Emansipase


Emansipase, yak tentu aku tidak typo dalam penulisan kali ini. Lalu, apa yang terlintas di kepala kalian mendengar kata ini?

Sebenarnya aku memang memplesetkan kata emansipasi menjadi emansipase ini, maksudnya ya kalau emansipasi untuk perempuan, ya emansipase ini buat laki-laki 😆

Diera dunia modern sekarang ini, batas-batas antara perempuan dan laki-laki emang udah hampir gak ada lagi. Kalau dulu perempuan yang di rumah dan tidak sekolah, sekarang eranya emansipase laki-laki. Maksudnya ❓

Gaya-gaya yang katanya ”cowok banget’ udah banyak ditinggalkan beberapa cowok sekarang. Beberapa contohnya antaralain:

  • Cowok yang minta jemput cewek jika ingin berpergian dan merasa tidak ada hal yang aneh dengan kondisi itu. Ini tentu bukan hanya terjadi untuk pasangan/pacar, tetapi juga untuk pertemanan.
  • Cowok yang mandi/persiapan perginya jauh lebih lama daripada cewek. hmm, ok, kalau cewek biasanya lama karena pakai luluran/bedak beberapa lapis, eyes shadow, eyes liner, maskara dll. Kalau cowok karena ngapain ya? 😳
  • Ada lagi cowok yang santai-santai di bangku tunggu bioskop sementara ceweknya ngantri buat beli tiket.
  • Atau cowok yang marah saat ada orang yang gak sengaja ngerusakin tatanan rambutnya yang luar biasa fungky.
  • Dan yang gak bisa dipungkiri sekarang adalah cowok era modern ini udah biasa untuk ngerumpi lebih-lebih dari pada cewek :mrgreen:

Nah, udah jelas kan, sekarang eranya cowok minta emansipasenya diakui oleh para cewek. Maksudnya, kalau mereka melakukan hal-hal diatas, bukan berarti mereka banci atau sejenisnya, tapi lebih kepada emang jaman yang telah berubah. Emangnya cewek aja yang boleh minta hak emansipasinya 😎

Kita sebagai cewekpun harus lebih mengerti jika cowok melakukan hal-hal diatas. Jangan masalah ‘akukan cewek’ jadi boleh ini, itu dan lain yang sama sekali gak ngegambarin kalau Kartini dulu memperjuangkan emansipasi buat kita para wanita.

Istilahnya, sekarang antara cewek dan cowok hampir berada pada titik tengah di mana gak ada perbedaan diantaranya lagi. Mungkin suatu saat nanti, penulisan kata jenis kelamin pada pengisian data tidak diperlukan lagi kecuali data nikah 😛

Advertisements

Balas Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s