Pekerjaanku, suka?

on

Aku sampai sekarang kadang masih menganggap pekerjaanku sangat menyedihkan. Menyedihkan dalam hal ini adalah sebuah pekerjaan monoton yang gak ada tantangannya sama sekali. Datang dan kemudian menyelesaikan pekerjaan yang kebanyakan tidak ada tenggat waktunya (kecuali satu tahun anggaran berakhir) dan itu akan berulang ditahun selanjutnya.

Resiko hampir tidak ada. Walaupun dengan tetek bengek pemeriksaan dari inspektorat, bpkp, bpk bahkan mungkin kadang kpk tapi toh itu bukan untuk aku. Aku hanya berproses di administrasi yang kalau salah hanya akan dapat teguran secara administrasi (walaupun dalam hal ini aku sangat bersyukur tidak berurusan dengan keuangan yang pake duit negara) tapi dalam hal lain menjadi sangat datar.

Sering aku berkoar dengan teman teman (yang profesinya berlainan denganku) bahwa pekerjaan aku membosankan. Kenapa seh kalian masih mau setiap tahunnya beramai ramai ikutan tes ini yang jika lolos dikatain nyogok dan jika gak lolos ngatain yang lolos curang? (padahal hei aku masuk dengan tanpa modal satu rupiahpun, dan aku yakin temen temen seprofesi aku juga sama dengan itu. Dan lalu yang nyogok itu siapa?)

Alasan mereka beragam tentu saja, tapi satu garis yang dapat aku tarik benang merahnya adalah mereka ingin mempunyai pekerjaan yang jika dapat tidak lagi deg degan akan diPHK.

Dan itu terjadi kepada orang terdekatku.

Kerja di perusahaan yang sepertinya kuat dan sudah bertahun tahun ternyata gak menjamin kita bisa bekerja sampai akhir hayat dan tenaga kita. Punya dua anak yang perlu makan dan biaya sekolah bukan hal mudah untuk bisa tetap tegar menjalani hidup sambil terus berupaya mencari pekerjaan lain yang pada akhirnya akan merakan degdegan yang sama bukanlah perkara mudah.

Dan kembali lagi dengan pekerjaanku. Suka gak Niee?

Oh well, sepertinya suka dan monotonnya itu kembali lagi pada diri kita sendiri. Kalau aku bekerja di bidang ini dan aku rasa sudah membosankan dan monoton, mungkin disaat itulah negara memerlukan pemikiran dan ide ide aku untuk diungkapkan dan dilakukan demi kemajuannya.

Mungkin pemikiran membosankan yang ada dikepala aku yang membuat pekerjaan ini terlihat gak menarik sama sekali.

Toh, kita ini bukan mesin yang cuma menerima perintah atasan tanpa memberikan masukan masukan lain pada mereka.

Jadi Niee, suka gak dengan pekerjaannya?

Ya, bukan masalah suka gak suka sepertinya. Tapi dinikmatin aja. Sambil bersyukur masih bisa sibuk menikmati pekerjaan disaat banyak orang sibuk mencari pekerjaan.

12 Comments Add yours

  1. zilko says:

    Hehehe, iya, dinikmati dan disyukuri aja ya Niee.

    Yaaa, yang namanya manusia mah. Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau kan. πŸ˜‰ Jadi apa pun pekerjaan kita, pekerjaan yang orang lain lakukan akan nampak lebih enak deh. Padahal mah sama aja, sama-sama ada plus dan minusnya, hehe.

    1. niee says:

      Ho oh ya zil. Pas kita kerja yang dilakuin orang lain juga ternyata ngeluh ngeluh juga.. hahaha..

  2. dani says:

    Bener Niee, disyukuri dan dinikmari saja karena banyak orang yang yang tidak bisa memiliki kesempatan bahkan untuk hanya bekerja saja.

    1. niee says:

      Makanya dan, ini buat refleksi diri yang suka ngeluh padahal orang lain banyak yang lebih gak beruntung >.<

  3. Arman says:

    bener.. dinikmati dan disyukuri aja.. daripada gak punya kerjaan kan? πŸ˜€

    1. niee says:

      iya mas πŸ˜€

  4. Iya Niee sebisa mungkin pekerjaan yg kita punya ya dinikmati, krn dari awal sdh milih sendiri kan πŸ˜‰ . Oh ya klo sdh jenuh bisa ga sih minta pindah bagian?.

    1. niee says:

      Nah itu dia mbak nel. pengen banget aku pindah kantor (ya kalau PNS bisa pindah antar kantor gitu πŸ˜€ ) tapi kantor yang sekarang susah ngelepasin. Hiks

  5. Duh, kayaknya kalo aku cocok deh kerja di tempatmu itu Niee…
    Soalnya aku kan orangnya yang suka males perubahan…senengnya yang stabil2 aja…pokoknya aku tuh pengen damai & tentram aja gak mau banyak gonjang ganjing hehehe…

    Mudah2an dirimuh bisa menikmati kerjaannya yah Niieee πŸ™‚

    1. niee says:

      Kalau gak ada perubahan sama sekali masih mending teh. Kayak jadi teller apa gitu. hahaha..

      sampai sekarang menikmatin seh, cuma jadi catatan diri aja yang suka mengeluh, padahal masih banyak orang yang mau di posisi aku dan merasa kerjaan aku itu menyenangkan πŸ˜€

  6. Hafidh Frian says:

    Betul betul, intinya disyukuri apapun yang sekarang ada, lihat yang lain yang dibawah kita, masih kesusahan nyari kerja. Mustinya yang dapat kerja bersyukur banyak. Begitu kan?

  7. Pypy says:

    Pekerjaan apapun kalo jadi rutinitas emang pasti bakal ada kalimat bosannya yah Nie, makanya gw seneng jalan2 refreshin gitu biar ga terlalu jenuh..hehe πŸ˜€

Balas Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s