Sisa Dua


Belakang ini, aku sering nulis panjang lebar di Facebook. Panjang banget sampai sebenarnya cocok untuk ditulis di blog. Karena sayang, aku pindahin aja beberapa tulisannya ke blog deh yak. Belakangan ini seh tulisannya kebanyakan ngeluh tentang corona. Nulisnya udah seperti aku nulis blog pertama kali tahun 2009-2010an gitu deh, hahaha. So, ini adalah tulisan pertama yang aku copas dari status FB aku yang aku tulis tanggal 5 Juli 2020.

No photo description available.

Kemaren, baca status temanku yang bahagia, bahwa Pontianak kasus aktif positifnya sisa dua. Aku yang gak pernah percaya sajian data di Indonesia tentu langsung berfikir “eits tunggu dulu” mari kita cek presentase jumlah yang dites dengan jumlah penduduk. Ternyata aku gak dapet, yaudah lah 🤣

Lalu, akupun lihat jumlah ODPnya aja, karena ODP sekarang ini adalah orang yang tes Rapidnya reactive [1]. Sedang menunggu hasil swab. Walaupun aku gak pernah percaya juga dengan hasil rapid tes ya karena “You Know Why“. Hasil negatif rapid hanya kebahagian semu untuk kita penduduk negara berkembang yang kekurangan uang untuk langsung aja tes PCR😗

Ternyata, jumlah ODP di Pontianak masih 168. Berarti masih ada 168 orang yang sedang menunggu hasil swab. Hasilnya bisa negatif dan tentu saja bisa positif.

Aku sendiri, sudah banyak mengurangi kecemasan aku terhadap corona. Udah gak relate banget dengan keadaan orang orang sekitar aku soalnya, yang cenderung sudah melupakan. Yang dulu aku setiap pagi nyemprotin ruang kerja pake hand sainitaizer sekarang udah gak. Tapi masih nyemprotin meja habis orang asing datang ke ruangan.

Yang dulu gak pernah mau diajak makan prasmanan, sekarang kadang mau kadang gak tapi kalau iya selalu mintanya ambil duluan biar belum tersentuh tangan tangan yang aku gak tahu asalnya dari mana dan aku pegang prasmanannya pake tissue basah. Ribet emang si irni 🤣

Aku masih aneh lihat perkumpulan orang yang dengan santai gak pake masker. Kalau ada warga yang datang ke ruangan aku langsung suruh ke luar dan gak dilayani. Pernah suatu hari aku mau diviralkan katanya karena gak nerima dia yang gak pake masker. Aku tantangin aja sekalian, kapan lagi si Irni bisa viral, tapi gak mau juga. Ya gak jadi viral dah si Irni.

Bolak balik diskusi sama suami tentang orang yang naik sepeda dan gak pake masker. Si Falla Adinda aja 70km ride full pake masker loh! Masak yang cuma 10-20 km gak tahan? Aku emang kalau berdebat, hanya jika aku bisa menang. Kalau gak bisa menang, aku minta maaf duluan 😛

Balik lagi ke jumlah kasus aktif di Pontianak yang tinggal 2 orang ini. Aku sendiri sangat ingin Pontianak cepat masuk ke sona hijau. Ya tahu sendiri lah aku pengen banget si K masuk sekolah. Syarat sekolah dibuka adalah jika sudah masuk zona hijau. Aku sampai ngomong sama suami, kalau pemerintah bohong sama datanya terserahlah. Aku cuma pengen anak masuk sekolah☹️

Disekitar aku, anak dibawa makan di restoran, ngemall dan bahkan liburan ke singkawang itu udah hilir mudik di timeline. Lah, kalau seperti itu, kenapa juga gak masuk sekolah sekaliankan? Karena menurut pendapat aku pribadi, sekolah lebih berfaedah daripada mall dan liburan, huhuhu.

Si K sendiri belum aku bawa ke mall dan liburan [2]. Aku menyesal juga kenapa gak lanjut aja pergi ke Jepang kemaren. Lah di Indonesia lebih parah kok, Jepang sampai sekarang aman aman aja. Sekarang kalau mau pergi di sananya yang gak terima warga negara Indonesia.

Eropa udah buka border ke 15 negara, Indonesia gak termasuk. Blasslah Indonesia udah gak dipercaya orang di dunia luar sama sekali karena penanganan Covidnya semrawut.

Kemaren ngobrol di rumah. Tentang orang yang liburan ke singkawang. Aku gak masalah seh sebenarnya. Soalnya lah petinggi petinggi aja udah liburan semua. Mulai dari yang paling atas sampai yang paling bawah. Beda kasus dengan menteri kesehatan New Zealand yang mengundurkan diri dari jabatannya setelah diburan ke pantai yang sepi dengan keluarganya. Merasa bersalah kata dia [3]. Makanya aku suka ngingetin diri sendiri sekarang, jangan suka marahin masyarakat kecil yang kongkow kongkow ngopi atau berjualan. Mereka cuma mencari rejeki dan cari kebahagiaan.

Terus ada yang ngajak, ayo kalau gitu kita liburan? Ya maaf maaf aja, kalau aku diajak liburan di sekitaran kalimantan seh ogah. Malu sama tiket 3 negara yang aku hanguskan demi pencegahan corona 🤪 kalau ngajak aku ya ke Taiwan lah minimal. Hari ini aku seharusnya udah landing di Taipe terus lagi minum teh tradisional. Tapi ini fikiran aku untuk hari ini, gak tahu besok kalau berubah 🤣

Jadi kesimpulannya apa?

Ya gak adalah kesimpulannya, si Irni cuma pengen buat status aja. Nulis panjang lebar emang kesenangan aku sebagai blogger yang blognya gak terlalu aktif sekarang 😂

Tapi aku sadar, bahwa cari selamat masing masing udah gak mungkin bisa sekarang. Kecuali kalian gak pernah sama sekali ke luar rumah selama 4 bulan. Apalagi kalau kalian orang yang gak enakkan.

Kalau aku seh gak mau ya aku bilang gak mau, kalau gak suka aku bilang gak suka. Udah 3 undangan acara keramaian aku tolak. Tapi mungkin tinggal nunggu waktu aja si irni juga ngikutin arus. Gak tahu kapan, tapi semoga jangan cepat cepat, atau paling gak nunggu kasus ODP nol di Pontianak, yang gak tahu kapan 😌

***

[1] Kepala BPBD Kota Pontianak komen di postingan aku ini, “menanyakan” perihal apa emang benar ODP itu orang yang Rapid Testnya positif. Aku baru sadar seh, ODP di sini adalah orang yang emang dipantau PLUS orang yang rapidnya positif. Kenapa datanya digabung gini aku gak tahu juga. Bacanya jadi rancu seh ini (kemudian aku hapus pertemanan sama si bapak kepala BPBD tersebut 😛 )

[2] Pernah aku ajak makan sekali di Pondok Kakap

[3] Setelah ketahuan

ps : jumlah kasus aktif di Pontianak update per tanggal 7 Juli 2020 kemaren masih 2 kasus. Semoga segera 0 yak!

 

 

 

8 Comments Add yours

  1. yang kepedean tuh merasa sehat ga sakit, eh pas di tes malah positif mingkem dah, jadi sumber penularan ke sekitarnya. Klo Ben dan Lisa sdh seminggu masuk TK lagi, yg duluan masuk sekolah sma dan univ, trus bertahap sampai yg paling kecil (TK) buka belakangan krn anak2 kecil tsb belum tahu jaga diri. Semoga sehat selalu Irni sekeluarga yaa 🙂 .

    1. niee says:

      Semoga mbak nella juga sehat sekeluarga ya mbak 😀

      Iya neh mbak, aku sebenarnya pengennya masuk aja sekolahnya. Tapi sekolahnya si K memutuskan untuk Term 1 ini online dulu.

  2. Zizy Damanik says:

    Apalagi mereka yang jemput paksa jenazah. Kemana itu pikirannya? Begitu positif, baru pada minta maaf dan dalam hati takut mati.

    1. niee says:

      Di Pontianak ada tuh mbak zy, ujung2nya satu keluarga positif plus tetangga dan yang memandikannya. Heboh banget lah kemaren itu.

  3. zilko says:

    Baca berita corona dari Indonesia memang salah satu tantangan besarnya kepatuhan masyarakatnya juga ya Niee.

    1. niee says:

      Dan politinya juga ko. Aku gak ngerti lagi kok bisa penyakit dipolitikkan.

    1. niee says:

      sempat 0, sekarang naik lagi jadi 6

Leave a Reply to Zizy Damanik Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s