Nanti Saat Aku Sudah Tua


Beberapa hari yang lalu, ada satu influencer yang aku follow di instagram (eh iya aku udah balik main instagram, hahahaha. Tapi masih berusaha untuk jarang update story seh) menanyakan, tahun 2045 kalian lagi apa?

Pertama kali yang aku lakukan kalau ada orang yang bertanya tahun berapa aku sedang apa adalah aku langsung otomatis ngitung tahun segitu umur aku berapa, dan habis ngitung umur aku, aku langsung hitung umur si K berapa. Kalau sudah tahu umur kami berdua, baru deh aku bisa jawab kira-kira aku sedang apa nantinya.

Tahun 2045 itu aku berumur 57 tahun, 1 tahun lagi menuju usia pensiun untuk ukuran normal atau 3 tahun lagi untuk yang menjabat dijabatan tertentu. Tahun 2045 itu si K berumur 31 tahun, yang aku bayangkan dia sedang seperti aku sekarang, sudah bekerja dan sudah memiliki tabungan yang cukup untuk kehidupan pribadinya tanpa perlu bantuan aku lagi. Lalu dengan kondisi seperti itu, tahun 2045 aku sedang apa?

Ada dua kondisi kalau seperti ini, yang aku bayangkan dan yang aku harapkan. Walaupun berbeda tipis, tapi aku sangat ingin yang aku harapkan yang akan terjadi. Karena aku mengharapkan sesuatu itu dengan sangat ingin, maka akupun menyiapkan rencana-rencana ke depan agar harapanku dapat terwujud. Maka, harapan aku kurang lebih adalah mungkin seperti ini.

Tahun 2045

Aku masih bekerja dan sedang menjabat di posisi satu tingkat lebih tinggi dari jabatan aku sekarang. Kenapa diposisi itu? Karena kayaknya kalau aku masih bekerja di posisi sekarang, aku bakalan kecapean di umur yang sudah tua seperti itu, hahahaha. Jabatan satu level di atas aku itu udah di posisi yang tinggal merintah-merintah aja gitu loh. Ngasih-ngasih ide ke bawahannya sambil monitoring kalau ada kendala apa. Mungkin aku naik ke posisi itu umur 50 tahun. Jadi masih sekitar 17 tahun lagi, hahahaha. Mungkin tapi ya.

Aku kemaren pas di IG nulisnya aku ada di posisi dua tingkat dari jabatan aku sekarang seh. Tapi setelah aku fikirkan lagi, kayaknya aku gak pengen dan gak akan melamar juga deh (iya, posisi itu perlu dilamar) karena aku lelah kayaknya udah tua harus masih seaktif itu bekerja, huahahahaha. Aku juga berharap juga tidak sedang di kantor sekarang yang aku duduki, pengennya udah pindah kantor gitu. Pengennya adalah aku kerja di Perpustakaan. Aku punya banyak ide-ide asyik kayaknya gitu kalau kerja di Perpustakaan. Jadi doakan ya gaes semoga umur-umur menjelang pensiun aku sudah kerja di Perpustakaan, hahahahaha.

Tahun 2045 aku berharap uang pensiun aku sudah terkumpul sesuai dengan dengan yang aku mau. Target aku adalah, aku bisa mengumpulkan uang pensiun dari manapun sekitar 3 kali lipat gaji aku sekarang. Aku gak tahu seh yak tahun itu uang segitu cukup apa gak untuk aku berdua dengan suami aku hidup. Tapi prediksi aku uang segitu gak juga bikin kami berdua melarat gitu loh. Masih bisa makan enak, tinggal di rumah yang nyaman, gak menghemat listrik (aku gak bisa menghemat listrik gaess, aku perlu AC, sapu otomatis, mesin cuci, air panas dan bahkan alat panggang biar bisa buat kue-kue lucu) dan bayar asuransi kesehatan. Mudah-mudahan seh si K udah bisa hidup mandiri ya, jadi aku akan menjual seluruh aset aku dan hanya meninggalkan rumah yang aku tempati untuk bisa menikmati masa pensiun aku, tanpa menjadi beban si K lagi.

Setelah pensiun pada tahun 2046, aku gak ada rencana apa-apa seh. Kalau masih sehat maunya tetap ngetrip tapi gak mau backpackeran lagi. Maunya ikut open trip yang apa-apa semuanya difasilitasi. Udah renta boook, gak kuat angkat koper sendirian lagi, hahahaha. Gak kebayang juga akan ngasuh cucu atau gimana karena di dalam bayangan aku adalah aku dan suami akan hidup berdua di rumah aku yang sekarang dan si K tengah menata hidupnya di kota atau bahkan negara lain. Aku sebagai emak milenial akan berusaha untuk berfikiran terbuka jika si K maunya hidup jauh dari orang tua, mau menikah / tidak menikah atau mau punya / tidak punya anak. Terserah anaknya aja, asal masih pegang teguh agama ya terserah aja dia mau hidup kayak gimana.

Sebenarnya secara mental, aku udah siap banget hidup di masa tua hanya berdua dengan suami. Tapi walaupun begitu aku masih sangat berharap kalau fasilitas untuk orang tua di Kota Pontianak nanti dapat jauh lebih baik dan difikirkan oleh Pemerintah daripada apa yang ada sekarang. Bahkan, kalau aku berfikir sekarang, jika ada terjadi masalah dengan orang tua, gak ada loh satu instansi gitu yang menangani khusus untuk pelayanan orang tua di Kota Pontianak. Kalau masalah perempuan dan anak kan ada tuh, kalau tentang kemiskinan ada juga Dinas Sosial. Nah, kalau untuk orang tua? Ya bukan yang gak mampu atau yang memiliki masalah kekerasan. Orang tua di sini yang aku bayangkan adalah secara finansial mampu hidup sendiri, tapi tetap perlu perhatian khusus kan. Misal kalau ada yang hidup sendiri dan tiba-tiba sakit gimana menanganinya. Atau paling parah adalah tiba-tiba meninggal gimana koordinasinya.

Aku jadi berfikir kalau emang ada Dinas Khusus untuk pengurusan orang tua gini aku mau deh pindah ke situ. Nanti aku buat aplikasi khusus untuk mereka yang petugas dapat memantau mereka. Aplikasinya bisa mengukur detak jantung jadi tahu kapan mereka tiba-tiba sakit. Terus ada pengecekan khusus kesehatan yang homecare datang ke rumah-rumah. Jadi orang tua yang hidup sendirian gak perlu jauh-jauh datang ke Puskesmas. Lagian, puskesmas kan juga sibuk dengan orang sakit dan imunisasi, orang tua kadang dilupakan.

Lalu mulailah fungsikan mobil otomatis 10 tahun lagi atau 20 tahun lagi ditahun 2035. Ini pasti sangat berguna seh untuk para orang tua yang masih ingin mandiri tapi tetap aktif berkegiatan.

Waah, nulis kayak gini aku jadi banyak ide-ide kreatif untuk menyukseskan orang tua di Indonesia tahun 2035 bisa hidup mandiri, aktif sehat dan bekarya tanpa harus menjadi penghalang anak-anaknya yang sedang berjuang dibelahan dunia mana yang sedang mencari kehidupan kan!

Ayo dong pak presiden buat kementrian khusus untuk orang-orang tua! Hahahaha.

***

Wokey, melanturnya udahan dulu yak. Sekarang aku yang balik tanya sama yang baca di sini. Kalau kalian tahun 2045 lagi apa? Dan pengennya seperti apa?

 

bye.

4 thoughts on “Nanti Saat Aku Sudah Tua”

  1. Hahaha kalau aku sih belum memikirkan sedetail itu Niee., hanya garis besarnya aja, yaitu mesti nyaman dan secara umum nggak stress. Cuma ya betul juga mesti dipikirkan dari sekarang ya jadi kita bisa mempersiapkan diri untuk itu.

  2. Aaah, gak stress juga penting banget kan ko. Apalagi yang biasanya sibuk tiba-tiba di rumah aja gak ngapa ngapain kan biasanya stress tuh orang tua, hahaha.

  3. 2045… masih lama, wkwkwk.
    Di Indo orang tua kurang diperhatikan ya, apa karena umur mediannya masih populasi muda. Kalau di Jepang, isinya orang tua semua, jadi benar-benar diperhatikan, sih. Panti jompo juga bagus gituuu, jadi orang-orang tua seneng malah pindah situ, wkwk.

    1. Aku kalau sendirian pengennya malah di panti jompo sebenarnya na. Tapi panti jompo di sini gak bagus, huhuhu. Aku gak mau kalau tinggal dengan kondisinya seperti itu. Hahaha.

      Tapi, karena sekarang jaman umur emasnya Indonesia berarti 2045 orang udah jompo semua dong kayak aku, hahahaha. Harusnya udah diperhatikan dari sekarang.

Leave a Reply to niee Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s