Pontianak Berkabu(ng)t


FullSizeRender
Langit Berkabut

Pontianak, 23 Ramadan 1436 H.

Dulu waktu aku kecil, yang aku tahu ada dua musim yang ada di Pontianak, atau paling tidak itulah yang disebutkan oleh guru-guru dan orang yang lebih tua daripada aku waktu itu yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Walaupun hanya dua musim dan pengen banget lihat yang namanya salju (kadang bahkan berharap ada turun salju di Kota Khatulistiwa ini 😛 ) tapi aku cukup mensyukuri dua musim yang ada di Pontianak ini. Paling gak musimnya jelas kapan musim hujan dan kapan musim kemarau.

Seingat aku waktu aku kecil sampe kurang lebih SMP (Tahun 2000an awal) musim hujan itu dimulai sejak bulan berakhiran ber dimulai yaitu September sampai Januari atau Februari. Bisa dibilang setiap hari hujan terus terusan yang ditambah pada bulan Desember atau bulan Januari ada pasang air laut yang membuat kadang Pontianak banjir tinggi banget. Aku ingat sekitar tahun 1998an Kota Pontianak seluruhnya terendam banjir. TAPI banjirnya di Pontianak gak sama dengan di Jakarta kok. Terjadinya cuma perhari. Pagi biasanya air naik dan sore udah surut. Aku selalu suka kalau udah musim hujan seperti ini karena di daerah kampungku anak-anaknya akan bermain air sepuasnya di parit parit depan rumah, gak terkecuali aku. Dan mungkin karena udah menjadi kebiasaan setiap tahunnya gak ada orang tua yang marah atau melarang anak-anaknya buat main hujan hujanan dan main air. :mrgreen:

Sisa dari bulan lainnya adalah musim kemarau, tapi biasanya walaupun musim kemarau kadang-kadang masih ada hujannya dikit-dikit kok. Puncak musim kemarau biasanya terjadi pada bulan Juni-Juli yang ditandai dengan sama sekali tidak ada hujan di Kota Pontianak.

Sebenarnya gak terlalu masalah kalau gak hujan di dua bulan itu. PDAM masih mengaliri airnya walaupun kadang air keruh dan terasa asin >.< TAPI yang menjadi masalah pada saat musim kemarau adalah KABUT ASAPnya! Iya Pontianak benar-benar gelap bahkan beberapa kali selama aku 12 tahun sekolah ada saat-saatnya Pemerintah meliburkan para siswanya dikarenakan udara yang tidak sehat lagi untuk beraktifitas di luar rumah.

Beberapa tahun belakangan ini musim di Kota Pontianak sudah gak menentu lagi. Gak ada lagi istilahnya bulan ber adalah musim hujan karena pada bulan itu kadang ada aja beberapa minggu yang tidak hujan yang menyebabkan kabut asap lagi. Kondisi cuaca sudah sangat tidak bisa diprediksi. Hujan turun sepanjang tahun tapi jika satu dua minggu gak turun hujan langsung berkabut.

Dua minggu belakangan ini Pontianak lagi-lagi tidak turun hujan yang mana membuat sang kabut datang lagi dengan manisnya. TAPI ada yang beda antara kabut sekarang dengan kabut-kabut tahun tahun sebelumnya. Jika kabut dulu hanya langit yang menjadi gelap dan seperti sekumpulan asap. Kabut sekarang lebih ektrim lagi dengan butiran halus dari sisa pembakaran yang terbang dengan indahnya. PARAH!

Kalau dulu waktu sekolah aku sangat senang kabut karena libur, sekarang kabut bener-bener mengganggu rutinitas keseharian. Apalagi ditambah si K yang sudah beberapa hari cuma dikurung di rumah aja lantaran takut terhirup sisa pembakaran itu.

Pemanasan global memang sangat digemborkan, tapi kalau dilihat dari keseharian kita sekarang bumi memang tidak lagi sama seperti waktu dulu kita kecil.

Semoga saja saat si K besar nanti bumi masih bisa dihuni dengan layak atau bahkan mungkin saja lebih baik dari sekarang. Semoga 🙂

Advertisements

30 thoughts on “Pontianak Berkabu(ng)t”

  1. Wah, kalau kabut kotor (yang ada butiran halus sisa pembakaran) gitu bikin nggak nyaman banget ya Niee. Di New Delhi kayak gitu tuh udaranya. Baru sehari langsung deh hidungku sakit 😦 .

    1. Kalau di new delhi karena apa tuh zil? Setiap hari atau musiman.

      Iyaaa. Makanya kok tahun ini parah banget. Biasanya gak begini loh. 😣

    1. Iya bundaaaa. Tapi orang pontianak udah kebiasa kali yak. Klo gak parah parah amat sampe gak nampak jalan masih bisa ditolerir sama hidung 😣

  2. ya ampuuuun, ini pembakaran hutan udah keterlaluan yah! 1 pihak yg untung, orang-orang sekota yang kena dampaknya..
    org2 indonesia harus di edukasi lagi nih tentang kesehatan dan keselamatan lingkungan

    1. Iyaaaa. Kok ya ini masalah dari aku segede katniss sampe ade punya anak katniss gak ilang ilang yaaakkk. Gak ada pemevagan masalahnya dari pemerintah hiks

Balas Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s