5 Alasan Memilih Liburan ke Luar Negeri


K umur setahun di Mini Siam Paragon – Pattaya

Belakang ini, aku lumayan rutin jalan-jalan setiap tahunnya. Kebiasaan ini dimulai pada saat aku menikah pada tahun 2013 yang aku langsung pergi bulan madu 3 hari setelah resepsi pernihakan (dan diomelin ibu habis-habisan karena rumah masih berantakan ๐Ÿ˜› ) ketiga negara tetangga yaitu: Malaysia, Thailand dan Singapore. Dari bulan madu itupun akhirnya aku dan si abang suami mulai rutin memasukkan liburan keluarga sebagai kegiatan tahunan. Tahun 2014, waktu si K masih bayi, kita memulai perjalan K ke Jakarta dan Bogor. Tahun 2015 kita bertiga plus Onty dan Neneknya K jalan ke Thailand dan Malaysia. Tahun 2016 kita ke Singapore, Hongkong-Macau-Shanzhen. Tahun 2017 ke Johor Bahru, Singapore (lagi ๐Ÿ˜› ) dan Korea Selatan. Tahun 2018 rencananya aku bakalan ke Singapore untuk weekend trip bawa Nenek K dan tentu saja ke Sydney dong :mrgreen:

Kalau dilihat dari daftarnya, ternyata semenjak tahun 2014 waktu si K masih bayi itu aku gak pernah liburan di dalam negeri loh! :woot: Pernah deh satu kali tahun 2016 aku ke Jakarta bawa si K, tapi itu dalam rangka perjalanan dinas dari kantor dan aku stress karenanya, jadi itu gak diitung sebagai liburan ๐Ÿ˜›

Kadang ada yang nyeletuk juga “Irni, kok liburan ke luar negeri muluk, sekali-kali jalan di dalam negeri juga dong!” Hm, bukannya gak mau seh yak, tapi ada beberapa alasan kenapa aku lebih milih ke Luar Negeri daripada jalan di dalam negeri.

1. Tiket Pesawat yang Murah

Aku ini tinggalnya di Pontianak. Beberapa tahun yang lalu, penerbagan dari dan ke Pontianak itu cuma ada ke Jakarta. Beberapa tahun belakangan ini mulai dibuka rute ke Bandung, Jogya, Surabaya dan Batam. Tiga tahun yang lalu AirAsia membuka rute baru yaitu Pontianak – Kuala Lumpur.

Harga tiket dari Pontianak ke Pulau Jawa secara keseluruhan adalah 500k –ย  1juta untuk sekali pergi. Misalnya neh, aku pengen ke Bali/Lombok penerbangan yang paling masuk akal adalah Pontianak-Jakarta-Bali atau Pontianak-Surabaya-Lombok. Kalau aku lihat, rata-rata tiket PP yang paling murah adalah 2,5juta per orang. Jadi kalau buat aku bertiga sama abang dan si K untuk ke Bali tiket pesawat aja kita harus mengeluarkan uang +/- 7,5juta. Bandingkan dengan harga tiket PP kita dari Pontianak-Macau-Hongkong-Pontianak yang cuma 6,3juta aja. Bisa dikurangin lagi kalau kita gak beli bagasi sama kursi. Jauh lebih murah kan yak!

Baca juga : Hongkong Trip : Harga Tiket

Kadang kala pengen seh akunya jalan ke Manado misalnya, atau Maluku atau ke Pulau Komodo. Tapi pas lihat dan cek-cek harga tiket pesawatnya yang kalau disandingkan dengan tiket ke Sydney bisa lebih murah kita mundur teratur deh. Gak papa deh dibilang gak nasionalis asal dapat destinasi yang lebih ok dan tiket yang lebih murah, huahahahaha *dipentung*

Kadang akunya ngayal, seandainya Indonesia punya pesawat nasional yang bisa ngasih harga murah dengan fasilitas ok yak. Pasti wisatawan lokal bakalan makin banyak mengunjungi daerah-daerah di Indonesia.

2. Harga Hotel yang Terjangkau

Aku bandingin dengan Jakarta dengan Kuala Lumpur aja deh yak biar head to head. Kalau dibandingkan dengan Korea rasanya kurang cocok. Jadi, kalau aku lagi jalan ke Jakarta aku tuh sering nginep di daerah Sarinah yang harga hotelnya kisaran 700-800 ribu. Pernah juga nginep kayak di Gueshouse yang harganya 250ribu. Penginapannya kecil dan jauh dari jalan utama yang menyebabkan aku sulit untuk mencari taxi. Waktu kita nginap itu pas lagi hujan (sedang) tapi jalanan di depan penginapan kita udah banjir aja dong >.< Kalau dilihat dari kondisi kamarnya juga kecil dan kurang nyaman.

Kalau di bandingkan dengan hotel di Kuala Lumpur yang biasa kita inap di daerah Bukit Bintang harganya setara dengan Gueshouse di Jakarta. Tapi fasilitasnya udah ok dengan standar hotel (bukan sandar penginapan). Kamarnya juga enak walaupun gak terlalu luas. Padahal kurs ringgit Malaysia lebih mahal daripada Rupiah kan yak, tapi mereka bisa menekan harga. Jadi bisa aku bilang dari pengalaman aku, hotel di luar negeri bisa jauh lebih terjangkau ๐Ÿ˜€

3. Transportasi yang Nyaman

Selama di Jakarta kebanyakan aku selalu menggunakan Taxi. Dulu seh waktu masih belum ada si K kadang pake busway juga, tapi aku rasa busway belum nyaman jika kita membawa bayi/balita apalagi dalam rangka liburan, bukan yang rutinitas sehari-hari. Sampai saat ini negara yang aku sukai dalam hal transportasinya tetep Singapore dengan MRTnya. Tapi walau gak semanyaman MRT Singapore, negara-negara lain yang aku kunjungi rata-rata transportasinya sudah sangat nyaman baik keretanya ataupun busnya. Bahkan di Bangkok transportasi airnya sudah dikelola dengan baik dan banyak shuttle ke tempat wisatanya yang gratis.

Mudah-mudahan aja MRT di Jakarta segera cepet beroperasi deh yak. Jadi kalau ke Jakarta lagi gak perlu bolak balik naik Taxi lagi :mrgreen:

4. Tempat Wisata yang Terawat

Rasa-rasanya, kalau di luar negeri itu, tempat wisata kecil aja diperhatikan bener loh. Terutama akomodasi untuk menuju ke tempatnya. Gak ada istilah kita disuruh berbecek-becekan dulu biar bisa lihat air terjun misalnya. Jalanan dan akomodasi yang baik, serta didukung dengan informasi yang banyak dan akurat emang salah satu poin penting bagi aku untukย  mengunjungi tempat wisata tertentu. Jadi kalau informasinya aja gak jelas, urung niat deh mau ke sananya.

5. Kids Friendly

Ini gak semua negara seh. Tapi aku berpatokan suatu kota kids friendly itu dari trotoarnya. Kalau kota itu trotoarnya gede dan selalu ada jalur rambatannya pasti aku udah bilang kids friendly deh. Soalnya akukan kalau lagi jalan bawa stroller, jadi susah kalau gak ada trotoar dan rambatannya. Eh ini kids friendly atau stroller friendly yak jatohnya? Hahahaha. Negara yang seperti ini yang pernah aku datangi itu cuma Singapore. Karena misalnya neh aku keluar dari pesawat masukin K ke Stroller, nah stroller si K ini gak perlu turun naik tangga dan hanya terus didorong bisa sampai di depan pintu hotel loh! Sangat membantu sekali jalanan Singapore ini.

Tapi korea juga kids friendly kok dilihat dari toiletnya. Iya loh, kalau soal toilet Korea Selatan juaranya deh menurut aku. Disetiap stasiun ada toilet yang bagus dan bersih. Disetiap tempat wisata juga ada toilet, bahkan di tempat wisata ini toiletnya itu banyak yang disediakan khusus untuk anak-anak. Untuk si K yang kemaren ke Korea pertama kalinya gak bawa diapers jadi tertolong banget deh dengan kondisi toilet di Korea yang seperti itu.

***

Tapi walaupun kelihatannya jalan ke luar negeri lebih enak daripada ke dalam negeri sendiri, aku tetep kangen ke Jakarta kok. Jakartakan ngangenin yak ๐Ÿ˜› Apalagi tahun 2018 ini banyak bener event yang bakalan ada di Jakarta seperti Sea Games atau konser-konser artis mancanegara. Kalau dulu aku pengen nonton konser apa gitu beli tiketnya sendiri harus pergi ke Jakarta dulu, sekarangkan gampang banget. Tiket konser beli di Tokopedia aja. Atau kalau bosen di Jakarta, biasanya aku langsung cuss ke Bandung atau Bogor. Tiket kereta api sekarang juga udah bisa dibeli online, dan terkadang ada promonya juga loh. Bisa deh kita cek-cek harga tiket promo kereta api Indonesia. Jadi gak perlu antri-antri lagi. Ah, emang hidup di era digital seperti sekarang semuanya bisa dipermudah yak!

Pilih kategori event pada website Tokopedia, kemudian pilih event yang kita inginkan
Setelah memilih eventnya, pilih waktunya (kalau acara diadakan 2 hari atau lebih)
Pilih kategori yang ingin kita beli
Masukkan data tambahan, lalu klik bayar

Huwaa, mudah banget ya untuk beli tiket konser sekarang, gak kayak dulu! (lah iya lah Niee ๐Ÿ˜› ) Selain tiket konser, di menu event ini ada juga tiket beberapa atraksi di Indonesia loh semisal tiket Dufan, Bali Safari, atau kalau ntar ada juga tiket pertandingan olahraga sampai tiket seminar juga ada loh! Ih, lengkap banget deh.

***

Jadi kalian pilih liburan ke mana? Di dalam negeri atau di luar negeri? Kalau aku ditanyain seperti ini seh kepengennya semuanya! Doakan saja dapat rejeki berlimpah! Hahahahaha ๐Ÿ˜›