[Review Drakor] Move To Heaven 무브투 헤븐


Aku nulis ini saat masih ada dua draft review drama korea yang belum selesai aku tulis. Fikiran aku wah gawat neh kalau review drama aja aku malas nulisnya bakalan mati suri dong blog aku? Hahaha. Tapi emang gak bisa dipaksakan sama sekali ya. Gak ada kegiatan lain selain kegiatan rutin, gak liburan dan pandemi yang gak kelar-kelar emang sebuah kombinasi  pas buat berenti ngeblog kan yak? Huhuhu.

Tapi, marilah kita menulis pelan-pelan, siapa tahu, blog ini masih bisa dipertahankan. ><

Pas denger drama ini mau tayang aku semangat banget mau nontonnya. Padahal aku gak tahu jalan ceritanya gimana loh. Soalnya dramanya kan Netflix Original gitu, jadi pas tayang plek langsung 10 episode jadi ekspetasi aku tinggi.

Pas lihat traillernya, aku kiranya ini film hantu gitu loh. Tentang sebuah kelompok yang mengantarkan arwah gentayangan yang masih ada di bumi untuk bisa pergi ke surga. Ya sesuai dengan judulnya lah gitu. Tapi ternyata aku salah menafsirkan judul dramanya, wakakakak.

Jadi, cerita drama ini adalah seorang anak bernama Han Geu Ru (Tang Joon Sang – 땅준상 ) yang memiliki penyakit Asperger syndrome, yaitu anak yang kurang bisa bersosial, berempati dan susah untuk menempatkan diri pada perubahan. Geu Ru adalah anak dari Han Jeong U (Ji Jin Hee – 지진헤 ) yang memiliki usaha Move To Heaven. Sebuah usaha dalam bidang jasa pembersihan kamar bagi orang yang telah meninggal (aku jadi penasaran kalau di Indonesia ada jasa kayak gini gak ya? Karena emang berguna banget seh jasa seperti ini, daripada barang almarhum disayang-sayang terus mending dibersihkan dan ditinggalkan hanya barang pentingnya aja kan).

Suatu hari, Ayah Geu Ru yaitu Han Jeong U meninggal di jalan karena serangan jantung. Ditinggal tiba-tiba seperti itu oleh satu-satunya orang yang dia percaya bagi anak pengidap Asperger syndrome tentu tidaklah mudah. Makanya, karena tahu anaknya bakalan susah untuk beradaptasi dengan hidupnya yang baru, ayah Geu Ru telah menyiapkan strategi khusus. Ayah Geu Ru menyuruh adiknya Cho Sang Gu (Lee Je Hoon – 이제훈 ) untuk menjadi wali guru sementara dengan tiga bulan masa percobaan.

Sang Gu adalah adik tiri ayah Geu Ru yang baru saja keluar dari penjara. Dia adalah seorang petarung jalanan yang menghabiskan hari-harinya berkelahi untuk mendapatkan uang. Namun, karena satu dan lain hal, diapun ingin berhenti dari pekerjaannya tersebu. Namun karena  lingkungan yang sempit, dia tidak bisa keluar begitu saja.

Setelah menjadi wali sementaranya Geu Ru, Sang Gu pun diwajibkan untuk tinggal bersama Geu Ru dan mengelola Move To Heaven bersama-sama. Awalnya banyak ketidak cocokan antara Geu Ru dan Sang Gu. Mulai dari Sang Gu yang jorok dan tidak suka keteraturan sedangkan Geu Ru sangat suka kebersihan. Sang Gu yang tidak dibolehkan Geu Ru menggunakan kamar ayahnya dan lain sebagainya.

Sang Gu pun merasa sangat terbenani untuk mengurus Geu Ru karena dia punya masa lalu yang tidak begitu menyenangkan bersama ayah Geu Ru yang adalah kakak tirinya. Lalu dapatkah mereka berdua hidup bersama?

***

Setelah nonton beberapa episode dan kemudian melihat review orang-orang, banyak yang bilang drama ini sedih banget. Tapi ya namanya si Irni, manusia kurang berperasaan, tentu aja gak ada sedih-sedihnya ini drama blas, hahahaha. Namun, tentu aku gak bisa pungkiri bahwa drama ini banyak pesan moralnya. Bagaimana kita hidup akan tetap ada sisanya saat kita meninggal. Dan bagaimana orang-orang memperlakukan kita saat meninggal kelak.

Walaupun di drama ini orang-orang yang meninggal gak ada yang diceritakan jahat seh ya, semua baik-baik semua tapi beberapa diperlakukan gak adil semasa hidupnya. Atau banyak juga yang meninggal dalam kesendirian.

Meninggal dalam kesendirian membuat aku berfikir seh, nanti aku meninggal siapa yang mendampingi ya? Aku seh gak berharap rame orang yang mendampingi ya, cukup ada lah yang tahu terus langsung bisa dimakamkan. Karena kok ya di drama ini banyak yang meninggal sendirian terus baru diketahui seminggu kemudian saat tubuhnya sudah membusuk kan sedih ya, huhuhu. Makanya berharap ada panti jompo yang model apartemen gitu di Pontianak, hahahahaha. Atau di Jakarta ada gak seh, ntar kalau ada aku daftar di jakarta aja pake dana pensiun?

Waduh jadi melantur kan ceritanya!

Pokoknya kalau kalian ingin drama yang gak ada cinta-cintaan, drama yang buat lo berfikir makna hidup, drama yang menjadikan kita ingin memberikan kesan apa setelah meninggal, ya nonton drama ini seh. Sepuluh episode yang bener bener penuh makna.

8/10

Bye.

2 Comments

Balas Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s