[Cerita K] Masa-masa Kiddy 2 – Term 1


Masa-masa Kiddy 2 Katniss di sekolah

Kalau lihat-lihat aku belum pernah cerita tentang si K selama dia udah tiga bulan ini di sekolah ya. Niatnya aja dulu kalau anaknya udah sekolah bakalan rajin-rajin posting yak, tapi kenyataannya males juga 😛 Keseringan posting di instagram dan facebook kayaknya, hahaha.

Nah, mumpung ada waktu dan kesempatan, mari kita cerita-cerita tentang si K selama tiga bulan ini di sekolah maupun di rumah.

Sekolah si K itu kurikulumnya dibagi per term yang setahunnya dibagi menjadi 4 Term. Akhir september kemaren seharusnya menjadi akhir dari Term 1 di sekolah sekaligus pembagian report untuk Term 1 tersebut. Tapi karena si K masuk rumah sakit minggu lalu karena DBD, jadilah aku nerima reportnya baru hari Rabu kemaren.

"We are delighted to have Katniss in this term. Katniss is an enthusiast learner who shows confidence and curiosity in everything she does. She is able to do most of the activities independently and adapt well at school. Katniss mesmerizes us with her ability in doing most ectivities without the teacher's help and doing a gread job in her fine motor skills area." - General Remark from Teacher, Term 1

Pada dasarnya inti memasukkan si K ke playgroup ini adalah untuk dia bisa bersosialisasi dan mempunyai aktivitas yang positif seperti yang menjadi pertimbangan aku sebelumnya. Karena salah emaknya ini si K rada keseringan bermain gadget buat nonton yutub. Nah, semenjak sekolah ini waktu bermain gadgetnya secara otomatis berkurang jauh. Kalau ada kemampuan lebih dari dia bersekolah aku anggap itu bonus aja. Pokoknya aku gak pernah nyuruh si K buat belajar di rumah (kecuali untuk ngaji yang aku rada tekankan banget untuk dia bisa serius). Nanti aja belajarnya kalau udah SD 😛

Yang sering aku lakuin pada si K adalah mengajaknya untuk aktif bercerita apa aja kegiatan dia selama di sekolah tadi pagi. Ini juga maksudnya untuk menstimulasi si K biar terbiasa bercerita keseharian dia dengan emaknya ini. Awalnya aku sering bertanya apa yang diajari di sekolah. Dari yang ceritanya asal-asalan, sampai cerita beneran hingga kadang kalau aku lupa tanya dia cerita sendiri. Ada gitu suatu malam pas kita mau bobo dan udah baca doa tidur dia tiba-tiba bilang “Oh iya, katniss belum cerita ke mama tadi di sekolah” jadilah kita berdua gak jadi bobo dan cerita panjang lebar tentang sekolah dan teman-temannya.

[Cerita K Hari Ini] Dari semua report segabreg yang diberikan di sekolahnya, cuma satu hal yang K excited banget pas buka activity bagnya. Apalagi kalau bukan foto dia bersama temen sekelasnya. . Menurut penurutan Missnya waktu menjelaskan report si K, K ini sudah mengenal semua nama temen temennya. Tapi kalau di rumah dia suka bilang tidak tahu kalau ditanya nama temen-temennya 😣 . Hanya satu temen yang secara konsisten sering diceritainnya, si A. Pas lihat foto ini si K juga langsung nunjuk si A dengan lantang. . Sayangnya A barusan pindah sekolah ke Jakarta. Dan setiap diceritain si K rada gak terima. Bahkan dia pernah minta gak usah ke Korea aja, tapi ke Jakarta aja ketemu si A 😓 . Semoga sekolah si K ini menjadi kenangan yang berkesan ya K. Karena sesungguhnya emaknya ini gak terlalu pusing soal pelajarannya, toh dia masih preschool aja. Yang penting pengalaman bersama teman-temannya. . #katniss #katnissaurea #kibuw #school #friends #schoolfriends #3yo

A post shared by Irni (@iirni) on

Soal temannya beda lagi. Si K ini sangat sulit untuk menjawab nama teman-temannya di sekolah kalau aku tanya. Biasanya jawabnya gak tahu, gak kenal. Padahal, menurut gurunya, si K ini adalah anak yang paling cepat menghapal nama teman-teman dan gurunya di sekolah. Aku gak kaget seh sebenarnya, soalnya dia pernah berkata “Kalau di rumah tuh salah-salah ma, kalau di sekolah baru benar” ketika aku bertanya sesuatu 😆

Hasil si K mewarnai di sekolah
Secara keseluruhan, sesuai dengan catatan gurunya yang aku petik dari report termnya di atas, si K gak ada masalah yang terlalu berarti di sekolah. Bahkan dia sering menjadi sukarelawan untuk maju ke depan kelas kalau miss nya bertanya (ini alasan sebenarnya seh karena awalnya dia iri temennya dapat stamp (setiap anak yang jawab bener dikasih stamp sama gurunya) sedangkan dia gak, jadilah dia pengen juga dapat stampnya 😛 ). Dan ada beberapa pertanyaan yang belum diajarkan di sekolah dan ditanyakan si K bisa menjawabnya. Padahal di rumah mah boro-boro, mau jawab aja udah syukur 😛

Hanya beberapa kelakuan si K yang masih rada ajaib di sekolah seperti selalu gak mau masuk ke sekolah kalau Miss nya gak jemput di depan pintu masuk! Nah loh >.< Mudah-mudahan di Term 2 ini gak minta jemput lagi ya K!

***

Selain perkembangan soal sekolah, ada dua hal besar lagi yang terjadi di K selama 3 bulan ini. Yang pertama adalah si K sejak 2 bulan lalu sudah tidak lagi minum susu formula!

Awalnya seh karena si K bolak balik pilek mulu (tanpa disertai dengan demam). Jadilah kita ke DSA menanyakan hal tersebut. Karena bingung DSAnya menyuruh kita untuk memberhentikan susu formulanya. Kita seh nurut aja, sambil ikhtiar minum air bioglass.  Karena kita tahu pasti bahwa susu formula itu juga gak ada pengaruhnya ke tubuh dan ke otak. Pandai-pandai iklan aja soal DHA dan A-A lainnya 😛 Si K selama ini kita kasih susu formula selepas asi diumur 2 tahun 7 bulan ya karena kebiasaan orang tua aja >.<

Eyalah Alhamdulillah semenjak kita berhentikan susu formulanya pilek si K berangsur-angsur membaik, ya udahlah kita teruskan aja. Walaupun rada diprotes sama orang tua. Bahkan disarankan untuk kasih susu soya lah, apalah-apalah. Tapi aku masih kekeuh bahwa si K gak perlu lagi minum susu formula apapun. Kadang kalau anaknya pengen susu paling kita belikan milo itu aja anaknya udah seneng 😛

Perkembangan yang kedua adalah akhirnya si K lulus toilet training! Hah? Baru lulus Niee? Hahahaha. Ok sebenarnya si K udah gak pake diapers semenjak umurnya 2 tahun 1 bulan. Untuk urusan BAK si K udah lancar banget semenjak saat itu. Bahkan setelah beberapa bulan diajarkan dia gak lagi ngompol saat malam hari kecuali kalau dia ketiduran sebelum pipis dulu ke toilet.

Nah, yang bermasalah itu adalah untuk BABnya. Entah mengapa dia paling gak mau disuruh BAB di toilet. Selalu maunya dibalik pintu! Yang otomatis BAB dicelana dong yak. Awalnya aku biarin, tapi lama kelamaan kok ya jadi nyebelin >.< Bolak balik aku suruh ke toilet anaknya gak mau. Kadang kalau aku udah keras nyuruhnya anaknya malah nangis dan beberapa hari gak BAB karena males >.<

Setelah aku bolak balik ngomongkan yang kadang ngancem-ngancem juga akhirnya mau juga dia BAB ke toilet. Awalnya belum lancar masih bolak balik toilet dan celana. Beberapa minggu ini udah lebih konsisten, tapi menurut penuturan mbahnya pas aku kerja masih gak mau ke toilet. Jadilah aku omongin lagi. Akhirnya dua mingguan ini secara konsisten si K udah BAB di toilet dan gak pernah dicelana lagi. Mudah-mudahan untuk seterusnya ya K!

Bye!

Advertisements

Cerita Tentang DBD


Hari senin sampai rabu kemaren, untuk pertama kalinya (dan mudah-mudahan untuk terakhir kalinya) si K masuk rumah sakit.

Ceritanya dimulai dari hari rabu sore dia dijemput dari rumah Mbahnya udah dalam kondisi panas. Panasnya masih gak terlalu tinggi seh, cuma sekitaran 37 derajat gitu. Aku seh biasa aja ya, namanya juga anak kalau badannya panas terus dikasih obat penurun panas udah normal lagi. Beberapa minggu yang lalu si K juga pernah panasnya sampe 40 derajat tapi udah dikasih obat besoknya langsung sembuh dan maen seperti sedia kala.

Cuma kok ya ini beda. Udah dikasih obat penurun panas, bukannya turun panasnya malah naik-naik terus. Tiga hari (dari hari rabu malam sampai hari sabtu) panasnya gak turun-turun cuma bolak balik dari 37-40 derajat. Akunya udah lemes banget. Anaknya yang biasanya aktif gak bisa disuruh diam jadi gak berdaya gitu. Disuruh duduk makan aja bilangnya “Katniss capek ma” dan akunya bolak balik kompress dan seka dia pake air panas dan alkohol. Setiap diseka panasnya turun, tapi selang beberapa menit naek lagi. Sampai setiap panas tapi gak bisa kasih obat karena belum waktunya aku cuma pelukin aja si K nya. Berharap panasnya pindah ke aku aja gitu, gak ke si K lagi.

Sebenarnya hari jumat itu kita ada rencana ke Kuching lagi buat beli longjohn dan peralatan ke korea akhir oktober nanti. Tapi perasaan bener bener gak enak. Padahal si K udah sering dibawa jalan pas sakit. Pas ke Bangkok kondisinya masih muntaber, pas ke singapore pernah demam tinggi. Tapi perasaan beda ya, tetep tenang aja gitu bawaannya. Dan Alhamdulillah emang gak terjadi apa apa selama perjalanan. Malah dianya sehat pas sampai ditujuan. Nah, kemaren itu feelingnya beda. Jadi dengan niat kuat ngebatalin pergi ke Kuchingnya. Tapiya pas dihitung tiket pesawat dan hotelnya kok rugi bener kalau hangus. Apalagi toh tetep harus pergi karena beli online longjohnnya mahal bener. Jadilah aku suruh di abang aja pergi sendiri. Si K aku jagain di rumah. InsyaAllah gak masalah. 

Hari sabtu pas si papa pergi ke Kuching panasnya udah mulai turun. Tapi malam minggunya naek lagi. Hari minggu seharian panasnya ok. Tapi kondisinya masih lemas. Disuruh duduk aja masih gak mampu. Manalah si om nya positif DBD juga. Jadilah akhirnya kita bawa di K buat periksa ke dokter hari senin pagi. 

Pas di cek, yak si K positif DBD. Dengan kondisi trombosit udah di angka 85 dimana batas normal adalah 150 dan batas badan merasa enak itu trombosit di angka 250. Dokter langsung suruh opname. Seketika lemes. Ya seumur umur aku sampe sekarang gak pernah loh opname di RS kecuali pas melahirkan si K. Yamasak baru jaga anak 3 tahun aja aku udah gagal dan menyerah dengan opname 😭. Tapi mau gimana lagi ya. Penyembuhan DBD itu cuma harus diinfus untuk memastikan masukkanya cairan ke dalam tubuh pasian. Karena emang si K gak dikasih obat selama opname. Dokter pesannya cuma harus minum dan makan banyak banyak. Gak ada pantangan. Pokoknya tanyain anaknya mau makan dan minum apa. Itu yang dikasih. Jangan dipaksain harus minum air ini itulah tapi anaknya gak mau ujung ujungnya minumnya jadi dikit. Si K sendiri aku porsir untuk minum air putih aja. Air paling gampang menurut aku untuk memaksannya minum. 

Karena emang gak ada pilihan lain. Akhirnya kita opnamekan juga si K dan masuk ke RS hari senin sore. Disuruh dokter periksa darahnya 2 kali. Jam 5 sore hari seninnya dan jam 6 pagi hari selasanya. Jam 5 sore hasil teombositnya turun jadi 72. Besok paginya di tes lagi turun lagi jadi 68. Tapi dokternya bilang emang fase hari ke 4-6 itu trombositnya turun terus. Asal gak ada indikasi pendarahan seperti tubuh bebercak (iya, selama positif DBD badan si K gak ada bercak merahnya. Palingan ada 3-4 titik merah samar yang gak terlalu diperhatikan sama dokter) atau pipisnya berdarah atau mimisan gitu dan dengan dipantau terus oleh perawat dan dokter, insyaallah gak akan kenapa napa. 

Hari kedua di RS aku terus gempur si K minum dan makan. Target aku 2 litter deh sehari. Yang normalnya anak kecil itu cuma butuh 1,1 litter ya. Awalnya si abang gak ngebolehin airnya dikasih bioglass karena takut gak cocok. Cuma ya namanya ikhtiar ya, kebetulan barangnya ada juga, jadi aku cemplungin deh bioglass mininya hari selasa siang di botol minum si K. Walaupun hasil trombositnya di hari selasa pagi cuma 68. Tapi kondisinya berangsur angsur memulih. Udah bisa nari nari lagi (yang buat kadang infusnya berdarah 😣 ) walaupun akhirnya kecapean juga dan bobo siang lebih awal. 

Alhamdulillah hari ketiga di RS di rabu pagi hasil labnya keluar dan trombositnya naik dengan signifikan jadi 112. Emang belum normal seh yak. Tapi si Om nya aja boleh keluar RS setelah 4 hari opname itu trombositnya cuma 98. Jadi aku berharap banget hari itu dokter ngebolehin si K buat pulang. Dan pas dokternya visite dia cuma nanya ke si K mau pulang atau di rumah sakit? Dengan sigap si K bilang mau pulang dong. Langsunglah dokter ngebolehin pulang. Kita langsung semangat kemas kemas ruangan. Bener bener alhamdulillah si K bisa melewati penyakit DBD ini dengan kondisi yang kuat dan tidak sampai kritis (amit amit banget ya). PR buat aku dan si abang adalah menjaga kondisi lingkungan tempat tinggal agar selalu bebas dari nyamuk. Yang walaupun emang susah ya karena di rumah masih pake bak penampungan air yang terbuka. Perlu difikirkan deh pas rehab rumah ntar masalah bak penampungan ini. (Etapi tetangga juga pake penampungan terbuka semua seh yak. bukan cuma aku 😣)

Jadi, tanda tanda DBD yang aku alami selama menjaga si K apa Niee?

  1. Suhu tubuh panas secara tiba tiba (bukan karena pilek atau batuk sebelumnya) di mana panasnya itu menetap selama tiga hari atau lebih dikisaran 37 – 40 derajat celsius. 
  2. Kata orang dulu gak ada batuk pilek. Cuma si K pas demam juga ada batuk dan pileknya walaupun sedikit. Jadi gak bisa jadi indikasi juga batuk pilek ini. 
  3. Anak lemes. Lemesnya ini sampai gak mau ngapa ngapain dan tidur tiduran aja selama beberapa hari.
  4. Ada bercak merah samar di kulit 3-4 titik. Tapi ini amat sangat samar. Jadi hampir gak kelihatan. Cuma aku feeling aja ini bercak karena di DBD

Apa yang harus dilakukan kalau kondisi anak udah seperti ciri ciri di atas?

  • Pertama yang harus diingat adalah DBD gak bisa dideteksi dengan cek darah jika demam belum tiga hari. Ada yang bilang NS1 bisa. Tapi aku nanya DSA si K dia juga gak mengamini. Akurasinya masih gak pas dan meragukan. Jadi yang pasti itu cek darah setelah 3 hari panas tidak turun dari 37 derajat
  • Selama tiga hari demam tentu kita gak bisa diam aja dongnya. Kalau aku kasih obat penurun panas setiap 4 jam sekali. Kalau gak terlalu panas aku tunggu 5-6 jam untuk diberi obat penurun panas lagi. Tapi gak lewat dari itu. Malam malam juga dibangunin buat minum obat. 
  • Menyeka tubuh anak dengan air panas dengan tambahan alkohol juga bisa cepat menurunkan panas tubuh anak. Minimal setiap diseka suhunya bakalan turun dan akan bertahan sampai 1 jam. DSA si K pernah nyaranin kalau anak panas diseka air panas seperti ini diseluruh tubuh. Berapa lama? sampai emak bapaknya capek! Jadi sebaiknya gantian ya nyekanya.
  • Makan dan minum air putih banyak banyak. Karena sejatinya DBD itu tidak ada obatnya. Ya kalau panas dikasih penurun panas. Kalau sampai pendarahan yang diobati itu pendarahannya. Kalau anaknya masih cukup baik kondisinya seperti si K akan cuma dikasih infus untuk memastikan cairan masuk ke dalam tubuh. Selebihnya cuma dikasih multivitamin penambah daya tahan tubuh aja. Jadi anaknya dikasih makan apa aja. Pokoknya yang dia suka. Jangan dipantangin dulu deh. 

Sekarang si K lagi dalam masa pemulihan. Hari jumat ini rencananya bakalan tes darah lagi untuk melihat hasik teombositnya udah berapa. Mudah mudahan seh udah normal diatas 150 yak. 

Doaku seh mudah mudahan Indonesia dapat bebas dari DBD yak. Karena selama masih ada virusnya disertai nyamuknya DBD akan tetap ada disekitar kita. 

Jadi iri sama negara yang gak ada nyamuknya! Tetiba pengen pindah ke negara bersalju 😆

[Review Drakor] Reply 1988


sp-141410-226-reply-1988Ini drama korea udah lama banget aku nontonnya. Setelah nonton on going DOTS yang fenomenal banget itu (saking fenomenalnya jadi males nulis reviewnya di sini 😛 ) untuk mengalihkan perhatian aku nonton Reply 1988 ini. Awalnya maju mundur mau nonton ini drama karena pas sekilas lihat episode satunya beberapa menit kok gak banget. Tema yang diangkat tahun 1988 itu terasa jadul banget gitu lah.

Tapi setelah ditonton dan mulai menikmati jadinya malah penasaran banget. Apalagi drama ini seperti seri-seri Reply lainnya (yang mana aku gak nonton seh 😛 ) mengaburkan siapa pemeran utama prianya, jadi kita disuruh menebak ending pemeran cewek ini bakalan sama siapa nantinya. Syukurnya aku sendiri gak tahu ending drama ini jadi masih bisa menikmati jalan ceritanya sampe akhir. Masih bisa menjadi #TimJungHwan dengan sangat setia 😆 . Masih bisa sedih-kesal-kecewa dengan endingnya yang terasa dipaksa. Tapikan emang itu maunya penulis ya kalau kita menonton drama ini? Hehehehe.

Cast yang pemaen remajanya rata-rata hampir aku gak kenal kecuali Park Bo Gum yang pernah aku tonton di Hello Monster - I Remember You
Cast yang pemaen remajanya rata-rata hampir aku gak kenal kecuali Park Bo Gum yang pernah aku tonton di Hello Monster – I Remember You

JALAN CERITA

Pada tahun 1988 di Kota Seoul terdapat 5 orang remaja yang telah berteman sedari mereka masih anak-anak. Ada Duk-Sun, anak cewek satu-satunya diantara keempat teman laki-lakinya.

Hye Ri sebagai Duk Sun
Hye Ri sebagai Duk Sun

Duk-Sun ini anak yang ceria, kalau ada dia suasana pasti langsung menjadi rame, akan tetapi dia juga anak dari keluarga yang paling miskin di komplek tersebut. Rumahnya menumpang di bawah rumah keluarga yang paling kaya di komplek. Duk-Sun memiliki dua orang saudara, satu kakaknya yang terkenal amat sangat garang bernama Sung Bo Ra namun terkenal sangat pintar dikalangan komplek tersebut dan satu adik laki-laki bernama Sung No Eul. Selain yang paling miskin, Duk Sun juga merupakan anak yang paling tidak pintar diantara teman-temannya sehingga sering membuat kakaknya kesal.

ryu-jun-youl
Ryu Jun Yeol sebagai Jung Hwan

Jung Hwan adalah orang yang tinggal satu atap dengan Duk Sun. Rumahnya berada di atas rumah Duk Sun dan merupakan keluarga paling kaya di komplek tersebut. Walaupun dahulunya keluarganya adalah orang paling miskin di kompleks sebelum abangnya Kim Jung Bong memenangkan lotre dan mendapatkan banyak uang. Jung Hwan orang yang introvert kepada keluarganya. Kalau ada masalah dia selalu ingin menyelesaikannya sendiri tanpa memberitahu orang lain. Bahkan saat dia sedang menyukai seseorang dia juga tidak mampu memperlihatkan perasaannya itu kepada orang tersebut.

go-kyung-pyo
Go Kyung Po sebagai Sun Woo

Sun Woo terkenal sebagai anak yang baik dan penurut di kalangan komplek. Hanya memiliki ibu dan ayahnya telah meninggal 2 tahun yang lalu dan memiliki satu adik perempuan yang masih balita. Dia juga termasuk orang yang kurang berada di komplek.

Lee Dong Hwi sebagai
Lee Dong Hwi sebagai Dong Ryong

Dong Ryong yang paling bermasalah di komplek. Paling suka membuat onar dan tidak betah berada di rumah. Ayahnya adalah guru di sekolahnya dan ibunya sibuk dengan bisnisnya. Karena itulah dia lebih senang berada di rumah teman-temannya untuk bermain dan makan bersama.

Park Bo Gun sebagai Taek
Park Bo Gun sebagai Taek

Taek merupakan anak yang paling pendiam di kompleknya. Dia sudah ditinggal meninggal oleh ibunya pada saat masih sangat kecil. Oleh karena itulah ayahnya membawanya pindah ke Seoul dan tinggal di komplek itu. Taek sendiri putus sekolah karena ingin fokus untuk menjadi pemain baduk profesional.

***

Awal cerita dari drama ini bukan tentang cinta, tapi lebih kepada permasalahan keluarga. Bagaimana interaksi antara orang tua dengan anak, anak dengan saudaranya, anak dengan teman-temannya, keluarga dengan tetangganya.

Cerita percintaan sendiri dimulai ketika Duk Sun mulai merasa kalau Sun Woo menyukainya. Karena itulah dia mulai memperhatikan Sun Woo dan baik terhadapnya. Apalagi ketika ditanya bahwa Sun Woo juga mempunyai wanita yang disukainya sejak dari dua tahun yang lalu. Tapi Duk Sun langsung kecewa karena ternyara wanita yang disukai Sun Woo adalah kakaknya Bo Ra.

Teman-teman Duk Sun beranggapan kalau Jung Hwanlah yang sebenarnya menyukai Duk Sun, apalagi Jung Hwan selalu ada pada saat Duk Sun membutuhkan. Sebenarnya Jung Hwan juga menyukai Duk Sun sedari dulu, tapi karena tipikal Jung Hwan yang tertutup jadi dia tidak pernah mengakui perasaannya. Apalagi Taek secara terang-terangan kepada teman-teman para laki-laki bilang dia menyukai Duk Sun, Jung Hwanpun tidak ingin temannya merasa kecewa sehingga mundur dengan teratur. Duk Sun yang menunggu tanggapan Jung Hwan pun mulai kecewa karena dia tidak pernah mendapat jawaban secara pasti dari Jung Hwan, walaupun perlakukan Jung Hwan ke Duk Sun sangat lebih dari siapapun.

Tahunpun bergulir, mereka yang dulunya selalu bersama mulai menjalani kehidupannya masing-masing. Taek tetap pada urusannya dengan baduk, Sun Woo yang dulu sempat pacaran dengan Bo Ra secara diam-diam putus dan sibuk dengan dunia pendidikan kedokterannya. Jung Hwan masuk ke akademi angkatan darat, Dong Ryong menjalankan bisnis restorannya dan Duk Sun menjadi seorang pramugrari.

Dari anak remaja 80an yang kaku, merekapun menjelma menjadi orang dewasa yang sibuk namun tetap ingin mempertahankan pertemanannya. Jung Hwan yang menyukai Duk Sun ternyata masih menyimpan perasaannya walaupun sampai sekarang dia tidak pernah bercerita kepada siapapun. Sampai akhirnya teman-temannya mengejek dia yang tidak pernah berpacaran kemudian tercetus dari mulutnya pengakuan perasaannya kepada Duk Sun, namun ujung-ujungnya dikemas menjadi sebuah candaan saja.

Dilain pihak Taek mulai gencar meperlihatkan perasaannya kepada Duk Sun yang membuat Duk Sun menjadi gundah.

Jadi siapakah yang dipilih Duk Sun? Taek atau Jung Hwan?

***

SPOILER DULU YAK

Sepanjang drama ini aku tonton aku gemesssss banget sama Duk Sun dan Jung Hwan. Duk Sun yang kok gak bisa melihat seh perhatian Jung Hwan yang luar biasa itu kepadanya. Dan Jung Hwan kenapa seh gak langsung ngomong aja ke Duk Sun kalau dia suka.

Sampai suatu ketika dia menyalahkan dirinya sendiri “ini bukan soal kesempatan, karena akulah yang telah membuang banyak kesempatan ini” IYA EMANG ELO ANEH BANGET! Hahahaha.

Aku emang termasuk #timJungHwan garis keras. Aku merasa pendalaman perasaan antara Duk Sun dan Taek itu dangkal banget. Bahkan mereka baru terasa saling menyukai mulai dari episode 15. Sedangkan antara Jung Hwan dan Duk Sun itu sudah diperlihatkan dari episode 3! Bahkan pas adegan reka ulang itu sudah dari episode 1! Tapi kok bisa-bisanya Duk Sun sama Taek?

Ok lah kalau memang itulah yang terjadi. Tapi kok ya nasib Jung Hwan gitu gitu amat? Sama sekali gak ada tahu perasaannya, bahkan saat dia ngomong difikir bercandaan dan saat endingnya gak ada tuh namanya cerita dia sama siapa gitu, hilang aja gitu ditelan waktu.

Aku biasanya gak nulis spoiler seh yak, tapi kalau drama ini harus aku tulis biar perasaan aku pas nonton drama ini masih aku bisa ingat kalau baca tulisan ini, hahahahaha.

Sekarang aja pas nulis review ini aku masih kesal loh. Dan #TimJungHwan rata-rata banyak yang menyangkal episode 19-20 dan menasbihkan diri bahwa episode 18 adalah ending dari reply1988!

Walaupun begitu aku sekarang udah move on kok ke drama korea selanjutnya, huahahahahahaha.

Jadi, nonton drama korea apa kamu sekarang? Aku lagi nonton Moonlight yang tinggal 1 episode lagi dan Scarlet yang tinggal 4 episode sama The K2 yang masih baru episode 8! Sibuk Banget! 😛

Pekerjaanku, suka?


Aku sampai sekarang kadang masih menganggap pekerjaanku sangat menyedihkan. Menyedihkan dalam hal ini adalah sebuah pekerjaan monoton yang gak ada tantangannya sama sekali. Datang dan kemudian menyelesaikan pekerjaan yang kebanyakan tidak ada tenggat waktunya (kecuali satu tahun anggaran berakhir) dan itu akan berulang ditahun selanjutnya.

Resiko hampir tidak ada. Walaupun dengan tetek bengek pemeriksaan dari inspektorat, bpkp, bpk bahkan mungkin kadang kpk tapi toh itu bukan untuk aku. Aku hanya berproses di administrasi yang kalau salah hanya akan dapat teguran secara administrasi (walaupun dalam hal ini aku sangat bersyukur tidak berurusan dengan keuangan yang pake duit negara) tapi dalam hal lain menjadi sangat datar.

Sering aku berkoar dengan teman teman (yang profesinya berlainan denganku) bahwa pekerjaan aku membosankan. Kenapa seh kalian masih mau setiap tahunnya beramai ramai ikutan tes ini yang jika lolos dikatain nyogok dan jika gak lolos ngatain yang lolos curang? (padahal hei aku masuk dengan tanpa modal satu rupiahpun, dan aku yakin temen temen seprofesi aku juga sama dengan itu. Dan lalu yang nyogok itu siapa?)

Alasan mereka beragam tentu saja, tapi satu garis yang dapat aku tarik benang merahnya adalah mereka ingin mempunyai pekerjaan yang jika dapat tidak lagi deg degan akan diPHK.

Dan itu terjadi kepada orang terdekatku.

Kerja di perusahaan yang sepertinya kuat dan sudah bertahun tahun ternyata gak menjamin kita bisa bekerja sampai akhir hayat dan tenaga kita. Punya dua anak yang perlu makan dan biaya sekolah bukan hal mudah untuk bisa tetap tegar menjalani hidup sambil terus berupaya mencari pekerjaan lain yang pada akhirnya akan merakan degdegan yang sama bukanlah perkara mudah.

Dan kembali lagi dengan pekerjaanku. Suka gak Niee?

Oh well, sepertinya suka dan monotonnya itu kembali lagi pada diri kita sendiri. Kalau aku bekerja di bidang ini dan aku rasa sudah membosankan dan monoton, mungkin disaat itulah negara memerlukan pemikiran dan ide ide aku untuk diungkapkan dan dilakukan demi kemajuannya.

Mungkin pemikiran membosankan yang ada dikepala aku yang membuat pekerjaan ini terlihat gak menarik sama sekali.

Toh, kita ini bukan mesin yang cuma menerima perintah atasan tanpa memberikan masukan masukan lain pada mereka.

Jadi Niee, suka gak dengan pekerjaannya?

Ya, bukan masalah suka gak suka sepertinya. Tapi dinikmatin aja. Sambil bersyukur masih bisa sibuk menikmati pekerjaan disaat banyak orang sibuk mencari pekerjaan.

2014 in review


Menutup postingan ditahun 2014 dengan annual report. Semoga tahun depan bisa lebih baik lagi ngeblognya.. Tentu bukan untuk yang baca. Tapi lebih ke untuk aku pribadi jadi tempat pendokumentasian cerita diri dan keluarga. Untuk diperlihatkan ke K kelak 🙂

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2014 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Sydney Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 43,000 times in 2014. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 16 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

katniss tiga bulan..


Haaaiii.. Halloooo.. Apakabar semuanyaaa…? Masih ada gak yak yang baca neh blog? Secara empunya udah jarang dan malah hampir gak pernah lagi bw.. Hehehehe..

Nah.. Mumpung si k lagi bobo dan emaknya lagi gak ngantor coz sejak kemaren K batuk pilek dan demam, maka mulailah daku bercerita tentang si doi *halah*

20140512-105706.jpg

Perkembangan K paling awal dalam satu bulan belakangan ini adalah belajar ngebotol. Ya naseb punya emak bekerja ya gini, harus siap dibotolin. Awalnya yang ngebotolin itu aku, pas dibotolin K nangis donggg.. Hiks.. Akhirnya setelah tanya sana sini ternyata klo anak ASI dibotolin itu jangan sama mamanya. Tapi sama orang lain. Dan setelah dibotolin sama neneknya akhirnya sukses juga.. Yeaaahhh…

Dan tanggal 21 April kemaren, bertepatan dengan hari kartini aku udah masuk kerja loh.. Rasanya gimana gitu yang selama tiga bulan ini selalu sama K terus harus rela ninggalin dia selama 8 jam. Ya gak full 8 jam seh, coz siang jam makan aku pulang kerumah buat nganter ASIP sekalian ngesusuin dia.

Walopun sampai sekarang K belom bisa tengkurap sendiri (yang sebenarnya buatbemaknya galau juga sik) tapi K bisa dikatakan sehat sehat aja, alhamdulillah. Lehernya udah kuat buat digendong model macem macem, dan kalau ditengkurepin kepalanya juga bisa berdiri hampir 90 derajat.

20140512-110421.jpg

Ok, segitu aja dulu update dari eyke. Takut anaknya keburu bangun, hehehehe.

Bye

Satu Bulanan Katniss


Haaaiiii.. Halloooo.. Apakabar semuanyaaa?

Si Niee emak emak gaol sekota Pontianak balik lagi buat cerita cerita tentang apalagi kalau bukan anaknya yak.. Hehehehe..

Semenjak lahiran dan punya anak emang si niee yang gak bisa serba bisa ngerjain hal secara bersamaan ini jadi lebih memilih nelantarin blog deh.. Tapi sayang dong kalau cerita perkembangan Katniss gak dimasukkan ke blog kan yak 😀

image

Lihat foto di atas? Yak perkembangan yang paling nampak dari Katniss adalah berat badan! Dari lahir yang 3,2 kg Katniss sudah nambah berat badan jadi 4,6 Kg aja kakak! Alhamdulillah banget deh, soalnya pas hamil aku selalu dideru sama dokter kandungannya kalau babynya bakalan kecil kalau terus terusan gini (hamil 8 bulan prediksi dokter anak aku lahir 2,5 Kg) Panjangnya juga bertambah signifikan loh. Dari lahir 49cm sekarang sudah 54 cm 🙂

image

Katniss selama sebulan perkembangan motorik dan komunikasinya meningkat pesat. Katniss hari ketiga udah bisa miringin badan sendiri aja gitu! Sekarang tidurnya sudah harus dijaga banget karena bangun bangun sudah berpindah tempat 😆 Soal komunikasi dari usia beberapa hari Katniss udah bisa senyum walopun masih suka suka dia aja.. Dan usia 2 mingguan udah bisa diajak ngomong loh 😀 (videonya menyusul kalau udah sempat posting pake kompi, hehehe) Matanya usia 3 minggu juga udah bisa fokus disatu titik walopun belum bisa fokus lama seh.

image

Semoga Katniss sehat sehat terus ya nak. Selalu bahagia dan menjadi kebahagian mama dan papa 🙂