Perjuangan ASI (1) – PROLOG


Dulu pernah nyinggung di blog kalau gak salah, kalau aku bisa lulus ASI Eksklusif bakalan aku tulis di blog bagaimana perjuangannya. Karena gak mudah ternyata. Perjuangannya penuh drama derai air mata dan darah kalau aku mah (iyah, darah dan emang berdarah-darah :mrgreen: ) Penyemangat untuk nulis lagi, ternyata setelah 9 bulan (umur Katniss sekarang) bergulat dengan ASI yang berhasil untuk ASI Eksklusif itu sedikit banget (bahkan temen-temen deket sekitar aku gak ada yang berhasil!) Sedih banget lihatnya. Maka dari itu, ijinkanlah si Niee yang belum ada apa-apanya keberhasilan ASI ini (niatnya kan bisa memberikan ASI tanpa Sufor selama 2 tahun, jadi masih jauh kan yak) untuk sedikit memberikan tips-tips dan memotivasi siapapun yang sedang berjuangan untuk memberikan ASI ke anaknya.

Apa seh PONDASI awalnya biar bisa ASI Eksklusif Niee?

Kalau aku seh yang pertama keinginan. NIAT. Dari semenjak hamil (bahkan sebelum dinyatakan positif hamil) aku udah niat untuk memberikan ASI Ekslusif untuk anak aku kelak.

Nah, terus niat itu munculnya dari mana?

Syukurnya aku bekerja di kantor kesehatan yang salah satu indikator keberhasilan kinerjanya adalah ASI Eksklusif. Sebagai makhluk yang sedikit KEPO aku penasaran dong tentang ASIX ini. Apa itu ASIX, kenapa harus ASIX dan pertanyaan awal seputar itu.

Selain indikator itu, di kantor aku berseliweran ibu ibu menyusui yang setiap hari membawa coolerbag kemana-mana yang membuat aku penasaran untuk apa seh itu tas. Terus cara kerja memakai ASIP untuk bayi itu gimana.

Setelah aku melihat dan mempelajari, ternyata banyak manfaat yang didapat dari ASI itu sendiri, dan sebagai orang yang menyukai tantangan pribadi aku langsung meniatkan kepada diri, Niee bisa kan ASIX? Masa gak bisa seh? Pasti bisa dong? Malu dong kalau gak bisa!

Kalau yang gak terpapar seperti itu gimana Niee? Ya kalau kalian udah baca tulisan ini ya dimulai dong niat itu πŸ˜›

Kalau udah niat terus gimana?

PELAJARI! ASI Eksklusif itu sendiri. BACA perjuangan ibu-ibu yang udah lulus ASIX. Khatamkan itu. Kalau udah khatam, ajak suami untuk ikut membacanya. Pupuk juga niat suami untuk mendukung ASI Ekslusif ini. Karena dukungan suami untuk ASIX amatlah berpengaruh besar.

Karena kebanyakan dari temen-temen aku yang gagal ASI Eksklusif adalah berawal dari keluarga (suami dan orang di dalam rumahnya) yang gak menguatkan (malah melemahkan seringnya) niat untuk memberikan ASI itu sendiri.

Gagal pertama adalah pada saat hari H kelahiran dan ASI belum keluar. Bagi para suami yang gak khatam masalah ASI pasti langsung panik dan merasa kasian anaknya gak disusuin setelah dilahirkan (padahal teorinya bayi baru lahir itu tahan untuk gak minum sampe 3 hari loh). Aku sendiri mengalami gak keluar ASI sampe 2 hari lamanya (baru keluar pas hari ketiga) tapi tetap tenang-tenang aja karena suami mendukung banget.

Gagal kedua adalah merasa ASInya gak cukup. Padahal 40 hari pertama ASI kita emang sedikit loh. Karena toh bayinya emang gak perlu minum banyak. Jadi produksi ASI menyesuaikan dengan keperluan bayi.

Dan gagal ketiga adalah merasa capek setiap 2 jam sekali siang dan malam harus bangun sendiri untuk menyusui. Kan kalau pake susu formula bisa gantian sama suami ngasuhnya πŸ˜‰ Padahal, semakin besarnya bayi, kegiatan menyusui adalah momen paling menyenangkan antara ibu dan bayi loh.

Gagal Gagal Terus Niee, berhasilnya jadi gimana?

Ya itu, balik lagi ke niat dan dukungan suami. Tanamkan pada fikiran kita bahwa aku pasti bisa kasih ASIX untuk calon bayi aku. Orang lain bisa kok, kenapa aku gak bisa? Dan yakinlah bahwa Allah udah merancang sedemikian rupa ASI kita untuk cukup ke bayi yang kita lahirkan.

ASI adalah hak pertama bayi yang wajib diusahakan oleh seorang ibu ke anaknya

Keberhasilan ASIX itu 10% karena usaha, 90% karena niat dan dukungan keluarga πŸ™‚

Advertisements

14 thoughts on “Perjuangan ASI (1) – PROLOG”

  1. Peranan suami emang ga kalah penting Niee dalam keberhasilan pemberian asix. Jangan sampai suami ikutan panik dan malah bikin istri stress. Istri senang asi lancar. Semiga baca ibu-ibu yang baca ini Niee.

    1. Iya.. Sangat pening malah.. Coz kalau suaminya gak ngedukung ya itu tadi, istrinya stress sendiri deh jadinya.. Kamu ntar juga harus ayah asi yak πŸ˜‰

    1. Tapi gak juga seh tis. Soale persiapan utk asi juga lumayan loh. Beli botolnya breastpumpnya bahkan ada yang niat beli kulkas khusus buat asi. Jadi jatohnya juga kadng lebih mahal atau sama aja. Makanya gak aku masukin utk penyemangat. Apalagi kalau buat gak stressnya makan yang mahal mahal. Hahahahaha

Balas Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s