Pontianak Rasa-Rasa..


Karena mulai kamis kemaren si abang resmi ke luar kota sampai hari senin minggu depan, akupun nyerah dan ngungsi ke rumah neneknya si K di Siantan πŸ˜›

Nah, struktur geografi Pontianak yang tebelah oleh Sungai Kapuas dan Sungai Landak membuat Siantan tempat neneknya si K terasa jauh dari pusat kota Pontianak. Salah satu alat transportasi yang biasa aku gunakan sedari SMP untuk pergi ke sekolah dan sekarang pergi ke kantor adalah ferry penyeberangan.

ferry dan pelabuhannya itu yang kelihatan menjorok ke sungai (fotonya hasil ngambil dari bagian humas pemkot πŸ˜› )

Dulu seh dari jaman SMP, naik ferry ini adalah perjuangan yang sangat panjang. Udahlah ngantrinya lama, kapalnya kecil dan pemandangannya gak ada yang menyenangkan. Aku yang dulu pasti belum ada Handphone cuma bisa memandangi ibu-ibu nyuci baju, anak-anak yang nyebur ke sungai dan bapak-bapak yang ngurus kapalnya yang sedang berlabuh di tepian sungai. Iya mereka hidup di dalam kapal (yang nama kapalnya aku udah lupa, huahahahaha).

Beberapa hari ini setiap naek ferry, seperti orang kebanyakan pada umumnya aku selalu terpaku aja sama Handphone dan “bersosialisasi” dengan teman-teman dunia maya. Tapi tadi pagi entah kenapa aku menyimpan Handphone dan melihat sekeliling. Pelabuhan ferry sekarang sudah jauh sangat berbeda dengan jaman aku SMP. Kendaraannya lebih tertata, loketnya sudah ber-AC, kapalnya lebih besar dan trafiknya lebih cepat. Dari tengah sungai, dikejauhan aku melihat alun-alun kapuas yang tampak rimbun, bersih dan cantik. Waterfront yang sudah ketje, tak kalah dengan waterfront Khucing-Serawak yang dulu selalu dibicarakan orang Pontianak. Orang-orang yang bukan lagi mencuci dan bermain air di pinggiran kapuas, tapi sudah jogging dan membawa anak-anaknya untuk bermain di taman. Dalam hati terbersit, “Pontianak udah cantik ya, udah kayak khalayan aku beberapa tahun lalu pas ke luar negeri” πŸ™‚

foto by @mrademirza

Apa yang aku fikirkan waktu ke Khucing, Kuala Lumpur atau Singapore dulu, tentang membawa anak-anak bermain ke taman kota, atau jogging di pagi dan sore hari serta senam-senam-piknik di bawah pohon sudah bisa dilakukan di Pontianak. Kota Pontianak sekarang sudah makin humanis πŸ™‚

Jadi inget beberapa tahun yang lalu pas pemilihan umum dibilang, jangan pilih pak wali, orangnya galak πŸ˜› . Tapi ternyata ada hasilnya juga yak. Masyarakat Pontianak udah ngerasa senangnya. Sudah banyak anak-anak muda yang mengembangkan startup untuk kemajuan Pontianak. Membuat video-video dan foto-foto ketje ke sosial media yang berdampak orang mau datang ke Pontianak.

Seperti yang diucapkan oleh Pak Walikota Pontianak, sekarang bukan jamannya lagi orang ramai ke Puskesmas atau Rumah Sakit. Bangun taman kota, bangun tempat-tempat untuk keluar-keluarga kecil berinteraksi, bangun kebahagian. Dan orang-orangpun akan meramaikan tempat-tempat itu, kebahagiaan datang dari dalam diri dan orang bahagia akan jarang sakit kan yak :mrgreen:

Kok Niee nulis ini yak?

Hahahaha. Mungkin karena merasa udah kebanyakan ngeluh dengan kota sendiri. Pindah ke kantor baru dan sering menerima tamu dari kota-kota lain yang selalu menyebutkan bahwa Pontianak bagus, bersih, rapi dan tata kelola pemerintahannya sudah lebih baik dari Kota tempat asli mereka membuat fikiran terbuka.

Baru deh terasa, ooohhh iya juga ya, Pontianak emang gak kalah dari Kota-kota lain di Indonesia kok, gak kalah dengan Kota-kota besar di Pulau Jawa. Pontianak udah keren kok. Buktinya, segunung penghargaan nasional udah berada di Kota Pontianak. Buktinya, Penghargaan Pelayanan Publik terbaik dua kali berturu-turut ada di Kota Pontianak. Buktinya hampir seluruh kementerian akan merekomendasikan Kota Pontianak untuk tujuan study tirunya. Buktinya ada sekita 50 kunjungan setahun dari Pemerintah lain cuma untuk melihat Kota Pontianak yang rata-rata sekali kunjungan ada 30an peserta. Wuiiihhh hebat ya Pontianak πŸ˜€

Jadi masih mau ngeluh apa? Orang-orang daerah lain aja terkagum-kagum sama Pontianak. Masak warganya sendiri yang menjelek-jelekkan kan yak.

Kalau ada yang nanya sekarang, kalau ke Pontianak mau ngapain? Yuks ke Pontianak sekarang, pagi-pagi kita jogging ke taman, siang-siang kita ke Tugu Khatulistiwa, sore main-main di sungai kapuas buat wisata air,Β  malam ngobrol di warung kopi di Gajahmada. πŸ™‚

wisata air sungai kapuas

Jadi-jadi, ada yang mau ke Pontianak?

Yuks sini yuks πŸ™‚

Sudah Cari Penginapan, Mari Kongkow di Tangerang Sampai Kenyang


[ADV]

Siapa sih yang tak tahu Jakarta? Kota dengan segudang aktivitasnya yang begitu padat. Tak hanya menjadi pusat bisnis, industri, politik, maupun kebudayaan, Jakarta juga sering dijadikan tujuan utama bagi para pelancong yang akan mengekplorasi jenis pariwisata di kota ini. Salah satu pusat penghubung transportasi di Jakarta ialah Bandar Udara Soekarno-Hatta. Bandara ini tentu memiliki korelasi yang signifikan dengan pertumbuhan bisnis properti yang cukup pesat, salah satunya hotel.

Mengapa demikian? Zaman sekarang, manusia sudah terbiasa dengan sesuatu yang β€˜instan’. Jadi, tak heran saat sampai di bandara, Anda malas menempuh perjalanan jauh lagi hanya untuk mencari hotel karena waktu kunjung yang terbatas. Salah satu cara termudah untuk mencari tahu lebih banyak seputar hotel terdekat dari Bandara Soekarno-Hatta adalah melalui aplikasi traveling seperti Traveloka. Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan Anda kunjungi situs ini.

Adapun beberapa hotel terdekat dari Bandara Soerkarno-Hatta diantaranya d’primahotel Airport Jakarta 1A (0.33 kilometer), Jakarta Airport Hotel (0.53 kilometer), POP! Hotel Airport Jakarta (1..87 kilometer), Cengkareng Transit Hotel (1.98 kilometer), Sheraton Bandara Hotel (2.57 kilometer), Hotel Ibis Budget Jakarta Airport (3.09 kilometer), Ibis Styles Jakarta Airport (3.15 kilometer), dan masih banyak lagi.

Berhubung lokasi terdekat Soekarno-Hatta adalah Kota Tangerang, jadi saat Anda merasa bosan di hotel, mungkin Anda bisa kongkow ke beberapa tempat makanan unik berikut ini. So, check this out!

  1. Cafe Hammock Plus

1

Sumber: hipwee.com

Sensasi makan dalam ayunan tentu belum pernah Anda rasakan sebelumnya. Nah, Cafe Hammock Plus di daerah Sukasari, Tangerang ini menawarkan keunikan yang tidak bisa Anda dapatkan di tempat makan manapun. Yap, di sini Anda akan menjajal sensasi makan di atas hummock sambil berayun maupun berbaring. Hummock ini dijadikan sebagai pengganti kursi oleh pengelola cafe.

Β Selain makanan dan aneka camilan yang di banderol dengan harga yang cukup terjangkau, Cafe Hammock Plus juga menyediakan perpustkaan mini berisi buku-buku serta novel yang bisa Anda baca sambil bersantai di atas hummock. Pokoknya Anda akan di buat betah berlama-lama di tempat ini. Hati-hati, jangan sampai ketiduran ya. Hehe.

  1. Nibbles Cafe

2

Sumber: malesmandi.com

Β Nibbles Cafe terletak di Jalan Ciarab No. 1 Tangerang. Di cafe ini, Anda akan menemukan berbagai macam makanan hits kekinian ala anak muda zaman sekarang. Ada black burger & hotdog, steak, kue cubit berbagai varian rasa, indomie goreng bolognese, hingga makanan standar nasi goreng. Minuman yang disajikan cafe ini juga cukup banyak ragamnya dan bisa membuat Anda meleleh. Jika Anda penasaran, segera kunjungi Nibbles Cafe yuk.

  1. Sandwich Attack

3

Sumber: suara.merahputih.com

Lokasi Sandwich Attack cukup strategis, yaitu berada di alun-alun Kota Tangerang. So, jika Anda berkunjung kesini, jangan sampai terlewatkan ya. Konsep berdagang yang di pilih Sandwich Attack serupa dengan food truck, hanya saja menggunakan sebuah mobil, jadi kuliner ini bersifat nomaden alias berpindah-pindah tempat. Dengan harga yang terjangkau, sandwich dengan berbagai varian rasa dan pun ditawarkan mulai dari isi ayam, daging, hingga tuna.

  1. Travelmie

4

Sumber: indonesiana.merahputih.com

Rindu dengan suasana camping? Belum punya waktu luang untuk hiking? Datang saja ke Travelmie yang terletak di Jalan Kisamaun, Tangerang. Konsep unik yang diambil oleh cafe ini adalah menikmati lezatnya indomie di tengah-tengah sebuah perkemahan. Di Travelmie, Anda bisa menyantap nikmatnya indomie sesuai dengan gambar yang ada di bungkusnya loh.

Filosofi Travelmie ialah terinspirasi dari para traveler yang menjadikan indomie sebagai makanan pokok saat traveling. Maka dari itu, cafe ini mewujudkannya tanpa harus membuat Anda berlelah-lelah dahulu mencapai puncak gunung. Berbagai perlengkapan camping pun di tata rapi sesuai dengan kondisi pegunungan. Ada tenda, poster gunung, lampu petromaks, lantai berbatu koral, potongan batang pohon yang dijadikan kursi, hingga tulisan Mdpl khas anak gunung.

  1. Ustrie

5

Sumber: desi-rigamanaya.blogspot.co.id

Sebuah ide kreatif muncul begitu saja pada seorang penggagas cafe yang dinamakan Ind.ustrie. Cafe yang terletak di Bintaro, Tangerang ini terinsipirasi dari kawasan industri yang cukup dominan di Kota Tangerang. Muncul lah ide untuk mewujudkannya dalam sebuah rumah makan dengan konsep yang cukup unik. Meskipun industri pada umumnya jauh dari kesan elegan dan minimalis, namun cafe ini tetap menggunakan desain interior yang terbilang cukup minimalis.

Makanan yang ditawarkan oleh Travelmie diantaranya ramen, cakes, berbagai olahan roti, dessert seperti es krim, hingga katsu. Menu andalan Travelmie adalah Beef Katsudon yang rasanya seperti popcorn chicken. Untuk Anda penggemar kopi, jangan khawatir karena Travelmie juga menyediakan berbagai jenis varian kopi yang menggiurkan. Anda berani coba?

 

7 Tahapan Membuat Itinerary Liburan


Cieeee, si Irni sok-sokkan buat tips di blog. Padahal mah gak juga jago-jago amat. Tapi lagi-lagi berhubung banyak yang nanya (terutama temen-temen FB) dan males ngomonginnya satu-satu daripada-daripadakan ya mending nulis di blog aja. Lumayan kan bisa dapet ide satu postingan πŸ˜›

Sebenarnya, dulu waktu mulai suka jalan-jalan aku gak buat itinerary karena gak ngerti juga fungsi itinerary itu buat apaan. Tapi jatohnya pergi sama sekali gak teroganisir dan malah kayak kehilangan arah gitu pas udah sampe di tempat tujuan.

Lama-lama setelah berkenalan dengan namanya itenerary itu, aku suka buat dan makin lama makin detail. Yang namanya tempat tujuan itu di mana, ke sananya naek apa keluar di exit berapa sampai waktu-waktunya juga aku tulis deh. Ke sininya malah lebih nyantai lagi, yang penting udah tahu seminggu mau ke mana aja dan mau ngapain aja, gak perlu detail-detail amat juga gak apa-apa. Tapi tetep dibuat dan dilakukan research lah yak, jangan jadi kayak orang bego aja udah liburan jauh-jauh.

Jadi menurut aku itenerary itu menyesuaikan kondisi aja yang mana yang enaknya, kalau postingan ini pastinya menggambarkan membuat itinerary yang detail yak.

Gambar itenerary yang aku buat untuk liburan aku ke Hongkong, setiap sheet ada detailnya lagi. Kalau pergi ke tempat yang baru pasti buat kayak gini, tapi kalau udah semisal ke Singapore atau KL ya gak dibuat detail, cuma tempat-tempatnya aja. Itenerary ini di kirim ke email dan setiap malam dibaca ulang :D
Gambar itenerary yang aku buat untuk liburan aku ke Hongkong, setiap sheet ada detailnya lagi. Kalau pergi ke tempat yang baru pasti buat kayak gini, tapi kalau udah semisal ke Singapore atau KL ya gak dibuat detail, cuma tempat-tempatnya aja. Itenerary ini di kirim ke email dan setiap malam dibaca ulang πŸ˜€ [ini buatnya udah dari tahun 2015 loh, hahahaha]
Jadi, ini dia tahapan si Irni membuat itenerary perjalanan liburan:

1. Menentukan Jadwal Pasti Liburan

Ini penting banget untuk menentukan tema liburan kita, apalagi kalau mau pergi ke negera yang 4 musim (Hmm, si Irni seh gak pernah juga yak ke negara 4 musim, jadi didoain aja segera πŸ˜› ) Jangan jadi saltum atau bahkan jadi salah persiapannya.

Semisal aku ke Hongkong kemaren, karena udah tahu pasti perginya bulan Juli yang mana lagi musim panas di Hongkong dan kemungkinan besar akan ada badai jadi persiapannya membawa pakaian yang nyaman semisal kaos, bawa kaca mata dan topi karena kemungkinan suhunya sampai 35C, bawa sunblock, payung, dll.

Jadwal yang pasti ini juga berhubungan dengan seberapa lama kita mau liburan. Semisal 7 hari 5 malam, atau 8 hari 7 malam. Karena membuat itinerary yang detail itu sangat bergantung pada jumlah hari liburan kita. Bahkan kalau aku dulu hari apa kita sampai dan hari apa kita pulang juga sangat berpengaruh untuk penentuan lokasi wisata yang akan didatangi.

So, kalau kalian mau buat itinerary yang detail sedetail detailnya, tentu jadwal pasti liburan ini sudah harus ditangan.

2. Menentukan Lokasi Penginapan

Sebenarnya kalau aku pergi liburan, walaupun tiket sudah ditangan semenjak setahun sebelumnya tapi kalau booking hotel selalu maksimal H-sebulan. Ini meminimalisir kerugian kalau gak jadi liburannya juga πŸ˜›

Tapi walaupun belinya sudah mepet waktunya, tentu lokasi hotel sudah ditentukan jauh hari sebelum itu karena lokasi hotel ini sangat berpengaruh kepada pembuatan itinerary yang sedang aku rancang.

Misal aku pengen pergi ke Garden By The Bay di Singapore, tentu akan sangat berbeda MRT yang aku gunakan jika aku menginap di daerah Bugis atau aku menginap di daerah litle India.

Lokasi penginapan ini juga berpengaruh pada research yang pasti aku lakukan untuk mencari lokasi makanan halal di daerah hotel untuk keperluan aku sarapan atau bahkan makan malam. Maklum ya bo, ini aku liburan selalu bawa balita jadi pagi pasti sarapan dulu di hotel dan malam udah pulang ke hotel lagi karena jadwal tidurnya yang tidak bisa terlalu malam. Jadilah lokasi makanan ini sangat penting.

Lucu dong ya kalau aku ngeresearchnya makanan halal daerah China Town padahal nginepnya di Rochor, gak nyambung! πŸ˜›

Etapi kadang juga seh aku researchnya kebalik, jadi cari dulu daerah yang mudah mendapatkan makanan halalnya baru deh menentukan hotel yang berada di dekat situ. Tapi kalau pake metode ini kadang susah sendiri karena daerah itu bukan daerah favorit atau daerah yang jauh dari jangkawan tempat-tempat wisata.

Intinya seh kalau aku, kalau kalian pengen bikin itinerary yang detail, lokasi penginapan harus sudah ditangan. Lebih bagus lagi dipastiin aja sekalian hotelnya yang mana jadi bisa buat peta dari hotel ke stasiun MRTnya lewat mana dan seberapa jauh jadi bisa mendapatkan estimasi waktu yang akurat.

3. Menentukan Tempat yang akan dikunjungi

Pertama yang akan aku lakukan untuk menentukan tempat yang akan dikunjungi adalah searching di google dengan keyworld “Tempat wisata di negara/kota x” atau sejenisnya. Adalagi aku akan ngubek-ngubek aplikasi TripAdvisor dan baca-baca review dari orang-orang tempat mana aja yang harus dikunjungi di negara/kota yang akan aku datangi.

Aku akan mencatat SEMUA tempat-tempat yang orang-orang rekomendasikan tersebut. Dari list tersebut aku akan baca lagi reviewnya satu persatu. Bahkan seringnya aku akan melakukan research lagi satu per satu tempat-tempat wisata tersebut. Dari hasil research inilah aku akan mendapatkan list pasti tempat yang aku pengen banget kunjungi. Kalau aku dapat 10 tempat yang aku pengen datangi aku akan masukkan kesepuluh tempat tersebut ke dalam itenerary yang sedang aku susun.

Faktanya di datangi atau tidak kesepuluh tempat tersebut gak jadi masalah. Aku punya pemikiran sendiri dengan gaya itenerary yaitu padat di awal jadwal. Nanti pada saat eksekusinya tinggal diukur aja kondisi kita saat itu apakah mampu mengikuti jadwal yang telah kita susun. Kalau gak mampu ya tinggal dicoret beberapa tempat tujuannya. Toh liburan-liburan kita ini. Kalau capek mendingan tidur di hotel, lah wong ini liburan kok bukan sedang kerja πŸ˜†

4. Melihat jadwal buka/tutup tempat wisata yang akan dikunjungi

Ini berhubungan juga dengan poin nomor 1 dan poin nomor 3 di atas. Misal kita dari Hongkong sampai di lokasi hari Senin dengan asumsi kita akan di sana selama 7 hari dan pulang melalui Shenzhen. Tentu ini rawan sekali untuk batal karena kalau kita mau berpindah dari Hongkong ke Shenzhen pada hari sabtu, ini berarti kantor imigrasi yang melayani pembuatan VoA kemungkinan besar tutup. Kalaupun tetap memaksakan haruslah kita pergi ke Shenzhen di hari jumat. (update terbaru yang aku baca seh kantor pembuatan VoA Shenzhen dari Hongkong udah ditutup)

Atau semisal kita lagi jalan di Bangkok dan pastinya pengen mengunjungi Wat yang terkenal di sana. Tapi Wat Wat ini ada jadwalnya juga loh. Jangan sampe udah jauh jauh pergi ke sama eh ternyata sedang tutup. Kan bete.

Ini juga berlaku dengan pakaian yang kita kenakan. Beberapa tempat harus menggunakan sepatu untuk bisa masuk. Beberapa tempat seperti kalau mau mengunjungi mesjid harus menggunakan baju yang longgar. Karena akunya kebiasaan kalau jalan pake jeans ya harap maklum kadang gak bisa masuk ke mesjidnya.

5. Membuat jadwal harian kunjungan

Setelah kita tahu jadwal liburan, tahu di mana kita bakalan tinggal, tahu tempat yang akan kita tuju dan tahu jadwal buka/tutup tempat tersebut barulah kita bisa mengutak atik jadwal harian yang kita inginkan.

Saat membuat jadwal harian ini kita juga harus tahu pasti tempat wisata yang dekat satu sama lainnya biar kita gak buang waktu di perjalanan. Jangan sampai kita paginya ke wilayah selatan sorenya kita mau ke wilayah tenggara.

Dengan membuat jadwal harian kita juga bisa menyisipkan tempat tempat yang bukan tujuan utama tapi bisa didatangi karena sekalian lewat. Misal kalau di KL itu tempat sekalian lewat menurut aku itu Central Market. Jadi aku akan menyisipkan 1-2jam dari dua jadwal aku untuk mengunjungi tempat ini. Biasa seh sekalian lewat dan belanja buat beli oleh oleh.

Jadwal harian yang dibuat itu sepadat mungkin. Jangan sampai ada celah. Bahkan kadang aku menghitung juga jadwal untuk istirahat siang buat K. Iyaa. Istirahat juga udah terjadwal! πŸ˜… walaupun padat tapi tetep realistis dong ya. Dihitung juga waktu tunggu dan lama perjalanannya.

Nanti kalau pas kenyataannya waktunya gak cukup atau kitanya yang udah kecapean tinggal di delete beberapa tempat yang pengen-pengen amat kita kunjungi. Sekali lagi toh ini liburan, bukan kejar target kerjaan πŸ˜€

6. Melakukan research akomodasi dan transportasi

Ini penting banget dong yak. Gak mungkin dong kita mau ke Angkor Wat tapi gak tahu harus pake apa dan gimana caranya. Nah ini berhubungan juga dengan poin nomor 2 tentang memastikan di mana kita menginap.

Kecuali kalian sepergian di sana selalu pake taxi ya lain cerita yak. Etapi jalan sampai dikibulin tukang taxinya juga dong kalau kita gak tahu menahu tempat yang kita tuju. Paling gak kita tahu arah dan situasi deh, jangan pengennya ke gunung eh di ajak ke pantai (kecuali gunung sama pantainya bersebelahan πŸ˜› )

Melakukan research fasilitas publik untuk BAYI balita (yang liburan bersama anak balita)

Ini optional deh yak yang bepergian dengan anak balita pasti tahu banget dah betapa ribetnya bawa balita jalan-jalan itu. Sebelum pergi udah banyak persiapannya, ya makanannya lah, minumannya lah jangan sampe kehausan dan lain sebagainya.

Dengan mengetahui fasilitas untuk bayi dan balita ini tentu membuat kita gak buta arah semisal anaknya perlu ganti diaper atau anaknya lagi pengen nenen dengan emaknya. Kita yang udah tahu fasilitas untuk itu pasti langsung ketempat tujuan gak perlu nanya-nanya lagi. Makanya aku suka searching tempat-tempat beginian dulu pas buat itenerary. Atau kalau gak ada infonya pas datang disuatu tempat mata suka jelalatan dulu dengan simbol anak bayi ganti diaper itu walaupun anaknya belum memerlukan. Naluri deh yak πŸ˜€

***

 Itulah tahapan-tahapan yang aku lakukan saat itinerary liburan selama ini. Sekali lagi, ini tergantung lagi personal masing-masing deh yak. Tapi sebagain besar mungkin sudah diwakili di sini. jadi yang mau liburan dan masih bingung dan takut untuk jalan-jalan tanpa travel agent ayo dimulai dengan coba-coba membuat itinerarynya. Yakin deh kalau kalian sudah khatam dengan pembuatan ini kalian gak akan takut lagi jalan-jalan tanpa travel. Karena pada saat membuat itinerary kalian akan sudah membayangkan bagaimana situasi di sana πŸ™‚

AYO LIBURAN!! :mrgreen:

HKTrip – Hongkong


Ok, karena kayaknya udah kelamaan juga nulis HKTripnya gak kelar-kelar πŸ˜› jadinya ini adalah penutupan cerita dari perjalanan si Niee, abang suami dan si K jalan-jalan diseputaran Hongkongnya. Pengennya seh ada lagi satu cerita tentang tempat makanan halal di Hongkong, tapi ini kapan kapan lah ya, hihihi.

Yang mau intip-intip tulisan dari rangkaian HKTripnya si K boleh loh mampir-mapir di link di bawah ini πŸ™‚

  1. HKTrip – Tiket
  2. HKTrip – Hotel
  3. HKTrip – Macau
  4. HKTrip – Disneyland Hongkong
  5. HKTrip – Shenzhen
  6. HKTrip – Hongkong

img_3020Setelah pulang dari Shenzhen hari sabtu, otomatis aku cuma punya dua hari kosong yang tersisa yaitu minggu dan senin, soalnya selasa udah pulang ke KL dan rabu udah balik ke Pontianak, hiks.

Kalau dilihat dari list itenerary kami seh tinggal lima tempat yang belum dikunjungi, The Peak, Sky 100, Ngong Ping, Avenue of Star, dan Ladies market. Karena aku sukanya liburan itu seloow aja gitu gak dikejar target dan lebih memilih membayakan waktu istirahatnya πŸ˜› (kan bawa anak kecil juga ya πŸ˜€ ) jadi aku pengen mengskip beberapa tempat dari list diatas.

Karena akunya gak terlalu suka belanja makanya Ladies market cuma si abang suami yang pergi waktu malam sambil aku nungguin si K bobo jadi untuk aku sendiri Ladies Market aku skip. The Peak, Sky 100 itu katanya mirip mirip aja melihat Hongkong dari ketinggian. Bedanya kalau The Peak naeknya harus pake cable car gitu (bisa juga seh lewat jalan darat) kalau Sky 100 adanya ditengah kota. Karena mikirnya simple aja aku milihnya Sky 100 πŸ˜› . Ngong Ping tetep dikunjungi dan Avenue of Star sesempatnya aja karena lagian nama-nama bintang dunianya juga gak bisa dilihat lagi direnovasi gitu deh.

SKY 100 Hongkong Observation Deck

img_3012Gimana cara kesananya? Karena akunya tinggal di daerah North Point jadi dari Stasiun MTR North Point ke stasiun Central terus pindah line menuju stasiun Kowloon. Sky 100 sendiri berada di gedung International Commerce Centre di mana kalau kita keluar dari stasiun langsung masuk ke gedung tersebut tinggal cari petunjuk arahnya untuk menuju ke sky 100 (yang banyak banget petunjuk arahnya).

Berapa Biayanya? Untuk reservasi tiketnya sendiri aku beli online di Golden Crown Guest House Hongkong seharga HKD 168 (ini yang tercantum sekarang, aku sendiri lupa dapetnya berapa soalnya kadang ada diskonya πŸ˜› ) si K alhamdulillah masih gratis :mrgreen:

Untuk bisa masuk kita harus menukarkan tiket online kita dulu, nah pas penukaran ini kita bakalan diberikan kartu pos gambar kartun gitu. Kirain di atas bakalan ada kotak pos yang bisa kita kirimin kartunya, ternyata gak ada. Jadilah kartunya cuma jadi maenan si K buat stempel-stempel karena di atas banyak banget stempel-stempel bentuk bangunan di Hongkong.

Ada apa di sana? Selain stempel-stempel dalam bentuk permainan seperti yang aku sebutkan di atas tentu yang utama adalah pemandangan Hongkong yang bisa dilihat 360 derajat dari gedung tertinggi di Hongkong. Aku sendiri datangnya udah sore pas mau sunset gitu, jadilah ada beberapa orang yang udah booking tempat dengan segala perlengkapan photografernya buat motret sunset. Si Irni sendiri foto-foto gak? Yaaa, jangan harap lah yak, selain emang gak hobi, ngejagain si K aja udah membetuhkan energi yang gede karena anaknya gak berenti buat manjat manjat dikacanya πŸ˜€

Gaya si K pura pura bobo. Iya pura-pura, udah selesai difoto langsung lelarian lagi >.<
Gaya si K pura pura bobo. Iya pura-pura, udah selesai difoto langsung lelarian lagi >.<
di sini juga disediaan meja kecil plus pensil warna dan gunting gitu, jadi anak anak bisa mewarna. Rata-rata seh pada ngewarnai kartupostnya jadi ya kami ikutan :D
di sini juga disediaan meja kecil plus pensil warna dan gunting gitu, jadi anak anak bisa mewarna. Rata-rata seh pada ngewarnai kartupostnya jadi ya kami ikutan πŸ˜€

Avenue of Star

Clock Tower Hongkong
Clock Tower Hongkong

Karena kata si abang dari SKY 100 ke Avenue of Star ini deket dan lagi ada pertunjukan lampu-lampu gitu kalau malam hari jadilah setelah puas kejar-kejar katniss di SKY 100 πŸ˜› kami memutuskan untuk menuju ke sana.

Dari informasi yang di dapat oleh si abang suami, dengan semangat traveller sejatinya dari gedung ICC itu bisa jalan kaki ke stasiun Jordan. Jadi kalau udah jalan kaki ke situ tinggal lewat satu stasiun lagi ke East Tsim Sha Tsui. Bisa seh jalan kaki, tapi ternyata JAUH BANGET KAKAK! Gempor deh eyke. Untung si K anaknya sangat gampang kalau lagi di jalan, gak ada tuh ngerengek-ngerengek minta digendong, dia tetep tenang di dalam stollernya. Udah sampe ke stasiun Tsim Sha Tsui buat pindah ke East Tsim Sha Tshunya perjuangan lagi karena stasiunnya panjang benerrrrr.. bener bener buat gempor deh. Sampainya di Anenue of Star parade lampunya udah selesai >.<

Ya daripada mutung lebih baik tetep menikmati pemandangan Hongkong malam hari sambil makan nasi bungkus! πŸ˜€

Makan nasi bungkus lauk pecel ayam di Avenue of Star yang lagi direnovasi
Makan nasi bungkus lauk pecel ayam di Avenue of Star yang lagi direnovasi

Ngong Ping 360

img_3152Hari terakhir kita di Hongkong destinasi yang dipilih adalah Ngong Ping 360. Karena mau ngerasin si K naek cable car πŸ˜€

Gimana cara ke sana?Β  Dari stasiun North Point ke Stasiun Center pindah line menuju ke Stasiun Tung Chung.

Berapa biayanya? Seperti halnya Sky 100 aku beli tiketnya di Golder Crown Guest House dengan harga HKD 185 untuk Standar Cabin Round Trip. Si K tetep masih gratis. Tapi pas pulangnya karena antriannya panjang dan pas Cristal cabin banyak yang kosong akhirnya kami dikasih turun dengan Cristal kabin yang harganya sebenarnya HKD 255. Rejeki anak soleh yak πŸ˜›

Ada apa di sana? Ada patung Budha gede di atas bukit. Selain itu aku gak tahu seh, huahahahahaha. Sampe di atas akunya mabok dong naek cable carnya, gak banget kan πŸ˜› jadinya yang jalan cuma si K sama si abang aja.

Si K seneng banget pas naek cable carnya di sini. Apalagi pas pulangnya pas banget lihat banyak pesawat landing dan terbang karena emang ini letaknya bersebelahan dengan bandara. Sampai di rumah hal ini juga yang sering diceritainnya dengan nenek dan orang-orang lainnya selain ke rumah Mickey Mousenya.

Segitulah acara liburan aku, K dan si abang di Hongkong kemaren. Hari selasa langsung ke bandara pake bis dari Hotelnya. Ternyata enak juga ke bandara naek bis karena gak perlu pindah-pindah stasiun dan geret koper ke mana-mana.

Sampai di bandara si K juga seneng banget karena bandara Hongkong ternyata menyenangkan banget yak. Banyak tempat bermain anaknya dan bandaranya gede tanpa sekat jadi si K bisa puas lari-larian sama bapaknya *emaknya udah teler duluan* πŸ˜›

Ternyata udah dua bulan lebih yak akunya pergi ke Hongkong. Kangen liburan lagi! *lirikin si abang suami* πŸ˜€

HKTrip – Shenzhen


Haaaiii… Udah sebulan lebih ngetripnya tapi tulisannya lama bener yak. Beberapa waktu belakangan ini emang susah bener si Niee nyempetin buat sekedar nulis blog. Padahal mah biasanya nulis juga gak pake konsep. Gak pake kebanyakan mikir kayak blogger-blogger keren di luar sono, tapi tetep aja ngisinya susah bener.

Ya udah deh daripada gak ditulis sama sekali kan mending coba nulis lagi perjalanan kemaren. Kali ini mau cerita tentang Shenzhen! Yang mau baca cerita sebelum dan sesudahnya boleh loh diintip-intip di sini:

  1. HKTrip – Tiket
  2. HKTrip – Hotel
  3. HKTrip – Macau
  4. HKTrip – Disneyland Hongkong
  5. HKTrip – Shenzhen
Belanda Ala-Ala KW Super. Emang China ya senengnya buat versi KWnya! :P
Belanda Ala-Ala KW Super. Emang China ya senengnya buat versi KWnya! πŸ˜›

Sebenarnya aku bingung juga mau ngapain ke Shenzhen ini. Tapi kalau udah ke Hongkong dan waktu liburan aku lumayan panjang sampe 10 hari, kayaknya sayang juga buat ngelewati Shenzhen. Lumayan kan nambah-nambah cap di passport πŸ˜› Lagian pas searching juga buat dapetin VOAnya gampang kok dari perbatasan Hongkong itu. Maka dengan semangat empat limalah kita bertiga pergi dari Hongkong ke Shenzhen dengan menggunakan MTR. Sengaja koper yang gede kita titipkan di hotel Hongkong biar gak ribet bawanya. Jadi kita ke Shenzhen cuma berbekal tas kecil aja.

Tapi sayangnya pas kita balik ke Pontianak dapet kabar bahwa VOA buat ke Shenzhen udah ditutup. Jadi kalau mau ke Shenzhen dari Hongkong tetep harus buat Visa China. Untung kita sempet ya kesana. Rezeki si K lah πŸ˜€

Setelah seharian kemarennya kita maen maen di disneyland keesokan harinya kita tancap gas lagi buat pergi ke Shenzhen. Emang itenerary kita padetin dibagian depan perjalanan. Pengennya seh balik dari Shenzhen kita udah santai aja jalan jalan di Hongkongnya. 

Setelah kegiatan dipagi hari seperti biasanya. Masak dulu buat si K. Beberes koper yang mau dibawa ke Shenzhen dan cekout akhirnya kita baru sampe di MTR sekitar jam 11an juga. Udah kesiangan banget kakakkkk. Untungnya kita nginep di Nort Point. Jadi buat ke Shenzhen kami gak pake rute MTR seperti kebanyakan orang. Kalau dilihat dari peta seh rute kami emang memutar. Tapi yang muter kan keretanya. Yang membuat si abang memilih rute ini adalah kami hanya perlu pindah stasiun dua kali dibanding rute biasa yang harus pindah stasiun tiga kali dan ada dua stasiun gede pada perpindahan itu yang pastinya kita akan repot banget buat geret geret koper dari stasiun satu ke stasiun lainnya. 

Rute MTR yang kami pilih adalah dari Nort Point ke Yau Tong terus pindah line menuju ke Kowloon Tong. Terus pindah line lagi menuju ke Lo Wu stasiun terakhir perbatasan Hongkong dan Shenzhen. 

Kita ngurus VoA diperbatasan ini. Gampang kok. Tinggal ngisi formulirnya. Ngantri di kantor imigrasinya bayar langsung passport kita di tempel visa shenzhen yang berlaku buat lima hari. Setelah buat visa baru deh kita ngantri di imigrasinya shenzhen. Sayang VoA ke shenzhen udah ditutup sekarang. 

Dari perbasan itu kita langsung naek metronya Shenzhen dari stasiun Lao Hu ke Stasiun Lao Jie buat ke hotel kita. 

Sampe di hotel kita beberes dulu. Ngasih makan si K dulu karena apapun kondisinya si K aku tetapkan harus jelas jadwal makannya. Barulah setelah itu kita mutusin untuk keliling disekitar hotel aja sore ini. Kebetulan hotel kita deket banget dengan DongMen market yang banyak dibicarain orang di blog. Tapi kalau bertanya apa aja yang ada di DongMen aku gak tahu kakak. Soalnya bingung kemana kemananya. Huahahahahaha. 

Kesan pertama kita masuk ke Shenzhen adalah.. RAME! Hahahaha. Emang udah sering baca seh di blog blog bahwa daerah manapun di China akan selalu rame karena penduduknya yang banyak. Aku yang emang gak suka dan gak terbiasa berada ditengah kerumunan orang rame jadi mabok aja gitu lihatnya. Padahal gak juga sampe rame gimana bener seh. Tapi tetep aja terasa.

Ditengah keramaian di Shenzhen
Ditengah keramaian di Shenzhen
Ditengah keramaian di Shenzhen
Ditengah keramaian di Shenzhen

Emang seh waktu itu aku ngambil fotonya di DongMen Market yang terkenal di Shenzhen. Tapi tetep aja kan ya aku itu perginya jam nanggung gitu sekitar jam 2an pas hari kerja dimana suhunya panas banget tapi tetep aja rame! Emang jumlah penduduk nomor satu di dunia gak bisa bohong yak! Mungkin kalau orang Singapore ke Jakarta kesannya juga sama gitu, Jakarta rame! Hahahahaha.

Sebenarnya seh ada dua tempat yang bisa dikunjungi di Shenzhen yang disebut oleh beberapa blog yang aku baca yaitu Windows Of The World sama China Folk Culture Village, tapi karena kami adalah traveler pemalas πŸ˜› jadi aku pilih salah satu aja dong biar gak capek. Biar tenang aja gitu bawa si K gak keburu-keburu waktu. Jadi dipilihlah WOW aja sebagai tempat yang akan dikunjungi.

Kesannya gimana Niee dengan WOW? Pertama kali datang yang aku pikirkan adalah PANAS! Hahahaha. Emang kurang baik ya pergi ke Hongkong pada bulan July gitu. Panasnya menyakitkan banget, terik!

Awalnya berekspetasi tinggi buat foto-foto di WOW untuk pamerin di Facebook, siapa tahu ada yang percaya gitu kita pergi ke Eropa πŸ˜› Karena dari lihat di google foto-fotonya kan keren banget yak. Ehhhh sekalinya sampe di sana aku kuciwaaaaaaa… Tempatnya biasa aja gitu. Manalah ada kejadian akukan pesan paket yang keliling WOW pake mobil yak. Eh pas ditengah mobilnya berenti. Kirain kayak waktu di Pucket kita dikasih waktu foto foto terus jalan lagi. Ternyata kita ditingalin kakaaaaakkkk. Gempor deh eyke buat baliknya. Dari yang semangat buat foto-foto jadi gak sreg deh. Manalah hasil fotonya gitu-gitu doang (karena gak profesional :P) Jadilah aku menasbihkan bahwa Shenzhen gak terlalu penting buat dikunjungi (lagi).

Walaupun kalau mau belanja apalagi baju-baju gitu China itu surga banget yaaa. Murah semuanyaaaa. Sayang koper kami terbatas jadi gak mau beli banyak-banyak buat dibawa pulang.

Jadi begitulah perjalan kami ke Shenzhen (lah gitu doang nulisnya Niee?) Iyaaa, soalnya ini nulisnya di kantor dan udah kesorean mau pulang, hihihihi.

Sisa liburan di Hongkongnya bakalan dijadikan satu postingan aja kali yak biar ceritanya cepet selesai? πŸ˜›

HKTrip – Disneyland Hongkong


Setelah perjalanan jauh dari KL hingga ke Macau akhirnya si Niee dan keluarga sampe juga di tempat tujuan sebenarnya.

Baca juga deh cerita sebelum dan sesudahnya ya πŸ˜€

  1. HKTrip – Tiket
  2. HKTrip – Hotel
  3. HKTrip – Macau
  4. HKTrip – Disneyland Hongkong
  5. HKTrip – Shenzhen

Tempat tujuan sebenarnya apalagi kalau bukan Disneyland Hongkong!! Yeaaahhh… *joged-joged*

Sebenarnya gak pernah terbersit kalau aku bisa sampai juga di sini. Dulu jaman waktu sekolah sampe kuliah tempat-tempat kayak gini neh cuma bisa dilihat di TV. Gak pernah dah membayangkan bisa sampe ke sini secepat ini. Makanya sekarang doa bolak balik biar bisa ke eropa sebelum tua tua amat. Ya kalau gak niat aja bisa sampe berarti kalau berdoa lebih cepat sampenya dong yak. hihihihi.

Awalnya rencana ke Disneyland pengennya dari sore aja biar bisa sampe malam dan nonton acara kembang apinya. Tapi setelah dianalisis kemampuan si K dan kemampuan emak bapaknya akhirnya diputuskanlah bahwa kami pergi dari jam buka tamannya aja yaitu dari pukul 10.30 am waktu hongkong sampe sore. Keputusan ini emang berat seh sebenarnya, karena aku pengen banget nonton kembang apinya. Pernah tercetus buat nginep di hotelnya Disneyland aja, tapi pas lihat harganya mundur teratur aje dah. Mau nginep di hotel deket situ juga tetep harus berjuang di MTRnya kan yak jadi mundur teratur juga. Ya mungkin ini pertanda bahwa harus balik ke sini lagi. Minimal pindah ke Disneyland Jepang aja deh yak πŸ˜› (eh tapi kalau ke Jepang pengennya ke USJ seh yang ada Harry Potternya πŸ˜€ )

Air mancur Mickey Mouse di Hongkong Disneyland
Air mancur Mickey Mouse di Hongkong Disneyland

Niatnya datang pagi-pagi sekali tetep aja jadi kesiangan. Gak kesiangan banget seh, masih jam 11 am waktu Hongkong dari Hotelnya πŸ˜› Soalnya kan kalau aku walaupun lagi liburan jadwal si K makan dan persiapan makan siang dan malamnya harus jelas yak. Lebih baik ngeskip tempat tujuan daripada urusan si K gak jelas #sikap πŸ˜›

Dari hotel Ibis North Point aku ambil MTR menuju ke Central StationΒ  kemudian di stasiun central pindah ke Tung Cung Line (orange) ke Stasiun Sunny Bay terus pindah lagi naek MTR Disneyland Resort yang keretanya bersuasana Mickey Mouse gitu.

Si K awalnya seneng banget pas mau naek keretanya, etapi belakangan dianya protes gak mau naek kereta api Mickey Mouse, maunya kereta api Minnie Mouse aja, laaahhh??

Seharusnya keretanya ada gambar Minnie juga yak πŸ˜›

Sesampainya di gerbang Disneyland Wuiiihhhhhh kok hati berasa senang yak. Iiihhhh beneran Disneyland itu tempat yang buat bahagia yak, suasananya, musiknya, gedung-gedungnya, karakternya dan bahkan pengunjungnya gak ada beringsut gitu mukanya. Semuanya senang, semuanya bahagia. Termasuk kita bertiga juga πŸ™‚

Rencana awalnya ke Disneyland ini kita gak ngoyo seh, paling cuma maen beberapa permaenan dan foto bareng beberapa karakter udah gitu pulang. Yang pasti kita mau nonton paradenya. Tapi beneran rasanya setengah hari itu sangat gak cukup ya buat ke Disneyland. Aku minta ke si abang suami kalau ke Disneyland lagi ambilnya 2 day pass aja biar puas hahahahahaaaaaa *ditoyor si abang suami*

Lihat dari jauh aja ya ma :D
Lihat dari jauh aja ya ma πŸ˜€

Dari gerbang masuk sedikit kita akan bertemu dengan air mancur Mickey Mouse yang fenomenal itu. Aku kirain si K bakalan suka, eh ternyata anaknya takut! Beneran takut sampe lihat aja kagak mau gitu. Padahal dia suka MickeyMouse dan dia suka dengan air mancur, kok ya ini jadi takut gitu seh, jadilah gak sempat foto-foto di depannya karena si anaknya udah ketakutan.

Yeaaayy, tiketnya udah ditukar.
Yeaaayy, tiketnya udah ditukar.
Rumah Mickey Mouse. Anaknya protes gak mirip kayanya :P
Rumah Mickey Mouse. Anaknya protes gak mirip katanya, dia maunya rumah yang seperti di MickeyMouse KlubHouse yang ekornya bisa dijadikan perosotanΒ  πŸ˜›

Karena kita udah beli tiketnya online jadi pas sampe cuma ngantri nuker tiketnya aja, untung hari itu gak terlalu rame juga seh jadi antrinya cepet. Pas masuk diperiksa barang bawaan kita. Pas aku baca-baca di blog katanya gak boleh bawa makanan berat seperti nasi. Tapi karena aku takut si K makannya jadi gak jelas tetep lah aku bawa, ya kalau gak boleh direlakan aja dah. Etapi pas diperiksa sama mbak-mbaknya aku bilang kid stuf mbaknya ok-ok aja dan lepaslah makanan si K itu. Makasih yaaaa :mrgreen:

Pas masuk kita langsung lihat antrian buat foto bareng Mickey and Minnie. Aku langsung lari dong biar bisa foto bareng, ok neh pertama masuk udah bisa foto bareng gitu. Ehh pas sampe diantriannya petugasnya bilang udah tutup. Si K sampe sedih gitu bilang Mickeynya gak mau ketemu dia. Jadilah buat penyemangat hati kita foto aja dari sampingnya. Soalnya mau nunggu foto lagi masih lama, jam 3 sore gitu katanya sehabis parade.

Pertama kali ngejar foto bareng karakter gak kebagian antrian >.<
Pertama kali ngejar foto bareng karakter gak kebagian antrian >.<

Tujuan selanjutnya aku langsung mau ke Fantasyland. Karena setelah baca sana sini yang paling banyak karakter dan permainan yang si K bisa maen cuma di sono yak. Tapi karena takut kepanasan jadinya kita jalan melewati toko toko souvenirnya gitu. Dan begitu masuk, aku pengen beli semuanya kakaaaakkkk.. Ihhhh kok barangnya lucu lucu semua yaaakkk?? *norak*

Di depan toko souvenir Hongkong Disneyland
Di depan toko souvenir Hongkong Disneyland
Katniss mau beli semuanya maaaaa :P
Katniss mau beli semuanya maaaaa πŸ˜›
Belanjaaa kakaaaaakkkkk
Belanjaaa kakaaaaakkkkk

Keluar dari toko tanpa membeli apapun πŸ˜› Kita langsung ketujuan kita selanjutnya. Eehhh pas lewat sebelum masuk ada lihat antrian foto goofy sama pluto. Langsung melimpir dulu dong kitanya. Untung antriannya gak panjang dan kita masih boleh masuk.

Foto bareng Goofy and Pluto
Foto bareng Goofy and Pluto
Foto bareng Goofy and Pluto
Foto bareng Goofy and Pluto

Pas sampe di Fantasyland langsung ketemu lagi sama antrian Sofia The First. Langsung dah kita ikutan ngantri. Tapiiiii pas udah tinggal dua antrian lagi si Sofianya pergi dongggg!!! Gondong banget dah eyke. Si K sampe bilang gini “Maaaa.. Sofianya pergi, gak mau foto sama Katniss” Iihhh kesel banget dah. Aku bilang aja Sofianya mau bobo siang. Dan anaknyapun merelakannya x_x

Pas mau masuk ke Fantasyland buat maen-maen eh diberitahu kalau akan ada pertunjukan mini gitu. Putar balik lagi deh buat nontonnya.

Rumahnya Sofia the first kata si K
Sebelum pertunjukannya dimulai kita foto foto dulu πŸ˜€
Rumahnya Sofia the first kata si K
Rumahnya Sofia the first kata si K
Mickey Mouse Show
Mickey Mouse Show
Mickey Mouse Show
Mickey Mouse Show

Ini pertunjukannya cuma nyanyi-nyanyi nari-nari 10menitan seh, tapi itu aja anaknya udah seneng kok. Disuruh nunggu berpanas-panasan kalau biasanya udah rewel di sini dianya anteng banget. Pokoknya selama di Disneyland si K bawanya enak nurut kalau disuruh buat ngapa-ngapain. Emaknya seneng.

Habis nonton pertunjukan kitanya langsung melimpir buat makan. Pilihannya cuma dua seh Tahitian Terrace di zona advantureland atau Explore Club restoran di zona mistic point, didekat toy story land. Karena paling deket itu Tahitian Terrace kita langsung kesana dong. Eeehhh pas dihampirin restorannya gak buka. Jadilah kita melimpir agak jauh ke Explore Club.

Ini restoran makanan asia gitu dari Indonesia sampe India. Tempatnya rameee banget. Kita sendiri lupa buat foto tempat sama makanannya saking rame dan lapernya, hahahahahaha.

Tapi kalau pas kita baca-baca Disneyland gak ada musholah buat Sholat pas kita kesini di belakang restoran deket WCnya ada tempat kayak buat sholat gitu kok. Bersih dan dingin lagi. Walaupun gak ada fasilitas kayak sejadahnya tapi masih bisa ambil wudhu karena ada kayak wastafelnya gitu.

Habis makan, sholat dan beres-bereskan si K untuk buang air (si K udah lepas pampers btw dari beberapa bulan yang lalu, tapi pas jalan kemaren kita selalu pakein dia pampers takut kecolongan kan, etapi anaknya pinter selalu bilang kalau mau pipis dan gak mau pipis di pampers! ) kita balik lagi ke Mainstreet buat nontonin parade.

Paradenya bagusssssss.. Aku suka deh. Sebelumnya udah diniatin buat datang awalan biar dapat tempat di depan. Bukan biar kelihatan jelas seh. Cuma pas aku baca-baca blog orang kalau duduk di depan itu kesempatan buat disamperin sama karakternya gede. Kita seh gak sampe disamperin sama karakter yak. Tapi pas paradenya berhenti sebentar untuk atraksi si K diajak maju buat maen maen di tengah! Emaknya seneng dong niatnya kesampean. Tapi anaknya malah malu-malu. Hahahahaha

Si K nya juga seneng banget. Karena banyak dari karakternya dia kenal. Emang seh sebelum kesini dia udah aku cekokin sama karakter-karakter Disney. Sebangsa Mickey Minnie seh udah hatam dia. Yang baru dia kenal itu yang Princessnya, dan pas di Disney dia udah hapal. Tereak tereaklah dia pas karater yang dikenalnya lewat. Rasanya semuanya dikenal kecuali karakter Toys Story deh.

Setelah parade selesai kita kembali berburu foto bareng sama karakter. Tujuan kita seh gak muluk-muluk yak, yang penting bisa foto bareng sama Mickey Minnie aja dah. Yang laen bonus.

Alhamdulillah bisa juga foto bareng Mickey setelah antrian yang panjaaang dan laaaama banget. Ada kali mau sejam antri. Untung anaknya anteng pas disuruh ngantri.

Foto bareng Mickey dan Minnie Mouse
Itu ditangannya dibeliin finger toys gambar Mickey Minnie. Pas ketemu Mickeynya dia lihatkan maenannya. Eh pas udah selesai dia minta balik lagi. Katanya dia belum lihatin ke Minnie! Waduh!
Foto bareng Mickey dan Minnie Mouse
Foto bareng Mickey dan Minnie Mouse

Habis ngantri Mickey kita ngantri lagi buat foto bareng sama Chipmunk karena antriannya sedikit πŸ˜›

Foto bareng Chipmunk
Foto bareng Chipmunk

Habis foto-foto kita udah males buat antri-antri lagi, jadilah kita balik ke Fantasyland buat naek wahana. Pas naek wahana kita blas gak ada foto foto lagi. Emang emak bapaknya pemalas kalau urusan foto yak. Dan Sekarang rada menyesal karena gak ada dokumentasi diakhir berkunjung Disneyland. Karena habis maen si K minta nenen dan anaknya bobo aja gitu. Karena udah jam 6 waktu Hongkong dan niat kita juga gak nonton kembang api akhirnya kita mutuskan buat pulang deh.

Pas di dalam kerena udah deket hotel anaknya bangun dan protes dia naeknya bukan kereta Mickey Mouse, hahahahaha.

So begitulah perjalan kami ke Disneyland. Gak seheboh orang-orang yak. Tapi kami cukup puas kok. Ya diniatin lagi aja pas si K ntar punya adik kita ke Disneyland lagi. Emak bapaknya seneng kok nemenin πŸ˜›

Besok mau ke Shenzhen. Deg-degan bisa dapet VOAnya atau gak.

HKTrip – Macau


Haaaiiii… Haaalloooo.. Si Niee mau cerita lagi tentang jalan-jalan ke Macau – Hongkong – Shenzhen kemaren. Yang mau intip intip cerita lengkapnya boleh loh maen-maen ke postingan sebelum dan sesudahnya :mrgreen:

  1. HKTrip – Tiket
  2. HKTrip – Hotel
  3. HKTrip – Macau
  4. HKTrip – Disneyland Hongkong

Setelah menginap di Tune hotel semalam dan setelah adegan bangun subuh-subuh untuk mengejar pesawat yang boarding jam 6.45 am waktu Malaysia akhirnya si Niee, si K dan si Abang sampe juga di Macau jam 10 am waktu setempat. Dengan semangat jiwa traveling yang menskip semua transportasi berbau taxi tentu kita cari bis gratisan ke City Of Dream dong yak. Nyarinya gampang kok, tinggal ngikutin arah di bandara untuk menuju ke terminalnya dan sampe di terminal tinggal pilih deh bis yang sesuai dengan hotel kita. Kemaren pas aku dateng di terminalnya bis yang ke City Of Dreamnya belum ada, tapi gak begitu lama bisnya pun dateng.

Sampe di hotel udah jam 11an dan buat cek in ke Hard Rock Hotel kok lama bener yak. Udahlah gitu gak bisa langsung masuk ke kamar lagi. Harus nunggu sampe jam 3 awalnya, tapi setelah nego sana sini akhirnya dikasih juga untuk bisa masuk ke kamar jam 1 siang. Untung lobi hotelnya bagus dan luas ya bo, jadilah si K bisa maen kejar-kejaran sepuasnya.

Untuk mengisi waktu menunggu kamarnya siap, akhirnya kami memutuskan untuk jalan-jalan dulu aja ke Venetian. Tanya sana sini ternyata deket banget kok dari hotel ke Venetiannya. Cuma 5 menit jalan kaki katanya.

Jalan di depan hotel menuju ke Venetian
Jalan di depan hotel menuju ke Venetian

Awalnya langitnya cerah, tiba-tiba mendung, eh langsung hujan dong! Basah kuyub lah kita. Si K sempat histeris pas dapet hujan lebat gitu, ketakutan anaknya. Padahal hujannya cuma 5 menitan tapi membuat nafsu berjalan kita berantakan. Untung pas balik ke hotel kamarnya udah siap, jadilah kita masuk ke kamar aja, mandi-mandi (dari pagi belum ada yang mandi bo :P) dan kita memutuskan untuk menikmati hotel aja sampe malam, malamnya baru deh lanjut lagi jalan ke Venetiannya. Hasilnya? kita blas ketiduran sampe 3 jam. Termasuk si K. Soalnya pada belum tidur dari jam 3 subuh yak >.<

IMG_2670IMG_2677Β  IMG_2686Malamnya alhamdulillah cuacanya cerah jadilah kita menuju ke Venetian tanpa kendala sedikitpun.

Tujuan utama ke Venetian tentulah ke Mallnya yang ada gondolanya itu. Dulu banget aku pernah lihat satu acara TV Lokal jalan-jalan ke Macau artisnya naek gondola ini kok ya pengen gitu naek juga. Walaupun lebih kece naek yang asli yak di Itali sono, tapi yang KWnya lumayan juga kok (lumayan juga harganya, hahahahaha).

Si K tentu aja seneng bukan kepalang, setelah 2 hari kerjaannya cuma naek pesawat dan di hotel aja, ketemu mol langsung sumringah dia. Apalagi dia dapet makanan kesukaannya, KinderJoy Surprice Egg =_=

Naek gondola di Venetian lumayan asyik juga kok, selain karena yang bawa gondolanya rata-rata emang bule berdarah Italia, dia juga interaktif banget cerita tentang dirinya dan bertanya sama kita. Jadi kita gak dibiarin aja gitu pas di gondolanya. Pas aku naek aku juga bersamaan dengan anak kecil kakak adek dari korea, jadi seru banget lah.

Terlebih lagi ada adegan dimana mbak mbak bulenya πŸ˜› nyanyi gitu. Seru deh.

IMG_2707IMG_2711Sebelum pulang tentu singgah dulu buat beli Egg Tart yang terkenal itu deh. Enak seh, tapi rasanya mirip-mirip sama kue piring kalau di Pontianak, bedanya cuma kalau kue piring buatnya segede piring, nah kalau ini kan kecil-kecil gitu.

Keesokan harinya setelah bermalas-malasan di kamar hotel rada siangan kita jalan menuju tempat yang paling ngehits ke Macau raya apalagi kalau bukan Ruins of St. Paul’s, hahahaha.

Dari City Of Dream aku pake bis menuju ke Ferry terminal Macau dilanjutkan lagi pake Bis ke HotelΒ  Wyn. Sebenarnya bisa langsung pake bis dari City Of Dream ke Hotel Sintra seh, tapi antriannya rame banget, dan bisnya lama bener datangnya. Pulangnya baru deh kita pake bis Hotel Sintra ke City Of Dream. Semua bis-bis ini gratis yak. Jadi selama di Macau kami gak mengeluarkan uang buat transportasi sepeserpun. Yang mahal malah uang buat beli air mineralnya >.<

IMG_2723 IMG_2738Tempatnya gimana Niee? Hmm, ya gitu deh. Si Irni emang rendah dalam ekspetasi sehingga kalau sampe ditempat sesuatu suka kurang excited gitu, hahahaha.

Dia berada diantara ruko-ruko kuno di Macau dan tempatnya ya kalau kalian lihat fotonya emang segitulah adanya. Karena si Niee dan abang adalah turis pemalas, makanya begitu sampe foto-foto cus langsung balik ke Hotel buat ngejar ferry biar gak kemalaman sampe di Hongkongnya.

Ke Hongkongnya sendiri naek Cotai WaterJet dari Taipa Fery Terminal. Sampe di Hongkongnya di Hongkong Fery Terminal di gedung Shun Tak Centre. Buat sampe ke Hotel tinggal naek MTR dua kali pindah. Sampe deh ke hotel.

Besok mau ke Disneyland.. Hari ini bobo duluuuu πŸ˜€