Cerita di Bulan Juli


Wow, ternyata udah sebulan lebih aku gak ada nulis blog! Bukan karena malas seh, emang rasanya gak ada yang mau diceritain, hahahaha. Beberapa kali buka dashboard kok ya rasanya bingung mau nulis apa terus ya ditutup lagi. Karena udah satu bulan berlalu jadi mungkin aku rangkum deh ya kejadian-kejadian hari-hari aku di bulan Juli ini.

Pontianak Zona Merah dan PPKM Darurat

Setelah lebaran kondisi covid di KALBAR emang gak bagus. Selama ini KALBAR selalu dapat menekan jumlah kasusnya seh, terus datanglah lebaran. Sebenarnya gak masalah lebaran kalau peraturannya masih tetap sama. Dari tahun lalu, gubernurnya ngasih aturan bahwa semua yang mau masuk ke KALBAR lewat pesawat HARUS dengan PCR, sisanya dengan ANTIGEN. Pas bulan puasa, ada organisasi atau kelompok anak-anak pesantren gitu yang minta keringanan kepada Gubernur biar bisa pulang ke Pontianak hanya dengan Genom (eh atau apalah itu yang dibuat sama Indonesia dan ditesnya cuma dari hembusan nafas) dan semenjak itu kasus covid di KALBAR dan Pontianak pada khususnya naik, hmmmm.

Dari lebaran mulai naik, sampai sebulanan naik terus, hingga lah bulan Juni akhir Pontianak ditetapkan sama SATGAS Pusat Zona merah. Tapi ya mau zona merah kuning hijau ya kondisinya masih biasa-biasa aja. Sampai di Jawa Bali ditetapkan PPKM darurat dan Kota Pontianak masuk ke dalam salah satu dari 15 Kota di luar Jawa Bali yang juga harus PPKM darurat.

Work From Home

Karena PPKM Daruratnya ditentukan langsung oleh pusat dan aturannya jelas banget dari pusat, jadi mau gak mau di sini ngikut. Biasanya seh dihajar aja layaknya seperti biasa seh gak ada bedanya (cuma sebagian yang pake masker aja bedanya). Ya warung kopi tetap rame dan gak ada jaga jarak, pasar tetap rame dan jarang yang pake masker, sekolah swasta banyak yang masih curi-curi masukin muridnya sekolah dan lain sebagainya dan emang dibiarkan aja udah.

Karena ada aturan khusus, jadilah mau gak mau Pontianak harus ngikut juga dengan WFO 100% yang non esensial dan 75% yang esensial dan pelayanan publik. Karena aku kantornya pelayanan publik jadinya setelah 1,5 tahun pandemi, dikasih WFH juga, wakakakakakak. TAPI WFHnya cuma 50% dari bagi 4 hari masuk 4 hari kerja terus ditambah 1 hari masuk 1 hari kerja. Setelah itu kembali masuk seperti biasa, wakakakakakakak. Aku gak tahu apa efektifnya WFH seperti itu tapi ya udah lah.

Mungkin karena kaum boomers di sini masih belum mengerti mengatur kebijakan beneran kerja di rumah itu seperti apa. Jadi pada mikir kalau di WFHkan gimana kantor bisa jalan? Gimana kerjaan bisa jalan? Dan gimana-gimana lainnya. Mikirnya WFH jadi pada libur. Padahal zaman udah canggih, semua pegawai ada komputer di rumah, pelayanan juga bisa pelayanan online. Diluar itu esensi dari WFH adalah menekan mobilitas, menurunkan kerumunan dan menjaga para pegawainya agar gak terpapar. TAPI karena aku gak mau bantu mikirin jadi ya ikut aja lah daripada ribet. Aku individualis banget sekarang udah. Yang penting aku mengamankan diri dengan selalu sendirian di kantor dan berusaha menjauhi orang kantor yang gak pake masker (yang mana jumlahnya banyak banget), pake masker ketat terus pulang dengan damai, hahahaha.

School From Home

Seperti yang pernah aku tulis di postingan sebelumnya bahwa sekolah si K tengah bersiap dengan blending learning. Aku udah isi survey yang mengatakan gak setuju kalau sekolah dibukan offlinenya mengingat jumlah kasus di Pontianak sekarang (kasus aktif di Pontianak per hari kemaren 7/23/2021 adalah 1350) dengan jumlah Rumah Sakit yang amat sangat sedikit di Pontianak, apalagi untuk khusus covid, apalagi yang ICU, jumlah ini amat sangat kurang. Temen suami yang kepala ICU di salah satu RS bilang udah 3 hari ini pasokan oksigen gak ada. Amit amit banget dah kalau sampai perlu ke RS susah banget pastinya. Aku juga gak tahu akhirnya hasil suvey bagaimana yang pasti untuk Term 1 sekolahnya lanjut Online.

Aku sendiri yang dulu mikir kasian banget si K sekolah online sekarang udah merasa ya emang normalnya sekarang anak-anak ya sekolah online. Nanti aja balik sekolah offline lagi tahun depan setelah anak anak udah dapat vaksin. Jadi aku siap banget dah dampingin setahun lagi, hahahaha.

***

Wokey, segitu aja dulu cerita singkatnya ya. Jadi ingat aku mau review menstrual cup juga karena aku udah pake selama 6 bulan sekarang. Ditunggu ya sampai aku gak malas lagi! Hahahaha.

bye

10 Comments

  1. “Akhirnya” merasakan WFH juga ya Niee, walaupun aturannya masih rada aneh πŸ˜€ . Tapi iya nih mudah-mudahan segera terkontrol ya virusnya. Tapi kalau masih banyak yang ngeyel dan curi-curi gitu ya sepertinya nggak gampang juga sih ya.

  2. Semoga sehat ya Niee sekeluarga πŸ™‚ . Kalau dikasih kelonggaraan dikit biasanya naik angkanya, di Jerman juga gitu, lockdwon selesai, aktivitas normal, orang2 pada liburan ke negara tetangga, pulangnya bawa virus wkwkw.

Balas Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s