulai tertarik dengan olahraga kaum cowok ini. Lagi-lagi karena David Beckham, aku jadi tahu klub yang menaunginya dan semenjak itu mulai menyukai Manchester United. Dari sana aku mulai mengerti liga-liga Eropa seperti EPL, La Liga, Bundes Liga, Seri A, dan  apa-apa saja kompetisi yang mereka jalani setiap tahunnya, bagaimana cara mereka berkompetisi serta menentukan pemenang. Sistem poin, group, home-away, pembelian, kontrak pemain, posisi dalam lapangan, peraturan pertandingan dan masih banyak lagi.

Tentu untuk mengetahui semua itu tidak bisa dengan hanya menonton 1-2 pertandingan, semuanya ada proses dan aku gak malu untuk mengetahui bahwa proses pertamaku memang karena menyukai satu sosok pemain berkebangsaan Inggris bernama David Beckham.

Karena sudah menyukai olahraga ini aku mulai melirik untuk menonton kompetisi sepakbola di Indonesia yang dulunya aku sama sekali tidak paham apa-apa. Dari sana sekarang aku mulai mengetahui klub-klub yang ada di Indonesia beserta kompetisinya seperti ISL atau yang tengah gres untuk dilakukan adalah Liga Primer Indonesia. Serta dari sanalah aku mulai tertarik dengan PSSI yang menjadi organisasi tertinggi Sepakbola Indonesia serta Ketumnya Nurdin Halid yang diinginkan turun oleh hampir seluruh pencinta sepakbola di Indonesia.

Aku memang bukan pengamat sepakbola yang handal, aku lebih senang menjadi penikmat olahraga yang sangat istimewa ini, tapi bagaimanapun aku telah jatuhcinta kepada sepakbola menyukainya apa adanya dan mempunyai mimpi agar olahraga ini di Indonesia dapat berjaya dikancah internasional.

Maka, janganlah menyudutkan kami para perempuan yang dadakan mulai menyukai sepakbola. Siapa tahu 8 tahun kami mereka menjadi salah satu dari suporter ‘sejati’ seperti kalian dan mendukung Tim Nasional yang sekarang tengah bersinar ini dengan sepenuh hati dan memenuhi stadion-stadion disetiap daerah yang ada di Indonesia.

Advertisements

Balas Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s