[Review Dorama] Alice in Borderland


Sudah lama banget aku gak pernah nonton Dorama. Kayaknya dorama terakhir yang aku nonton adalah Itazurana Kiss. Yang tahu drama itu pasti tahu lah tahun berapa tuh drama. Pokoknya aku nontonnya itu jaman masih sekolah ntah berapa ratus tahun lalu, hahahaha. Sebenarnya ada beberapa kali mencoba nonton dorama lagi di VIU. Adalah itu Romantic Dokter atau apalah yang terkenal banget drama koreanya katanya bagusan doramanya jadi coba nonton. Tapi pas nonton 1-2 episode kemudian menyerah dan gak lanjut lagi.

Menurut aku, aku kurang cocok gitu loh dengan dorama. Karena lawakannya gak kena gitu di aku. Dorama kan suka model lebay gitu ya adegan terkejutnya. Terus kalau serius kok ya aku suka gak ngudeng mereka ngomong apa padalah udah baca subtitlesnya.

Namun, beberapa minggu yang lalu, aku ada tuh lihat iklannya Netflix ngepromoin original series mereka yang terbaru. Kebetulan yang dipromokan itu adalah dorama. Sebagai orang yang gak begitu cocok sama dorama ya aku biasa aja seh, gak jadi yang kepengen nonton gitu. Tapi kok ya promonya ngencar banget! Di instagram sampai beberapa kali bahas drama ini sampai akupun penasaran dan kemakan iklannya, hahahahaha.

Markadit, marilah kita bahas jalan ceritanya dahulu.

Ryohei Arisu (Kento Yamazaki) adalah seorang anak laki-laki yang tidak memiliki tujuan hidup. Setiap hari, kerjaannya hanya bermain game tanpa ada keinginan untuk mencari pekerjaan. Ayah Arisu adalah seorang yang cukup kaya dan terpandang, sedangkan adiknya baru saja diterima disatu perusahaan yang baik. Karena itu, Arisu lagi-lagi dibanding-bandingkan dengan adiknya untuk kesekian kali. Karena merasa jengah dengan kondisi rumahnya, Arisupun kemudian kabur dari rumahnya dan menghubungi dua orang teman baiknya semenjak SMA agar dapat menghibur dia, Chota (Yuki Morinaga) dan Karube (Keita Machida).

Chota dan Karube juga memiliki masalahnya masing-masing. Chota berasal dari keluarga miskin, orang tuanya memiliki banyak keperluan untuk organisasi keagamaan yang terlihat seperti menipu. Tapi pada akhirnya ibunya selalu saja meminta uang kepada Chota untuk memenuhi kebutuhan permintaan organisasi tersebut. Karube bekerja sebagai bartender dan berkencan dengan teman kerjanya yang adalah pacar dari bosnya. Saat ketahuan berpacaran, Karubepun langsung dipecat bersamaan dengan hari dimana Arisu kabur dari rumah.

Dengan masalahnya masing-masing, merekapun kemudian melakukan hal-hal gila di tenga kota Tokyo untuk melepas penat yang ada difikiran mereka masing-masing. Saat mereka melakukan kekacauan kecil dan akhirnya dikejar polisi setempat, mereka kemudian masuk ke dalam toilet di stasiun kereta bawah tanah. Namun, saat mereka ke luar dari toilet tersebut, suasana Tokyo tiba-tiba berubah. Tokyo yang ramai dengan orang tiba-tiba langsung sepi dan tidak ada manusia sama sekali kecuali mereka bertiga.

Setelah mereka menyusuri Tokyo mereka menyadari bahwa mereka benar-benar sendiri hingga akhirnya pada malam hari mereka kemudian mendapatkan layar billboard yang mengarahkan mereka untuk bermain pada sebuah permainan.

Permainan pertama mereka adalah sebuah gedung tua seperti tempat karaoke. Saat masuk dihadapan mereka ada beberapa handphone yang dapat diambil satu untuk masing-masing orang. Ternyata mereka tidak sendirian, ada seorang anak SMA yang terlihat kebingungan dengan situasi tersebut, dan seorang mbak-mbak kantoran yang terlihat lebih matang dan tahu apa yang mereka lakukan.

Awalnya mereka hanya menganggap ini hanyalah permainan biasa. Sampai satu ketika anak SMA yang bersama mereka mati ditempat ketika salah memilih langkah dari permainan tersebut. Merekapun mulai serius ketika Chota terkena api yang membuat kakinya terluka parah. Untungnya mereka bertiga bersama satu perempuan kantoran itu berhasil memenangkan permainan dan mendapatkan “visa” selama 3 hari sebelum harus mengikuti game selanjutnya.

Karena ingin mengetahui seluk belum game sebelum mereka membawa Chota yang sedang sakit, Arisu dan Karube akhirnya bermain berdua sebelum masa visa mereka habis. Dari permainan kedua ini mereka tahu bahwa ada beberapa orang yang telah paham benar seluk beluk permainan karena sudah lama berada di Boderland ini. Dipermainan kedua ini mereka bertemu dengan Yuzuha Usagi (Tao Tsuchiya), Chishiya (Nijiro Murakami), dan dua orang yang menggunakan HT yang berasal dari tempat bernama “beach”.

Setelah menang di permainan itu, Karubepun terobsesi untuk mencari “beach” tersebut. Tapi di tengah perjuangannya mencari, di permainan ketiga mereka, Arisu kehilangan semua teman-temannya yang membuat dia tidak ada keinginan untuk hidup sebelum akhirnya bertemu dengan Tao dan merekapun kemudian selalu berdua.

Lalu apa sebenarnya “beach” itu? Apakah benar-benar sebuah tempat yang dapat membuat mereka kembali ke dunia yang sebenarnya? Atau malah tempat yang menjadi kehancuran mereka semua?

Ternyata, aku cocok banget sama dorama satu ini, hahahaha. Walaupun adegan-adegan “bodoh” khas drama jepangnya masih ada, tapi gak banyak dan gak terlalu lebay gitu loh. Karenanya aku masih bisa menikmatinya.

Untuk ceritanya sendiri karena murni fiksi jadi aku bisa menikmati seh. Karena kalau drama fiksi mah gak usah dipusingin harus gini gitu. Ikutin aja jalan cerita dan apa maunya si penulis dan nikmati setiap adegannya. Kalau udah gitu, jadi gak kepikiran kan.

Tapi, menurut aku, jalan cerita drama ini seru seh. Disetiap episode selalu ada adegan baru yang menegangkan. Dari episode 1 yang baru perkenalan karakter lau diangkat ke perkenalan permainannya, lalu intrik pertemanan, intrik diri sendiri, permasalahan dengan sesama pemain, hingga akhirnya mencari apa yang sebenarnya mereka hadapi. Kenapa mereka berada di sini dan siapa dalang dari permainan ini.

Kalau kalian suka dengan drama fiksi dan games gitu, dorama ini cocok seh sebagai tontonan. Jumlah episodenya juga gak terlalu banyak cuma 8 episode. Tapi jangan berharap bahwa kalian akan mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan disetiap episodenya karena drama ini bersambung kakak! Bersambung ke season 2 nya gitu loh yang belum tahu bakalan akan tayang kapan. Mungkin sekitar akhir tahun 2021 ini yak. Inilah yang aku gak suka dari drama Netflix Oeriginal yak, kebanyakan seasonnya! Bahkan drama korea yang biasanya tuntas 16 episode di Netflix Original bisa berseason-season gak selesai-selesai. Gayanya udah semacam drama seri Amerika, huhuhu.

So, ada yang udah nonton juga dorama ini? Gimana-gimana pendapatnya

 

8/10

 

bye.

2 Comments Add yours

  1. Arman says:

    gua suka sama alice in borderland! moga2 bakal ada season 2 nya.. 😀

    1. niee says:

      Iya mas, emang bagus banget ya. Aku juga nungguin seh season 2 nya. Semoga gak lama bisa tayang, huhuhu.

Balas Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s