BERKAS..


Haaaiiii Halooo.. Apakabar semua?

Minggu lalu aku setelah sekian lama dapet SK CPNS aku yang asli lohhhhh.. *bangsai* Iyaaaa.. jadi selama ini, selama setahun yang penuh perjuangan dan tetes air mata ini #lebay aku gak punya SK CPNS aku yang asli loh.

Ceritanya pas aku mengikuti bimtek CPNS di BKD dan pada saat bapak wako lihat muka unyu-unyu kami dia langsung tercetus aja gitu untuk tidak membagikan SK CPNS kami semua. Alasannya? Karena menurut penelitian dari para ahli keuangan, ternyata banyak CPNS yang belum setahun kerja aja udah berhutang! Hmm.. alasan yang masuk akal seh, tapi ya gak bisa juga keperluan seseorang untuk ngutang yak. Karena ngutang adalah hak asasi manusia 😛

Awal bulan maret lalu aku mendapat kabar dari seorang bidan di puskesmas bahwa SK kami sudah bisa diambil. Tapi karena aku ini sibuknya luar biasa (baca: banyak lupanya 😛 ) jadi baru bisa seh ambilnya minggu kemaren. Setelah dapet? Gak ada perasaan apa-apa seh. Lagian gak mikirin mo ngutang juga. Selama ada bank paling baik sedunia gak akan deh aku rela menggadaikan SK aku di bank yang bunganya amit amit. Pada mau tahu bank apaan? Ya apalagi kalau bukan HOME BANK alias pinjem sama orang tua 😆 (hasilnya sudah terlihat jelas dari HP SG2 aku itu dan sekarang udah lunas dong hanya dalam 4 bulan :mrgreen: )

Setelah punya SK jadi bingung juga mau simpannya dimana. Selama ini ijazah aku selalu tersimpan rapi oleh bapak di dokumen files (eh bener gak namanya? ) Sekarang udah penuh, jadilah aku harus membeli yang baru. Sebelumnya, aku cek cek dulu lemari berkas aku, kali kali aja ada yang bisa dipake buat nyimpen SKnya. Dan yang terjadi malahan aku mendapat banyak berkas-berkas yang aku juga udah lupa bahwa mereka itu ada.

Slip pembayaran tahun ajaran 2006/2007. Ternyata aku bayar kuliah persemesternya cuma Rp. 862.500 loh 😀 Slip pembayaran di atas itu lengkap loh dari semester satu sampe semester 8 🙂

Aku ini termasuk orang yang rapi nyimpen berkas loh. Makanya berkas-berkas aku waktu kuliah masih tersimpan rapi seperti diatas itu. Bahkan ada slip pembayaran aku jaman semester awal 2006/2007 kuliah aja gitu.

Permasalahannya setelah lulus dan kerja gini, berkas itu kan pasti gak akan terpakai lagi tuh. Lalu apa yang akan aku lakukan? Sebenarnya terkadang sayang loh membuang berkas seperti itu. Ya paling gak mereka semua ada nilai sejarahnya di dalam kehidupan aku. Seperti sekarang ini, aku jadi teringat bahwa ternyata biaya kuliah aku itu satu semesternya segitu. Murah juga yak.

Tapi apakah karena hanya sayang jadi berkas-berkas itu terus disimpan dan akhirnya menumpuk dirumah?

Ada juga undangan outline aku yang ternyata aku Outline itu bulan januari 2010 . Bagian bawah itu ada transkip nilai dan tanda tangan dosen yang akan aku masukkan ke jilidan skripsi
Ada juga berkas yang aku ambil untuk syarat mendaftar sebagai CPNS. Dibawah itu surat keterangan dari dokter sebagai salah satu syaratnya. Kalau ada yang lihat dengan teliti, pasti kelihatan deh berat badan aku waktu itu 😛

Beberapa orang disekitar aku kebanyakan sulit untuk membuang berkas-berkas yang ada. Gak cuma berkas seh, ada juga barang-barang semisal lemari yang sudah rusak, komputer yang sudah gak bisa nyala lagi dan gak ada yang mau belinya (ini bapak aku seh 😛 ) dan masih banyak lagi deh. Ya alasannya adalah sayang kalau dibuang. Tapi kalau sayang-sayang terus bisa penuh tuh rumah dimasukin barang baru terus tapi gak dibuang barang yang lama.

Makanya aku yang berfikir begitu langsung membuang barang-barang di atas. Sudah gak perlu lagi juga toh. Karena bakalan ada barang-barang baru yang akan menggantikan mereka dikemudian hari #halah :mrgreen:

Nasib berkas-berkasku sekarang. Sebelum dibuang di koyak dulu biar gak bisa disalahgunakan orang lain 😀

Ya, begitulah nasib berkasku sekarang. Kalau teman-teman bagaimana? Kalau ada berkas lama yang sudah gak dipake lagi tapi berkasnya bersejarah gitu, akan disimpan atau dibuang seperti aku?